NovelToon NovelToon
My Little Wife

My Little Wife

Status: tamat
Genre:Patahhati / Nikahmuda / Nikahkontrak / Poligami / Nikah Kontrak / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:611.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ayu Lestary

>>>Bijak dalam memilih bacaan.
Novel ini mungkin sedikit di luar nalar pembacanya 🙏
Dan di anggap terlalu 'Extrem'!<<<
*
*
Apa jadinya, jika seorang Zico Alviano Nugraha. Yang seakan tidak bisa hidup jika tidak dikelilingi wanita dan dunia malam. Akhirnya jatuh cinta pada Azalea Az-Zahra. Gadis yang menjual rahimnya untuk sepupu Zico, Biandra Aksa Nugraha. Karena, istri Biandra didiagnosa mandul.
*
Diluar dugaan, ketika Azalea yang sedang hamil tanpa sepengetahuan keluarga besar Nugraha, justru di jodohkan dengan Zico oleh Kakek Nugraha. Tentu, kesempatan itu tidak akan disia-siakan oleh Zico. Dia tidak perduli walaupun wanita itu sedang mengandung anak orang lain.
*
Keadaan semakin rumit ketika hati mereka saling tersakiti karena perasaan masing-masing.
*
Akankah mereka tetap bertahan, diatas kebohongan demi kebohongan yang harus mereka lakoni. Atau justru menyerah?
***
Kisah lengkapnya hanya ada di "My Little Wife - Ayu_Lestary"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 33 >>>MOGOK BICARA

"Emp!" Jawab Biandra sekenanya. Dia sedang tidak mood saat ini. Semenjak tahu Azalea keluar bersama Zico pagi-pagi sekali membuat mood Biandra terganggu. Kecemburuan Biandra seketika bergejolak tat kala melihat kedekatan Azalea dan Zico di depan mata. Namun, tak ada yang dapat dilakukannya.

***

"Bu Azalea, silahkan masuk." Panggil Suster. Dan ke empatnya bangun serentak lalu menuju ruangan Dokter.

"Maaf, yang bisa masuk hanya pasien dan suaminya." Imbuh si Suster yang kebingungan melihat ke empatnya ingin masuk keruangan Dokter.

"Zico, kita tunggu diluar." Ucap Maya sambil menarik tangan Zico.

"Tapi-" Tanpa menunggu kalimat selanjutnya. Maya langsung menarik tangan Zico menuju ruang tunggu.

Akhirnya, hanya Azalea dan Biandra yang masuk kedalam ruangan Dokter.

"Silahkan tidur disini." Suster tersebut mempersilahkan Azalea tidur di tempat tidur pasien. "Maaf ya." Sambil mengangkat baju Azalea dan membuka kancing celana Azalea.

Biandra yang duduk tak jauh dari tempat Azalea berbaring langsung menatap ke arah perut Azalea yang mulai membuncit. Untuk pertama kalinya, dan dia baru tahu. Kalau perut Azalea sudah sebesar itu ternyata.

"Selamat siang Pak, apa ini anak pertama?" Tanya Dokter, yang tadinya sedang sibuk menulis sesuatu di meja kerjanya.

"Iya Dok." Jawab Biandra tanpa menoleh. Dia masih fokus dengan apa yang dilihatnya.

Dokter itu menghampiri Azalea, mengolesi sedikit USG Gel di perut Azalea. Lalu meletakkan alat USG di bagian perut Azalea.

Tatapan Biandra dan Azalea langsung tertuju ke arah monitor USG. "Ini suara detak jantung Bayinya." Ucap Dokter tersebut.

Pandangan keduanya saling beradu, dan sama-sama terharu saat mendengar suara detak jantung Bayi mereka.

Untuk pertama kalinya dalam hidup mereka. Ini bisa menjadi momen yang sulit untuk dilupakan.

Biandra tersenyum bahagia, ketika Dokter menunjuk ke arah monitor. "Ini Bayinya. Detak jantungnya normal." Dokter tersebut menyimpat kembali alat USG. Dan Suster yang masih berdiri di samping Azalea langsung menghapus Gel di perut Azalea dengan tissue.

