Luna gadis remaja yang pintar dan ceria diusianya yang terbilang masih muda dia dihadapkan dengan kenyataan keluarga yang berantakan dan ayahnya sakit parah yang membutuhkan banyak uang untuk penyembuhannya, dia mengorbankan segalanya demi kesembuhan sang ayah, sampai merenggut masa depannya. dia bekerja keras demi bisa menghidupi keluarga dan merawat ayahnya seorang diri sampai pada akhirnya yang ia lakukan merubah hidupnya. keputusan yang ia ambil demi ayahnya mengakibatkan banyak hati yang terluka namun ia tetap berusaha tegar untuk melewati semuanya.
dia terpaksa menjual dirinya demi mendapatkan uang untuk biaya operasa ayahnya semua itu bisa terjadi atas bantuan dokter yang menangani ayahnya.
Namun sampai semua itu terjadi dia tak pernah tau siapa lelaki yang sudah membelinya yang pasti lelaki itu sangat tampan. luna berusaha melupakan yang terjadi malam itu dan memulai kehidupan baru tetapi masalalu itu kembali yah lelaki itu muncul dikehidupannya dan itu membuat tak nyaman hidup luna, kehidupan masalalu luna yang kelam benar benar tak ingin kembali dikehidupan nya yang baru, dia tak ingin jika orang lain tahu dan memgambil harta yang berharga yang selama ini dia rahasiakan dari semua orang dia tak ingin kehilangan harta yang ia miliki untuk kedua kalinya. apakah rahasia dan harta yang ia sembunyikan itu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Jubaidah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dilan Dan Milea
Setelah Lala merasa sudah tenang akhirnya memuruskan untuk segera pulang mereka berjalan kaki untuk sampai ke mobil Billy yang tak jauh dari tempat mereka.
"Ayo kesini" Billy membungkukan badannya didepan Lala"
"Mau ngapain ?"
"Ayo naik aku akan gendong kamu"
"Gak kamu modus kamu pengen aku nempel nempel kan sama kamu"
Billy langsung melepas sepatu Lala tanoa berkata kata.
"Apaan itu sepatu aku mau kamu apain"
"Kamu pake hak tinggi aku gak mau kaki kamu lecet" Billy langsung menggendong Lala dipunggungnya.
Tanpa melawan akhirnya Lala naik kegendongan Billy, Tangan Lala membawa sepatu yang tadi Ia kenakan.
"Bil"
"Hmmm,,,," Billy terus menggendong Lala sambil berjalan.
"Aku berat yah ?" Tanya Lala dia merasa tidak enak pada Billy, walaupun badan Billy terlihat kekar dan Atletis tapi dia tidak mau Billy kecapean karna menggendongnya.
"Gak, yang berat itu rindu" Jawab Billy dengan lembut.
"Jangan rindu, rindu itu berat" Sambung Lala.
"Rindu itu berat, biar aku saja Milea" Ucap Billy membalas Lala.
"Kamu takan sanggup" Ucap Billy menyambung omongannya.
Mereka terus saling bercakap cakap saling membalas seolah olah mereka Dilan dan Milea.
"Dilan" Ucap Lala.
"Iya Milea" Balas Billy
"Milea Laper"
"Sama Dilan juga laper" Balas Adit.
"Makan dulu yah Milea beneran laper"
"Milea mau makan apa ?"
"Milea mau makan Sate yang disana keliatannya enak" Ucap Lala tangannya menunjuk kearah mamang sate.
"Siap, Milea pegangan yang erat Dilan ngebut bawa motornya"
Ngeeng Ngeeeng Ngeeenggg.
Billy berlagak seperti sedang mengendarai motor ia sedikit berlari seolah olah sedang mengendari motor seperti Dilan.
Mereka tertawa lepas Billy membuat Lala tidak berhenti tertawa kebahagiaan terlihat jelas diwajah mereka tawa tulus yang terpancar dari keduanya.
Billy sedikit berlari dengan terus menggendong Lala Ia berjalan kearah samping kana dan kiri berbelak belok, Lala merentangkan kedua tangannya seperti sedang mengepakan sayapnya.
"Sudah sampai milea silakan turun" Lala turun dari gendongan Billy.
"Terimakasih Dilan"
"Bang Satenya dua porsi yah" Ucap Billy pada bapak pedagang sate.
"Baik, bumbunya dan sambalnya mau dipisah apa dicampur ?" Tanya penjual.
"Dicampur ajah kasian kalau dipisah nanti mereka sedih" ucap Billy yang membuat mereka tersenyum.
Mereka duduk berdampingan menunggu pesanan datang. Tak butuh waktu lama dengan cepat Sate sudah siap disantap.
"Hummmm Yummiii,,,," Lala mencium aroma sate.
"Aaa buka mulutnya" Billy menyodorkan sate dan menyuapi Lala.
"Gimana enak kan Milea ?" Tanya Billy.
"Enak" jawab Lala ia terus mengunyah satenya yang sudah memenuhi mulutnya.
"Dilan juga makan dong, Aaa buka mulutnya" Lala menyodorkan sate ke mulut Billy.
"Dilan makan sendiri ajah, Dilan gak biasa makan langsung pake tusuknya" Ucap Billy.
"Ah Milea tau Dilan takut rontok yah Peletnya" Jawab Lala terkekeuh meledek Billy.
"Dilan gak pake Pelet juga semua cewe udah kelepek kelepek sekali kedip 10 cewe langsung nempel" Billy mengedipkan matanya ke Lala.
