NovelToon NovelToon
PEKA

PEKA

Status: tamat
Genre:System / Isekai / Indigo / Horor / Tamat
Popularitas:82k
Nilai: 5
Nama Author: oktiyan

Hanna seorang gadis indigo, terpaksa memainkan peran permainan hantu semacam bloody mary, demi mencari keberadaan raga teman baiknya dan sang guru yang tertinggal di camping bersama tanpa jejak.

Hanna dengan Ryan harus berkerja sama membantu dan mencari tahu, kenapa mereka diincar oleh arwah penasaran yang menginginkan jiwa mereka, akan tetapi melibatkan nenek tersayang Hanna hilang.

Hanna terpaksa memainkan permainan terkutuk melibatkan jin dan hantu, karena dua hal. Membantu kekasih Ryan yang hilang, dan mencari keberadaan sang nenek tersayang di waktu yang bersamaan.




Hanna dan Ryan, kembali berpetualang dengan berbagai banyak arwah negatif, sehingga akhirnya mereka mengetahui yang terjadi sebenarnya.

Yuks ikutin kisah Hanna!


Gift + Vote.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oktiyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ANAK HANTU

Sesampai di toilet, Hanna melupakan panggilan notif Ryan sedari tadi. Ia kembali menutup ponselnya menjadi off. Lalu fokus pada bayangan arwah yang menghampirinya.

"Baiklah keluarlah! Apa maumu!" Batinku yang segera membawaku ke sebuah lorong gelap yang hanya ada sinar di ujungnya dengan jarak agak tidak begitu jauh.

Aku terus berlari menyusuri lorong yang terdapat bunyi kereta api di atasnya. Dia, anak itu berlari ketakutan dengan seorang laki laki yang terus mengejarnya.

Sebuah batu besar di lemparkannya ke arah anak itu, dan mengenai tengkuk kepalanya. Dia berusaha menahan sakit dan bersembunyi di kolong ranjang rumah kosong.

Laki laki itu yang akhirnya menemukannya, segera menyeretnya dan melempar anak itu di sebuah jembatan hingga tewas. Seorang polisi muda yang tidak sengaja melewatinya, mengetahui kejadian itu dan mengejarnya.

"Hei, tunggu!" Teriaknya sambil berlari terus.

Hingga sesuatu terlempar ke arah kepalanya dan dia pingsan. Diseretnya polisi muda itu. Dimasukkannya ke sebuah mobil.

Dia, laki-laki tua dengan kumis hitamnya, mengeluarkan nafas yang terengah engah, berhenti di bawah sebuah jembatan. Dia mengeluarkan polisi muda itu dan membaringkannya di sebelah anak yang sudah tewas dilemparkannya tadi.

Dengan menekan gas sekuat tenaga, dia menabrakkan mobilnya ke arah mereka seolah olah itu adalah sebuah kecelakaan.

"Arghhhh.....tidakkkkk.....hentikan!" Teriak Hanna dalam batin, dan aku menangis sambil ku telungkupkan tubuhku di atas wc toilet.

Kenapa tragis sekali, kenapa bayangan yang kamu perlihatkan begitu mengerikan, kenapa harus kamu korbannya. Aku harus apa, aku kira kamu pria dewasa, ternyata kamu adalah anak anak mati karena seseorang, dan seorang polisi muda yang mau menolongmu ikut tewas.

Hanna kembali pusing, arwah itu terus memberikan layar akhir hidupnya, meski Hanna menolak. Tetap saja energi yang diberikan sangat kuat, sehingga Hanna kembali mengikuti kelanjutan akhir akhir anak itu meninggal karena dibunuh.

Laki laki itu berlari dan menabrakkan dirinya ke arah kereta api yang berlaju kencang.

"Kenapa kalian menunjukkan semua ini kepadaku. Aku tidak mau melihatnya. Aku tidak mau!" lirih Hanna, masih mode menutup mata dan fokus.

Hanna kembali sadar, dan tentu saja berada di dalam toilet. Aku berlari menuju ke atas kampus guna tak melihatkan teman teman lainnya yang akan melihatku aneh kembali.

Hanna menangis tersedu sedu menahan ketakutan yang sudah tidak bisa Hanna lawan lagi. Ini sangat mengerikan baginya, terlebih ia frustasi akan nenek Sari yang tak ada kabar, tapi skripsinya belum lolos sehingga ia harus terus ke kampus untuk menuntaskan pendidikannya.

Aku berbaring di atas atap rooftop, dengan aspal yang tidak begitu bersih dan Ryan datang menemaniku. Aku sudah tidak mendengar suara tangisan lagi yang terus mengusikku. Hingga dia berada di hadapanku kembali.

Anak kecil itu tersenyum, namun tidak juga segera pergi dari hadapanku.

"Hanna, tadi gue telepon, kenapa lo ga angkat?"

