NovelToon NovelToon
Queen Mafia

Queen Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:359.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: TyaRara

Menjadi leader mafia bukanlah keinginan Syeira Azka Falensia.Dia hanya merasa kesepian hingga akhirnya memutuskan untuk membuat organisasi mafia.Organisasi mafia yang berkembang hingga menjadi Mafia nomor satu.Mafia yang paling ditakuti.

Hidupnya penuh dengan tekanan.Dituduh sebagai pembunuh,kehilangan orang yang dia sayangi,dan dijauhi oleh keluarganya.Semua itu terjadi dalam satu waktu dan mengakibatkan hidupnya terasa hitam putih,tak berwarna.

Hingga datanglah Devan yang dengan senang hati memberikan warna baru dalam kehidupan Syeira.Namun itu hanya sementara,hingga Syeira mengetahui sebuah rahasia yang Devan sembunyikan.

Rahasia?

⚠ Jangan baca kalau gak suka!
⚠ Jangan berkomentar buruk!.Authornya baperan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TyaRara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps.32

Malam ini Syeira tampak rapi dengan balutan baju hitam polos berlengan panjang dan rok putih sebatas lutut.Rambutnya dibiarkan tergerai dengan riasan tipis.Mata indahnya menatap pantulan dirinya di kaca besar.Penampilan yang menurutnya asing.Sejak dulu dia memang tidak pernah menggunakan pakaian seperti ini,karena menurutnya ribet dan terkesan aneh.

Awalannya dia ingin menggunakan pakaian serba hitamnya,namun paksaan Fasya dan Tasya membuatnya harus memakai pakaian yang dipilihkan Fasya.Ya,Fasya dan Tasya memang ikut menemui Inez yang notabenya adik dari ayah Fasya dan Tasya.

Syeira melihat jam tangan yang bertengger manis di tangan kirinya,jarum jam itu menunjukkan pukul setengah tujuh.Diapun

lantas mengambil tas sling bag-nya berwarna putih yang hanya terisi handphone.Kaki jenjangnya melangkah menuju pintu kamar.

Dia bernapas lega saat keluarganya belum berkumpul di ruang tamu.

Menuruni tangga dengan cepat dan langsung menuju bagasi mobil.Mengeluarkan mobilnya dari bagasi dan berlalu meninggalkan kediaman keluarganya

***

Syeira memarkirkan mobilnya di parkiran restauran yang lumayan mewah.Tangannya membuka pintu mobil begitu juga dengan Fasya dan Tasya.Ketigannya berjalan beriringan memasuki restauran.

"Dengan Nona Syeira?" Tanya seseorang berjas hitam.Syeira mengangguk singkat,orang itupun lantas membuka pintu ruangan VIP dengan lebar agar Syeira dan kedua temannya bisa masuk.

"Maaf membuat Anda menunggu lama" Ujar Syeira setelah duduk di depan Inez yang tampak sibuk dengan ponselnya.Inez mendongak, dan betapa terkejutnya dia saat kedua ponakannya juga duduk di samping Syeira.

"Lama tidak berjumpa" Ujar Fasya sambil melepas kacamata hiasnya.

"Apa kabarnya?.Saya harap kabar anda baik agar anda bisa sehat di dalam penjara" Kini Tasya yang angkat bicara.

"Kenapa mereka ikut?" Alih-alih menjawab pertanyaan Tasya,Inez malah bertanya pada Syeira."Apa salahnya?" Tanya Syeira balik.

"Permisi,ini pesanannya" Dua pelayanan perempuan datang lalu meletakkan makanan dan minuman yang sudah dipesan.

"Silakan keluar" Ujar Inez.Kedua pelayan tadi mengangguk patuh kemudian keluar dari ruangan VIP itu.

"Jadi,kenapa mereka berdua ikut?" Tanya Inez."Tenang saja kami kesini hanya untuk makan malam dengan anda" Ujar Syeira santai.

Inez menatap tajam kedua ponakannya itu,sedangkan yang ditatap hanya diam sambil memakan makanan mereka.

"Saya ke toilet sebentar" Ujar Inez.Wanita itu kemudian beranjak dan menuju toilet tanpa membawa tasnya.

Syeira tersenyum penuh arti sembari menatap tas branded berwarna silver yang tergeletak di atas meja,dia beralih menatap Fasya dan Tasya yang tampak tersenyum misterius.

***

Bel istirahat sudah berbunyi sekitar lima menit yang lalu,namun Syeira dkk masih betah berada di kelas.Tasya dan Fasya sibuk menyalin materi yang di tulis di papan tulis,Bella sedang sibuk dengan handphonenya begitu juga Syeira.

"Gak mau ke kantin?" Tanya Bella.Bella menatap satu persatu temannya yang nampak sibuk dengan kegiatan masing-masing.

"Ayo" Fasya dan Tasya pun menutup buku mereka.Keempatnya pun keluar dari kelas dan langsung menuju kantin.

Di kantin mereka langsung memilih tempat duduk di bagian pojok,karena menurut mereka lebih nyaman dan tempatnya pun agak tenang dari keramaian kantin.

"Semalam kalian kemana?" Tanya Bella sambil menatap tajam ketiga sahabatnya."Ada urusan yang harus kita urus.Emabg kenapa?" Ujar Tasya.Bella mencebikkan bibirnya.Bisa-bisanya ketiga sahabatnya pergi tanpa mengajak dia.Pikir Bella.

"Penting banget sampe gua gak diajak?" Seru Bella."Bukannya kita gak mau ajak lo.Tapi,ini urusan kita bertiga yang harus cepat diselesaikan,lagi pula lo masih belum sembuh total" Jelas Fasya dengan lembut.

