NovelToon NovelToon
Ardian Dan Rindunya

Ardian Dan Rindunya

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:42.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rikha

Cinta itu tak bisa dijelaskan seberapa besarnya. Orang mungkin menilai cinta itu sebesar dunia, samudera, bahkan langit. Namun, tak ada seseorang pun yang bisa menakar seberapa besar cintanya dengan logika. Ketika kamu telah menemukan cinta sejati, peluk dan genggamlah ia selama kamu masih memilikinya.

"Apa itu sangat menyakitkan? Kamu ingin menguburnya saja?"

"Ya, begitulah."

"Kamu bilang 'cinta yang sebenarnya akan mengikat jiwa, memenuhi semua pikiran, cinta memiliki ruang tersendiri di dalam hati.' Bagaimana dengan itu? Jiwamu telah terikat pada cintanya, jadi kamu akan terus memikirkannya?"

"Hanya satu cinta yang bisa mengikat jiwa seseorang. Tempatnya tidak akan berubah di hati. Itulah cinta yang sebenarnya, cinta sejati. Sedangkan cinta yang lain, bisa berada di mana saja, bisa datang dan pergi."

"Jadi, jiwamu belum terikat sama sekali? Aku yang akan mengikat jiwamu."

'Sudah sejak lama Ardi. Hanya saja telah tersimpan, kunci hatiku entah hilang kemana, kamu harus cari.'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rikha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu pergi kemana

🍂🍂🍂

Saat hari beranjak sore, Ardian pulang dalam keadaan lelah dan tidak bertenaga. Dia tidak ada semangat sama sekali. Ardian diantar Dimas pulang menggunakan mobil, sedangkan motor Ardian dibawa Teo mengiringi di belakang mobil Dimas. Mereka tidak mungkin membiarkan Ardian pulang sendiri seperti ini. Setelah dari bandara tadi Mereka membawa Ardian ke studio. Seharian Ardian hanya murung, tidak mau membicarakan apapun. Disuguhkan makanan juga tidak mau.

Mama Della, mama Ardian yang melihat anaknya pulang diantarkan Dimas merasa heran. Banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan. Tapi melihat kondisi putranya murung, mama mengurungkan niatnya. Mama Della hanya bisa bertanya kepada Dimas begitu Ardian memasuki kamarnya. Terlihat raut kekhawatiran di wajahnya.

Mama mengajak Dimas duduk di ruang keluarga. Dimas menceritakan semuanya. Mengenai kepergian Rindu, dan ketidaktahuan Ardian. 

Pada waktu promnite beberapa hari yang lalu, Ardian telah menceritakan semua tentang perasaannya pada Rindu ke Dimas. Dan malam itu juga Ardian ingin segera menemui Rindu, tapi sayang mereka tidak bisa bertemu. Dimas sangat mendukung keinginan Ardian untuk menyatakan perasaanya. Pasalnya dari awal pertemuan mereka Dimas sudah yakin bahwa Ardian menyukai Rindu. Tapi ketika Dimas bertanya, Ardian selalu menyangkal. Entah apa yang ada di pikiran sahabatnya itu, Dimas juga tidak mengerti, kenapa Ardian sangat sulit mengenali hatinya sendiri.

"Jadi begitu ceritanya Tante."

Mama Della terdiam, mendengar penjelasan dari Dimas membuat mama Della berpikir keras. Ardian adalah anak laki-laki mereka satu-satunya. Hanya Ardian lah harapan keluarga mereka. Hanya Ardian yang bisa meneruskan bisnis keluarga. Bagaimana jika Ardian mengalami depresi karena masalah ini? Dia harus segera menceritakan masalah ini kepada suaminya, agar Ardian tidak berlarut-larut dalam kesedihan.

_____

Di sisi lain, di kamar Ardian yang berbaring tanpa memejamkan matanya. Dia hanya diam dan merenung sedari tadi. Posisinya terlentang, kedua telapak tangannya menopang pelakang kepalanya. Tatapannya mengarah ke jendela, ia memandangi langit yang perlahan berubah suasananya. Pria itu tidak lagi menagis, namun matanya masih merah dan sedikit sembab. Dalam kepalanya hanya ada bayangan Rindu yang terus melintas. Ia mengingat setiap sudut wajah, gerakan, tingkahnya, suaranya, senyumannya. Ardian benar-benar sedang dilanda kerinduan yang sangat berat.

