Rafania Amora.
Tinggal dan hidup bersama dengan ibunya dalam kesederhanaan. Hingga 2 tahun berlalu wanita yang akrab dipanggil Nia itu kembali merasakan kehilangan. Ibunya meninggal dunia, hingga mau tak mau dia harus ikut tinggal bersama dengan sang ayah.
Setelah terjadi petemuan kecil Keluarga sang ayah dengan teman lamanya, keduanya memutuskan untuk menjodohkan anak mereka yang masih single diusianya yang sudah cukup matang.
Lika-liku kehidupan rumah tangga telah dijalani oleh mereka, hingga suatu ketika terjadi masalah yang menjadi pukulan berat baginya.
Rafania Amora pun akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan Adrian Martadinata.
Setelah mengalami penderitaan yang mendalam akibat ulah mantan suaminya, takdir pun menggantikannya dengan kebahagiaan yang tiada tara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon faray_glad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 33
Pagi itu tampak begitu cerah. Nia dan Denis sedang berjalan santai keliling komplek perumahan. Tampak ayah bagus juga ada bersama dengan mereka, berjalan sendirian di belakang.
Satu Minggu telah berlalu setelah mendapati kunjungan dari mami ulfa dan papi Mario Tempo lalu. Mungkin nanti malam kedua orang itu akan kembali lagi untuk berkunjung. Pasalnya mereka sedang menantikan kelahiran cucu yang telah dinanti-nanti. Sehingga keduanya rela untuk tinggal di Surabaya selama beberapa waktu.
" Eeuuuhhh..." Nia tiba-tiba saja mengeluh sakit
" Kak, kakak kenapa ?? " Tanya Denis yang mendengar suara keluhan dari kakaknya itu.
Ayah bagus yang melihatnya itu seketika menghampiri anaknya.
" Ada apa Nia ?? Perutmu sakit ?? " Tanyanya dengan cemas
Nia hanya mengangguk kecil sembari sedikit membungkukkan tubuhnya. Menggigit bibirnya bawahnya untuk menahan rasa sakit diperutnya. Rasa sakit yang begitu menyiksa dirinya.
" Eeeeuuuhhhhh... Sakit sekali ayah " keluhnya lagi
Ayah bagus yang mengerti akan situasi seperti ini segera merogoh saku celananya. Mengambil ponselnya dari dalam sana dan segera menghubungi istrinya. Meminta padanya agar segera datang ketempat dimana dia berada.
" Sebentar sayang. Ayo kita duduk disana.!! Apa kamu masih kuat untuk berjalan?? " Tanyanya
Nia hanya mengangguk kecil tanpa bersuara. Mulai melangkahkan kakinya dengan perlahan. Ayah bagus menuntunnya menuju kursi santai yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Nia menghentikan langkahnya dan meremas kuat pakaiannya sendiri ketika rasa sakitnya kembali datang. Menahan rasa sakit dengan begitu kuat.
" Eeuuuhhhh... " Keluhnya
" Tarik nafas lalu hembuskan.. Lakukan berulang kali, sayang. " Titah ayah bagus.
Nia melakukan perintah dari ayahnya itu tanpa berniat untuk membantahnya. Setelah sekian detik, akhirnya Nia kembali melangkahkan kakinya. Namun sebuah mobil mewah milik keluarganya telah lebih dulu datang dan berhenti tepat didepannya.
Tampak mama Tania turun dari mobil dengan terburu-buru.
" Ayo sayang, kita segera kerumah sakit !! " Ajaknya
Mama Tania membantu Nia untuk berjalan masuk kedalam mobilnya. Ayah bagus dan Denis telah lebih dulu masuk dan duduk disamping kursi kemudi.
Setelah Nia dan mama Tania baru saja masuk kedalam. Setelahnya mobil mereka telah pergi. Sang sopir membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat.
***
Dirumah sakit.
" Gus " panggil papi Mario
Ayah bagus menoleh kearah dua orang yang sangat dia kenal. Tidak lama dia beranjak dari duduknya. Raut wajahnya tampak kacau.