Bella terdiam dan ketiga sahabatnya pun juga terdiam,suasana dimeja itu menjadi canggung.Sebelum akhirnya kedatangan Devan beserta sahabatnya mampu membuat mereka menoleh menatap keempat pria tampan yang berdiri berjejeran.

"Boleh gabung?" Tanya Dion sembari melirik kursi yang masih kosong.

Keempat laki-laki itu pun duduk di kursi kosong tadi.Dan lagi-lagi suasana menjadi hening dan canggung,mereka sama-sama terdiam dengan kesibukan masing-masing.

"Ini pesanannya" Ujar seorang pria paruh baya sambil meletakkan empat piring burger dan empat gelas jus dihadapan Syeira dkk.

"Kalian gak pesan?" Tanya Tasya."Udah,sebentar lagi datang mungkin" jawab Dion.Tasya hanya mengangguk paham.

Keempat wanita itupun memakan makanan mereka dengan tenang tanpa ada gangguan,sebelum akhirnya Sisi datang dan tiba-tiba memeluk Revan dari belakang."Ada apa hm?" Tanya Revan."Sisi mau duduk di samping Devan" Bisik Sisi tepat si telinga kanan Revan.Revan mengangguk.

"Lo pindah" Ujar Revan sambil menatap tajam Syeira yang duduk di samping Devan.

Syeira terdiam,dia menghentikan kegiatan makannya dan beralih menatap kakaknya.Syeira berdiri kemudian melangkah keluar dari kantin.Dia terlalu muak melihat wajah Sisi yang sengaja dibuat sedih,seakan gadis itu yang paling menderita.

"Dasar cewek murahan!" Geram Fasya.Dia kesal sekaligus muak melihat tingkah Sisi yang terlalu lebay.Dia juga geram melihat Revan yang terlihat seperti kakak yang sangat menyayangi adiknya.

"Gua pergi" Devan hendak beranjak dari tempat duduknya namun tangannya ditahan oleh Sisi."Jangan pergi dulu,aku mau bicara tentang pertunangan kita minggu depan" Ujar Sisi sambil memegang tangan kiri Devan.Mau tak mau Devan pun kembali duduk.Saat dia sudah duduk kini malah ganti Fasya yang beranjak pergi dari tempat duduknya.Msreka semua hanya menatap punggung Fasya yang mulai mengecil dan kemudian menghilang di balik tembok kantin.

***

"Syei" Panggil Fasya.Gadis itu langsung menghampiri Syeira yang tengah duduk di sofa sambil menatap langit yang agak mendung.

"Gua denger Devan sama Sisi mau tunangan ya?" Tanya Fasya.Syeira mengangguk membenarkan."Lo gak sakit hati?" Tanya Fasya lagi dan hanya dijawab dengan gelengan kepala singkat dari Syeira.

"Syei,gua boleh cerita?" Syeira menatap Fasya sejenak sebelum akhirnya di mengangguk.Fasya menghela napas panjang sebelum mulai bercerita.

"Gua sebenarnya suka sama kakak lo,tapi gua juga benci sama kakak lo,karena dia udah sia-siain adik sebaik lo" Ujar Fasya dengan kepala tertunduk."Lagian lo juga sih!.Kenapa lo masih biarin Sisi hidup,lo kan mafia dan bisa kapan aja bunuh Sisi kan?,tapi kenapa gak ko lakuin itu dari awal!.Lo itu bego Syei!" Syeira tersenyum singkat.

"Gua bisa aja lakuin itu dari awal,tapi gua terlalu sibuk dengan urusan perusahaan,mafia dan kesehatan gua" Ungkap Syeira.

"Tapi sekarang kan perusahaan sama mafia lo udah maju,jadi kenapa gak lakuin itu sekarang?"

"Ini udah gua lakuin,dan masih awalan" Jawab Syeira.

"Oh ya,gua saranin lo lawan keluarga lo kalau mereka macam-macam!,jangan mau kalah sama mereka,walaupun lo juga sayang sama keluarga lo tapi setidaknya lo lawan lah sikap kurang ajar mereka!.Lo itu mafia!,lo gak boleh lembek kayak gini!" Ujar Fasya dengan tangan yang terkepal di udara,seakan memberikan semangat untuk Syeira.

"Mereka yang kurang ajar dan gua yang gak bisa lawan.Mungkin ini efek dari rasa kasih sayang untuk keluarga.Haha sangat miris!"

...•••...

...••...

...•...

1
Sharon
Gk yakin anak angkat aku rasa ada modus
Bagus Al Genta
Luar biasa
Deana
save
Grizelle
Kalo ujungnya membela sisi,, nggak usah nanya gitu. Kesannya tetep aja menuduh Syeira
Grizelle
Si goblok si goblok
Grizelle
Sebenarnya sadar juga Diana, tapi kenapa seolah menutup mata
Grizelle
Mantap nih sindirannya
Nurhalimah Al Dwii Pratama
nexttt lanjuty
lla
lanjut thor semangat
Big Bos
lanjutttt thorrr
lla
ayo thor up lagi semangat
Eka Putri
lanjut
Eka Putri
lanjut,,Jang lama"
mesa fadila: baca cerita aku yuk, judulnya Larissa. butuh support.
total 1 replies
Mariam Nezma Albady
jangan lama² thor saya lupa alurnya ke gmnh
Mariam Nezma Albady
lanjut
Dewi R
kka kok lama si udah d tnguin ni
Eka Putri
lanjut thor
Diah Ani
lanjut semangat
Dewi R
kka di tngguh ni
~tiny24_PHEONIX~
lanjut Thor semangat 💪
ditunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!