"Rindu… aku sudah sangat merindukan kamu. Kenapa kamu pergi begitu saja? Seharusnya aku tidak pergi ke rumah nenek, seharusnya aku menemuimu setiap hari, seharusnya aku bertanya tentang keadaanmu waktu itu. Haahhh…!"

Ardian mengusap-ngusap kasar wajahnya dan memejamkan matanya sejenak. Kemudian ia bangkit dari kasurnya yang empuk. Ardian melangkah ke meja belajar, mengambil sebuah buku yang tersimpan rapi di laci meja itu. Ia mengingat kembali, buku itu adalah pemberian dari Rindu tahun lalu. Buku diary kulit berwarna hitam itu masih kosong sampai sekarang. Selama ini ia merasa tidak ada hal penting yang harus ia tuangkan ke dalam buku.

Di halaman depannya, Ardian menuliskan sebuah kata dengan pulpen putih. Kata itu ditulis dengan indah, kata yang sangat bermakna. Rindu. Ardian mengambil pulpen bertinta hitam, lalu membuka halaman pertama.

***

310513

Rindu

Hari ini pertama kalinya ku goreskan pena di buku ini, buku pemberianmu. Kamu mengatakan suatu saat nanti aku akan membutuhkannya. Dan sekarang aku benar-benar butuh untuk menuliskan kenanganku bersamamu.

Hari ini kamu tiba-tiba menghilang, kamu tahu, seperti apa keadaanku sekarang?

Aku menggila Rindu, aku sangat kehilangan dirimu, kenapa kamu pergi begitu saja?

Aku mencintaimu, sungguh sangat mencintaimu.

Aku bahkan belum sempat mengatakannya kepadamu. Rindu kamu pergi kemana?

***

Buku itu ditutup, lalu diikat dan disimpannya kembali ke laci dengan rapi. Kemudian ia mengambil HP yang tergeletak di samping bantal. Ardian menghubungi nomer Rindu sekali lagi, tapi masih tidak tersambung. Lalu ia mencoba menelpon Allan dan Allen, sama, tidak tersambung juga. Kemudian Ardian membuka galeri foto di HP nya. Ia memandangi foto-fotonya bersama Rindu. Ardian membaringkan tubuhnya, lalu mendekap HP yang terlihat wajah Rindu di layar. 

Karena ketidak pekaan nya, karena kebodohannya yang tidak mengenali cinta nya lebih cepat. Ia harus merasakan kehilangan sekarang. 

"Rindu… maafkan aku yang begitu bodoh. Maafkan aku yang terlambat menyadari perasaanku. Maaf Rindu, cintaku datang terlambat. Aku menyesalinya sekarang."

Dengan segala rasa penyesalannya. Ardian memeluk HPnya seolah-olah Rindu lah yang sedang ia peluk. Matanya terpejam, berharap akan melihat Rindu dan bayang-bayang nya. Tubuhnya kelelahan dan akhirnya ia terlelap bersama bayangan wanita yang dirindukan.

_____

Keesokan harinya

Mama Della yang cemas menunggu Ardian keluar dari kamar. Semalam Ardian mengurung dirinya, tidak makan ataupun minum. Untunglah Ardian tidak mengunci pintu, jadi mama Della bisa dengan bebas masuk dan melihat keadaannya. Makan malam yang dibawakan mama Della tadi malam tidak disentuh Ardian sama sekali.

Mama menghela nafasnya berat. Ardian masih tertidur dengan HP yang menyala di samping kepalanya. Mama mengambil lalu meletakkan HP Ardian di nakas. Sepertinya Ardian sangat kelelahan karena berlari selama berjam-jam di bandara. Ditambah lagi ia tidak makan dan minum apapun dari kemarin.

"Ardi… bangun nak."

Mama Della menggoyangkan tubuh putranya. Berharap Ardian mau bangun dan pergi makan. Ardian menggeliat meregangkan otot-ototnya. Dan ia pun membuka matanya yang masih terlihat merah.

"Mmm… mama. Kenapa ma?"

"Bangun dulu sayang. Makan dulu, dari kemarin kamu belum makan kan?"

"Ardi belum lapar ma."

"Makan dulu nak. Tidak baik seperti ini, walaupun kamu merasa sedih, tapi kamu harus tetap menjaga kesehatan. Kalau sampai sakit bagaimana? Kamu tidak mau kan membuat mama khawatir?"

"Baiklah, tapi Ardi mandi dulu."

"Ya sudah… mama tunggu kamu dibawah ya."

