NovelToon NovelToon
Kabut Di Hati Arumi

Kabut Di Hati Arumi

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:183k
Nilai: 4.9
Nama Author: Komalasari

Ini adalah spin off dari novel Ryanthi (Manisnya Kue, Pahitnya Kenyataan).

Arumi yang patah hati, memutuskan menyendiri selama tiga tahun, sampai Edgar datang dan kembali menawarkan cinta yang telah lama terkubur. Berbagai penolakan Arumi lakukan, tetapi tak membuat Edgar lari atau menjauh. Pria itu terus maju, ketika Arumi memintanya mundur.

Selagi Edgar berusaha, Arumi justru terus mengharapkan cinta Moedya yang telah terlepas dan jadi milik wanita lain.

Akhirnya, Arumi sadar dan memutuskan pergi ke Perancis. Dia menyusul Edgar ke sana, untuk menerima pinangan dari pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Komalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memiliki Banyak Waktu

"Apa yang harus aku katakan padamu? Apa yang ingin kamu dengar dariku?" Tanya Arumi meskipun ia sudah mengetahui apa yang Moedya inginkan dari diri dirinya.

"Aku yakin kamu pasti sudah mengetahui apa yang aku inginkan," jawab Moedya seraya kembali berdiri di hadapan Arumi. Gadis itu terus mengalihkan pandangannya ke mana-mana, yang pasti bukan pada pria yang ada di hadapannya. Sementara Moedya masih menatap Arumi dengan lekat. Ia dapat merasakan kegelisahan yang dirasakan oleh Arumi saat itu.

"Tatap aku, Arumi! Jika memang kamu berani, maka tunjukan wajahmu padaku!" Tantang Moedya.

"Jangan ganggu aku, Moedya!" Tolak Arumi dengan tegas.

"Aku hanya ingin memastikan perasaanmu padaku," desak Moedya lagi.

Arumi tidak menjawab. Lagi-lagi ia hanya membuang mukanya ke samping, sedangkan Moedya semakin mendekatkan dirinya kepada gadis cantik, yang tengah mencoba untuk berdamai dengan kemarahannya.

"Apa yang sedang kamu sembunyikan dariku, Arum? Ayo, katakan!" Pinta Moedya. Meskipun ia berbicara dengan lembut, tetapi nada bicaranya masih terdengar sangat tegas.

"Aku tidak menyembunyikan apapun," bantah Arumi.

"Kamu bohong!"

"Jangan sok tahu!"

"Aku tahu, karena aku sangat mengenalmu," ujar Moedya dengan yakin.

Arumi tersenyum sinis. "Kamu sangat mengenalku? Namun sayang sekali, karena aku merasa tidak mengenalmu lagi," cibir Arumi. Ada rasa marah dan kecewa yang teramat besar di dalam hatinya.

"Jika kamu tidak mengenalku, maka ... mari berkenalan kembali agar kita dapat lebih saling mengenal!" Ujar Moedya dengan tenangnya.

"Leave me alone!" Pinta Arumi dengan tegas.

"Aku bukan pria Perancismu. Jadi jangan suruh aku untuk pergi!" Tolak Moedya dengan penekanan suaranya yang terdengar sangat yakin dan tegas.

Arumi tidak menjawab. Ia kembali memalingkan wajahnya. Gadis itu tampaknya ingin menyudahi perbincangan yang terjadi di antara mereka berdua. Arumi bahkan bermaksud untuk menghindar dari Moedya. Akan tetapi, dengan segera Moedya mencegahnya.

"Jangan menghindar, Arum!" Pinta Moedya seraya mencekal lengan Arumi. Sedangkan Arumi hanya menatap pria itu dengan malas.

"Aku tidak ingin kita saling menghindari lagi! Sudah cukup bagi kita untuk terus bersembunyi! Sekarang adalah saat yang tepat untuk saling bicara!" Tegas Moedya. Ia masih belum melepaskan lengan kecil Arumi.

"Lepaskan aku, Moedya!" Arumi berusaha untuk melepaskan tangan Moedya dari lengannya. Akan tetapi, semuanya sia-sia saja. Pria itu memegangi lengannya dengan jauh lebih kencang.

"Moedya! Kamu sudah menyakitiku!" Ringis Arumi.

Moedya tidak mempedulikan ringisan Arumi. Ia masih terus mencekal lengan gadis itu. Tatapan matanya pun kian tajam.

"Ayo, Arum! Katakan apa yang sudah kamu pendam selama tiga tahun ini sekarang!" Desak Moedya.

"Apa bedanya jika kukatakan atau tidak? Itu tidak akan merubah apa-apa!" Sahut Arumi dengan tegas.

