NovelToon NovelToon
Pesona Cinta Majikan

Pesona Cinta Majikan

Status: tamat
Genre:Anak Genius / CEO / Cinta Seiring Waktu / Pembantu / Tamat
Popularitas:724.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: dtyas

Berkisah tentang Jenar Ayu Santika yang harus rela menjadi pengasuh Aiden (5 tahun). Bocah yang memiliki karakter usil dan nakal serta kecerdasan yang berbeda dengan anak yang seusianya.

Keusilan Aiden berhasil membuat Ayu kesulitan dan juga mendekatkan dia dengan Edwin (Papah Aiden).

Apakah Ayu bisa menjadi pengasuh yang baik bahkan menjadi Ibu bagi Aiden dan Istri Edwin?

Ikuti terus kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 - PCM

“Bunda kok nggak pakai baju, habis main apa sih? Aku boleh ikut nggak?”

Ayu menahan selimut sampai lehernya dan menatap jam dinding yang ternyata sudah cukup sore. Pantas saja Aiden sudah tiba di rumah.

“Aiden, kamu kembali ke kamar. Mandi, nanti Bunda siapkan makan malam.”

“Tidak mau,” sahut Aiden. Dia malah melompat-lompat di sisi ranjang bagaikan sebuah trampolin. “Aku ingin main dulu.”

“Kita main setelah kamu mandi,” usir Ayu.

“Janji?”

“Iya, cepat sana.”

Aiden sudah turun dari ranjang dimana Ayu berada, menoleh lagi ke arah Ayu. “Apa yang sudah Bunda lakukan dengan Papa? Apa kalian membuat bayi secara diam-diam?”

“Pergi ke kamarmu atau tidak ada gadget seminggu ke depan,” ancam Ayu.

Aiden berdecak kemudian meninggalkan kamar Papanya. Ayu bergegas mengenakan kimono yang sudah Edwin siapkan lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

“Banyak banget sih,” gumam Ayu saat menatap cermin menunjukkan tubuhnya dengan banyak jejak cinta.

...***...

Ayu sudah berada di meja makan, menyajikan makan malam untuk Aiden dan dirinya yang sudah dibuatkan oleh asisten rumah tangga Edwin.

“Tolong panggilkan Aiden,” titah Ayu. Dia sendiri menuju dapur membuka lemari es, mengambil dessert kesukaan Aiden.

“Bunda, kenapa kita hanya makan malam berdua. Memang Papa kemana?”

“Papamu ada lembur, cepat duduk dan nikmati makananmu.”

“Kapan kita menginap di rumah Nenek?” tanya Aiden.

“Nenek? Oma maksudnya?”

“Nenek, Ibumu aku panggil Nenek, kalau aku panggil Oma juga nanti kalian keliru,” seru Aiden.

“Owh, kita bicarakan itu dengan Papamu. Baca doa sebelum makan.”

Aiden benar-benar merasa seperti memiliki keluarga, sebelumnya dia hanya makan ditemani asisten rumah tangga. Bahkan tidak jarang hanya sendiri di meja makan, tapi saat ini ada Ayu yang menemani. Bahkan perempuan itu terlihat lebih cerewet dari Papanya mengenai semua hal, termasuk soal makanan.

Seperti saat ini, dia membulatkan matanya ketika Aiden tidak ingin masih menyisakan makanan di piringnya.

“Masih banyak orang di luar sana yang butuh makan tapi tidak ada sesuatu untuk dimakan, kamu tinggal menikmati tapi masih saja tidak bersyukur. Ayo habiskan,” titah Ayu.

“Memang Bunda pernah merasakan hal itu?”

“Tentu saja pernah, aku bukan sepertimu yang lahir dengan segala kemewahan. Jadi kamu harus banyak bersyukur. Kalau itu tidak dihabiskan, dessert ini aku kembalikan lagi ke kulkas.”

Setelah makan malam, Ayu menemani Aiden belajar. Lebih tepatya Aiden yang menemani Ayu. Ternyata Aiden memang mudah memahami pelajaran dan menurutnya apa yang dipelajari tidak sulit. Oleh karena itu dia sering bertanya atau mendebat gurunya.

“Bunda sepertinya tidak pernah menyimak pelajaran saat sekolah.”

