Contain Adult Story // Mengandung Cerita Dewasa🔞‼️
Vanya tidak punya pilihan lain ketika ayahnya menyuruh dia menikah dengan Lucas, seorang pewaris tahta Glory Holy Group.
Lucas sebagai pewaris tahta GH Group merasa posisinya sangat tidak aman. Bagaimana tidak, tujuh adiknya juga mengincar posisi itu. Hanya satu hal yang dapat menyelamatkan Lucas, yaitu menikah dan memiliki anak untuk memperkuat posisinya sebagai pewaris tahta.
Vanya dan Lucas terpaksa menikah demi kepentingan sendiri. Seiring berjalannya waktu, tumbuh benih-benih cinta Lucas tetapi Vanya malah meminta cerai.
Kenapa Vanya malah meminta cerai? Apa yang dilakukan Lucas saat Vanya meminta cerai? Akankah mereka bercerai? Bagaimana kehidupan mereka setelah bercerai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvina Stephanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Soju dan Kejujuran
"Kurang ajar!!!" pekik Vanya.
"Memangnya kenapa sih kamu mau mendapat ciuman dariku? Kamu sudah menyukaiku, ya?" sambung Vanya.
Ekspresi wajah Lucas berubah menjadi datar. Itu lagi itu lagi. batin Lucas.
"Ya sudah kalau tidak mau." kata Lucas seraya ingin memasukkan kembali botol soju ke dalam kulkas.
Dengan cepat Vanya mencium pipi Lucas supaya dia bisa meminum soju. Masih dalam genggaman Lucas, Vanya mengambil paksa botol soju dan membawa pergi ke sofa. Lucas masih berdiam diri di tempat seperti patung karena wanita itu lagi-lagi membuat jantungnya berdetak kencang.
Aku rasa aku harus mengecek jantungku di rumah sakit. batin Lucas.
Tidak seperti minuman biasa, Vanya kesulitan membuka tutup botol soju sampai Lucas datang membawakan gelas dan membukakan tutup botol tersebut.
"Kuno sekali kamu.. di Jerman kamu tidak bergaul ya?" tanya Lucas sambil menuangkan soju ke dalam gelas untuk Vanya.
"Di Jerman yang aku lakukan hanya belajar." jawab Vanya.
"Pantas saja. Kamu mungkin tidak tahu apa yang terjadi di dunia ini." balas Lucas.
"Memangnya terjadi apa?" tanya Vanya.
"Tuh kan tidak tahu." ejek Lucas.
Vanya langsung meneguk soju yang berada di gelasnya sampai habis tidak tersisa setetes pun. "Uhh.. pahit sekali!" pekik Vanya.
"Pahit tetapi bisa membuatmu ketagihan lalu tidur terkapar." kata Lucas.
"Biarlah. Kurasa aku harus tidur terkapar malam ini." ucap Vanya.
Lucas menuang soju ke dalam gelasnya dan meneguk.
"Pasti berat sekali untuk menerima pernikahan ini, kan?" tanya Lucas.
Vanya menatap Lucas sejenak.
"Memang, awalnya aku ogah. Membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah saja.." Vanya menggelengkan kepalanya sebagai isyarat 'tidak mau'.
"Tapi untungnya kehidupan setelah menikah tidak seburuk itu." sambung Vanya.
"Kamu menikmatinya?" tanya Lucas.
Vanya menatap Lucas dengan penuh heran.
"Pernikahan? Tidak begitu kunikmati tapi kujalani dengan baik." jawab Vanya.
"Setiap awal pasti mempunyai akhir. Bahkan kita sudah memikirkan akhirnya sebelum memulai." ucap Lucas dengan senyuman memaksa terukir di bibirnya sebelum dia meneguk soju.
"Aku memang kuno. Tidak pernah lihat soju, tidak pernah menyicip setetes pun. Tapi satu hal yang aku tahu adalah ketika orang Korea minum soju itu karena hatinya sedang bersedih." kata Vanya.
