Arthur di panggil ke dunia misterius bersama teman-teman sekelasnya.
Di dunia misterius Job adalah segalanya.
Dan Arthur memiliki Skill yang dapat mencopy semua Job milik teman-teman sekelasnya.
Ikuti petualangan Arthur dan teman-teman sekelasnya di dunia misterius
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aro McCoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Fiona
Tidak lama kemudian Arthur dan Fiona berada di ruang makan. "Duduklah, dan temani aku akan makan." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik." Fiona mengangguk dan duduk di samping Arthur.
"Apa kamu memiliki kekasih." Kata Arthur melihat Fiona.
"Saya tidak memiliki kekasih." Fiona menggeleng.
"Oohh. Mengapa kamu tidak memiliki kekasih. Kamu memiliki wajah yang cantik." Kata Arthur mengigit daging.
"Ada sebuah peraturan di istana. Bahwa seorang maid tidak di perbolehkan menikah." Kata Fiona.
"Apa Eleanor yang membuat peraturan itu." Arthur bertanya kepada Fiona. Fiona mengangguk.
"Eleanor membuat aturan itu karena dirinya belum menikah. Jika Eleanor menikah, dia pasti akan menghapus aturan itu." Kata Arthur. Fiona terdiam saat mendengar kata Arthur.
"Setelah aku selesai makan. Antar aku di perpustakaan yang terletak di kota ini." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik." Fiona mengangguk.
Beberapa menit kemudian Arthur telah selesai makan. "Ayo kita pergi." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik." Fiona mengangguk. Arthur dan Fiona kemudian meninggalkan ruang makan.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Fiona berada di sebuah perpustakaan. Arthur mengambil sebuah peta kemudian duduk di sebuah meja kosong.
"Aku tidak menyangka negara Volgrad dan Bradfort terletak di benua yang berbeda." Kata Arthur melihat peta.
"Fiona butuh berapa lama jika aku ingin pergi ke negara Bradfort." Kata Arthur melihat Fiona.
Fiona melihat peta dan berkata. "Butuh 1 bulan lebih jika anda ingin pergi ke negara Bradfort."
"Setelah aku mengalahkan negara Kaunas. Aku akan pergi ke negara Bradfort, menemui Erika dan yang lain." Gumam Arthur.
Sore hari. Arthur dan Fiona telah kembali ke istana. "Ayo masuk ke dalam kamarku." Kata Arthur masuk ke dalam kamarnya.
"Baik." Fiona mengangguk dan masuk ke dalam kamar.
"Lepas pakaianmu. Kita akan mandi Bersama." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik." Fiona mengangguk dan melepas pakaiannya. Melihat Fiona melepas pakaiannya. Arthur kemudian melepas pakaiannya juga.
"Tubuhnya sangat bagus, terlebih lagi miliknya sangat besar." Fiona tersipu malu saat melihat Arthur yang telanjang.
Arthur menggendong Fiona dan berjalan ke arah kamar mandi. "Aahhh." Fiona terkejut saat Arthur tiba-tiba menggendongnya.
"Kamu bisa mulai membasuh badanku." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik." Fiona tersipu malu kemudian membasuh punggung Arthur.
"Kulitnya sangat halus." Gumam Fiona di pikirannya.
"Apa dia benar memiliki level 901." Gumam Fiona di pikirannya.
"Saya sudah selesai membasuh punggung anda." Kata Fiona.
Arthur berbalik dan melihat Fiona. "Sekarang basuh perutku." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik." Fiona tersipu malu dan membasuh perut Arthur.
Arthur melihat wajah Fiona menjadi merah saat membasuh tubuhnya. "Apa saya juga perlu membersihkan milik tuan." Kata Fiona dengan wajah merah, melihat milik Arthur yang berdiri.
"Kamu bisa membersihkannya juga. Jika kamu menginginkannya." Kata Arthur melihat Fiona.
Fiona tersipu malu kemudian mengusap milik Arthur. "Berhenti, sekarang giliranku untuk membasuh tubuhmu." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik." Fiona mengangguk. Arthur kemudian mulai membasuh perut Fiona.
Badan Fiona gemetar saat Arthur membasuh perutnya. "Eemmm." Fiona mengerang saat Arthur membasuh perut.
Tidak lama kemudian Arthur dan Fiona keluar dari kamar mandi.
"Tuan, apa kita akan berhubungan badan." Kata Fiona dengan malu.
"Mengapa kamu masih bertanya. Tentu saja kita akan berhubungan badan." Balas Arthur kemudian mencium bibir merah Fiona. "Eemmm." Fiona memejamkan matanya saat berciuman dengan Arthur.
Malam hari. Arthur dan Fiona sedang terbaring di kasur dengan telanjang. "Aku tidak menyangka berhubungan badan senikmat ini." Kata Fiona menatap Arthur.
"Baiklah, ayo kita lakukan ronde ke 2." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik." Fiona mengangguk dengan malu.
Sementara itu Eleanor sedang berada di sebuah ruangan dan duduk di sebuah singgasana. "Yang mulia, saat ini Arthur sedang melakukan hubungan badan dengan Fiona." Kata Luis.
"Aku tidak menyangka dia akan begitu mudah untuk meniduri seorang wanita." Eleanor mencibir.