"Bilang aja takut rontok Peletnya" Ledek Lala.
"Siapa yang takut, Dilan cuman takut ketusuk mulut Dilan ini perawatannya mahal" sambil terus memegangi mulutnya.
"Kalau gak takut buktiin dong niih makan" Lala terus menyodorkan sate kemulut Billy.
"Bibir Dilan terlalu seksi Dilan takut kalau ketusuk nanti gak bisa cium Milea, nanti Milea sedih" kekeuh Billy.
"Ahh bilang aja takut Milea gak bakalan sedih kok"
"Ya udah sini, Aaaaaa" Mulut Billy terbuka lebar. Lala segera memasukan sate kemulut Billy.
"Gimana enak, Peletnya gak rontok kan ?" Tanya Lala meledek.
"Ketampanan Dilan ini murni dari lahir jadi udah permanen gak bakalan rontok cuman gara gara sate doang" Sambil terus melahap satenya.
"Sombong tampan dari mananya biasa aja" Ucap Lala dengan nada meledek.
Billy tersenyum mendengar ucapan Lala.
"Tapi kamu suka kan" Ucap Billy sambil mengedipkan matanya.
"Nggak" Jawab Lala singkat
"Iya suka kamu emang tampan sangat tampan, aku suka sangat suka" Ucap Lala dalam Batinnya.
"Kenapa senyum senyum begitu ?" Tanya Billy yang melihat Lala senyum senyum.
"Pengen aja senyum dari pada nangis" Jawab Lala singkat.
"Lagi mikirin muka aku yang tampan dan mempesona ini yah" Ledek Billy.
"Idiih kepedean"
"Kalau kamu suka pandang aja sampe puas, pegang juga boleh di elus juga boleh" Billy menyodorkan wajahnya mendekat ke Lala.
"Apaan sih gak mau takut nanti kena Virus"
"Iya, kena Virus cinta wajah Billy ini penuh dengan Virus cinta" Ucap Billy dengan sedikit menyombong.
"Weeekkkkk,,, Kepedean" Lala menjulurkan lidahnya meledek Billy.
"Weeekkk,,, Biarin aja" Billypun membalas hal yang sama.
"Billy kalau kamu tau sebenernya aku pengen banget pegang pipi kamu, hidung kamu, mata kamu, aku pengen banget pegang wajah kamu" Ucap Lala dalam batinnya.
"Romantisnya, kalian penganten baru yah" Tanya mamamg sate sambil memberikan tisu.
"Iya pak kita baru aja Nikah" Jawab Billy.
"Muka kalian keliatan mirip katanya Jodoh" Ucap Mamang Sate sambil berlalu pergi.
"Masa sih muka kita mirip" Billy melirik kearah Lala.
"Maybe"
Lala mengacungkan kedua pundak dan tangannya.
"Gimana udah kenyang Milea" Tanya Billy yang melihat Lala sudah menghabiskan semua satenya.
"Kenyang banget ampe perut aku gendut" Lala mengelus perutnya.
"Kamu tau Milea" Billy memegang kepala Lala.
"Nggak" Lala menggelengkan kepalanya.
"Dilan sebenernya gak pernah makan ditempat seperti ini, tapi demi Milea Dilan rela makan dimana saja asal disamping Dilam ada Milea"
Lala tertegun mendengar ucapan Billy pantas wajar saja dia kan selalu makan di restauran mewah pastinya.
Lala hanya tersenyum wajah mereka kininsaling berpandangan cukup dekat.
CUP.
Billy mencium kening Lala. Lala hanya diam membiarkan Billy melakukan itu, kecupan Billy membuatnya tenang.
"Pulang yuk udah malem" Billy mengajak Lala pulang.
"Ayo" Jawab Lala
Mereka segera pulang Billy mengantarkan Lala kerumahnya.
"Udah sampe makasih yah" Ucap Lala.
"Makasih doang gak ada yang lain" Jawab Billy
"Apalagi" tanya Lala.
"Ini" Billy memegang bibirnya.
Lala sudah tau maksudnya kalau Billy ingin Lala menciumnya.
Lala menutup tangan Billy.
CUP
Bibir Lala menempel kebibir Billy dengan cepat.
"Makasih" Ucap Billy.
Muka Lala memerah Ia sangat malu ini pertama kalinya ia mencium seorang pria. Walaupun memang dia sudha berciuman beberapa kali dwngan Billy tapi kali ini Lala yang mencium Billy sebenarnya Lala geli dengan sikapnya kali ini.
CUP
sekali lagi Bibir lala mendarat dengan cepat di pipi Billy dan Ia segera keluar dari mobil.
"Makasih" ucap Lala dengan menahan rasa malu.
Billy tersenyum melihat tingkah Lala.
Setelah Lala turun Billy dengan cepat menjalankan Mobilnya.
"Aduh aku ini kok kaya gini keliatan agresif banget kan didepan Billy" Lala terus berbicara sendiri sambil berjalan masuk kerumah.
"Nanti Billy mikir aku cewe murahan" Lala terus saja bicara sendiri.
"Gak Billy bukan orang seperti itu buktinya setelah kejadian itu Billy malah berusaha dekat sama aku walaupun menyebalkan" Guman Lala.
Lala masuk kerumah hatinya merasa bahagia, Ia melupan rasa sakit yang diberikan oleh Bapaknya Adam, Billy mampuh mengobati rasa sakit itu.