NovelToon NovelToon
Perfect Oracle

Perfect Oracle

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:417.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ulfa Fauzi

Hidup Jemima serasa dijungkirbalikkan ketika tiba-tiba orang tuanya memaksanya menikah dengan orang asing yang tidak dia kenal.

Jemima terpaksa menerima. Demi kebahagiaan kedua orang tuanya. Namun, di saat dia mulai bisa menjalankan pernikahan 'terpaksa' ini, satu per satu rahasia suaminya terkuak.

Antara pergi atau bertahan demi orang-orang yang dicintainya. Jemima dihadapkan pada pilihan yang sulit.

Namun, bagaimana cara dia bertahan jika nyawanya sendiri berada dalam bahaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Fauzi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Epilog

Setelah menunggu lama, akhirnya hasil putusan sidang keluar. Max dan Xander harus mendekam di penjara seumur hidup mereka. Ganjaran yang memuaskan. Mengingat apa yang mereka lakukan terhadap dirinya dan Jemima.

Setelah kejadian penembakannya, polisi bergerak cepat. Max dan Xander kalah jumlah. Mereka diringkus setelah Matthew dan Arthur berhasil membuat wajah keduanya babak belur.

Dan proses persidangan yang lama pun berlangsung. Hingga hari ini hasil putusan sidang akhirnya selesai.

"Kau akan langsung pulang?" Mereka berkumpul di depan gedung persidangan.

"Jemima menungguku di rumah. Aku tidak bisa meninggalkannya lama-lama."

Ucapannya menimbulkan tawa. "Masih ada dua bulan ke depan, Alek. Kau terlalu khawatir."

Alek mencibir. "Berengsek! Kalian akan rasakan sendiri nanti jika sudah punya istri. Dan sedang hamil besar, seolah-olah perutnya bisa meledak kapan saja."

Tawa mereka tidak terbendung. "Rileks, Alek. Istrimu akan baik-baik saja. Tidak perlu pucat seperti itu."

"Terserah kalian. Aku pulang." Alek berbalik dan melambaikan tangan. Kemudian dia berhenti dan membalikkan tubuhnya lagi.

"Kerjamu hari ini bagus, Gadis Kecil. Terima kasih." Yang dipuji menundukkan kepala. Tersipu.

Alek hanya tertawa kecil dan melanjutkan langkah. Benar yang dikatakan Jemima, gadis itu menyukainya.

Gita itu gadis yang baik. Sayang, Alek tidak bisa melirik wanita lain selain istrinya. Hatinya sepenuhnya milik Jemima. Dan dia cukup bahagia dengan kenyataan ini.

——

Jemima memasang senyum gembira mendengar langkah kaki memasuki ruang tengah. Suaminya pulang.

"Aku sudah mendengar hasil sidangnya. Kamu tidak merayakannya bersama Matt dan Arthur?"

Satu ciuman panjang diterima bibir Jemima. "Aku lebih memilih pulang kepadamu, Nyonya. Kamu baik-baik saja?"

Jemima memutar bola matanya. Sudah berkali-kali dia bilang tidak perlu khawatir. Alek tetap Alek. Lelaki itu tidak akan pernah berhenti menanyakan kabarnya setiap menit.

Jemima tahu sikap Alek tersebut hanya dikarenakan trauma terhadap apa yang menimpa Ibu dan Kakaknya. Karena itulah dia selalu mencoba bersikap setenang mungkin dan tidak pernah mengeluh. Keluhan sedikit saja bisa membuat wajah Alek pucat pasi.

Jemima mengelus perutnya yang membuncit. Hamil tujuh bulan membuat tubuhnya mengalami perubahan-perubahan besar. Terutama berat badannya yang naik drastis.

“Kamu yakin kita tidak perlu ke rumah sakit? Sejak kemarin kamu mengeluhkan punggungmu yang pegal, bukan?” Jemima menggeleng menjawab pertanyaan suaminya.

“I am okay, Alek. Punggung pegal itu biasa bagi Ibu hamil.” Jemima berusaha menenangkan. “Buatkan saja aku teh, please?”

Jemima tersenyum melihat Alek yang langsung melesat pergi menuju dapur.

“Here is your tea.” Alek menyodorkan teh yang tadi Jemima minta. Dia mengucapkan terima kasih dan menyesap tehnya perlahan.

“Anything else?” tanya suaminya lagi.

Jemima terlihat berpikir sebentar kemudian mengangguk.

“What?”

“You.”

Alek terkekeh pelan mendengar jawaban Jemima. “You already have, Ma'am.”

Jemima balas tertawa mendengar bualan suaminya. Rasanya benar-benar bahagia. Alek mengambil cangkir yang ada di tangannya dan meletakkannya di meja. Setelah itu suaminya mendaratkan ciuman mesra di bibirnya, membuatnya mengalungkan kedua lengannya di leher Alek.

