Ini adalah kisah seorang pengusaha sukses yang bernama Aryan Bram Wijaya, yang menyamar sebagai pelayan Restoran untuk mengejar cinta seorang wanita cantik.
Karena ia ingin mencari wanita yang benar benar tulus mencintainya, bukan cinta dengan hartanya saja.
Sampai pada akhirnya ia bertemu dengan wanita karir yang cantik yang bernama Calista Mahendra, mereka sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama.
Wanita itu sangat mencintai Aryan tanpa memandang statusnya yang hanya sebagai pelayan.
Tapi disisi lain Louis Mahendra ayah Calista sangat tidak menyukai pelayan tersebut, dia tidak mau kalau anaknya hidup susah dengan lelaki yang tidak tepat.
Akankah cinta mereka berakhir bahagia? ikuti terus ceritanya ya.
mohon dukungannya semua.🙏🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Pagi pun tiba mentari telah menampakkan cahayanya dari ufuk timur, orang orang mulai sibuk dengan aktivitasnya masing masing.
Pagi ini Jenita sudah sampai di mall bersama adiknya, ia sedang memarkirkan motornya. dan saat bersamaan Jery juga sudah tiba disana, dan memarkirkan motornya disebelah motor Jenita.
Jeri mematikan motornya, dan melepaskan helm kemudian mengusap rambutnya kebelakang dan mengedipkan mata pada ririn. "Hayy Rin kok tumben berangkat pagi".
Ririn mengernyitkan keningnya melihat jery seperti itu. "Hehehe iya kak hari ini kuliahku libur".
"Wahh wahh, motor kamu keren juga ya Jer". Sela Jenita.
"Iya dong".
"Tapi sayang orangnya kurang keren hhahha". tawa jenita memenuhi parkiran itu, kemudian ia langsung beranjak meninggalkan Ririn dan Jery. "Rin kakak jalan dulu".
"Kak tunggu aku!". Ririn mau mengejar kakaknya tapi Jery langsung meraih lengan Ririn.
"Ehh tunggu rin, udah sama aku aja lagian kita kan kerja di tempat yang sama".
"Hehehe iya kak tapi_".
Jeri menarik lengan Ririn dan beranjak menuju ke lift. "Hemm kalo aku bisa deketin ririn, aku bakal pamer sama tuan Thomas, liat aja dia kan memang jomblo akut hahhaa". gumam jery dalam hati.
***********
Kediaman Mahendra.
Calista sudah bersiap untuk berangkat kerja, dia sudah di halaman rumah, kemudian pak mahendra menghampiri Calista.
"Calista kamu gak bawa mobil sendiri?" tanya papah.
"Gak pah, katanya Aryan mau jemput aku".
"Ohh ya sudah lah papah berangkat dulu yah".
"Iya pah hati hati ya".
Supir pak Mahendra langsung membukakan pintu mobil belakang. "Silahkan tuan".
Mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah.
Dan saat itu juga mobil Aryan memasuki halaman rumah Calista, dia bersama thomas.
Thomas pun turun untuk membukakan pintu mobil belakang untuk Calista. "Silahkan nona tuan sudah di dalam".
Calista menatap tajam kepada thomas. "Ohhh jadi kamu ikut bersandiwara juga ya Thom".
"Hehehe saya hanya menjalankan perintah dari tuan".
"Heyy cepat masuk kalian sedang apa!?" seru Aryan dari dalam mobil.
Calista masuk dan duduk disamping Aryan. "Kamu gak bisa sabar?".
"Heheh tidak sayang aku hanya sudah rindu denganmu" ucap Aryan sambil membelai rambut Calista.
Thomas pun merasa canggung dengan suasana seperti itu, biasa lah jomblo akut gak kuat lihat orang pacaran.😂😂
"Thom ayo cepat jalan" ucap Aryan
"Baik tuan". Thomas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, meninggalkan halaman rumah.
Aryan terus memegangi tangan Calista dan mengelus ngelus punggung tangannya. "Sayang kemarin kan aku dan orang tuamu sudah membicarakan tentang hubungan kita, dan aku ingin cepat cepat untuk menikahimu".
Calista menyandarkan kepalanya di pundak Aryan. "Aryan, kau harus melamarku terlebih dahulu".
"Oke baiklah, kau mau pesta tunangan yang seperti apa?".
"Tidak usah mewah mewah Aryan, dan tidak usah mengundang orang banyak banyak, keluargaku dan keluargamu saja".
"Oke nanti akan aku siapkan semuanya".
*
*
*
Mereka pun telah sampai di parkiran mall, Thomas segera membukakan pintu untuk mereka.
"Silahkan tuan, nona".
"Terimakasih thom". ucap Calista.
Merekapun beranjak menuju ke lift.
Di dalam lift pun Calista dan Aryan masih bergandeng tangan, Calista juga menyandarkan kepalanya di dada Aryan.
Thomas menghela nafas dalam dalam. "Huhhh dasar kalo sudah di mabuk cinta, dunia serasa milik berdua, mereka bahkan tidak menganggapku ada disini!". Gumam Thomas dalam hati sedikit kesal.
Lift pun terbuka di lantai tujuan, mereka beranjak keluar.
"Thom kamu ke restoran dulu ya, aku akan mengantar Calista" ucap Aryan.
"Iya tuan". Thomas langsung beranjak meninggalkan mereka menuju ke restoran.
Aryan mengantarkan Calista ke butiknya, setelah sampai di depan butik. Jenita yang melihat mereka dari dalam langsung menghampiri mereka.
"Cieee, kayanya lagi bahagia banget" ucap Jenita menghampiri mereka.
"Calista aku ke Restoran dulu ya". Aryan melepaskan genggaman tangannya dari tangan Calista.
"Iya hati hati ya".
Aryan pun beranjak menuju ke restoran.
"Loh katanya kemarin papah kamu marah sama Aryan, dan papah kamu juga sempet nyuruh pengawal buat ngawasin kamu kan, kok ini kamu malah berangkat bareng sama Aryan". Tanya Jenita.
"Ceritanya panjang Jen". Calista langsung beranjak masuk ke dalam butik dan masuk ke ruangannya.
Janita pun mengikuti Calista dan ikut masuk ke ruangan nya. "Kenapa Lis cerita dong".
Calista duduk di sofa, Jenita juga ikut duduk di sampingnya.
Calista menceritakan semua pada Jenita apa yang terjadi, dia juga memberi tahu bahwa kemarin yang bersama orang tuanya adalah orang tua Aryan.
Jenita pun kaget dan ternganga. "What jadi selama ini Aryan itu bohong sama kamu!".
"Iya jen, awalnya aku juga kecewa banget sama dia, tapi rasa cinta aku ke dia lebih besar dari rasa kecewa aku".
"Aku sihh udah curiga dari awal kita ketemu sama Aryan, aku tuh gak percaya kalo dia itu pelayan" ucap Jenita.
"Hemm udah lah lupain aja, Aryan itu orang yang baik dan aku percaya sama dia, dia gak akan nyakitin aku".
"Oke deh aku ikut bahagia kalo kamu bahagia Lis, terus rencana kamu nikah kapan?"
"Gak langsung nikah lah jen, ya akan ada acara tunangan terlebih dahulu".
"Semoga lancar ya".
"Aamiinn, ya udah ayo kerja". Calista berdiri dari duduk nya kemudian beranjak menuju meja kerjanya.
Jenita juga beranjak keluar dan melanjutkan pekerjaannya.