Dokter itu mengambil gambar hasil USG dan kembali ke meja kerjanya. Di ikuti Azalea dan Biandra yang kini duduk tepat di hadapannya.

Mereka pun kembali berbincang, banyak hal yang ingin di tanyakan Biandra pada Dokter kandungan tersebut.

Sedangkan diluar sana, Zico sudah tidak sabar menunggu Azalea yang tak kunjung keluar dari ruangan itu.

"Kenapa gak kamu aja yang masuk?" Tanya Zico pada Maya yang terlihat begitu santai.

"Zic, itu anak Biandra. Jadi memang seharusnya dia yang masuk."

"Tapi itu anak kamu juga kan."

"Iya, tapi Biandra yang sangat menginginkan anak itu."

Zico menatap heran ke arah Maya. "Apa kamu tidak cemburu?"

"Tentu!" Dengan senyuman yang tidak dapat di artikan Zico. "Tapi aku harus bersabar. Hanya sementara, sebentar lagi. Hanya beberapa bulan lagi. Dan semuanya akan berakhir." Ucap Maya penuh percaya diri.

Kalimat itu menyimpan sesuatu. Ada makna tersembunyi dari kalimat yang diucapkan Maya tanpa ekspresi itu.

***

Tak lama, Azalea dan Biandra keluar dari ruangan Dokter.

Dengan cepat Zico bangkit dari duduknya dan menghampiri Azalea.

"Kita pulang sekarang." Imbuh Zico.

"Emp.. Aku pulang duluan ya Kak." Azalea mendahului, setelah melempar senyum ramahnya pada Maya.

"Duluan ya May." Zico ikut bergegas mengikuti langkah Azalea.

"Balik sekarang?" Tanya Maya, membuyarkan lamunan Biandra yang sedang menatap ke arah Azalea.

"Eh.. I-iya, ayo." Keduanya pun berjalan menuju tempat mobil mereka terparkir.

Setelah masuk kedalam mobil, Biandra menyerahkan sebuah amplop kecil pada Maya.

"Apa ini?" Tanya Maya penasaran dan langsung membukanya.

Biandra melajukan mobilnya.

Itu gambar hasil USG.

Raut wajah Maya tampak excited.

"Ini Bayi kita Bian?"

"Hanya beberapa bulan lagi. Kamu sudah bisa menggendong nya." Sambil mengelus kepala Maya.

"Aku gak sabar. Rasanya pengen cepat-cepat Azalea melahirkan."

"Oh iya, kayaknya kamu harus menggunakan sesuatu di perut kamu. Supaya gak ada yang curiga. Karna perut Azalea sudah sedikit membesar."

"Sungguh?" Maya berfikir sejenak. "Hemm baiklah. Nanti akan aku pikirkan caranya." Maya kembali menatap gambar USG itu.

***

"Apa kata Dokter?" Tanya Zico basa basi.

"Suara detak jantungnya normal. Dan...." Ucap Azalea terputus.

"Dan apa?" Tanya Zico penasaran.

"Gak ada."

"Loh kok gak ada. Apa? Kasih tahu gak? Jangan buat aku penasaran."

Bukannya menjawab, Azalea justru terkekeh.

"Dan apa Lea? Cepatan kasih tahu."

"Gak ada apa-apa. Lagian percuma aku kasih tahu ke kamu juga."

"Gak gak gak. Pokoknya kasih tahu. Cepat!"

"Nanti aja sampai dirumah."

"Sekarang!"

"Nanti aja Zico."

"Sekarang Azalea!" Kekeh Zico yang tidak mau mengalah.

"Aku malu kasih tahunya."

"Malu kenapa?" Zico tambah penasaran.

"Gak usah aja ya." Dengan ekspresi memelasnya.

Zico langsung memasang wajah garangnya.

"Iya iyaa beehhh.. Kata Dokter di awal kehamilan gak boleh berhubungan dulu. Nanti kalau udah masuk trimester terakhir harus sering berhubungan biar bisa gampang melahirkan nya." Ucap Azalea cepat bak dikejar.

Zico tertawa terbahak mendengar kalimat itu.

"Tuh kan. Ngeselin deh!" Azalea merajuk. Dia sudah yakin, Zico pasti akan menertawakan nya.

