NovelToon NovelToon
Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: oniya

Menorehkan tinta di atas kanvas, tak selalu hitam juga putih, akan ada banyak warna yang menghiasi.
Namun, fatal bila salah menorehkan warna, karena akan menjadi noda yang akan merusak nilai estetik lukisan itu sendiri. Berani melukis cinta, juga harus berani menerima risikonya.

Alvin Daran, Pria berparas tampan yang telah menorehkan noda dan merusak sketsa lukisan yang telah susah payah Miya Patrisia rangkai. Akankah Alvin mampu mengubah Noda menjadi indah?, hingga pantas disebut sebagai lukisan, yang akan membuat senyum Miya kembali merekah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayah Alvin

***

Selesai masak, Miya langsung menyajikan masakannya diatas meja. Naumi sangat menyukai sup ayam dengan banyak sayuran, untuk itulah Miya membuatkan sup ayam untuk putrinya.

"Nona Miya, Tuan sudah pulang." Lapor Bibi Musti, tergesa-gesa Miya menuju teras untuk menyambut suaminya. Ya, suami kontraknya.

"Kau sedang apa?" Tanya Alvin memandang Miya yang penuh dengan keringat.

"Habis olahraga, Tuan." Kilah Miya lalu menyambut tas juga jas Alvin. Miya menjalankan tugasnya sebagai seorang istri sebenarnya.

"Siapkan air hangat, aku ingin mandi." Titah Alvin.

"Baik, Tuan." Jawab Miya mengekor dibelakang Alvin.

"Dan setelah ini kau bersiaplah, aku akan mengajakmu untuk menghadiri pesta." Ucap Alvin sambil melepaskan kancing lengan kemejanya.

"kemana, Tuan?" Tanya Miya.

"Tidak usah banyak bertanya, ikuti saja apa yang aku katakan." Sautnya.

"Ba-baiklah, Tuan." Jawab Miya terbata.

"Ayaaaaaah!" Teriak Naumi yang ternyata baru bangun dari tidur sorenya yang panjang. Alvin menghentikan langkahnya ketika dihadapannya ada seorang gadis kecil dan cantik berusia kira-kira lima setengah tahun berlari kearahnya.

"Ayaah, aku sangat merindukanmu Ayah." Alvin semakin terdiam kala gadis itu memeluk dirinya erat sambil menangis.

Alvin melirikkan wajahnya kebelakang menghadap Miya. Seakan bertanya siapa gadis kecil itu.

"Dia Putriku, Tuan." Begitulah kira-kira yang Alvin baca dari gerakan bibir ranum Miya. Mengerti, Alvin pun tersenyum licik. Sepertinya dia menemukan ide untuk mengerjai Miya.

"Saya Mohon bantulah saya, Tuan. Mengakulah sebagai Ayah dari putri saya." Lagi-lagi Alvin membaca gerakan bibir ranum Miya. Hal itu membuatnya semakin ingin mengerjai Miya.

Dan Alvin pun menaik lalu menurunkan pandangan matanya pada tubuh Miya, lalu mengedipkan sebelah matanya berulang-ulang. Lagi, dia naik, lalu turunkan lagi pandangan matanya, kemudian mengedipkan matanya lagi berulangkali. Miya kebingungan, tak lama kemudian Miya pun mengerti bahwa Alvin menginginkan tubuhnya sebagai bayaran. Dengan cepat Miya pun mengangguk.

"Walaupun tidak dengan hal ini, bukankah dia akan tetap menikmati tubuhku, hiks," batin Miya bersedih.

Alvin tersenyum puas kala Miya menganggukan kepalanya tanda setuju. Dan Alvin segera berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Naumi. Lalu berkata,

"Jadi, kaulah Putriku yang selama ini aku rindukan." Ucap Alvin sambil menyeka air mata Naumi.

Dan saat itulah Alvin menyadari ada kemiripan antara matanya dan juga mata gadis kecil itu. Apalagi rahang mereka yang tegas, bentuk wajah gadis itu begitu mirip dengan dirinya.

"Ayah juga merindukanku. Terima kasih Tuhan, terima kasih karena telah mempertemukan aku dengan Ayahku. Aku sangat bahagia," jantung Alvin berdebar begitu kencang saat gadis kecil itu memeluknya erat. Tidak mungkin dia jatuh cinta pada gadis kecil itu bukan. Dia masih normal, tidak mungkin dia tergoda dengan kecantikan gadis kecil ini.

"Aku tau rasa ini, rasa ini sama saat aku memeluk Ibu. Sekarang aku sangat percaya bahwa kau adalah Ayahku. Ternyata Ibuku tidak berbohong padaku. Aku sangat senang bertemu Ayah." Ucap Naumi memandang wajah Alvin dalam.

Alvin ingin berucap, tapi lidahnya seakan kelu. Dia tidak mempu menggerakkan bibirnya, gadis kecil ini mampu membuatnya begitu gugup. Wajahnya terasa begitu panas, dan perasaan apa yang kini dia rasakan. Kenapa dia juga ingin menangis bahagia. Dia sangat bahagia hingga tidak dapat berkata-kata. Apa dia berubah jadi pedofil saat ini. Dia telah jatuh cinta pada gadis kecil ini.

Tidak, itu tidak mungkin. Perasaan aneh ini juga dia rasakan pada Miya. Gadis kecil ini adalah putrinya Miya, mungkin karena itu dia merasakan hal yang sama terhadap dua perempuan ini. Iya, pasti hanya itu saja dan tidak ada hal yang perlu dia pikirkan. Sekarang dia hanya perlu memanfaatkan gadis kecil ini untuk mendapatkan hal lebih dari ibunya.

1
myscleoo
Lumayan
myscleoo
Biasa
Surati
bagus
Bahari Sandra Puspita
waow, luar biasa kak..
ceritamu kali ini agak beda, namun malah semakin luar biasa..
keren dah pokoknya.. 🥰🥰🥰
yg ini g ada sekuelnya ya???

oke deh lanjut cerita berikutnya..
sehat2 terus kakak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘🥰🤩😍
Eva Nietha✌🏻
Uhuy
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
nama geng nya kurang garang thor.. 🤭
Dyah Oktina
deh...lagi2 pria bereksek kasih lagi sesuatu d minuman nya...
Rahma Wati
cerita nya keren bagus 👍🏻👍🏻🥰
Nami chan
ceritanya seru bgt
ga tll panjang to bener2 berkesan 🥰
Nami chan
sodara brati alvin dan robber
Nami chan
knp bs ngrekam audio pas itu
Nami chan
knp dl setelah tau tanda lahir robert jg akhirnya pergi setelah nolong 3th
Nami chan
pas waktu diperiksa kelvin kok blm ketauan hamil ya
Nami chan
spy, punya misi tertentu
Nami chan
gmn ga bingung ya miya 🤣
Nami chan
robbert pasti
Nami chan
ahh seruu
Nami chan
eh anjay aku ngakak 🤣
Nami chan
tnyata anan tau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!