"Bisa juga saat hatinya sedang bahagia. Orang Korea memasukkan soju ke dalam pesta perayaan mereka." balas Lucas.
"Jadi.. kamu sedang bersedih.. atau.. bahagia?" tanya Vanya kepada Lucas.
Lucas menatap wajah Vanya dengan tatapan yang teramat dalam.
"Tidak tahu. Yang kutahu aku tidak ingin malam ini berjalan dengan cepat." jawab Lucas.
"Berarti kamu sedang bahagia. Karena kalau kamu sedang bersedih, kamu ingin melupakan hari ini dengan soju." kata Vanya.
Aku harap begitu. Dan aku juga berharap.. kamu menjadi sumber kebahagiaanku malam ini.. batin Lucas.
"Kalau kamu?" tanya Lucas.
"Aku? Entahlah. Aku malah ingin tidur sampai pesta pernikahan tiba." jawab Vanya.
Aku penasaran.. Vanya menganggap pernikahan ini apa? Apa sebuah malapetaka baginya? Atau.. sebaliknya? batin Lucas.
"Pesta pernikahan hanya berlangsung 3 jam saja. Kamu tidak perlu khawatir." kata Lucas.
"Bagaimana kalau kita menambah durasinya?" tanya Vanya sambil menghadapkan tubuhnya ke Lucas.
"Maksudmu?" tanya Lucas.
"Aku rasa besok adalah hari terlangka di hidupku. Memakai gaun impianku di pesta pernikahan yang dekorasinya mewah, berkilauan emas, menggunakan sepatu kaca dan berdansa dengan alunan musik. Aku seperti seorang putri di dalam dongeng, semua orang pasti ingin menjadi seorang putri. Tentu aku tidak boleh menyia-nyiakannya besok. Dan menjadi putri dalam waktu 3 jam itu kuranggg." jawab Vanya.
"Tapi di undangan sudah tertera pesta dimulai jam 6 malam dan berakhir jam 9 malam." balas Lucas.
"YAH!"
"Lagi pula mana ada orang sepertimu yang ingin mengubah durasi waktu saat sehari sebelum menjelang pesta?" tanya Lucas.
Bibir Vanya termanyun menandakan penyesalan yang baru dia alami. Melihat Vanya termanyun seperti itu malah membuat Lucas gemas terhadapnya.
"Baiklah. Kalau begitu, aku akan menjadikanmu seorang putri selama yang kamu mau." ucap Lucas.
"Omong kosong. Kamu pasti ingin menghiburku saja, kan?" balas Vanya.
"Ya sudah kalau tidak percaya." ucap Lucas.
Entah sudah keberapa botol soju yang sudah mereka habiskan namun mereka sama sekali belum tidur terkapar. Kecuali Vanya. Vanya sudah menunjukkan tanda-tanda mabuk dengan bicaranya yang ngawur, pipinya yang memerah.
"Vanya." panggil Lucas.
"Apa?" jawab Vanya.
"Apa kamu tahu.. kalau orang mabuk itu biasanya akan lebih jujur dan mengutarakan isi hatinya?" tanya Lucas.
"Hah! Mana mungkin.. orang mabuk itu.. tidur.. mana mungkin mereka bisa berbicara.. apalagi berbicara jujur." jawab Vanya.
"Kamu mau kubuktikan?" tanya Lucas.
"Buktikan apa?" balas Vanya.
"Vanya, apa yang membuatmu menerima perjodohan kita?" tanya Lucas.
"Lucas.. mungkin kamu tidak percaya.. tapi ini kenyataannya.. aku merasakannya.." jawab Vanya yang hampir tidak sadarkan diri.
"Apa kenyataannya?" tanya Lucas.
"Kehadiranku tidak diinginkan ayahku." jawab Vanya.
"Tidak mungkin.." balas Lucas.