Moedya melepaskan lengan Arumi. Ia masih terlihat tenang dengan senyumannya yang menawan, meskipun tidak semenawan senyuman milik Edgar. Tatapannya pun masih ia layangkan kepada Arumi yang saat itu bersikap tak acuh kepada dirinya.

Moedya merasa aneh. Ia pikir, Arumi akan langsung menerima dirinya kembali. Akan tetapi, ternyata gadis itu bersikap jual mahal kepadanya.

Apakah Arumi ingin mengajaknya bermain-main? Baiklah, Moedya tidak akan takut untuk menerima tantangan permainan apapun dari gadis itu.

"Katakan sesuatu, Arum!" Pinta Moedya.

"Tentang apa?" Arumi kembali menyibukan dirinya. Ia juga masih bersikap tak acuh kepada Moedya yang sedari tadi menatapnya dengan lekat.

"Kamu akan terus bersikap tidak peduli padaku, Arum? Baiklah. Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Moedya. Ia terus berusaha untuk merayu Arumi.

Arumi menoleh. "Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan?"

Moedya tersenyum kalem. Sementara Arumi juga berusaha untuk terlihat jauh lebih santai, meskipun nyatanya itu tidak dapat ia lakukan. Gadis itu menyunggingkan senyuman sinisnya. "Ada apa dengan kalian para pria? Kenapa kalian selalu bersikap seenaknya atas diri seorang wanita?" Keluh Arumi dengan nada kecewa yang sangat besar.

"Arum, jangan bicara seperti itu!"

"Itu kenyataannya, Moedya!" Tegas Arumi. "Kamu datang dan pergi dengan begitu mudahnya. Kamu memasuki hidup seseorang ketika kamu menginginkannya, lalu kamu memutuskan untuk keluar saat kamu merasa kecewa dan tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Luar biasa sekali dirimu?"

Moedya tidak membantah. Ia masih terlihat tenang. Pria itu, membiarkan Arumi mengeluarkan segala unek-unek di dalam hatinya.

"Dulu aku menunggumu dengan setia selama tiga tahun! Aku mengabaikan semua bisikan-bisikan negatif tentang dirimu! Aku hanya berharap dan tentunya aku memiliki satu tujuan. Aku juga tidak berpikir untuk pergi dan mencari pelampiasan!" Arumi kembali mengeluarkan segala ganjalan di dalam hatinya dengan tegas di hadapan Moedya.

"Lanjutkan, Arum!" Ujar Moedya masih dengan tenangnya.

Arumi menyandarkan sebagian tubuhnya pada meja dekat sebuah wastafel. Seperti biasa, ia melipat kedua tangannya di dada. Tatap matanya pun kian tajam kepada Moedya. Sepertinya gadis itu benar-benar kesal dan marah.

"Lihatlah apa yang kamu lakukan padaku! Ketika aku membuat satu kesalahan, maka kamu langsung pergi dan tidak menoleh lagi padaku. Kamu tidak tertarik untuk mendengarkan penjelasanku, dan kamu berlalu tanpa peduli betapa aku merasa tersakiti dengan sikapmu!"

"Apa maumu, Moedya?" Tanya Arumi. "Dengan tiba-tiba, kamu datang dan kembali menawarkan cinta untukku! Kamu menawarkan sebuah perdamaian dengan segala macam dalih dan pembelaan atas semua sikap tidak adilmu padaku! Kamu juga berniat untuk mengabaikan hati yang lain dengan sangat mudahnya!"

"Wow ... seberapa hebatnya seorang Moedya? Ia begitu berkuasa, sehingga ia dapat melakukan segala hal yang ia inginkan dan yang tidak ia inginkan terhadap orang lain. Kamu sangat menyebalkan, Arjuna Moedya Aryatama!" Arumi terlihat begitu meluap-luap dalam mengeluarkan segala unek-unek di dalam hatinya, yang selama ini ia pendam. Ia memang belum sepenuhnya terlihat puas. Namun, setidaknya inti dari semua kemarahannya kepada Moedya telah ia ungkapkan.

Kabut pekat di hati Arumi, kini mulai tersibak dengan perlahan. Gadis itu tidak terlalu merasa sesak. Ia dapat sedikit bernapas dengan lega.

"Sudah cukup marahnya?" Tanya Moedya. Pria itu masih terlihat sangat tenang dalam menghadapi segala kekesalan Arumi kepada dirinya.

"Aku ingin sekali menamparmu dengan sangat keras!" Arumi kembali berbicara dengan ketusnya.

