Aulia Jasmine, gadis sederhana yang merasa hidupnya sudah sempurna karena di nikahi oleh Calvin Syahputra. Seorang pria yang sangat ia cintai dan juga menunujukan cinta yang besar untuknya. Namun, sebuah fakta menamparnya saat Jianita Kanaya datang padanya dan Jia mengaku sebagai istri sah Calvin. Jia memperlihat surat nikahnya, foto pernikahannya bahkan foto saat ia melahirkan anak pertamanya dan Calvin.
Jasmine seperti di sambar petir di siang bolong, ia tak mampu berkata-kata dan hanya bisa memegang perutnya dimana buah hatinya dan Calvin juga tumbuh disana. Kenapa semua itu terjadi padanya? Ternyata dia adalah pelakor?
"Dasar pelakor!" Seru Jia penuh amarah, Jasmine hanya bisa menggeleng lemah dengan deraian air mata yang tiada henti di pipinya.
"Aku bukan pelakor..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab #33 - Pertemuan Kembali
Hanya karena mendapatkan sedikit perlawanan dari Jasmine, nyali Bu Chika tak menciut sedikit pun. Bahkan, yang ada ia semakin kesal pada wanita itu yang ia nilai sok baik dan sok suci setelah merebut kebahagiaan wanita lain.
Sementara Jasmine sudah tak ingin ambil pusing dengan apa yang di katakan oleh ibu mertuanya itu, ia sudah jengah dengan segala caci maki yang di lontarkan padanya selama bertahun-tahun.
"Maafin mama, ya?" Jasmine yang saat ini sedang membuat susu di buat terperanjat saat tiba-tiba Calvin memeluknya dari belakang. Suaminya itu mengaitkan dagunya di pundak Jasmine, melingkarkan lengannya di perut Jasmine.
"Nggak apa-apa kok, Mas. Wajar aja kalau mama kamu masih marah sama aku, kalau aku ada di posisi dia juga kayaknya aku akan melakukan hal yang sama," jawab Jasmine sembari mengulum senyum lembut.
"Tapi mama sudah keterlaluan, Jasmine. Sudah ribuan kali aku menjelaskan kalau aku yang salah, kalau dia mau menyalahkan seseorang maka salahkan aja aku," tukas Calvin dengan suara rendah.
Jasmine berbalik badan, ia menangkup pipi suaminya itu dengan lembut kemudian menyatukan hidung mereka dengan gemas. Jasmine tahu, di mata Bu Chika Calvin adalah anak yang tak baik, di mata Jia Calvin adalah suami yang jahat dan di mata Rasya mungkin Calvin adalah ayah yang begitu buruk.
Namun, bagi Jasmine suaminya itu adalah sosok yang sangat baik. Terlepas dari kebohongan yang Calvin lakukan dahulu, sekarang Calvin benar-benar menjadi suami dan ayah yang baik. Jasmine percaya, baik buruknya seorang suami terkadang juga di tentukan oleh pasangannya. Karena itu lah Jasmine selalu berusaha menjadi istri yang baik, dan jika memang nanti Calvin masih mengkhianatinya, maka Jasmine tak perlu menyesali apapun itu atau bertanya kenapa semua itu terjadi padanya dan apa salahnya.
"Sudahlah, Mas. Aku yakin akan ada hari dimana mama kamu akan sangat sayang sama kita dan Aeleen," ujar Jasmine.
"Aku juga selalu mengharapkan itu, Sayang," sahut Jasmine.
"Oh ya? Jam berapa kamu mau bertemu Jia, Mas?" tanya Jasmine kemudian. "Sudah siang lho."
Calvin langsung melirik arlojinya, jam menunjukkan pukul 10. 30 sementara Jia akan menemuinya jam 11 di rumah sakit. "Ya sudah, aku berangkat dulu ya, Sayang. Jaga diri," kata Calvin mengecup pipi Jasmine.
"Iya, kamu juga, hati-hati," balas Jasmine.
****
Jia menunggu Calvin dengan sedikit gugup, setelah 3 tahun lebih ia lari dari Calvin dan bertekad bisa hidup hanya berdua dengan Rasya tanpa Calvin. Namun, takdir membuat ia kembali datang pada Calvin demi putra mereka.
Saat Jia tahu kini Calvin sudah menjadi direktur rumah sakit, ia sedikit terkejut. Apalagi tadi Jia sempat mendengar obrolan beberapa suster yang membicarakan Calvin yang katanya selalu di antar kan makan siang oleh istrinya.
Masih ada sedikit api cemburu yang menyala di hati Jia, ia berfikir Jasmine benar-benar berhasil merebut Calvin darinya. Ia benar-benar memiliki Calvin seutuhnya.
Tak berselang lama, pria yang di tunggu pun akhirnya datang. Keduanya tampak canggung, Jia bahkan terlihat kehilangan kata-kata.
"Apa kabar Jia? Dan bagaimana keadaan putra kita?" tanya Calvin membuka percakapan.
Jia berdeham, ia membetulkan posisi duduknya yang tiba-tiba terasa tak nyaman. "Aku butuh bantuan kamu, Calvin," jawab Jia akhirnya.
"Apa? Apa terjadi sesuatu dengan Rasya? Dimana dia sekarang? kamu bawa dia kemana, Jia?"
"Dia butuh transplantasi jantung secepatnya."
sayang sekali padahal ceritanya menarik
nasibnya istri ke dua/Sob//Sob/
kok mau sih cuma dinikah siri...?