Keesokan harinya Arthur terbangun dan melihat Fiona yang berada di sampingnya. "Selamat pagi tuan." Fiona tersenyum.
"Selamat pagi juga." Balas Arthur kemudian mencium bibir Fiona. "Eemmm." Fiona memejamkan matanya saat Arthur mencium bibirnya.
"Ayo kita mandi bersama." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik." Fiona mengangguk dengan malu. Arthur dan Fiona kemudian berjalan ke kamar mandi.
Arthur yang sedang membasuh punggung Fiona mendengar suara ketukan pintu. "Tok." "Tok." "Tunggulah disini." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik tuan." Fiona mengangguk dengan malu. Arthur keluar dari kamar mandi kemudian memakai celana.
Arthur membuka pintu dan melihat Luis berdiri di depan pintu. "Ada apa." Kata Arthur melihat Luis.
"Negara Kaunas menyerang, perkiraan saat siang hari mereka akan tiba di ibukota." Kata Luis dengan panik. Ekspresi Arthur menjadi serius saat mendengar kata Luis.
"Aku akan mandi terlebih dulu." Kata Arthur melihat Luis.
"Baik. Setelah anda selesai mandi. Segeralah menemui yang mulia." Kata Luis melihat Arthur.
"Aku tahu." Balas Arthur kemudian menutup pintu. Luis terkejut saat Arthut tiba-tiba menutup pintu.
Arthur masuk ke dalam kamar mandi dan melihat Fiona. "Tuan, siapa yang mengetuk pintu." Fiona bertanya kepada Arthur.
"Luis yang mengetuk pintu." Kata Arthur.
"Dia mengatakan saat siang hari ibukota akan di serang oleh negara Kaunas." Kata Arthur. "Aahhh." Fiona terkejut dengan kata Arthur.
"Kamu tidak perlu khawatir. Dengan adanya aku di negara ini. Negara ini akan aman." Arthur tersenyum penuh percaya diri.
"Yang perlu kamu lakukan saat ini adalah membersihkan tubuhku." Kata Arthur berbisik di telinga Fiona. "Eemmm, baik tuan." Fiona mengangguk dengan malu.
1 Jam kemudian Arthur dan Fiona keluar dari kamarnya. "Kamu tidak perlu mengikutiku untuk bertemu Eleanor." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik tuan." Fiona mengangguk.
Arthur masuk ke dalam ruangan dan melihat Eleanor yang sedang duduk di sebuah singgasana. "Arthur tidak lama lagi pasukan negara Kaunas akan tiba di ibukota." Kata Eleanor dengan serius.
"Berapa banyak jumlah pasukan negara Kaunas." Arthur bertanya kepada Eleanor.
"Jumlah pasukan negara Kaunas sekitar 10 ribu." Kata Eleanor.
"Sial." Arthur terkejut dengan jumlah pasukan negara Kaunas.
"Berapa banyak pasukan negaramu." Kata Arthur melihat Eleanor.
"Negaraku memiliki 5 ribu pasukan." Kata Eleanor. Arthur tersenyum kecut saat mendengar kata Eleanor.
"Arthur apa kamu punya rencana untuk mengalahkan pasukan negara Kaunas." Kata Eleanor melihat Arthur.
"Aku bukan ahli dalam hal militer." Arthur menggeleng.
"Berapa level tertinggi Beast human di negara Kaunas." Kata Arthur melihat Eleanor.
"Aku dengar Alexander, Raja negara Kaunas memiliki level 800." Jawab Eleanor.
"Levelnya sangat tinggi. Tapi levelku lebih tinggi darinya." Kata Arthur tersenyum kemudian menceritakan idenya kepada Eleanor.
"Kamu memiliki ide yang bagus." Eleanor terkejut saat mendengar ide Arthur.
"Luis antar Arthur ke gudang persenjataan." Eleanor melihat Luis.
"Baik yang mulia." Luis mengangguk. Arthur kemudian keluar ruangan bersama pria gemuk.
Tidak lama kemudian Arthur berada di dalam gudang persenjataan. "Arthur apa kamu pernah membunuh manusia sebelumnya." Kata Luis melihat Arthur.
"Aku belum pernah membunuh manusia. Yang aku bunuh selama ini hanya monster dan hewan buas." Kata Arthur memilih senjata.
"Apa Beast human itu mirip dengan manusia." Kata Arthur melihat Luis. Selama berada di negara Bradfort Arthur belum pernah melihat Beast human.
"Beast human memiliki tubuh manusia tapi kepala mereka adalah binatang." Jawab Luis.
"Aku bisa membayangkan seperti apa wujud mereka." Kata Arthur memilih pedang.
"Pedang ini cukup bagus." Kata Arthur mengambil pedang bewarna perak yang panjangnya 100 cm.
"Ayo pergi." Kata Arthur melihat Luis.
"Apa anda tidak memerlukan armor." Luis bertanya kepada Arthur.
"Tidak perlu. Aku yakin diriku tidak akan terluka." Arthur tersenyum penuh percaya diri.
~ Beri Like jika kalian menyukai cerita ini ~
nilai plus-nya dia bisa di bilang sat set dalam hal lain
😀😀😀
bukannya MC yang membuat kesalahan 🗿 malah orang lain yg minta maaf
gw penasaran sama sifat Thor ni novel apa sama dengan sifat si MC