NovelToon NovelToon
JODOH

JODOH

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Teen School/College / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Quemeela

Terkadang Tuhan mematahkan hatimu untuk menjauhkanmu dari jodoh yang salah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quemeela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

benci dan cinta

    Hari ini aku ada kelas jam 10.00, namun aku pergi lebih awal karena ada buku yang belum ku foto copy, dan

aku mungkin akan dikeluarkan dari kelas oleh Pak Rahmat jika tidak punya buku sumber belajar, aku tidak tau kenapa dosen-dosen di prodiku terkenal killer, tidak terkecuali Pak Rahmat, dosen Elektronika, setiap ada kelas dengannya, segala sesuatu harus dipersiapkan, dan harus keluar kelas jika ada salah satu bahan belajar yang tidak lengkap

    Aku melihat jam yang melingkar di tanganku, sudah jam 08:30 aku bergegas menuruni tangga, mengeluarkan motor dari garasi, aku menutup pintu garasi, pintu ini memang agak susah di tutup jadi aku harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menutupnya

AAAA,,

    Aku berteriak kaget ketika ada seorang laki-laki yang duduk di motorku yang terparkir di luar pagar, laki-laki

itu tak lain adalah Arsan

 “ada apa sih, aku mau kuliah?” ujarku ketus, kadang aku tidak ingin bicara ketus dengannya, namun aku sering

tiba-tiba emosi kalau melihat wajahnya

“ih, jangan galak-galak dong sayang” ujar Arsan santai

“udah kamu minggir, aku mau ke kampus” aku menarik tangan Arsan agar turun dari motorku

“hari ini temenin aku ya” ujar Arsan memohon

“kamu jangan gila deh, aku ada kuliah hari ini” aku makin kesal

“ya udah kalau kamu enggak mau nemenin aku, aku juga enggak mau pergi dari sini” tegas Arsan,

“aku tu mau kuliah Arsan” ujarku sambil mencubit lengannya agar turun dari motorku

“aawww” Arsan meringis, “kamu ya, aku khawatir dengan masa depan anak kita kalau kamu hobinya nyubit terus” keluh Arsan sambil mengelus-elus lengannya yang mulai membiru

“udahlah kamu turun cepat, aku mau kuliah” aku makin kesal,

“kamukan kuliah jam 10.00, ini baru jam 08:40, belum jam sembilan pun” ujar Arsan sambil menunjukkan jam di

tangannya

Aku memutar bola mataku, “aku mau ke foto copy dulu, aduh pokoknya aku mau pergi dulu sebelum ke kampus, udah kamu minggir”

“enggak mau, pokoknya kamu harus ikut aku, baru kamu boleh ke kampus” ujarnya tetap mau aku pergi bersamanya

Aku berkacak pinggang di depannya, dia sudah benar-benar membuatku kesal

“oke,,oke,, aku ikut kamu, habis itu kamu biarin aku pergi kuliah oke?” aku tidak punya cara lain, kalau terus berdebat dengan Arsan disini, kemungkinan aku tidak bisa kuliah hari ini, lagian aku malu jika dilihat tetangga

“hhmm,, kita lihat nanti” ujar Arsan, makhluk tuhan yang bernama Arsan ini memang sangat mengesalkan

    Aku terpaksa ikut dengannya, karena Arsan adalah seorang yang keras kepala aku tidak akan bisa menang

berdebat dengannya, padahal aku ingin ke tempat foto copy entah apa yang akan terjadi dengan diriku dua jam kedepan

    Kami sampai di rumah Arsan, tidak ada siapa-siapa dirumah, dia menarik tanganku untuk duduk di pangkuannya, aku berusaha meronta, namun tenagaku tidak ada apa-apanya dibanding laki-laki yang menguasai tiga jenis ilmu bela diri ini, dia mengunciku dalam pelukannya

Drrr,,drrr,,

    Ponselku bergetar, ada pesan masuk, aku segera membukanya, aku belum sempat membaca pesan itu, tapi Arsan sudah merebutnya dariku

“Arsan balikin” ujarku berusaha merebut ponselku

    Dia malah bermain-main denganku, aku masih berusaha meloncat-loncat meraih ponselku, dia tersenyum “sayang aku lapar, kamu masak ya”

“what, Arsan akukan udah rapi mau kuliah, nanti bau keringat lagi kalau masak”

    Dia masih tersenyum ke arahku, “aduh manusia yang satu ini tidak tau diri, orang mau kuliah malah disuruh masak” umpatku dalam hati

“nih,,” Arsan menunjukkan pesan yang baru masuk tadi di ponselku, “kuliah di undur jadi jam 11.00”