"Iya iya gak ketawa lagi. Yaudah nanti kalau udah masuk trimester terakhir kita sering-sering ya sayang." Masih dalam keadaan terkekeh. Nada itu terdengar sangat mengejek.

"Ogahhh!" Azalea memalingkan wajahnya.

"Emang kamu mau nanti sulit melahirkan nya."

"Biarin aja."

"Jangan lah sayang, aku mana tega lihat kamu kesakitan."

"Gak usah lihat!"

Zico melirik ke arah Azalea yang masih ngambek setelah di tertawakan.

"Iyaa aku minta maaf. Aku gak sengaja ketawa tadi." Sambil menarik tangan Azalea dan mengenggam nya. "Yank.. Sayang..." Panggil Zico sambil menarik-narik pelan tangan Azalea.

"Aku mogok bicara."

"Berapa lama?"

"Seharian."

"Oke baiklah." Zico melepaskan genggamannya. Dan kembali mengemudi dengan serius.

***

Zico menghentikan mobilnya, lalu langsung turun tanpa menunggu Azalea.

Kini justru seakan terbalik. Seakan Zico yang sedang ngambek.

Azalea hanya menatap heran ke arah Zico yang berlalu pergi meninggalkannya.

Azalea membuka safety belt mobil, dan ikut turun dari mobil sambil terus menatap ke arah Zico yang berjalan semakin jauh.

Azalea masuk kedalam ruang kerjanya.

Dan tidak mendapati Zico disana.

'Kemana perginya?' Azalea duduk disofa dan mengambil ponsel dari dalam tas nya. Dia berniat menghubungi Zico.

'Oh iya lupa, kan mogok bicara.' sambil menepuk jidatnya. 'Yaudahlah, biarin aja.' Azalea menyibukkan dirinya dengan berkas-berkas yang tergeletak di atas meja Zico. Membaca dan mencoba memahaminya.

Waktu terus berjalan, tapi Zico tetap tak kunjung muncul. Azalea melirik ke arah luar dan hari sudah mulai gelap.

'Ah bodoh amat.' Azalea meraih ponsel lalu menghubungi Zico.

"Kamu dimana?" Tanya Azalea saat panggilan itu di terima.

"Udah habis waktu mogoknya?" Zico memastikan.

"Udah udah! Dimana? Ayo pulang."

"Aku tunggu di lobby."

Azalea mematikan panggilan itu, meraih tas dan bergegas pergi dari ruangan itu menuju lobby.

>>>TO BE CONTINUED<<<

1
Mei Prw
mewek Thor...semangat berkarya.ceritanya bagus.pertahankan prestasimu ♥️
Mei Prw: ok👌♥️
total 1 replies
Wkwkwkk
kasian tu si lea dan hancurin aja tu si amora bikin kisruk aja
Wkwkwkk
pergi satu kamu mlh dpt dua lea
Wkwkwkk
rasain kau msya
Wkwkwkk
semoga operasinya lancar
Wkwkwkk
apa yg kau mau maya......ha ?
Wkwkwkk
maya lagi maya lagi,bikin sebel tu mayanya
Wkwkwkk
moga yg cck sumsumnyalea sbg ibu kandungnya
Wkwkwkk
thor tolong kembalikan anak kasian si lea nya
Ayu_Lestary: Siapp.... 🫡🫡🫡🫡
total 1 replies
Wkwkwkk
kapok koe co senge mabuk " an nganti ra reti kabare keluagamu
Wkwkwkk
kasian dah si lea
Wkwkwkk
dasar wanita kurang ajar kau amora
Wkwkwkk
hi. hiiii ada orng gl masuk
Wkwkwkk
ziko suka mempermainkan perempuan kelitanya
Wkwkwkk
tk diwocoaja
Wkwkwkk
ya begitulah kl py madu
s
👍👍👍👍
Erna Dwi
kpn nih season 2 ny
Tysa N0a_15
end nya gantung bnget sih kak ...
Tysa N0a_15: padahal bagus kak karyanya. trus masih bnyak teka teki ... kasih extra part donk kak heheheheeee
total 2 replies
Erna Dwi
bknny haram y perempuan punya dua suami aplg d cerita Lea taat ibadahnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!