Sequel of novel ^Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan^
Hwan Sang-Kyu Dzaka Zuumar, singkat saja panggilannya Dzaka, Pria muda berusia 22 tahun yang berprofesi sebagai Model dan Anggota Boyband K-pop yang tengah digandrungi seluruh remaja dunia.
Dzaka dikenal sebagai seorang Casanova, pria yang senang menjahili dan menggoda wanita baperan dengan mulut manisnya. namun belum pernah menyentuh tubuh wanita sedikitpun. sangat terdengar aneh bukan? tapi begitulah nyatanya.
Dibalik itu semua, Dzaka sangat berpegang teguh pada agama yang dianutnya. bahkan ia rela meninggalkan pekerjaannya demi menjalankan rukun islam kedua.
Hingga suatu hari, tiba-tiba Dzaka menjadi seorang Single Daddy untuk Putrinya dari wanita yang tak bertanggung jawab.
Bagaimana bisa? apa yang terjadi? penasaran kan? yuk kepoin 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Curhatan pilu
🌴🌴
"Ck! memasang seatbelt mu, Nona" jawab Dzaka, Ia harus kuat mental menghadapi wanita ini.
"Oh" mulutnya membulat seperti huruf O.
"Sudah" ucap Dzaka, ia kembali memasang seatbeltnya lalu bersiap-siap untuk melajukan mobil itu.
"Oya Tuan, nama kamu siapa?" tanya Larasati
Dzaka mengerutkan dahinya, bagaimana bisa wanita ini tidak mengenali rupanya? secara dia adalah anggota CNBoys yang dikenal seluruh remaja dunia sejagat ini. apalagi di Indonesia, pasti seluruh wanita sangat mengetahui boyband CNBoys.
"Kamu gak kenal saya?" tanya Dzaka
"Haha, kenal darimananya, Tuan? kita baru ketemu tadi" tukasnya, yang memang benar seperti itu.
Dzaka menelan ludahnya, lagi-lagi dia harus menghadapi wanita polos ini.
"Saya Dzaka, anggota CNBoys yang terkenal diseluruh belahan Dunia, termasuk Indonesia" imbuh Dzaka, menekankan kata CNBoys
"CNBoys? apaan itu?" tanyanya polos
"Hah? kamu gak tau lagi? kamu gak pernah nonton tv yaa?" Dzaka terpelongo
Wanita itu menggeleng cepat, menunjukkan wajah bingungnya.
"Enggak. di kampung gak ada tv, listrik mah dibagi-bagi sama tetangga. saya di kampung selalu menghabiskan waktu untuk bekerja di Sawah, belajar sama anak-anak disana di Pondok. kebetulan ada pemudi yang lulusan ilmu sastra, jadi dia selalu mengajarkan kami bahasa Inggris" jelasnya panjang kali lebar.
Dzaka tertegun, lagi-lagi terkesima dibuatnya.
"Pantasan saja" gumam Dzaka
"Ya begitulah. sampai ada teman, dia anaknya Pak RT, dia pintar, sarjana juga, sampai nawarin saya jadi TKW disini. biaya pesawat dia yang nanggung sampai saya harus ke alamat itu sendiri. eh, ternyata gak ada yang butuh pembantu. dia bohong!! lihat aja nanti kalau aku pulang!" geramnya, mengepalkan tangan lalu menonjok-nonjok travel bag miliknya.
Dzaka mendengarkannya dengan seksama, ada rasa iba melihat gadis lugu ini. Ke negeri orang seorang diri tanpa ditemani, di tipu pula sama temannya. Sungguh malang.
"Sampai segitunya dia"
"Padahal dia teman baikku, Tuan. makanya aku percaya"
"Terkadang teman tidak bisa dipercaya sepenuhnya. ada teman yang tulus, ada pula teman yang berkhianat." ujar Dzaka
"Hmm, anda benar. awak demi kawan, kawan demi-kian. Ck! saya baru menyadari kata itu" ucapnya terkekeh, menatap jalanan di luar jendela
"Kata-kata apa itu? saya baru dengar?" Dzaka heran
"Itu kata-kata gaul anak Indonesia, Tuan" jawabnya terkekeh, sungguh lucu pria ini.
"Oh gitu"
"Oya Tuan, kita mau kemana?" tanyanya, setelah kembali sadar
"Temani aku photoshoot dulu yaa, ada kerjaan penting. sebentar aja"
"Oh, gak apa, Tuan. gak masalah. asalkan anda tidak berbuat jahat pada saya"
"Ck! saya tidak seperti itu"
Wanita itu pun mengangguk paham. walaupun diam menurut, namun ia harus waspada akan orang asing yang berbuat baik padanya. Menjaga diri di Negeri orang harus nomor satu! sesuai nasihat kedua orang tuanya yang ia tinggalkan.
"Kita ke Supermarket dulu ya" ajak Dzaka, menghentikan mobilnya di depan Supermarket.
"Oh, baik"
"Mau ikut?" ajak Dzaka
"Enggak, disini aja, Tuan" tolaknya
"Baiklah"
Dzaka pun pergi meninggalkan gadis itu, berjalan dengan langkah yang gagah lalu memasuki Supermarket tersebut.
Larasati menunggu, pandangannya tetap tertuju pada pintu Supermarket yang tertutup itu. Hingga ia tersentak kaget saat Dzaka baru saja keluar dengan membawa satu kresek yang isinya tampak penuh.
"Lama menunggu?" tanya Dzaka yang baru memasuki mobil
"Enggak" jawabnya sambil mengulum senyum manisnya
"Ini ada minuman dan cemilan untuk kamu, dipastikan halal kok" Dzaka menyodorkan sekantung kresek itu padanya. Namun Larasati malah menolak dengan kedua tangannya.
"Tidak perlu, Tuan"
Dzaka memutar bola matanya, sebal.
"Ayolah, saya membelikannya untukmu. biar ada temanmu untuk nunggu saya. lagian juga pasti haus berjalan kaki diteriknya panas ini" Dzaka terus memaksa.
"Baiklah, terima kasih Tuan" Ia menyambut kantung itu
"Jangan sungkan"
Dzaka kembaku menyetir mobilnya. sesekali melirik gadis itu yang tengah membuka penutup air mineral. lalu meneguknya hingga tersisa setengah botol.
"Dasar! haus gitu tapi nolak" batin Dzaka
Tak berapa lama, akhirnya mobil yang membawa dua orang itu telah tiba di lokasi photoshoot.
Dzaka memarkirkan mobilnya di tempat semestinya. lalu Dzaka segera turun dan mengitari mobil dan membuka pintu bagian Larasati.
"Terimakasih, Tuan"
🌴🌴
Giliran anggota baru aja ide ngalir deras. entah kalau besok 😂😂
Ayo kasih aku poin yaaa .. di bunga boleh, vote pun boleh 😘
ngga skrg 😂🤣🤣🤣