Charlene seorang atlet panahan profesional terdampar di masa kerajaan eropa kuno. Dia memasuki tubuh Puteri Charlene yang memiliki paras seperti dirinya.
Seumur hidupnya, Puteri Charlene harus hidup sebagai Pangeran Arlon dan menjabat sebagai putera mahkota kerajaan Iceberg. Hal ini dikarenakan raja Arcton tidak dapat lagi memiliki anak untuk dijadikan penerus takhta.
Dua tahun sebelumnya, Duke Jason berhasil menggulingkan takhta Raja Arcton. Dia berhasil menghabisi seluruh anggota kerajaan kecuali sang putera mahkota Arlon. Tidak ada yang mengetahui bahwa Arlon adalah seorang wanita dan selama ini berhasil bersembunyi di dalam hutan sampai ajal menjemputnya, dan jiwa nya tergantikan oleh Charlene dari zaman modern.
Cerita ini adalah kisah jalinan cinta antara Charlene yang masih berstatus buronan dengan Raja Jason.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maria Angelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dheen
Dheen mulai menggunakan token yang diberikan padanya, secara diam - diam dia sudah mengumpulkan banyak prajurit yang terpencar di penjuru negeri.
Sebelum nya, Jason sudah memberikan sejumlah uang pada Dheen untuk membeli senjata dan baju militer.
Dheen berusaha bergerak secepatnya, walaupun sebenarnya dia lebih suka Jason menggunakan jalur aman dengan menikahi Matilda supaya kekuasaannya sempurna. Tetapi Raja nya itu keras kepala, ingin tetap menikahi Charleen walaupun dia mengetahui bahwa Charleen adalah pangeran Arlon sang buronan.
Seorang komandan pasukan elit muncul ke hadapan Dheen, "Tuanku apakah anda yakin kami harus bertukar posisi menjadi pasukan Duke Lizt?"
"Benar, titah Raja adalah mutlak. Kalian tetap menjadi mata - mata, dan menjadi pemberi aba - aba untuk menyerang."
"Baik Tuan Dheen. Hamba mengerti "
Dengan secepat kilat pasukan elit tersebut menghilang dan segera menempatkan posisi mereka, sedikit demi sedikit pasukan kepercayaan Duke Lizt telah dibunuh dan digantikan dengan pasukan milik Jason.
Dheen menghela napas panjang, doa terbaik selalu dia panjatkan untuk Jason. Karena Jason sudah dia anggap seperti anak nya sendiri. Semoga jalan yang ditempuh Jason membawa hasil yang baik.
-
-
-
Di lain tempat, Jason mendatangi Charleen. Charleen sudah terlelap, dan Jason hanya menatapnya.
Penuh keringat tampak bermunculan di dahi Charlene, beberapa kali tubuh nya mengejang. Rupanya Charlene sedang mengalami mimpi buruk.
Di dalam mimpi nya Charlene melihat sosok yang menyerupai dirinya. Charlene mendekati sosok itu, air mata mengalir di pipinya.
"Arlon?"
Sosok itu pun menengok dan menatap sendu pada Charlene.
"Arlon, bukankah itu kau?"
Tiba - tiba ekspresi Arlon berubah menjadi marah. Dia mencengram leher Charlene.
"Beraninya kau! Beraninya kau merebut hidupku! HIDUPKU!!"
Charlene kesulitan bernapas, dia berusaha melepaskan diri, tetapi cengkraman Arlon begitu kuat.
Dengan sekuat tenaga Charlene berusaha mengatakan sesuatu pada Arlon, "A-apa ma-maksud-mu?"
Arlon tiba - tiba terdiam, melepaskan tangan yang sejak tadi mencekik Charlene, kemudian tertawa bagaikan orang gila, sangat menakutkan.
Charlene berusaha mundur beberapa langkah, tetapi dia tidak tahu harus kemana.
Tiba - tiba Arlon berhenti tertawa dan menatap tajam, "Kau tak mengerti maksudku? Kau yang sudah mengambil alih hidupku! Seharusnya yang bersama Jason itu aku! AKU! DAN BUKAN KAU! Kenapa kau harus datang kemari? KENAPA?!"
Charlene benar - benar ketakutan, dia merasa Arlon seperti seorang psikopat. "Aku tak tahu. Tiba - tiba aku sudah tertarik ke duniamu dan memasuki tubuhmu. Aku sendiri tidak tahu apa tujuanku datang kemari."
"Apakah kau ingin pulang Charlene?"
Pertanyaan Arlon membuat Charlene bimbang, dia sudah tidak memikirkan kembali untuk pulang. Dia merasa seluruh jiwa nya memang berada di sini. Terlebih lagi dia tidak mau meninggalkan Jason.
"Tidak Arlon, maafkan aku. Tetapi aku tidak mau pulang ke asalku."
Arlon tampak marah besar, "Kauuu?!"
Arlon berteriak sambil menerjang ke arah Charlene.
Di sisi lain, tubuh Charlene sendiri mengejang, dia merasa kesakitan.
Beberapa kali dia mengigau, "Ti-tidak Arlon. Jangan. Aku tak mau kembali. Arlon aku tak mau kembali. Tidakkk "
Jason yang tampak kuatir, mengguncang tubuh Charlene dengan perlahan, "Charlene! bangunlah! Charlene!!"
Charlene membuka mata nya, samar - samar dia melihat Jason. Charlene memeluk dan terisak di pelukan Jason.
"Apa kau mimpi buruk?"
Charlene mengangguk
"Tak apa, aku ada di sini. Tidurlah lagi, aku akan menemanimu."