"Tuh kan! Kamu tidak percaya. Ahahahahha.." ucap Vanya.
"Kenapa kamu bisa merasakan hal itu?" tanya Lucas.
"Kamu mau tahu?" tanya Vanya.
"Ya. Kamu bisa ceritakan padaku." jawab Lucas.
"Ini menyedihkan.. Saat berusia 4 tahun.. aku sudah tinggal bersama nenek.. karena kedua orangtua-ku bekerja dan tidak bisa mengurusku.
Bayangkan saja.. di usiaku yang masih 4 tahun.. aku tidak lagi mendapat perhatian dari orangtua-ku sendiri..
Setelah 3 tahun, aku kembali ke rumah.. tetapi.. setahun kemudian, aku pindah ke asrama sekolah dari usia 8 tahun sampai 15 tahun...
Setelah tamat SMP.. aku disekolahkan di Jerman.. karena aku tahu aku tidak diinginkan lagi.. aku memutuskan untuk melanjutkan kuliah di sana..
Aku sengaja tidak mengabari ayah kalau aku akan pulang ke Indonesia ketika sudah menyelesaikan studiku.. tapi entah darimana dia mengetahui kalau aku mau pulang.. dia sudah mengusirku lagi dari rumah dengan cara menikahkan aku dengan laki-laki yang bahkan tidak kukenal.. yaitu kamu..
Aku tidak ada pilihan lain.. aku masih baru di Indonesia.. belum mempunyai pekerjaan apalagi penghasilan.. mau tinggal di mana aku kalau dia mengusirku..
Menyedihkan sekali bukan?"
Vanya menceritakan yang sejujur-jujurnya kenapa dia menerima perjodohan ini. Dan secara tidak langsung, Vanya pun membuktikan perkataan Lucas kalau orang mabuk itu lebih jujur dan gampang mengutarakan perasaannya.
Aku tidak tahu kalau Vanya pernah mengalami hal seperti ini.. kalau tahu, aku pasti akan menikahi dia lebih awal.. batin Lucas.
"Tapi ternyata.. pernikahan ini juga tidak berlangsung lama.. setelah pernikahan ini berakhir.. aku kembali ke hidupku yang dulu.. sendiri.. tanpa mama, tanpa ayah.." oceh Vanya.
"Sudah sudah. Sudah mau pagi.. tidurlah.. berhenti minum soju lagi." kata Lucas seraya mengangkat tubuh Vanya dan membawanya ke kamar.
Lucas membaringkan Vanya di atas ranjang. Vanya tertidur pulas dengan wajah cantiknya. Wajah cantik yang menutupi kepedihan di dalam hidupnya. Lucas menyingkirkan rambut yang menutupi wajah istrinya. Kemudian ditataplah dalam-dalam wajah cantik Vanya yang menyimpan kemalangan itu.
Ya Tuhan.. apa aku salah? Apa aku salah sudah mengikatnya dengan pernikahan? Apa menikahinya adalah keputusan yang salah? Apa aku malah memperburuk hidupnya yang malang ini? Aku tidak ingin dia bersedih lagi di dalam hidupnya, ya Tuhan.. batin Lucas.
Tanpa dia sadari, air matanya mengalir turun membasahi pipinya. Sulit bagi laki-laki seperti Lucas untuk merasakan marah, bahagia ataupun sedih sebelum dia bertemu Vanya. Vanya mampu membuat dirinya merasakan emosional yang sulit dikendalikan.
Aku tidak akan melepaskanmu, Vanya. batin Lucas.
Bersambung...
Terima kasih sudah membaca novel "Pengacara Cantik, Kamu Milikku!". Berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan like, tips, komentar, dan vote. Jangan lupa tambahkan novel ini ke favorite Anda agar mengetahui up episode terbaru.
jangan lupa di like yaa, 1 like dari kalian sangat berharga loh untuk author🤗 dan berpengaruh sama kelancaran up🤭😁 makasihhh :)