" Bagaimana keadaan Nia ?? " tanya mami Ulfa yang kini telah berdiri didepannya. Wajahnya terlihat panik
Keduanya datang setelah beberapa menit yang lalu ayah bagus memberikan kabar jika Nia akan segera melahirkan disalah satu rumah sakit terdekat.
Karena memang saat itu keduanya sudah berada didalam mobil dan hendak menuju rumah ayah bagus, sehingga dengan cepatnya mereka sampai dirumah sakit tersebut.
" Dia ada didalam bersama dengan Tania. Tadi kami sampai disini dan Nia sudah mengalami pembukaan 5. " jawabnya cepat
" Semoga saja semuanya lancar. " Ucap mami ulfa
" Amminn.. Semoga saja " Ucap ayah bagus sembari mendudukkan tubuhnya kembali.
Kini mami ulfa dan papi Mario telah ikut duduk disamping ayah bagus. Dinis terlihat bingung menatap wajah ayahnya yang begitu kacau. Tapi bocah itu memilih untuk diam tanpa berniat untuk bertanya.
Beberapa menit telah berlalu hingga kini dua jam sudah berlalu, Nia dan mama Tania masih berada didalam sana. Membiarkan beberapa orang yang sedang menunggunya merasakan kegundahan.
" Kenapa lama sekali ?? " Ucap ayah bagus.
" Menunggu pembukaannya sempurna mestilah lama, Gus. Sudah, jangan terlalu cemas. ! " sahut mami ulfa.
Ayah bagus menghembuskan nafas panjang. Saat ini dia sungguh merasa khawatir dengan keadaan putrinya itu.
Tanpa disadari oleh beberapa orang yang ada di sekitarnya, mami ulfa telah mengirimkan sebuah pesan singkat kepada seseorang. Memintanya agar segera menyusul dirinya dirumah sakit tersebut.
***
Oeekkk ooeekk ooeekk...
Nia menghembuskan nafas lega. Selama beberapa menit yang lalu merasakan sakit yang luar biasa, karena menunggu pembukaannya sempurna. Kini setelah mendengar suara tangisan bayinya, Nia merasakan kelegaan.
Rasa sakitnya kini telah tergantikan dengan kebahagiaan yang luar biasa. Bayinya telah lahir. Bayi yang sudah dinantikannya selama ini. Bahkan saat ini rasa sakitnya tidak lagi terasa ketika melihatnya.
" Bayinya laki-laki. Sehat dan sempurna. Beratnya 3,2 kg dan tingginya 52 cm. " ucap salah satu perawat yang kini sedang menggendong bayinya. Kemudian perawat itu segera melangkah pergi dengan membawa bayinya keluar.
" Tolong ibu pasien keluar dulu. !! Kami harus membersihkan ibunya " ucap salah satu perawat yang lainnya.
Ibu Tania mengangguk kecil sembari menolehkan kepalanya kearah Nia yang masih terlihat lemas diatas brankar.
" Nia, mama keluar dulu yah.. " pamit mama Tania.
Nia hanya menganggukkan kepalanya tanpa bersuara. Tenaganya seakan sudah habis seiring dengan kegiatan yang tadi dilakukannya.
Setelah mama Tania keluar dari kamar bersalin. Kini dokter yang tadi membantu proses persalinan Nia telah mengerjakan tugas terakhirnya. Menyelesaikan pekerjaannya terlebih dulu sebelum pasien dipindahkan ke kamar inap.
***
Disisi lain. Tampak beberapa orang telah menunggu didepan kamar bayi. Menunggu bayi mungil yang baru saja dilahirkan oleh Nia.
Semuanya kini tampak bahagia. Senyuman telah terukir indah diwajah mereka semua. Setelah sekian menit merasa tegang. Kini semuanya sudah berlalu dan ketegangannya berganti dengan kebahagiaan yang melimpah ruah.
" Assalamualaikum "
" Wa'alaikumsalam " jawab mereka semua hampir bersamaan
Terdengar suara lelaki yang tiba-tiba mengucapkan salam. Membuat semua orang yang ada disana segera mengalihkan pandangannya sembari menjawab salamnya. Ayah bagus nampak sangat terkejut melihat kearah lelaki itu.