“Bukan tidak menyimak, sepertinya aku sudah lupa atau mungkin IQ aku tidak sama denganmu.”

“Bagaimana kalau kita main game, Bunda adalah lawan tanding yang seimbang denganku,” ajak Aiden.

“Boleh, siapa takut. Aku ambil ponselku dulu.”

Akhirnya Ayu dan Aiden bertanding dalam sebuah game, begitu fokus bahkan sesekali mereka berteriak atau menjerit dengan fokus pada gadget masing-masing. Aiden yang berbaring di sofa sedang Ayu duduk bersandari di ranjang Aiden.

Entah sudah berapa lama keduanya asyik dengan permainan, tidak menyadari sudah waktunya Aiden tidur bahkan Edwin juga sudah pulang. Tidak menemukan istrinya dimanapun termasuk di kamar, akhirnya Edwin menyusul ke kamar Aiden.

Pintu yang dibuka Edwin tidak membuat Ayu dan Aiden sadar akan kehadiran Edwin. Menatap kelakuan istri dan anaknya, Edwin menghela nafasnya. Memang benar keduanya bisa dengan mudah akrab karena sama-sama nakal.

“Apa kalian berdua ingin dihukum,” ujar Edwin dengan nada tidak biasa.

Ayu dan Aiden langsung terperanjat dan beranjak dari tempatnya. Aiden menaiki ranjang sedangkan Ayu berjalan menghampiri Edwin.

“Aiden, ganti dulu bajumu dan jangan lupa sikat gigi.”

Aiden hanya mengangguk langsung mengikuti apa yang diperintahkan Papanya. Ayu hanya senyam senyum karena Edwin menatap datar ke arahnya.

“Kalian ini benar-benar kompak dan nakal. Cepat tidur,” titah Edwin pada Aiden. “Kamu ikut aku,” perintah Edwin pada Ayu yang dijawab bibir mengerucut.

Saat ini Ayu dan Edwin sudah berada di kamarnya. Ayu duduk di tepi ranjang sedangkan Edwin berdiri tidak jauh dari Ayu.

“Kamu ingin menjalani hukuman dengan cepat atau lambat?” tanya Edwin dengan menyilangkan kedua tangan di dada.

“Hukumannya apa?” tanya Ayu lirih.

“Tenang saja, hukuman dariku selalu spesial dan pasti enak.”

“Meragukan.”

“Hukumannya seperti tadi siang tapi akan lebih lama atau lebih cepat tergantung permintaan kamu. Tentu saja dengan gaya berbeda.”

“Dasar mesum,” ejek Ayu.

“Apa kamu bilang?”

“Eh, nggak ada.”

Tapi terlambat, Edwin sudah mendorong pelan tubuh Ayu dan merebah di atas ranjang lalu mengungkungnya. Keduanya masih berpakaian lengkap bahkan pintu kamar mereka belum dikunci.

“Pak Edwin ....”

“Stt, ini hukuman karena kamu nakal,” bisik Edwin yang mulai meraup bibir Ayu yang sudah membuatnya menjadi candu.

Klek.

“Papa, Bunda, aku tidur dengan kalian ya!”

 

1
Maya Djdj
seperti keinginan terakhir aja nih bocah
Mini Amora
good Aiden...

pak Edwin gercep
Mini Amora
astaghfirullah aiden
Mini Amora
seruuuuuu...

calon ibu & calon anak suka nge game😄
Mini Amora
melipir baca karyamu ini thor😍
Matchamatcha
definisi bocil kematian🤣🤣
ayu cantik
suka
pretty girl's
lumayan
Erna Suryani
Luar biasa
Erna Suryani
Lumayan
Doffeer Zaliaan
Luar biasa
Sri Widjiastuti
sesuatu gitu lhoh.. Aiden ni minta digetok
Sri Widjiastuti
diih ngadon bayi seperti ekspetasi nya Aiden.... buyar dong g jd ngadon🤗🤗
Sri Widjiastuti
😁😁😁bener2 ini Aiden
Sri Widjiastuti
bocah semprulll🤣🤣🤣
Sri Widjiastuti
😇😇😂
Sri Widjiastuti
lagian bisa2 nya ngorok niii
Rinisa
👍🏻👍🏻👍🏻
Rinisa
Dasar aiden...😂
Rinisa
Next....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!