“I love you, baby.”

“I love you more.” Jemima membalas mantap.

Tidak ada yang lebih membahagiakan dari ini. Seorang suami yang sangat mencintainya dan bayi yang sebentar lagi akan lahir. Apalagi yang ingin dia minta?

Enough. It is enough.

——

Madam Rowena menyesap green tea-nya perlahan. Senyum simpul tercetak di sudut bibirnya ketika melihat siapa yang saat ini sedang berjalan menghampirinya.

"Apa kabar? Sudah satu tahun, bukan?" Madam Rowena meletakkan cangkirnya dan mempersilakan wanita di hadapannya duduk.

Wanita itu masih terlihat sama seperti satu tahun yang lalu. Topi rajut merah marun yang biasa dia pakai juga masih menghiasi kepalanya. Bahkan, tidak ada tambahan keriput tanda penuaan pada wanita ini.

"You look good, Rowena." Wanita itu mengambil tempat di hadapan Madam Rowena.

"Same as you, Esme. Happiness makes life better and longer I thought." Kedua wanita itu, yang sama-sama berumur lebih dari 70 tahun, tertawa bersamaan.

"Apa yang membuatmu kembali ke kota ini, Esme?"

"Untuk menyatukan apa yang belum bersatu." Madam Rowena menaikkan alisnya tak mengerti.

"Well, sepertinya cucuku...."

"Cucumu sudah menemukan kebahagiaannya, Rowena. Jangan khawatir. Aku kembali ke kota ini bukan untuk cucumu, tapi mereka."

Madam Rowena mengikuti lirikan mata wanita yang dipanggil Esme ini dan menggelengkan kepala. Seorang lelaki dan wanita berjalan di depan kedai tempat mereka bertemu. Mereka berjalan semakin menjauh.

"Apa kau yakin?"

"Kau tidak percaya pada ramalanku?"

"Ramalanmu tidak pernah meleset, bukan? Kita buktikan saja lagi untuk yang satu ini." Lalu kedua wanita itu tertawa lepas penuh kebahagiaan.

 

 

 

 

-FIN-

Note (Dari Pengarang) :

Menulis cerita dan menyelesaikannya tidak pernah semenyenangkan ini!

Saya pernah hampir mengubur mimpi saya untuk menjadi penulis. Kenapa? Ada banyak alasan. Beberapa draf novel remaja dan cerpen saya banyak yang berhamburan. Saya biarkan mereka hilang begitu saja. Tidak pernah benar-benar menyimpannya atau mencarinya.

Sewaktu lulus kuliah, ide cerita ini sudah jadi. Hanya saja tidak ada semangat untuk menuliskannya. Akhirnya, tahun 2012, saya (tidak sengaja) membaca Orange karya Windry Ramadhina dan berteriak kegirangan. Entah kenapa, waktu itu dengan membaca sedikit profil penulis di halaman belakang sampul Orange membuat semangat saya meletup. Saat itu juga saya memutuskan untuk mengagumi penulis ini. Dan ingin membuat karya seperti dirinya.

Saya mulai menulis kisah Alek-Jemima di tahun 2012. Dan menyelesaikannya tahun 2014. Ini bukan novel pertama yang saya tulis, tapi menjadi yang pertama saya selesaikan. (Jangan tanyakan novel saya sebelumnya di mana. Draf-nya pun sudah hilang. Tidak berbekas.)

Untuk itulah saya ingin mengucapkan terimakasih yang paling spesial untuk Mbak Windry Ramadhina. Atas buku-bukunya yang sangat menginspirasi. Untuk obrolan siang itu di Gedung Arsitektur dan memperkenalkan saya sebagai temannya. I'll send this love for you, Mbak. 😘

Terimakasih untuk semua pembaca di mangatoon, baik yang menyempatkan untuk memberikan komentar, memberikan like, atau sekadar menjadi silent reader. Dukungan kalian sangat berarti. Terimakasih, terimakasih, terimakasih. Dan terimakasih untuk mangatoon yang mau menjadi rumah untuk Novel saya.

