Luna yang hidup dengan kakeknya yang sudah tua mau tidak mau menerima pernikahan paksa yang sudah diatur oleh sahabat kakeknya.
"Kakek aku hanya ingin menemani Kakek dimasa tua," Luna berkata lirih sambil menyentuh tangan keriput kakeknya.
Tidak pernah terlintas di pikiran Luna jika akan menikah dalam perjodohan, Luna gadis polos dan tidak neko-neko harus menikah dengan CEO yang dingin dan galak tidak pernah dekat dengan seorang wanita.
Lalu bagaimana Luna bisa menjalani pernikahan dengan suami yang super Perfect, sedangkan dirinya merasa seperti Upik abu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al-Humaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dibalik insiden
"Nyali anda besar sekali nona."
Bimo duduk di kursi kayu sambil menatap wajah wanita dan pria yang duduk di kursi dengan posisi terikat.
Emphh
Emph
Bimo hanya tersenyum menyeringai, menghembuskan asap rokoknya di udara dengan wajah tenangnya.
Sedangkan seorang pria didepanya terikat dengan wajah babak belur tak sadarkan diri.
Bimo memukuli pria itu sampai babak belur, bahkan saat pria itu sudah mengaku siapa yang menyuruhnya tapi tak membuat seorang Bimo bermurah hati.
Dengan mudah ia mendapat hasil dari umpan yang dia pasang.
Bimo menatap seorang wanita yang memiliki paras cantik, tapi melihat wanita di depannya teringat akan kata-kata istri tuanya.
"Tidak mempunyai kelebihan bagian depan dan belakang."
Bimo menelisik bagian depan wanita didepanya membuat wanita itu melotot saat tahu kemana arah mata Bimo tertuju.
"Sepertinya nona Luna tidak salah," Gumam Bimo sambil tertawa kecil.
Farah hanya bisa terus meraung dengan suara tertahan, mulutnya di lakban sehingga membuatnya tidak bisa bicara.
"Sialan, kenapa begitu mudah dia bisa mengetahui semua yang aku lakukan! dasar orang-orang bodoh!" umpat Farah dalam hati.
Kali ini riwayatnya pasti akan tamat, kenapa tidak mati saja di wanita rendahan itu, kini Farah hanya bisa berdoa semoga dirinya bisa selamat meskipun itu tidak mungkin terjadi. Farah benar-benar mencari lawan yang salah.
*
*
Raditya mengusap pucuk kepala Luna sampai wanitanya tertidur, setelah meminum obat Luna akan tidur karena reaksi obat yang berkerja.
Raditya melihat jam yang melingkar di tangannya, pukul sepuluh malam ia sudah janji pada Bimo untuk datang ke tempatnya.
Raditya berdiri, menyelimuti tubuh Luna sampai batas dada, pria itu membungkuk dan mencium kening Luna, menatap lamat dengan senyum di bibirnya.
"Kalau tidur kamu seperti kelinci yang sangat menggemaskan," katanya sambil mengusap pipi Luna dengan jemarinya.
"Aku pergi sebentar, tidur dengan nyenyak."
Raditya meninggalkan Luna yang terlelap, di luar Raditya menyuruh dua orang bawahnya untuk menjaga didepan pintu, untuk antisipasi.
Mengendarainya mobilnya sendiri butuh empat puluh menit untuk sampai ketempat tujuan.
Mobilnya berhenti didepan bangunan tua yang yang sudah lama tidak ia kunjungi.
Raditya masuk dan ada dua pengawal yang menyambutnya, mengantarkan Raditya untuk sampai di depan dua orang berbeda jenis.
Mata Farah yang melihat Raditya datang mendekat tiba-tiba memanas.
Tubuhnya tiba-tiba gemetar dengan wajah yang langsung pucat.
"Tuan," Bimo menyapa Raditya yang baru tiba, pria itu membuang punt*ung tembakau yang tersisa ditanganya.
Raditya menatap wajah Farah dengan tatapan tajam dan rahang mengeras, Andai saja pelaku didepanya bukan seorang wanita mungkin Raditya sudah memukulinya sampai babak belur, dan koma.
"Semua bukti sudah lengkap bos, ternyata nona Farah memiliki banyak kasus terutama skandal dengan para pengusaha untuk memuluskan rencananya. Nona Farah juga menjadi simpanan seorang pejabat berdasi dan ikut menerima hasil kongsi dari pria tersebut." Tutur Bimo.
Raditya tersenyum miring sedangkan Farah hanya bisa berteriak dibalik lakban mulutnya.
"Hina sekali kau jadi wanita? bahkan lebih hina dari pada wanita malam." ucap Raditya dengan tatapan jijik.
Seketika air mata Farah mengucur deras, ia tidak menyangka hidupnya akan hancur secepat ini.
"Tapi sayang, umpan yang kau beri tidak bisa membuatku tergoda, bagiku kau memang wanita yang banyak kekurangan, terutama bagian depan dan belakang, sebagai seorang wanita itulah aset berharganya. Dan yaa, istriku memang terbaik karena akulah yang memberikan pelayanan terbaik untuknya berkembang dengan sempurna." Ucap Raditya dengan wajah aneh nya.
Aneh karena pria itu bicara tentang hal yang tidak penting, bagi Bimo yang sudah mengenal Raditya kini menatap atasnya dengan wajah tercengang, bisa-bisanya menghina milik wanita lain dan memuji milik istrinya di depan orang lain.
"Jangan-jangan si bos datang kesini mengalami kecelakaan yang membuat otak nya geser." Batin Bimo dalam hati.
*
*
Geser kena bemper depan belakang Bim 🤣🤣