NovelToon NovelToon
Sistem Sang Pencipta: Setelah Regresi

Sistem Sang Pencipta: Setelah Regresi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nur_Afif

#KARYA ORIGINAL!!!!
Update tiap hari

Dalam pertarungan melawan salah satu beast terkuat, Mo Yuan terbunuh akibat serangan bunuh diri beast itu. Padahal, dia baru saja mengetahui dalang dari insiden terbunuhnya istrinya, namun belum sempat balas dendam. Saat kondisi kritis, gelang peninggalan orang tuanya bersinar dan membangkitkan sebuah sistem!

Untuk menyelamatkan tuan barunya, sistem memutar kembali waktu ke masa saat Mo Yuan baru saja keluar dari panti asuhan diumur 15 tahun.

Karena telah diberikan kesempatan kedua, Mo Yuan bertekad untuk bertambah dan membalas orang yang menjadi dalang pembunuh istrinya. Untuk itu, ia mengumpulkan orang-orang berbakat dan membentuk organisasi rahasia miliknya. Ia berkembang diam-diam sebelum akhirnya menggemparkan dunia.

Dengan informasi dari masa depan dan juga bantuan dari sistem, Mo Yuan berkembang dalam kecepatan luar biasa!

Penasaran dengan kelanjutan, silangkan baca sendiri!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur_Afif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 – Ribuan beast mulai bergerak!

Malam hari.

Mo Yuan kembali ke area pusat hutan Qingmu. Ia ingin melihat situasi di sana, sehingga jika ada pergerakan mencurigakan, ia dapat bergerak lebih cepat.

Benar saja, ribuan beast yang berkumpul mulai berjalan menuju arah kota Yunshan. Diikuti oleh beast rank tinggi yang menjadi pemimpinnya.

Brak... Dam... Brak....

Bumi rasanya bergetar setiap ribuan beast bergerak. Pepohonan di hadapan mereka tumbang, debu berterbangan liar, menutupi area sekitar. Kesunyian malam seketika berubah menjadi kegaduhan.

Di samping itu, Mo Yuan yang melihatnya nampak sangat terkejut. "Apa yang terjadi? Bukankah masih ada dua hari lagi sebelum mereka menyerang?!..." gumamnya kebingungan.

"Apa ini yang namanya efek kupu-kupu?!..." pikirnya. "Ah... Itu pikir nanti!... Sekarang aku kembali dulu dan mempersiapkan diri..."

Mo Yuan berbalik dan menghilang dari sana. "Dengan kecepatan itu, perlu satu hari penuh untuk sampai ke kota. Seharusnya itu cukup untukku mempersiapkan diri!..."

...***...

Kabin di atas pohon.

Setelah sampai di sana, Mo Yuan langsung membangunkan Yan Zhu yang sudah tidur. Tanpa memberitahukan situasi, ia langsung mengajaknya untuk kembali ke kota sesegera mungkin.

"Lepaskan gelangmu," perintah Mo Yuan.

Tanpa banyak tanya, Yan Zhu langsung melepas dua gelang yang terpasang di kedua lengannya dan kemudian menyerahkan kepada masternya.

Mo Yuan menerimanya dan mengenaskannya di lengannya. "Kau bisa berlari sampai ke kota kan?!" tanyanya.

Yan Zhu mengangguk, "Seharusnya sekarang aku bisa!" ucapnya dengan tegas.

"Bagus!" Mo Yuan tersenyum senang. "Kalau tidak kuat, aku tinggal kau dan tunggu saja latihan yang lebih keras!..."

Gleg!...

Mendengar itu, Yan Zhu menelan saliva-nya dengan pelan. Tubuhnya bergetar, ia teringat dengan latihan bak neraka yang dialami lima hari terakhir ini. Karena ini, Yan Zhu bertekad untuk menepati apa yang diucapkannya.

"Ayo pergi!..."

Yan Zhu hanya mengangguk, kemudian mengikuti masternya dari belakang. Ia berusaha keras untuk mengikuti kecepatan Mo Yuan, tapi tidak mampu tidak peduli seberapa keras ia berusaha.

Melihat itu, Mo Yuan sedikit menyesuaikan kecepatannya agar terlihat dapat dikejar. Ia memang sedang terburu-buru, tapi masih ada cukup waktu untuk ini.

Kurang dari dua jam. Mereka berdua sudah sampai ke gerbang kota Yunshan.

Mo Yuan tidak berkeringat sedikitpun dan napasnya masih stabil. Sedangkan kondisi Yan Zhu sangat kelelahan, bajunya basah kuyup dan napasnya terdengar berat.

"Hah... Hah... Hah..."

Yan Zhu membungkuk, menyandarkan tangannya ke lutut, berusaha menstabilkan napasnya. "Sebenarnya apa yang terjadi, master?" tanyanya penasaran.

Bukannya memberi tahu, Mo Yuan malah berjalan pergi. "Besok aku akan mengetahuinya! Sekarang, ikuti aku!"

"...."

Dengan rasa tak berdaya, Yan Zhu mengikuti masternya yang berjalan menyusuri kota yang masih ramai. Lampu-lampu bersinar terang, menerangi area kota yang membuatnya terlihat tidak jauh berbeda seperti pada siang hari.

Mereka menaiki transportasi umum yang menuju distrik perdagangan. Ada beberapa barang yang perlu dibeli oleh Mo Yuan dari sana.