" Adrian. " Ucap ayah bagus
" Untuk apa kamu datang kemari ?? " tanyanya
Mereka bertiga kini telah menatap kearah ayah bagus yang sedang menahan amarahnya.
" Ayah.. Dia adalah ayah dari bayi yang dilahirkan Nia. Biarkan saja dia datang untuk melihat putranya " ucap mama Tania
" Iyah, bagus. Tolong biarkan Adri melihat bayinya. " Ucap mami ulfa dengan wajah memelas.
" Baiklah " ucap ayah bagus yang membuat senyuman telah terukir diwajah Adrian dan mami ulfa.
" Terimakasih, ayah "
Adri tersenyum lebar mendengar penuturan dari ayah bagus. Pasalnya selama beberapa bulan terakhir dia sama sekali tidak diperbolehkan ayah bagus untuk menemui istrinya.
" Ayah dari baby rafania. "
Semua orang yang ada di depan ruangan itu segera menoleh kearah perawat yang baru saja memanggil.
Dengan ragu-ragu Adri melangkahkan kakinya agar mendekat.
" Saya, sus " jawabnya pelan. Takut jika jawabannya akan ditentang oleh mertuanya.
" Baik, ikut saya. "
Adri masuk kedalam ruangan bayi tersebut setelah perawat tadi telah lebih dulu masuk kedalam.
" Ayah bisa segera mengadzani bayinya. " Titahnya
Adri menatap nanar kearah bayi mungil yang kini berada tepat di depannya. Perlahan dia melangkah semakin mendekat. Menatap lekat wajah tampan putranya yang sedang tertidur.
Tangannya mulai terulur perlahan mengusap pipinya yang chubby. Dengan perlahan dia mulai mengangkat bayinya tersebut. Mendekatkan mulutnya pada daun telinga anaknya. Tanpa menunggu lagi dia segera mengadzani putranya itu.
Anak yang selama ini telah dinantikan olehnya. Anak kandung yang sangat dia inginkan kini telah lahir ke dunia. Bahkan hingga saat ini dirinya masih belum bisa percaya jika dia telah memiliki anak dari rahim istrinya. Hatinya terguncang hebat.
Adri kembali meletakkan bayinya di atas sana setelah selesai mengadzani putranya.
Lelaki itu masih menatap lekat bayinya, anak kandungnya, anak yang diharapkan olehnya dengan tatapan sendu. Hatinya mendadak jadi rapuh ketika ingatannya kembali mengenang setiap kejadian yang telah dia lakukan selama ini.
Keinginannya, impiannya dan obsesinya untuk memiliki anak telah membawanya pada jurang kehancuran. Kini takdir telah menjawab doa-doanya, penantiannya telah terwujudkan. Anak yang selama ini telah dinantikannya sudah lahir.
Tanpa terasa air matanya menetes begitu saja. Rasanya dia sungguh menyesal karena telah mengkhianati kepercayaan istrinya. Mengkhianati cintanya. Hingga kini dirinya harus rela untuk pergi meninggalkan dunianya bahkan sebelum memulai kehidupan baru.
Penyesalan selalu datang belakangan dan kini dirinya begitu sangat tersiksa dengan kenyataan pahit yang telah dia alami. Hatinya sungguh hancur, sangat hancur.
Bahkan saat ini hanya kehampaan yang dia rasa. Walaupun baby Mayra berada disisinya. Hal itu tidak membuatnya bahagia, karena pada kenyataannya bukanlah baby Mayra yang dia inginkan, melainkan bayi mungil yang saat ini sedang ada di depannya itu.
Tbc.
Hari ini update cuma satu yah readers..
Soalnya author lagi ada acara..
Terimakasih..
Selalu like dan votenya jangan sampai lupa..
salahmu dewe...
udah lah jd istri yg baek ajah
JANGAN PERNAH PERTAHANKAN HUBUNGAN DENGAN PRIA YANG TAKUT AKAN MAMANYA YANG GA BISA MEMBERI SIKAP KARENA KEPATUHAN KEPADA MAMANYA.
mempertahankan hanya memperburuk kewarasanmu.
kecuali mama mertuanya segera dicabut nyawanya. akan beda ceritanya.
sekalipun saya seorg ibu 😁😅
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa