Mohon bijak untuk menanggapai sebuah karya
jangan lakukan boomlike ya jika tidak dibaca🙏🏼😁
Bantu dukung dengan cara Like, Komen, Hadiah dan Vote ya Readers.
Ini kisah dibuat dari pikirin saya sendiri, no plagiat apapun 🙏.
Kisah Keluarga yang pindah kewarganegaraan, karena sebuah pekerjaan yang berada di Indonesia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pitriyani Calam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Acara 2
"Tunggu dulu, jangan asal cari, itu pagar ayu datangnya dari mana Mod" ucap Ali yang senang memangggil Maudy jadi Mod
"Dijamin itu pagar ayu orang yang memiliki pendidikan dan adab yang baik, karena mereka lahir dari seorang ibu yang baik-baik" jawab Maudy senyum
"Ada yang calon guru tidak?" tanya Ali
Maudy mengerutkan alisnya. "Kak Ali mau cari guru atau jodoh?" tanya Maudy menggoda
"Aku tuh mau punya istri seorang guru atau dosen gitu" jawab Ali yakin
"Kenapa?" tanya Gunawan dan Rudy baru tau keinginan Ali
...*****☟☟☟*****...
"Kalian kan tau, aku ini orangnya begajulan, makanya aku cari calon istri guru, biar anak ku kelak tidak seperti aku" jawab Ali santai
"Siapa pun yang menjadi jodohmu nanti, guru atau bukan, kamu harus yakin jika istrimu adalah wanita yang hebat dan akan menjadikan anak-anak mu yang soleh dan solehot" sahut Rudy tertawa
"Lebih baik kak Ali cari dulu aja pasangannya, kalau sudah dapat maka kita buat rencana kedepannya, kalau sekarang udah bicara anak, haduh kacau sudah, pacar aja tidak punya" timpal Maudy nyengir
"Kamu tuh ya Mod, bisanya membuat mental orang down lagi tau" jawab Ali cemberut
"Sana, katanya mau pdkt sama pagar ayu, tuh" ucap Gunawan menunjuk dengan bibirnya
"Tunggu acara selesai lah, minimal pas Deenra sah baru aku dekati tuh perempuan-perempuan cantik nan bidadari turun dari kayangan" jawab Ali masih menatap pagar ayu satu persatu
"Mereka semua bukan anak sembarangan, orangtua kak Ali pasti setuju" sahut Maudy
"Aku terasa lagi dijual oleh kalian" jawab Ali
"Dijual dirimu kurang laku, mungkin kalau gratis banyak yang antri" timpal Rudy tertawa
"Acara mau dimulai, jangan pada ngoceh sendiri, fokus sama Deenra" ucap Gunawan serius
Keluarga dan Sahabat Deenra sudah pada siap dibagian masing-masing.
***
Setelah mengucap ijab kabul dan dinyatakan sah oleh para saksi dan tamu lainnya, Deenra dan Aergul mengikuti rangkaian-rangkaian yang sudah dibuat.
Acara yang diadakan tidak lah lama hanya sekitar 4 jam saja, itu semua karena keinginan Aergul yang tidak mau terlalu larut dalam pesta pernikahan, jadi akad dan resepsi langsung digabungkan sekaligus, ditempat yang sama.
Aergul berpikir dari pada lama-lama dalam acara lebih baik cari kegiatan lain yang lebih positif.
Maka dari itu Aergul pun juga yang menginginkan acara doa bersama atas kebahagian Deenra dan Aergul dengan anak-anak yang kurang beruntung dari segi ekonomi ataupun lainnya.
Kedua keluarga menyetujui, mereka akan mengadakan pengajian sekitar pukul 16.00 hingga menjelang maghrib.
Deenra dan Aergul telah resmi menjadi pasangan suami istri, tetapi mereka berdua masih sangat kaku dan belum terbiasa.
Semua keluarga kembali pulang ke Villa yang disewa papa Deenra di daerah bogor, karena pengajian akan diadakan divilla tersebut.
Anak-anak yang diundang datang dari jakarta dan juga bogor, yang dari jakarta sudah disiapkan bus yang disewa, begitu juga untuk anak yang daerah bogor hanya menggunakan angkot sewaan.
"Lebih baik kalian bersihkan diri sebelum acara pengajian dimulai, dan istirahat sejenak" ucap mama Deenra
Deenra hanya menganggukan kepala, menanggapi ucapan mama nya.
"Önce dinlenip temizleyelim." ajak Deenra menatap Aergul
(Kita istirahat dan bersih-bersih dulu)
"Dinlenmek için hala zaman var mı?" tanya Aergul bingung
(Apa masih ada waktu jika beristirahat?)
