ini adalah kisah seorang laki-laki yg mencintai seorang wanita sampai dia menua..namun banyak nya perbedaan membuat nya kehilangan sang gadis dan harus merelakan menjadi milik orang lain, namun takdir mempertemukan mereka kembali.apakah cinta mereka akan bersatu di usia yg sudah terbilang tak muda lg.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
berkunjung kembali
"selamat pagi pa..
"selamat pagi sayang, semangat amat hari ini..
"iya dong harus kata bu guru, biar nadin kaya ka alin bisa kuliah di kedokteran.
"aduh sayang virus bu guru mu benar-benar sudah menjalar ke pikiran mu, habis papa pulang kita ke dokter ya nanti kita periksa ya biar kamu apa-apa g bu guru lagi.
"ih..papa ga asyik ah..
"oh iya pah bu fani pandai masak loh, kemaren nadin aja makan banyak banget,
"trus....
"kl nanti perusahaan papa rapat atau ada kegiatan kantor pakai catering punya bu guru ya.
"tuh kan...wah...ini bener-bener g beres nie, kamu di jadiin alat sama dia nie buat promosiin dagangannya.
"ih..papa ini mah ide aku bukan permintaan bu fani, udah ah..nadin males makan bareng papa, nadin berangkat ya..
"hey sayang..minum dulu susu nya.
nadin pun pergi tanpa mempedulikan teriakan faris.
faris yg begitu penasaran dengan sosok fani, akhirnya berkunjung kembali ke sekolah tempat rouf.
"ko kamu jadi rajin banget sie ris berkunjung kesekolah ku?
"tuh murid mu nyebelin..
"siapa???
"nadin lah..
"eh..itu anak mu ya ris..
"iya sie, aku pusing tiap hari yg di bahas guru nya terus, aku mau ketemu dong dengan bu guru fani.
"iya bentar aku panggilin.
tak berapa lama pun rouf datang bersama dengan fani..
bu fani ini pak faris orang tua dari nadin, faris pun menoleh ke arah fani wajah nya langsung tersenyum melihat sosok fani"selamat pagi bu fani..
"pagi pak faris..
"senang bertemu dengan anda,
"apa saya bilang nadin mata mu salah nak, dia tak seperti yg kau gambarkan, tp biarkan lah dulu selama nadin bahagia bersama nya, tp jangan sampe tuh mama jodohin aku sama dia, hadeh bisa jd bahan tertawaan aku sama dika.
"pak faris ada apa ingin bertemu dengan saya?
"oh..tidak ada apa-apa bu, hanya ingin berterima kasih menyayangi putri saya.
"ooo..saya memang sayang pada semua siswa saya pak.
"baik lah bu fani, saya hanya ingin menyampaikan terimakasih saja kepada ibu..
"baik lah bila tak ada yg lain saya pamit ya pak faris.
fani pun meninggalkan ruangan itu dan rouf hanya bisa tetsenyum melihat reaksi dari faris, "udah puas pak faris..
"ya..ya...abis sumpah aku tuh penasaran banget kaya apa sie guru yg dipuja-puja nadin, ternyata di luar dugaan ku uf..
"andai kamu tau siapa fani yg dimaksud oleh anak mu, kamu bakal nyesel se nyesel nya ris, aku akan melihat mu nangis-nangis mengatakan fani yg macem-macem ke nadin.
"udah ah uf aku balik ya, terimakasih ya..
"iya sana balik ke kantor mu, mending kl kemari bawa makanan, malah kepo in guru putri mu sendiri.
"hahahha...abis aku tuh pusing uf, nadin ceritain fani tuh seperti malaikat yg lembut, baik tp pas aku lihat tiga ratus enam puluh derajat beda banget.
"kamu kan g tau bu fani orang nya kaya gimana ris ko bisa bilang kaya gitu, kl nanti kamu lihat yg sama yg dilihat putri mu bagaimana ris?
"ah..ga mungkin uf, td kan kamu lihat sendiri bu fani ketus, dan lihat lah wajah nya begitu seram, cantik sie, tp bedak nya tebel banget. aku heran si nadin bisa nempel banget sama dia.
"beneran g mau kenal sama bu fani ris?
"ga lah, level ku tinggi dalam memilih wanita uf, bisa ketawa si ayu melihat aku turun level dalam milih cewe..
"aku yakin kamu akan nyesel..
"ga lah...
"udah ah aku mau ke kantor dulu ya..
faris pun meninggalkan ruangan BK, dia pun melangkahkan kaki menuju ke arah luar namun saat akan menuju ke luar dia mencium wangi farfum yg biasa di pakai fani saat jaman kuliah, dia pun berhenti dan memandang wanita yg baru saja melewati diri nya. angan-angan tentang fani mulai terlintas dibenak nya, namun saat akan memanggil sang wanita, wanita itu pun sudah menghilang, faris pun termenung, terdiam tanpa suara masih tetap dengan lamunan nya.