Gil kembali ke masa lalunya dan menyelamatkan Ayasha untuk menyelamatkan dirinya sendiri dimasa kini.
Tapi ternyata semuanya malah berjalan di luar kendali Gil. Mengubah masa lalu berarti mengubah masa depan pula.
Dan hal itu membuat Gil berhadapan dengan mafia kejam di negara Dabai.
Mampukah Gil membuat keajaiban untuk dirinya sendiri? Menyelamatkan dirinya dan Ayasha sekaligus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RETURN BAB 30 - Senyum Ayasha
Hari ini, Gil memutuskan untuk keluar dari dalam rumahnya. Bersama Serena dia berniat mendatangi markas Lord.
Menggunakan mobil yang Gil punya, mereka mulai menyusuri pinggiran kota Dabai. Tidak ada kata diantara keduanya, bahkan Serena memejamkan matanya menikmati semilir angin yang masuk ke dalam mobil mereka.
Hubungannya dengan Gil memang terbilang aneh, namun kini keduanya sudah terbiasa dengan satu sama lain.
1 jam perjalanan dan akhirnya mereka sampai di markas Lord. Gil hanya turun seorang diri sementara Serena menunggu di dalam mobil.
Gil masuk dan mulai menuruni anak tangga untuk sampai di ruang bawah tanah, tapi ada yang aneh, tidak ada satupun orang yang menghuni markas itu.
Bahkan ruangan Lord kosong dan tak ada tanda-tanda kehidupan.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi," gumam Gil.
Cukup lama ia berkeliling untuk mencari petunjuk namun tetap tak menemukan apapun.
Gil tidak ingat jika di masa lalu Lord sudah mati, semua anak buahnya pun mulai bekerja sendiri-sendiri tanpa ada pemimpin lagi. Bahkan markas ini pun sudah tidak dihuni sejak Lord meninggal saat itu.
Akhirnya tanpa membawa hasil apa-apa, Gil meninggalkan markas itu. Kembali masuk ke dalam mobil dengan raut wajah yang entah.
Bahkan Serena sampai bingung melihatnya.
"Ada apa Tuan? apa ada sesuatu hal buruk yang terjadi?" tanya Serena saat Gil sudah duduk sempurna, namun belum menghidupkan mesin mobil mereka.
"Tidak ada," jawab Gil singkat, lalu segera melaju pergi dari sana.
Tidak langsung pulang ke rumah mereka, Gil malah membawa mobilnya menuju kota Dabai. Bergabung dengan hiruk pikuk kota ini.
Perhatian Gil teralihkan saat melihat sebuah billboard besar di tengah kota. Billboard yang seperti televisi raksasa.
Melihat siaran di billboard itu Gil dengan segera menghentikan mobilnya.
Terpampang jelas di sana tentang pertunangan sepasang kekasih, anak-anak pengusaha di kota ini.
Ayasha putri Asmeer dengan Ilyas.
Deg!
Seketika jantung Gil tersengat saat melihat wajah cantik wanita itu. Ada desiran dihatinya yang artinya entah. Namun Gil merasa jika mereka memiliki hubungan, meski Gil tidak mengingat sedikitpun tentang wanita itu.
"Apa aku mengenal wanita itu?" tanya Gil pada Serena.
Mana ku tahu, jawab Serena di dalam hati.
Namun dia tidak langsung menjawab. Serena masih mengingat-ingat, karena sepertinya dia tidak asing dengan nama itu.
Ayasha, Ayasha.
"Sepertinya saya pernah mendengar nama wanita itu tuan, Ayasha. Sepertinya dia istri kembaran Anda." jawab Serena, ingat dulu saudara Gil pernah menyebut nama wanita itu.
"Jangan gila, aku tidak punya saudara kembar! harus bersapa kali aku mengatakannya padamu!"
"Kalau begitu mungkin itu istri anda."
"Bodoh!" sahut Gil cepat dan Serena hanya mencebik.
Gil kembali menatapi billboard itu dan menatap lekat seorang wanita bernama Ayasha, yang kini berada di pelukan pria lain.
Sorot mata wanita itu, senyum di bibirnya benar-benar tidak asing bagi Gil. Dan saat melihat wanita itu tersenyum, Gil pun ikut mengukir senyum yang sama.
Seolah tiba-tiba saja kedamaian itu mendatangi hatinya, membuat perasaannya menghangat seketika.
Membuatnya kembali ingat dengan apa tujuan hidupnya saat ini, memperbaiki diri dan hidup layak seperti orang pada umumnya. Keluar dari lembah hitam pembunuhan.
Terima kasih, ucap Gil di dalam hati seraya terus menatap Ayasha yang sedang tersenyum.
Mungkin wanita itu adalah seseorang yang ada di masa lalu Gil. Namun melihat wanita itu kini sudah hidup bahagia, maka diapun tidak ingin mengusiknya lagi.
Dan Gil pun memutuskan untuk membuat hidupnya kini bahagia pula.
Seperti wanita itu.
...TAMAT...
br nemu kisah spt ini
keren