"Iya ma…."

Mama Della tersenyum sambil mengusap-usap tangan Ardian. Menyalurkan energi positifnya kepada Ardian agar putranya itu merasa tenang. Hal yang harus dilakukan seorang ibu kepada putranya saat sedang mengalami masalah. Lalu mama Della pergi meninggalkan kamar Ardian dan menutup pintunya lagi.

Ardian mencari-cari keberadaan HP nya. Ia mengingat meletakkan di samping kepalanya tadi malam. Saat matanya melihat ke arah nakas, ia merasa lega. Kemudian Ardian mengambil dan melihat kembali foto yang masih ada layar itu. Ardian mendekatkan layar ke bibirnya lalu mengecup foto Rindu. 

"Selamat pagi Rindu. Apa kabar kamu hari ini?"

Setelah mengucapkan kata selamat pagi, Ardian mengecup foto itu kembali. Kemudian dia bangkit dan menuju ke kamar mandi. Hari ini Ardian akan pergi ke rumah Rindu. Menanyakan kabar Rindu kepada keluarganya. Ardian ingin segera menyusul Rindu dimanapun dia berada. Bahkan ke ujung dunia sekalipun, ia pasti akan datang menemui kekasih hatinya itu.

*

*

*

*

Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya...

tombolnya ada di bawah tuh 😀

LoPe dan JemPol kamu yang berharga. 🥰

Komen Yuk ramein, biar Aku semangat nulisnya...

Dukung terus author ya...

Love U all ☺️😘

1
HIATUS
Woow karya yang luar biasa...
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Jika mau membaca seru 😃
diMangatoon lah tempatnya 😁
Hari ini kutemui karyamu 😊
Mari salkung bersama - sama 🤣

Semangat Kaka 🤗 !!!

Jika kak Author ada waktu mari mampir kekarya saya :

" MISTERI DUA CINCIN DIBALIK RUNTUHNYA ISTANA ANDALUSIA " .
Tarti Rizky
ini mana kelanjutannya. jadi Ngegantung. ingat Thor, di gantungin itu gak enak lho. 😭😭
_zainwushi
Kak aku mampir.... Udah penasaran sama sosok di mobil😁😁

Semangat terus 👍👍
El_Tien
hehehhehehe
El_Tien
ya ampun jahat mak ilustrasimu
⭕MamBulat⭕: 😅 jahat gimna
total 1 replies
El_Tien
bekuin di kulkas biar gak meleleh
Ghiie-nae
terjebak antara dua Cinta hadir memberi dukungan kak 🙏🙏🙏🙏
⭕MamBulat⭕: makasih 🥰 🥰
total 1 replies
El_Tien
oh Ardian, dirimu bukan hanya.dicintai Rindu tapi sama Othor kamu juga hehe
⭕MamBulat⭕: wkwkwk😂😂
bener bgt,
Ampe komen dimari🥰🥰🤭
total 1 replies
Tinta Hitam
semangat terus Thor
Tinta Hitam
next Thor, salam dari petualangan cinta Abian & Olivia ☺️
Tarti Rizky
eh, ngapain Ardian tiba-tiba ke kamar mandi? mencurigakan 🤔🤔
☘💚Efa Vania💚☘
aku yg pertama😍🤭
Tarti Rizky
lha, tak kirain Nella kharisma jebule rindu kharisma. 🤭🤭. kapan nikahnya, Thor?
⭕MamBulat⭕: 😂😂
undangan belum jdi, nanti otor kirim undangan deh🤭
total 1 replies
☘💚Efa Vania💚☘
Ahh
...
Nanggung Ardiii...
😭😁🤣
Asyifa gemoy: jangan di teruskan masih pagi sudah di buat haredang 🤦🏼‍♀️
total 1 replies
Asyifa gemoy
sosweat banget 🥰
Asyifa gemoy
Kasian amat deh Ardian...sini aku peyuk cium 🥰🥰
Rokinah Mamasurya
lanjuttt Thor aku ceritanya..tentang kesetiaan...
HIATUS
nyicil baca sini dulu ya kak... mata dah sepet... kalau berkenan jangan lupa mampir ya... tapi jangan kaget melihat karya receh ku masih ambrul adul.. 😁
⭕MamBulat⭕: komen terus 😂 makasi 😘 yg blum revisi byk, di beka juga, aku malu, tulisan berantakan
total 1 replies
HIATUS
rasanya nyessss..... 😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!