Charlene pun berusaha untuk tidur dengan Jason di samping nya, 'Ya Tuhan, aku mohon jangan rebut kebahagiaan ini. Biarkan aku egois, aku tak mau kembali ke tempat asalku.'
Charlene pun kembali terlelap.
-
-
Di kediaman Grand Duke, Duke Lizt terus mencari keberadaan token mikinya, tetapi nihil.
"Sergio apakah kau yakin bahwa Matilda telah mengganti token milikku?"
"Maaf tuanku hamba tak berani menyimpulkan"
Duke Lizt mendengus dengan Kesal
"Panggil Shira."
Tak lama kemudian Shira pun datang, "Sudah lama kau tak melapor padaku. Apa anakku merencanakan sesuatu?"
"Maaf hamba tak berani tuanku."
"katakanlah!"
Shira tampak gelisah, Duke Lizt menangkap keanehan pada dirinya. "Kau tahu aku tak suka orang bertele - tele kan Shira?"
Dengan menunduk Shira pun berkata, "i-iya tuanku. Puteri mendapat token palsu tersebut dari Raja Jason, kemudian Puteri diminta untuk menukar dengan milik tuan."
"KURANG AJAR!!" Duke Lizt melempar sebuah vas bunga ke tembok dan pecah membentur tembok tersebut.
"Sergio, panggil Matilda ke ruanganku! cepat!"
Tak lama kemudian Sergio datang bersama dengan Matilda.
Matilda melihat sekeliling ruangan yang tampak berantakan, perasaan takut menyelimuti hati nya
"A-ada apa ayah?"
Duke Lizt hanya melirik ke arahnya, "kau masih memanggilku ayah? Apakah bagimu aku masih ayahmu? JAWAB!!"
Matilda benar - benar ketakutan, "apa maksud ayah? sudah jelas kau memang ayahku."
"Jika aku memang ayahmu, kenapa kau menukar token milik ayah? kau setega itu mengkhianati ayahmu sendiri? Apakah demi Raja keparat itu?"
"Aku tak menukarnya ayah, sungguh! Ketika aku membuka kotak itu, token tersebut sudah hilang. Supaya kau tak marah aku meletakkan token palsu itu di kotak nya."
Grand Duke sangat marah, dia menggebrak meja kerja nya, "BOHONG!! JANGAN KAU KIRA AKU TIDAK TAHU!!"
"Sungguh ayah, aku sudah berbicara sejujurnya."
"kalau kau memang jujur, coba katakan dimana token milikku yang asli?"
"a-aku tidak tahu."
Duke Lizt mencengkram kedua lengan anaknya, "tatap mataku Matilda. jujurlah padaku, apakah kau berikan token ku yang asli pada Jason?"
"Tidak ayah. Aku bahkan tak tahu dimana token asli itu."
Dengan penuh kesal Duke Lizt mendorong Puteri nya.
"Pergi! pergi dari rumah ini! Jika kau memang benar - benar mencintai raja sialan itu, pergi saja dari rumah ini!"
matilda pun menangis, dia tak menyangka semua nya akan berakhir seperti ini
"Ayah.. aku minta maaf ayah.. Aku mohon ayah jangan seperti ini padaku."
mata Duke berkaca-kaca menangan tangis, "Pergilah matilda. Aku sudah terlalu kecewa padamu, aku sadar kau bukanlah Puteri kecil ku lagi. Kau kini seorang wanita dewasa, kau berhak memilih jalan hidupmu sendiri. Aku sudah sangat lelah."
Matilda berlutut, dengan berderai air mata dia mendekati ayah nya, "Ayah.. aku mohon ayah.. maafkan aku."
Melihat Matilda pun ayah nya tak mau, "Dengar Matilda, jika kau berharap kembali padaku segera kembalikan token asli itu. Setelah kau mendapatkan token asli itu maka kau boleh kembali padaku. Ingat itu! sekarang pergi!"
Matilda terus menangis sambil berlutut dan memegang kaki ayahnya. Tetapi ayah nya tetap mengacuhkannya.
Shira pun menghampiri nya dan membantu Matilda untuk berdiri. "Mari kita pergi tuan Puteri."
Dengan penuh air mata Matilda berdiri, "Baiklah ayah, jika itu maumu. Aku akan pergi dari rumah ini."
Matilda pun pergi diiringi dengan bergulirnya air mata grand Duke.
mana di awal dateng ke istana dia sok berani, padahal dia status nya seorang pelayan.
lagian dunia yang dia tempati itu jaman monarki bukan dunia modern tempat asalnya, jelas hukum dan segala nya beda tapi dia malah sok berani ngelawan.
hmmmm...rasakan Matilda😠
jujurly aku suka banget i mean like beda gitu sama yg lain.
yah klw menurut aku ya tipe orang yg melihat segala sesuatu itu dari sudut pandang yg berbeda" tidak hanya dari sudut pandang satu orang aja!
karya mu memang beda dan aku suka banget.
disini tuh si villain nya Matilda tapi klw seandai nya kamu buat S2 nya lagi dengan sudut pandang Matilda. sudah pasti yg jadi villain tuh si arlon 😢 jujurly sebenarnya selama aku mmbaca karya mu ini aku slalu memposisikan diri jadi Matilda, dan aku juga ngak menyalakan Jason dan arlon karna memang tempat berlabuh nya cinta tuh ngak ada yg bisa nebak .
klw seandainya kamu buat karya dengan sudut pandang Matilda, yah pasti arlon tu villain nya 🤭
apapun itu karya kamu bagus banget Thor penulisan dan tata bahasa mu juga sopan banget gampang di terima halayak! semakin sukses untuk semua karya mu Thor 😇 tetap sehat dan selalu bahagia Author 🙏