Pernikahan Kenan dan Calista selalu dibayang-bayangi oleh kesalahan masa lalu Kenan pada Olivia, adik kandung Calista. Kenan yang beberapa bulan sebelum menikah dengan Calista salah memasuki kamar Olivia dan menyangka wanita yang tidur adalah Calista yang akhirnya membuat Olivia hamil. Lima tahun kemudian Kenan akhirnya bercerai dengan Calista, lalu menikah dengan Olivia. Calista yang dendam pada Olivia lalu menikah dengan Leo, tunangan Olivia yang dia rebut. Namun perjalanan rumah tangga Calista tidaklah mudah dan selalu dibayangi oleh dosa masa lalu yang telah mereka lakukan. Bahkan Calista juga dimadu dengan sekretaris Leo yang bernama Giselle meskipun akhirnya Leo dan Giselle bercerai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Kertas
"Apa ini?" tanya Leo saat melihat foto tespack yang dikirimkan padanya.
'Mungkin hanya orang jahil,' batin Leo.
"Siapa sayang?" tanya Calista.
"Bukan siapa-siapa, mungkin hanya orang jahil," jawab Leo sambil meletakkan ponselnya di atas nakas. Dia kemudian mulai mendekati Calista kembali. "Kita sampai dimana tadi?"
"Emhhh..." jawab Calista bingung, kemudian dia mulai memainkan lidahnya di leher Leo agar dia melupakan kata-katanya.
"Kau mengagetkanku, Sayang!" Calista lalu tersenyum manja kemudian menarik tubuh Leo ke atas ranjang. "Sepertinya malam ini kau begitu bersemangat Calista."
"Aku selalu bersemangat saat bersamamu Leo." Calista mulai mencium bibir suaminya. Leo pun membalas pagutan demi pagutan bibir dan permainan lidah Calista yang begitu bergairah.
'Akhirnya dia melupakan kata-katanya untuk meminta anak dariku,' batin Calista sambil terus menciumi tubuh polos Leo.
***
Sementara itu, Giselle mulai tersenyum sambil menyeringai melihat foto yang dia kirimkan sudah terbaca oleh Leo. "Ini baru permulaan, awas kau Leo, akan kubuat kau bertanggung jawab atas kehamilanku, kau tidak akan kubiarkan lari dari tanggung jawabmu!!" kata Giselle disertai tatapan mata tajamnya pada foto Leo dan Calista yang tampak begitu mesra di salah satu akun sosial media mereka.
***
Calista masuk ke sebuah cafe dengan sedikit tergesa-gesa, dia menutup wajahnya dengan syal dan kacamata berwarna hitam agar orang-orang tak mengenalinya. Dia lalu menghampiri seorang laki-laki yang duduk di salah satu sudut cafe sambil memainkan ponselnya.
"Ramon, aku tidak punya banyak waktu, cepat katakan yang kau inginkan dariku!" kata Calista sambil mendudukan tubuhnya pada sebuah kursi di depan Ramon.
Ramon lalu tersenyum "Sabar sedikit Calista sayang, bukankah kita sudah lama tidak bertemu, apakah kau tidak merindukan aku?" ujar Ramon sambil mencolek dagu Calista.
"Jangan pernah coba-coba menyentuhku Ramon."
"Hahahaha, Calista Calista, kenapa sekarang kau begitu jual mahal padaku? Apakah kau tidak rindu padaku?"
"Ramon, hubungan kita sudah berakhir saat kau meninggalkan aku sewaktu aku mengalami kecelakaan. Kau begitu pengecut, dengan seenaknya saja pergi meninggalkan aku!!!"
"Sayang, saat itu aku tidak bermaksud meninggalkanmu, aku hanya tidak ingin hubungan kita diketahui oleh Kenan."
"Tidak usah banyak alasan, cepat katakan apa maumu sebenarnya!!"
"Hahahaha jujur saja sejak kita berpisah, hidupku agak sedikit berantakan."
"Apa maksudmu?"
"Calista, apa kau lupa jika dulu kau yang selalu membayar cicilan mobil dan apartemen milikku."
"Lalu apa hubungannya denganku sekarang? Bukankah kini kau sudah bekerja pada suamiku?"
"Suamimu? Hahahaha, aku terpaksa bekerja pada suamimu karena kondisi keuanganku sedang memburuk padahal dia mengajiku dengan bayaran yang sangat tidak pantas."
"Hahahaha..., itu bukan urusanku Ramon."
"Tentu akan menjadi urusanmu karena jika kau tidak memberikan uang padaku aku akan memberitahu suamimu jika kau sulit memiliki keturunan, sedangkan kemarin Leo bercerita padaku jika dia ingin memiliki seorang putra untuk melanjutkan bisnisnya."
"Jadi kau mengancamku?"
"Ya aku mengancammu, jadi beri aku uang sekarang juga atau kuberi tahu Leo tentang kondisi rahimmu. Hahahaha...."
"Kau jangan coba-coba berani mengancamku Leo karena aku bisa saja memenjarakanmu atas tuduhan pemerasan!!!"
"Hahahaha lakukan saja atau kau semakin membuka aibmu sendiri Calista, apa kau tidak lihat jika sekarang dirimu begitu menyedihkan."
"Dasar brengsek!!!" kata Calista sambil menggebrak meja yang membuat orang-orang di dalam cafe mengalihkan pandangannya padanya dan Ramon.