"İnşaallah hala orada, şimdi odaya geçiyoruz" jawab Deenra
(Inshaallah, masih ada, kita ke kamar sekarang)
Deenra dan Aergul pamit lebih dulu untuk masuk ke dalam kamar, sedangkan yang lain banyak menggoda pasutri tersebut.
Tidak lupa juga group Sableng ikut bersama, mereka sudah menjadi bagian keluarga dari Deenra.
"Banyak bule" ucap Ali cekikikan
"Dudul, si Deenra kan bule, ya jelas saja semua keluarga nya bule" jawab Rudy kesal
"Hehehe iya juga sih, tadi ada yang mudaan cantik pula, itu siapa ya" ucap Ali melihat kepenjuru ruangan mencari seseorang
"Mungkin saudara Deenra atau Aergul" sahut Gunawan tertawa
"Masa saudara Rudy" ucap Ali ketus
"Kamu itu tidak masuk ke dalam kriteria keluarga Deenra atau Aergul" sahut Rudy meledek
"Namany mau kenalan tidak mandang kriteria" jawab Ali
"Kenalan juga mereka akan melihat bibit bebet dan bobot, tidak lupa babat nya" ucap Gunawan tertawa bersama Rudy
"Soto babat itu enak" jawab Ali
"Ngomong-ngomong kita di villa ini mau ngapain ya, masa ikutin keluarga mereka, bikin kegiatan lain gitu" ucap Gunawan
"Bikin sate dan ikan bakar aja yuk" ajak Ali semangat
"Daging dan ikannya mana?" tanya Gunawan
"Masalah gampang, aku telpon my daddy, untuk menyuruh orang membawa ikan dan daging yang sudah bersih dan siap dibakar" jawab Ali yakin
"Lama banget dong jakarta puncak" ucap Rudy serius
"Tenang, aku punya saudara banyak dibogor dan puncak, tapi tetap harus lewat perantara ornagtua ku" jawab Ali
"Li, pesan bubur ketan hitam dan kacang ijo jug untuk pagi-pagi, aku rasa mereka belum pernah makan-makanan seperti itu, apalagi ini suasananya dingin, makan hangat-hangat terasa nikmat banget pasti" sahut Rudy semangat
"Benar juga kamu, Rud" jawab Ali senyum
"Oh iya, sebisa mungkin, buburnya sudah di dalam wadah masing-masing" ucap Gunawan
"Pakai thinwall gitu?" tanya Ali bingung
"Murahan banget, udah tau disini keluarga sultan" jawab Gunawan
"Ya aku tidak paham" ucap Ali kesal
"Minimal pakai mangkok unik yang berwarna putih susu, lalu masing-masing mangkok sudah diwrap, supaya terlihat higienis" sahut Rudy
"Atau kamu tanya saja mama dan papa mu, hidangkan seperti di hotel berbintang, atau rumah makan Padang pagi sore, siang malam apalah itu aku lupa namanya" jawab Gunawan
"Penyajian untuk keluarga sultan repot banget sih, tinggl taro di panci ketan hitam, kacang ijo dan santan, nyedok sendiri-sendiri deh" ucap Ali cemberut
"Mau gimana lagi, terlihat dari pas acara pernikahan Deenra dan Aergul, semua tamu tidak ada yang antri parasmanan, tapi semua dilayani dan makanan diantar ke meja masing-masing tamu, menu makanan yang tersaji semua di wrap rapih banget, minuman oun begitu" tutur Rudy
"Dipikir-pikir ya, kita kan diundang kesini, tapi kita juga yang melayani mereka" ucap Ali berpikir
"Jangan sok mikir, dua keluarga itu terlalu kaku dan formal, hidupnya tidak bisa sesantai kita bro" jawab Gunawan
"Kali ini aku setuju dengan Gunawan" sahut Ali
"Bro, pesan petasan juga, nanti kita nyalain disini, menghibur anak-anak yang ada, kita sampai lupa disini banyak bocil, nah pikirin juga makanan untuk bocil-bocil" ucap Rudy baru ingat banyak keponakan Deenra dan Aergul yang masih kecil dan balita
"Ahhh, aku bagaikan catering deh" jawab Ali kesal menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Harus sabar dan ikhlas, bro" ucap Gunawan tertawa
...*****☛☛☛*****...
...Bersambung🙏😊...
Selamat Hari Raya Idul Adha🙏😊
...Mohon maaf lahir batin...
^^^Bagi yang menjalankan hari yang sangat spesial ini, semoga Allah SWT memberikan kita semua keberkahan hidup, dan juga kelancaran dalam hal apapun.^^^
Salam toleransi🙏🙏
Bagi yang tidak merayakan😊😊
...God be with us all😍😍...
bs memainkan berbagai macam akat musik
mang olang kaya gk kaleng2an , buat les main alat musik sekali pertemuan aja 500rb, begitu mudah y buang uang