    Nah sekarang kamu enggak ada alasan lagikan, kuliahnya di undur jadi jam 11.00 sekarang baru jam 09.00 dan

untuk baju kamu bisa ganti pake baju aku buat masak

“nggak mau, baju kamu kebesaran” celetukku kesal

“makanya jangan terlalu kecil Ra” ejek Arsan

“tu kan udah maksa, ngejek lagi” aku benar-benar kesal

“iya, iya, maaf, jangan ngambek dong, nanti cantiknya luntur, ini kamu ganti pake baju ini ya” Arsan menyerahkan bajunya

    Beberapa menit kemudian aku sudah mengganti baju yang kupakai dengan baju Arsan, aku segera keluar dari kamar, Arsan tertawa melihat penampilanku, baju yang sepinggang kalau di pake Arsan, jadi selutut di badanku

“masak yang enak ya nyonya koki” ujar Arsan sambil menahan tawa

 Aku hanya mendengus kesal, menuju dapur

“masak itu harus dengan perasaan bahagia dan penuh cinta sayang, biar masakannya enak” sahut Arsan

“biarin, kalau perlu aku tambahin racun sekalian” celetukku kesal

“jangan sayang, nanti kalau aku mati kamu jadi janda dong” tambah Arsan lagi

“aarrch, udahlah kamu diam, kalau enggak aku pulang ni” aku jadi semakin kesal, dan dia malah semakin menggodaku

“jangan-jangan, iya,,iya aku diam” sekarang memang tidak ada lagi suara dari Arsan, aku mengintip ke arahnya dia

sedang memainkan ponselnya

Aku membawa masakanku keluar dapur dan memberikannya pada Arsan, biar cepat aku hanya memasak nasi goreng,

“suapin” ucap Arsan manja

Aku mengernyit melihat tingkahnya, dengan terpaksa aku menuruti keinginannya, “dasar manja” gumamku dalam hati

    Dulu aku senang dia manja kepadaku, tetapi sekarang tingkahnya ini agak terasa menjijikkan

“nih terakhir” Arsan membuka mulutnya, aku sedang merawat bayi besar sekarang, Arsan membuka mulutnya

“habiis, anak pintar”  bukannya sadar dia seperti anak kecil, dia malah tersenyum padaku, layaknya anak balita yang berhasil menghabiskan makanannya

    ponselnya berbunyi, dia senyum-senyum saat menatap ke layar ponsel, aku curiga Jelita yang menghubunginya, aku padahal sudah menahan ponselnya agar dia tidak berhubungan dengan gadis lain, tapi ternyata dia punya ponsel cadangan, aku merasa sia-sia saja menahan ponselnya berhari-hari

“kenapa sih senyum-senyum” tanyaku ketus

“haa, enggak ada” dia menjawab pertanyaanku tampa memalingkan matanya dari layar ponsel dan tangannya masih asik mengetik

“kamu lagi chatingan sama siapa, kok senyum-senyum” tanyaku curiga

“enggak ada” Arsan berusaha menghindar saat aku ingin melihat apa yang ada di ponselnya

    Aku tetap ingin melihat siapa teman chatingnya, tapi Arsan tetap tidak membiarkanku melihatnya, aku kesal

sampai menangis

“kamu kenapa sayang, jangan  nangis dong?” ujar Arsan mengusap air mataku

“kamu lagi chatingan sama siapa

kenapa aku enggak boleh lihat?” aku bertanya sambil menangis

Aku tidak bisa menahan tangisku, dia masih memikirkan wanita lain saat aku ada di sampingnya

“aku enggak chatingan sama siapa-siapa kok” Arsan menyimpan ponselnya

“aku tau kamu pasti chatingan sama dia kan” tuduhku tampa bisa menahan tangis

“dia siapa?” tanya Arsan sambil tertawa

“Jelita” Arsan terdiam dan hanya tertawa kecil

“kamu kapan putus sama dia, aku mohon kamu putus aja sama dia” aku memohon

Arsan menarik tengkukku, dia memaksa ingin menciumku, aku berusaha mengelak dan mendorongnya

“kamu enggak mau kan kalau aku ngelakuin ini ke kamu, makanya kamu biarin aku pacaran sama dia, supaya aku

enggak nakal sama kamu”

“enggak aku enggak mau, tolonglah kamu putus sama dia, enggak usah berhubungan sama dia lagi” tangisku makin menjadi-jadi, aku benar-benar tidak ingin Arsan berhubungan dengan Jelita