"Lihat Calista, lebih baik kau mengikuti kata-kataku atau posisimu akan semakin terpojok."
"Bajingan, berapa yang kau minta?"
"Tidak banyak hanya seratus juta."
"APAAAA ITU SANGAT BANYAK RAMON!!"
"Jadi kau tidak mau memberikan uang itu padaku? Baik akan kuberitahu kertas hasil pemeriksaan rahimmu pada Leo."
"Tunggu.. Tunggu Ramon, baik akan kuberikan uang itu sekarang juga." kata Calista sambil sibuk mengetik di ponselnya.
"Lihat ini sudah ku transfer ke rekeningmu."
"Hahahaha nah begitu dong sayang, kalau seperti ini kan kita sama-sama saling menguntungkan."
"Dasar bedebah kau Ramon, sekarang berikan kertas itu padaku."
"Hahahaha siapa yang bilang jika kau sudah memberikanku uang aku akan memberikan kertas ini padamu?"
"Brengsek kau Ramon!" kata Calista dengan begitu marah sambil meninggalkan Ramon yang masih tertawa mengejeknya.
Calista masuk ke dalam mobilnya dengan begitu marah. "BRENGSEK, KURANG AJAR KAMU RAMON!!"
"Aku harus menghentikan semua ini jika tidak bisa-bisa selamanya aku tidak akan bisa hidup tenang dan terus menerus dalam ancaman Ramon. Aku harus melakukan sesuatu," kata Calista sambil mengendarai mobilnya ke suatu tempat.
Calista masuk ke dalam rumah sakit dengan masih memakai syal dan kacamata berwarna hitam. Kenan yang tak sengaja melihatnya saat akan menebus obat untuk Olivia sedikit curiga dengan gerak gerik Calista, dia lalu mengikutinya menuju sebuah ruangan. 'Mau apa Calista ke ruang dokter kandungan? Apa dia hamil?' gumam Kenan sambil berdiri di belakang tembok agar tidak terlihat Calista.
Kenan lalu pergi ke ruang farmasi karena tidak mau meninggalkan Olivia terlalu lama, namun saat Kenan sedang berdiri di depan loket farmasi tiba-tiba dia dikejutkan oleh percakapan dua orang suster yang baru saja masuk ke ruang farmasi sambil memberikan resep obat pada seorang apoteker.
"Jika saja setahun lalu Ibu Calista sejak divonis susah hamil rutin mengunjungi Dokter Syarif tentu kondisi rahimnya akan jauh lebih baik, tidak seperti sekarang yang semakin memburuk apalagi setelah dia mengalami kecelakaan," kata seorang suster.
"Iya, tapi yang membuatku terkejut bukankah dulu dia datang dengan seorang lelaki yang bernama Ramon padahal yang kutahu suaminya sebelum Pak Leo adalah Pak Kenan," kata salah seorang suster lagi menimpali.
DEGGGG
Kenan begitu terkejut mendengar percakapan kedua suster yang berdiri tak jauh darinya. "Brengsek Calista, jadi selama ini aku benar-benar sudah dibodohi olehnya, selain berselingkuh di belakangku, dia juga menyembunyikan fakta jika dia mengalami masalah dengan kesuburannya."
Kenan lalu meninggalkan ruang farmasi dengan langkah sedikit gontai sambil mengingat kebodohannya dulu. Olivia yang melihat suaminya tampak begitu murung lalu mencoba bertanya padanya.
"Kenan, apa yang sebenarnya telah terjadi?"
"Calista, Calista."
"Ada apa dengan Kak Calista?"
"Olive, ternyata selain berselingkuh di belakangku dia juga menyembunyikan sebuah kenyataan jika dia memiliki masalah dengan kesuburannya, rahim Calista mengalami sedikit masalah hingga dia sulit memiliki keturunan, sayang."
"Astaga!" kata Olivia tak kalah terkejut. 'Kasihan Kak Calista," gumam Olivia.
"Aku hanya menyesali semua kebodohanku dulu yang begitu percaya padanya, Olive."
Olivia lalu menggenggam tangan Kenan. "Sayang, lupakanlah semua masa lalu, semua orang pasti pernah mengalami hal yang buruk. Saat ini yang harus kau lakukan adalah mengikhlaskan semua yang pernah terjadi dan berdamailah dengan masa lalumu Kenan. Bukankah kau sekarang sudah memiliki kehidupan baru yang jauh lebih bahagia dibandingkan dulu, dan yang terpenting kau sudah memiliki Vansh dalam hidupmu."
"Kau benar Olive, tidak sepantasnya aku mengingat semua kenangan burukku."
Olivia lalu tersenyum dan memeluk Kenan. "Sayang bagaimana jika setelah keluar dari rumah sakit kita bulan madu dan memberikan adik untuk Vansh."
"Tunggu sampai aku sembuh, Kenan." kata Olivia sambil mencubit kedua pipi suaminya.
***
Leo mendekat pada Ramon yang sedang begitu sibuk mengedit sebuah foto, namun secara tidak sengaja gerakan tangan Ramon saat mengerakkan mouse membuat sebuah kertas terjatuh dari tasnya.
"Apa itu?" kata Leo sambil mendekat pada kertas yang terjatuh di dekat Ramon.
ta vote Thor ✌️
bagus Thor perubahan karakter nya dari sangat jahat tidak selamanya menjadi penjahat 👍🌹
aku suka itu.....
jadi kesal