Aqila dan Arga adalah sepasang suami istri yang terpaksa menikah. Ini adalah keinginan dari Sherly sahabat dan juga calon istri dari Arga.
"Kumohon ini adalah permintaan terakhirku." Kata kata itu yang membuat mereka bersatu. Meskipun awalnya mereka terpaksa untuk menikah. namun lama kelamaan meraka merasa nyaman satu sama lain.
Apakah mereka akan selalu bahagia? Bagaimana jika Sherly kembali? Siapa yang akan di pilih Arga pada akhirnya?
Yuk simak cerita selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhila dila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 32
Hari ini Arga menemani Aqila memeriksakan kandungan anaknya. mereka kompak tidak ingin tau jenis kelmin dari sang buah hati. mereka hanya menanyakan apakah bayinya baik baik saja. dan dokter yang mengerti pun hanya menjelaskan perihal kesehatan bayinya kepada mereka.
"Sekarang udah masuk 7 bulan sayang. mau beli kebutuhan baby? Biar aku antar."
"Boleh. ayo kita mencari kebutuhan baby." Jawab Aqila dengan semangat.
Mereka menuju salah satu mall di kotanya. Aqila memasuki mall dengan hati yang gembira. Namun di sudut mall ada sepasang mata yang memerhatikan mereka. ia terus mengikuti kemana Aqila dan Arga pergi.
"Mas makan dulu yuk mas. aku laper. Entah kenapa semenjak hamil aku bawaan nya laper terus." Ucap Aqila sambil terkekeh.
Arga hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Arga melingkarkan tangannya ke pinggang Aqila. Saat mereka tiba di salah satu restoran di mall tersebut. Aqila langsung memesan makanan ia langsung memesan 4 jenis makanan yang berbeda. Tak lama pesanan mereka datang. Aqila senang melihat makanannya sudah terhidang di meja mereka.
"Banyak banget sayang. ini bakalan habis memangnya?"
"Iya dong. Aku laper banget mas. Ga apa apa kan?"
"Ga apa apa sayang. makanan cuma segini gak akan bikin aku bangkrut kok."
"Tau deh yang kaya."
Arga hanya tersenyum mendengar penuturan istrinya. Melihat istrinya yang memakan makanan dengan lahap membuat Arga geleng geleng kepala.
"Pelan pelan sayang. nanti kamu tersedak."
Aqila hanya tersenyum dengan mulut yang masih mengunyah. Setelah makan mereka memasuki toko peralatan bayi. Aqila sangat antusias memilih baju dan keperluan lainnya.
"Sayang ini bagus deh." ucap Arga sambil menunjukkan 2 jenis baju. yang 1 pakaian untuk bayi laki laki dan 1 nya pakaian untuk bayi perempuan.
"Jangan beli yang gitu dulu mas. mending kita nyari yang buat new born dulu. kita kan belum tau baby kita laki laki atau perempuan."Ucap Aqila menjelaskan.
"Beli aja dulu sayang. Soalnya aku suka."
"Nanti kalau salah satunya gak kepake kan sayang masa di simpen gitu aja."
"Baiklah aku mengalah. Wanita memang selalu benar." Ucap Arga sambil menyimpan kembali baju ia bawa. Sedangkan Aqila hanya terkekeh mendengar penuturan suaminya.
Tiba tiba ada seseorang yang menghampiri Arga dan langsung bergelayut manja di lengan Arga. Arga langsung menepis tangan tersebut. Sedangkan Aqila hanya memerhatikan dari jarak yang cukup jauh. Aqila mendekat ia ingin tahu siapa wanita yang berani menyentuh suaminya.
"Sherly?" Ucap Aqila saat ia sudah mendekat ke arah suaminya.
Arga langsung menepis tangan Sherly. Sedangkan Sherly hanya mendengus kesal.
"Udah selesai sayang belanjanya? Kalo udah ayo kita pulang. biar aku bayar dulu ya. nanti barangnya biar kita minta di kirim ke rumah saja." Arga mengahampiri Aqila dan meninggalkan Sherly.
"Tapi mas.."
"Udah ayo. aku gak mau ya kamu kelelahan."
Sherly yang geram memutar otaknya. ia merasa telah di hianati oleh calon suami dan sahabatnya. Sherly masih belum mengingat bahwa ia yang meminta Arga menikah dengan Aqila.
"Sayang? Mas? Ada apa ini? Bukannya kita sepakat akan menikah? kenapa kamu malah menikah dengan sahabat aku mas? Kalian menghianatiku?" Teriak Sherly saat Aqila dan Arga berjalan menuju kasir.
Melihat Aqila dan Arga semakin menjauh dan tidak menghiraukan perkataannya ia lantas bergegas mendekati Aqila. ia menjambak rambut Aqila dan menarik Aqila agar berhenti.