"Seperti biasa, lo fokus aja. Ada arwah anak kecil disini, dia minta bantuan ungkapin segala karena kematiannya ga wajar."

"Astaga, Arwah lagi. Hhhhhft."

"Janji harus di tepati Ryan, ingat kita keluar dari hutan mati dan bisa kembali dan nazar apa?" ucap Hanna, menatap tajam pada Ryan.

"Ok, eh iya katanya terima kasih sudah memberitahukannya diary anaknya yang sudah bertahun tahun di carinya. Dia tidak menyangka selama ini ada di dalam jaket kesayangan anaknya yang terletak dalam almarinya. Ada sebuah cincin untuk istrinya saat itu di dalam diarynya terbungkus plastik. Istrinya sangat sedih sampai sekarang sudah membaik ketika menerima cincin dan surat untuknya. Kau sudah menyelamatkan seseorang Hanna."

"Syukurlah dua arwah telah kita bantu, pertama tulang wanita di hutan, kedua adalah sosok pria berperut berantakan. Tapi kini, kita harus kembali ke kantor polisi. Kalau seluruh polisi curiga kita, dan ga percaya kita dapat info itu dari arwah langsung gimana. Lo tau kan Ryan? sulit di mengerti kita yang PEKA."

"Benar juga, gue bakal bantu yakinin temen gue yang pamannya polisi. Pasti ada cara, kita murni niat nolongin. Setelah skripsi lulus, kita ke kampus nenek lo ya." senyum Ryan, dan Hanna mengangguk.

Tak lama, Hanna masih melihat anak kecil di pojok pintu. Hal itu juga disadari oleh Ryan, yang menoleh dan kembali menatap. Betapa tidak tubuh anak itu terpotong dan rusak, seolah melayang dengan bertegap diri, tak lupa darah segar berceceran.

Arwah anak itu terus tersenyum dan tidak meninggalkan kami seperti yang lainnya.

"Apa yang kamu inginkan lagi?" Batinku sambil menatapnya tajam. Kali ini aku memberanikan diriku.

"Tuliskan kisahku, beritahu semua orang! Aku tidak mengalami kecelakaan. Seseorang telah membunuhku." lirih Arwah itu menatap tajam pada Hanna.

Dan dia mulai menghilang sambil tersenyum ke arahku. Ryan memegang tangan Hanna, agar ia tenang dan kembali turun dari rooftop kampus.

"Hanna, lo pasti bisa. Itu bukan bencana, tapi lo nyelematin arwah penasaran yang tidak tenang. Pasti pahala mengalir buat lo."

"Thanks Ryan! lo juga." senyum Hanna, ikut turun menuju arah tangga bawah.

Tbc.

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Aku mampir Kak😊😊semoga seru cerita'y..
mbak comel
sebenarnya hanna bahagia sih, end aslinya kenapa hanna menutup mata mungkin kebaikan hanna karena dia hamil setelah ryan benar benar pergi. asli sedih aku, tapi endingnya hanna menyusul jatuh kelautan mah wassalam atuh. nah jadi penasaran aziel anaknya hanna sama kaya dia indigo, nenek bungkuk siapa tor😣 merinding asli, tapi kepo moga ada season 2 ya
Miss GH: Tq akak😊
total 1 replies
mbak comel
duh begal pake topeng emang asli banyak daerah hutan yang sepi
cinta ariani
ending sad bener tor. aslinya ryan ada di dunia beda tengah hutan. cerita mistisnya kentel banget kaya asli kisah nyata.
Miss GH: iya, mau nambah bonchap liat nanti ya kak.
total 1 replies
cinta ariani
wah hanna kemana tor?
cinta ariani
mantan hianat eh jodohnya sama hanna yang dibenci 😆
mbak comel
sadis si black bunuh kekasih karena tak mau tanggung jawab. pelajaran bagi cewe berkarier jangan murahan😑
mbak comel
ending yang keren masuk akal serem sekali. terimakasih tor kau telah membuat cerita deg deg ser
Mery
duh serem kali .otifnya
alisa mayo
end
alisa mayo
hebat bisa horor aja aku suka alurnya loh tor.
boril
kena ketulah parah dosen pake guna guna. walah tambah dong tor
betie mboke
serius ini udah end kok aku maunya nambah ya
Maya
temen hanna udah metong aja.
Maria Ozawa
endingnya aku pengen nambah bonus dong tor
Bogor Kota
Happy bener ya .
Fadly
Kenapaalurnya keren tamat tor!aku baca lagi dari awal berasa puas dan kurang aja. Bonus bab dong
imam
Keren tiap endingnya ga ketebak dan serem asli. Dari mulai guna guna ketauan ini kaya dunia real dikampung.
Linda Motia
Kok end sih tor 🤭 lanjut dong! Part hanna lagi tor. Aku berkunjung ke new karya author. Pernikahan yang tertukar kan
Linda Motia
Pasti dosen gila nih berulah. Lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!