Dengan ini, cerita Alek-Jemima saya nyatakan berakhir. Sampai jumpa di novel-novel saya selanjutnya. 😘

 

1
Mooie Jkt
Menarik..
Rhenii RA
Anak buah si Alek dan yang lainnya kemana? Kok bisa pergi sendiri tanpa perhitungan lebih dulu? Padahal untuk ukuran pengusaha yang musuhnya banyak sudah pasti jago pegang senjata dan jago berkelahi sedangkan dia gak bisa apa2😂
Rhenii RA
Emang beneran bodoh sih si Alek, niat mau nolongin istrinya malah jadi beban batin
Rhenii RA
Mau ngakak rasanya😆
Rhenii RA
Dungu sih lu jadi orang
meitree
ini sambungan atau cerita baru ??
meitree: lama..bgtss..kayana harus baca depan n tengah nya dikit ni.. 😃😁✌🏾✌🏾
total 2 replies
ngrajut story
Nama suaminya Alek ya? Bukan alex thor?
Ulfa Fauzi: Iya. Alek. Pake 'K' ya..bukan 'X'.
total 1 replies
ngrajut story
Terharu aja baca percakapan ayah anak ini.
Ulfa Fauzi: hehehehe...aku yg nulis juga terharu kok.
total 1 replies
ngrajut story
Sepertinya bagus. Lanjut baca ya.
Ulfa Fauzi: makasih...
total 1 replies
Qeena
hai kk..aku mmpir..dari LELAKI MASA DEPAN..mkasih kk..
Dewi Djordan
lanjut
Ulfa Fauzi: makasih. Semoga suka dengan ceroitanya dan bisa melanjutkan sampai selesai. 🥰
total 1 replies
Yulestiani Desy Wulandari Soewarno
Novelmu keren thoor... Ditunggu karya mu selnjutnyaaa 😘
Ulfa Fauzi: Aakkk..Terimakasih..terimakasih....Semoga bisa bersabar menunggu karyaku slanjutnya ya.
total 1 replies
Dina Avioni
thanks thor ceritamu sangat bagus. semangat untuk terus berkarya. kutunggu karyamu selanjutnya
Ulfa Fauzi: Terimakasih juga sudah mau membaca sampai akhir. Jangan lupa nonton lanjutannya ya...Uhm, bukan lanjutan sih, tapi buku ke dua dengan tokoh beda tapi berkaitan. Prolog sudah aku up di sini juga. Silakan dibaca. xixixi....
total 1 replies
Dina Avioni
woah terimakasih thor karyamu bagus bgt aku suka feelnya dpet smpek aku ikut greget
Ulfa Fauzi: Terimakasih..Terimakasih...... Yang nulis juga ikutan gereget ini. hehe...
total 1 replies
Yenni Efita
bagus ,,,, g bertele tele jln ceritany. singkat padat jelas😁
season 2 ny Thor , rada nanggung ceritanya , happy ending sih tp sep kurang ja. season 2 in skalian sm anak'' ny
Ulfa Fauzi: Waaah.. Terimakasih. Ga ada Season 2 sih.. Tapi ada novelku satu lagi yang berkaitan sama buku ini. Judulnya Perfect Match. Sudah ada prolog-nya. Mungkin bisa dibaca dulu prolognya. xixixi.. Terimakasih ya sudah mau mampir.
total 1 replies
sweet martabak
mksh utk novel nya thor..🙏🙏😍
ini novel pertama yg sy kasih like setiap bab nya krn tak terlalu bnyk.. dan bisa kebut semalam smpe slesai.. 😀
sukaaaa bngt novel nya gak terlalu panjang tp berkesan..
semangat trs ya thor..
tetap berkarya.. 👍👍👍
Ulfa Fauzi: Waaahhh.. Terimakasih ya. Saya amin kan untuk doanya. Semoga doa yang sama kembali ke kamu. Terimakasih sudah mau bertahan membaca cerita ini sampai selesai.
total 1 replies
Mendez Ae
baru kali ini aku maraton baca novel sampai tamat.
cerita yang menarik walaupun perlu kesabaran untuk memahami alurnya..
terimakasih tor.
Ulfa Fauzi: Terimakasih...Terimakasih..... Seneng bnaget kalau ada yang suka. Saya juga menerima kritik lho ya. Kalau mau kritik yang pedes juga gapapa. Buat saya belajar. :))
total 1 replies
Ranella Verghea
beneran suka dan jatuh cinta sama karyamu thorr!! sukses selaluuu 🥰🥰
Ranella Verghea: amin...
Terima kasih kembaliii 😆😆😆
total 2 replies
Juli Trisnawati Pane
ceritanya banyak b.inggrisnya gäk ngerti dah
Ulfa Fauzi: Mungkin jika dibaca dulu sampai akhir nanti akan bisa dimengerti. Hehe.. Terimakasih btw sudah mau mampir.
total 1 replies
Siti Julaeha Julai
sampe sini aku masih blm ngerti alurnya thorr
Ulfa Fauzi: Yang bagian belum dimengerti di mananya? Mungkin bisa lebih diperjelas? Biar bisa saya jadikan koreksi untuk diri saya juga. hehe...Terimakasih sudah mau mampir kak.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!