Mo Yuan berjalan lurus tanpa menoleh ke toko lain, ia menuju ke toko yang berada paling ujung sekaligus paling besar.

Di atas pintu masuk, tertulis Thousand Gold Pavilion. Mo Yuan tidak terlalu memperdulikannya, ia langsung masuk kedalam.

Kedatangan mereka berdua menarik perhatian sebagai besar orang didalam. Itu wajar saat melihat dua orang kotor dan berpakaian acak-acakan. Mereka pasti berpikir kenapa bisa pengemis masuk kesini?!

Tapi Mo Yuan tidak memperdulikan tatapan mereka, ia berjalan dengan tenang menuju resepsionis. Namun, penjaga di dalam sana tidak mengijinkannya untuk lewat.

"Pengemis dilarang masuk!"

"...."

Mo Yuan hanya diam, ia dengan tenang menoleh dan menatap penjaga itu. Sementara itu, Yan Zhu yang melihatnya hendak maju, namun dihentikan oleh masternya.

Tanpa berbicara sekata pun, Mo Yuan mengeluarkan kartu berwarna hitam dengan gambar coin emas yang dililit oleh naga dan sebuah timbangan di tengah koin. Ia menyerahkan menggunakan dua jari, layaknya seperti orang berkuasa.

"???"

Melihat kartu itu, penjaga kebingungan tapi tetap mengambilnya. "Kartu apa ini? Ini jelas bukan kartu VVIP! Apa kau sedang mencoba menipuku anak kecil?!..."

Penjaga itu mau merobek kartu itu dengan penuh amarah, namun di hentikan oleh teriakan yang terdengar dari kejauhan.

"HENTIKAN!..."

Dari dalam, seorang pria muda berlari dengan cepat setelah melihat kartu itu. Keringat dingin bercucuran dari keningnya. Jantungnya berdegup kencang, seperti sedang bertemu dengan malapetaka.

Setelah sampai di tempat Mo Yuan, pria muda itu tanpa basa basi mengambil kartu di tangan penjaga dan...

Plak!...

Ia menampar pipi penjaga dengan keras kemudian membungkuk dan menyerahkan kartu itu kembali pada Mo Yuan.

"Maafkan kami tuan!..." teriak pemuda itu.

Orang-orang disekitar bergemuruh, mereka membicarakan apa yang sedang terjadi di hadapan mereka.

"Bukankah itu manager Thousand Gold Pavilion?!! Kenapa dia sampai membungkuk seperti itu?" ucap salah satu orang. "Siapa sebenarnya anak itu?!..."

Mo Yuan melirik, "Oh... Kau manager di sini?!..."

"Ee.... I-iya tuan!... Saya Xu Cheng, manager baru di sini," ucap pria muda itu dengan gugup.

"Hm..." Mo Yuan mengambil kembali kartu miliknya. "Apa kita bisa masuk?"

"I-iya tuan! Silahkan masuk! Saya segera menyiapkan ruangan untuk anda!"

Mo Yuan mengangguk dan berjalan dengan tenang, "Oh ya... Matamu tidak sebaik Sun Bao!"

Xu Cheng tidak paham maksud perkataan Mo Yuan, tapi dia tahu bahwa itu bukan hal yang baik. "Ma-maafkan saya! Tapi saya akan berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan anda dan ketua!"

"Hm..."

...***...

Di dalam ruangan VVIP.

Mereka bertiga–Mo Yuan, Yan Zhu, dan Xu Cheng duduk di kursi yang mewah dengan meja besar di hadapan mereka. Beberapa waktu kemudian, beberapa pelayang masuk dan membawa buah-buahan.

"Silahkan dinikmati tuan!..."

Mo Yuan hanya mengangguk. Sedangkan Yan Zhu langsung mengambil buah di meja dan memakannya.

"Jadi... Apa kau tau aku?" tanya Mo Yuan memulai pembicaraan.

"Saya tidak tahu!..." jawab Xu Cheng dengan jujur. "Tapi, ketua pernah memberitahuku jika ada seorang anak membawa kartu seperti milik anda, beliau ingin saya memperlakukannya dengan sangat sopan!"

Mo Yuan tersenyum tipis, "Aku memang tidak salah menilai Sun Bao!"

"Maaf...?"

"Tidak apa-apa!"

"...."

Xu Cheng terdiam sejenak, "Jadi... Mengapa anda tiba-tiba datang kesini?"

"Aku ingin minta material Rank C yang berisi elemen api, air, tanah, logam, kayu, cahaya, kegelapan, ruang, dan waktu," ucap Mo Yuan dengan santai. "Satu saja setiap elemennya."

"Untuk apa bahan-bahan itu?" tanya Xu Cheng.

Mo Yuan tidak langsung menjawab, ia mengambil buah di atas meja dan memakannya. "Kau tidak perlu tahu!" ucapnya dengan suara berat dan dalam.

Xu Cheng segera menyadari kesalahannya, "Maafkan saya tuan! Saya akan segera mempersiapkannya! Tolong tunggu sebentar di sini!"

Xu Cheng membungkuk sekali sebelum keluar ruangan.

1
Orimura Ichika
lanjut👍
Orimura Ichika
update 👍😄
Orimura Ichika
update sampai selesai kalau bisa banyakin ya Thor
Nur_Afif
Mantap pokoknya!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!