Moedya tersenyum dengan kalemnya. Tanpa Arumi duga, ia kemudian menyodorkan pipi sebelah kirinya ke hadapan Arumi. "Silakan, Arum. Tamparlah aku dengan sangat keras jika itu dapat membuatmu merasa lega!" Ujarnya dengan tenang. Ia masih menunggu apa yang akan Arumi lakukan padanya.

Arumi terdiam dan menatap pria yang kini masih menyodorkan sebelah pipinya untuk ia tampar. Itulah Moedya. Dia memang sangat menyebalkan dan seenaknya.

"Aku hanya ingin agar kamu segera pergi dari hadapanku!" Usir Arumi setelah beberapa saat ia terdiam.

Moedya tersenyum seraya menarik kembali wajahnya. Ia sangat mengetahui jika Arumi tidak akan mampu untuk melakukan hal seperti itu kepada dirinya. Moedya kemudian menggaruk keningnya.

"Aku pasti akan pergi, Arum. Akan tetapi, aku berani memastikan jika aku akan kembali dan mencarimu. Maaf jika aku terlambat melakukannya dan membuatmu terlalu lama menunggu. Namun, kali ini aku sudah siap dan memiliki banyak waktu untukmu," ucap Moedya dengan suaranya yang terdengar begitu dalam, sehingga mampu menyentuh relung hati Arumi.

1
Rini Resman
Kecewa
Nining Chili
👍👍👍
dewi andarini
di cerita yg sebelumnya...
moemoe & Mimi.. sudah bersama kembali setelah moemoe keluar dari penjara selama 3 th.
tapi kenapa sekarang malah jadi mantan ?
jadi gak nyambung baca cerita ny
Maisha Intania
good Arumi..
harus tegas terhadap moemoe...
jaga hati Edgar..
moemoe rasain... nyesel kan akhirnya. makanya jadi orang jangan plin plan...
Maisha Intania
makanya jng buru2 ambil keputusan... mau kembali bersama Arumi jgn asal tunangan sama Diana..
putus dengan Diana pelan2 aja.. yakinkan Diana klo cinta tidak bisa dipaksakan.... lalu mulai lembaran baru dengan arumi juga pelan2 aja..
Maisha Intania
gak rela moedya sama Diana😢😢😢😢
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Jodohnya, kak. Lanjut
total 1 replies
Maisha Intania
Edgar si tikus hitam😂😂😂😂
Maisha Intania
ada apa malam 3 tahun lalu????
Ibook Utami: ada apa ya
total 1 replies
Maisha Intania
seperti nya gara2 Edgar... moemoe dan miemie putus...
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Lanjut, kak
total 1 replies
karissa 🧘🧘😑ditama
akh legaaaa nya
karissa 🧘🧘😑ditama
nangis smpai batas bab ini thor,,berasa kyak ikut terenyuh skli dgn smua yg ada pda edgar,,trkhusus ny pda akhr bab ini,yasalamm🥺🥺🥰🥰🥰
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: lanjut, kak
total 1 replies
karissa 🧘🧘😑ditama
sungguh naif sekali nih si arumi,,bkin malu alm ortu ny saja
karissa 🧘🧘😑ditama
lama2 edgar bnar2 dpt meluluhkan thor,,oohh aku meleleh😂😂😂
karissa 🧘🧘😑ditama
mmang pada dsar ny sebuah cinta sprti moedya akn sngat slit untk.dilupakan,,tpi jka ditngah perpisahan itu slah satu diantara ny mlkkan kslah sprti yg dilkkan moedya kpd diana mka itu jga tak dibenarkan sma skli,,yasdahlah arum,,edgar meski tidur dgn brbgai mcam.wanita sana sini tpi pling tdak dy mngakui ny,dan bersungguh untk brbah untukmu,,trus sbar mnnggu,trs untukmu saja,,dah thor ckup untk arum smua rasa,,bhgia kan lgi arum,,mgkn dgn edgar
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: iya, kak. lanjut saja dan lihat seberapa manisnya Ed sama Arum
total 1 replies
Shaa
Ben kah thor? 🤔😁#autodetective
Diana
ooh my god
Citra Esmi
ya salam ribet bget euy kisah cintanya.... sebel sebel gimana gitu.... tpi aq suka gmna dong 😍
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: lanjut, kakak
total 1 replies
Fitria Kie
ingat waktu pas Arumi teriak d danau manggil nama moedya pasti itu lgi ancur bgt ...
skrg udah mulai move on km datang n seenaknya bilang masih cinta...
maumu ap moe"
Fitria Kie
Anda terlambat ferguso 😆😆
Fitria Kie
novel sebagus ini ko yg like cuma dikit syg bgt heee...
pdhal pemilihan ktanya bagus trus jrang ada typo jg perbabny jg GK kbnyan trus GK sedikit jg sedang lh ...
semangat kk otot😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!