"Sher.. kamu apa apaan sih? Sakit sher."Ucap Aqila sambil memegang tangan Sherly yang menjambaknya.
"Kamu yang apa apaan? Kamu merebut calon suamiku selama aku pergi untuk perawatan. Atau ini rencana kamu saat tau aku akan menikahi seorang pengusaha muda?" Sarkas Sherly sambil berteriak.
Mereka sekarang sudah menjadi tontonan banyak orang. banyak yang mengasihani Sherly sedangkan mereka tidak tahu bagaimana asal muasal pernikahan mereka. Arga langsung mendekati Aqila yang sudah mulai menangis karena jambakan dari Sherly. Arga menghempaskan tangan Sherly yang menjambak Aqila.
"Kamu apa apaan Sher? Di sini ga ada yang namanya penghianatan. Kamu sendiri yang minta kita berdua menikah. Aku udah sering jelasin ke kamu. aku udah menikah dan sekarang aku bahagia bersama istriku Aqila. Tapi kamu gak pernah mau mengingat ingatan kamu yang hilang." Ujar Arga sambil memeluk Aqila dan mengusap bagian kepala yang di jambak oleh Sherly.
"Kamu lebih memilih wanita pelakor ini dari pada calon istrimu sendiri?" Ucap Sherly.
"Aku pasti membela Aqila yang statusnya istriku yang sah dimata hukum maupun di mata agama."
"Kamu tega mas. aku berjuang untuk sehat di luar sana. aku kira kamu bakalan nunggu aku. tapi ternyata kalian ada main di belakang aku." Ujar Sherly. " Dasar perempuan jalang. kamu jangan jadi wanita murahan Qila. Masih banyak pria lain di luaran sana. kenapa kamu memilih Arga? Dia itu calon suamiku." Lanjutnya sambil menunjuk nunjuk Aqila.
"Jaga ucapan kamu Sher" Ucap Arga sambil berbalik menuju arah kasir. "Jangan sampai video yang kalian rekam tersebar ke internet. Jika sampai kalian menyebarkannya, Kalian akan tau balasan dari saya."Ucap Arga terhadap pengunjung yang sedang merekam kejadian tersebut.
Arga lantas membayar belanjaan mereka dan menuliskan alamat rumahnya agar barang belanjaan mereka di antar. karena mereka membeli box bayi juga. Arga hanya menarik Aqila untuk segera keluar dari toko dan menuju mobil mereka.
"Mas.. gimana kalau Sherly drop disana mas?" Ujar Aqila khawatir.
"Banyak orang sayang disana. Biarin aja. Kamu gak usah pikirin ucapan Sherly ya sayang. Maaf aku gak bisa jaga kamu dengan baik."
Aqila hanya menundukkan kepalanya sambil terisak. kepalanya terasa berdenyut karena Sherly tadi menjambak nya dengan sangat kencang. hingga membuat rambut Aqila ikut tertarik oleh tangan Sherly.
Sesampainya di rumah Aqila langsung membersihkan dirinya lalu berbaring di ranjang empuknya. Arga juga membersihkan dirinya setelah Aqila. dan ikut merebahkan dirinya di samping istrinya.
"Jangan di mikirin apa apa sayang. udah sekarang kamu tidur. ini udah malam loh."
"Aku belum ngantuk mas. aku cuma mau rebahan dulu aja. belum malem kok. ini baru juga jam 9 mas."
"Ini masih sakit?"Tanya Arga sambil mengelus kepala Aqila yang di jambak oleh Sherly.
"Udah gak terlalu mas. cuma sedikit pusing aja."
"Maaf sayang. aku padahal udah sering jelasin ke dia kalo aku sama dia gak mungkin bersama. tapi dia tetap melakukan hal seperti ini." Arga menarik Aqila ke dalam pelukannya.
"Mas jika dia tetap mau menikah sama mas apa yang akan mas lakukan? Apa mas akan meninggalkanku?"
"Jangan bicara yang aneh aneh sayang. sekarang aku hanya cinta dan sayang sama kamu."
"Tapi kok aku ngerasa kita gak akan bersama mas. aku ngerasa kalo mas bakalan balikan sama Sherly dan membuang aku."
"Kamu gak boleh punya pemikiran kayak gitu sayang. Aku gak akan pernah melepaskan kamu. meskipun kamu lari aku akan mencari kamu. kamu gak boleh meragukan hubungan kita sayang. Daripada kamu mikir yang enggak enggak. mending kamu tidur. ingat kata dokter. kamu gak boleh terlalu banyak pikiran sayang."
Aqila hanya menganggukkan kepala. Mereka tertidur dengan posisi saling berpelukan sampai pagi datang.
cuman kurang greget ceritany,tp tetap semangat ya thor,dan semoga banyak yg baca ceritamu 😊😊😊
pahit ditengah
ending yg maies