“iya iya” jawaban Arsan kurang menyakinkan, tapi aku tidak bisa memaksanya

    Aku mengusap air matiku, aku mengeluarkan ponselnya yang ku tahan beberapa hari yang lalu dan mengembalikan kepadanya

“udah enggak butuh lagi?” tanya Arsan mengambil ponselnya

Aku menggelengkan kepalaku, aku melihat kecermin mataku sembab

    Sekarang jam 10.45, aku bergegas mengganti baju, lima belas menit lagi kelas dengan pak Rahmat dimulai, air

mataku lagi-lagi menetes, rasanya aku tidak ingin kuliah hari ini, tapi kalau absenku kurang nilaiku akan jelek nantinya

    Aku mengambil kunci motorku dan segera melajukan sekencang mungkin, aku baru ingat aku belum mengcopy buku sumber belajar, tidak akan sempat jika aku ke foto copy sekarang, aku pasrah jika nantinya aku akan di

keluarkan dari kelas

    aku sampai di kampus, kulihat pak Rahmat sedang mengobrol dengan bu Frida dosen Gelombang & Optik di lorong menuju kelasku, “terima kasih bu, gara-gara ibu aku bisa tiba dikelas lebih dulu dari pak Rahmat” gumamku dalam hati

aku segera berlari menuju kelas, aku mengambil tempat paling belakang sebelah Aina

“kamu kenapa Ra?” tanya Aina

Aku menggelengkan kepala, “aku lupa mengcopy sumber belajar” bisikku pada Aina, nafasku terengah-engah, karena berlari dari perkiran hingga ke lantai 2 ini

“aduh Ra, kok bisa, sini deh kamu berdua sama aku aja” Aina mendekatkan kursinya padaku

    Pak Rahmat pun masuk kelas, dan langsung memulai pembejaran, tidak seperti biasanya dia memeriksa sumber

belajar dulu baru memulai pembelajaran, mungkin karena waktunya terbuang karena mengobrol dengan bu Frida

“oh bu, lagi-lagi ibu menyelamatkanku, aku janji aku pasti akan memperhatikan pembelajaran dengan baik di kelas ibu” bisikku dalam hati

1
4N4Q$0L3h4😉
cewenya bego.. cowonya sakit jiwa.. aneh
Mawar berduri
kisah yg indah wlo hrs menguras airmata. benar kdg kita hrs bertemu dgn org salah dulu br dipertemukan dgn org yg benar. Jodoh takkan salah takkan tertukar, wlo kdg kita hrs melewati dgn luka & airmata. trima othor ats karyanya.
Nurlaila Ginting
datar
Setiyo Alyanink Nink Ari
wahahahs....gua mrasa bego banget baca koq smpe sjauh ini....critanya gk greget N mbulet...eehh maap ....
Kasmawati S. Smaroni
kenapa si arsan ga jual aja si ara,biar ara bangun dari kebodohannya
Kasmawati S. Smaroni
bukan arsan yg kena gangguan jiwa tapi si ara yg terganggu jiwanya,
Kasmawati S. Smaroni
emang segitunya ya si ara,gimana mau move on kalo semua keluarganya si arsan terlibat ama si ara,aranya jg kayak ga pumya hati egois pula.
Kasmawati S. Smaroni
kalo cewek macam latira emang baiknya di banting dan di lecehkan biar otaknya goyang dan sadar akan di sekelilingnya
Kasmawati S. Smaroni
si arsan ma ga salah,yg salah itu si ara yg ga punya sikap,
Kasmawati S. Smaroni
kasian perannya si ara,terlalu bucin akhirnya jadinya bodoh
Kasmawati S. Smaroni
kalo kayak ara mah,gampang banget di mainin perasaannya,
Pipin Davian
Aq justru pacaran nilai IPK ku nae trs smpe wisuda mantan pacar yg jd suami selalu mensupport
Gue Kangen🥰
laki lo kaga bisa diboong...Lu tau juga dia pakar bidang apa...😏😏
Damaris Pindan
cwek ganjen... o'on kok dipiara..
Deby Anggraeny
arsan terlalu celap celup sana sini sih....SDH dpt karma nya🙄
Anjar Real
mulai baca
Asmini Jabir
ah seperti author sendiri yg mengalami kenapa ceritax menye menye
Len Suarni
hadeeeeeh....beginilah klu goblok dan bego dipelihara bersamaan ....🤦🤦
Ananda Fera
masa cewenya ga bisa move on si kan katanya pinter jurusan fisika ko oon si buncin abisss lebayyu mf ya thor bikin cewenya keren ke ms lemah banget si ah
Sri Ambarwati
ini bener² kisah nyata ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!