NovelToon NovelToon
Aku Pergi Dan Tak Kembali

Aku Pergi Dan Tak Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yanti Topato

Mona Gradies, wanita 26 tahun yang ceria, blak-blakan, dan sedikit ceroboh, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah bekerja di Aditama Group—perusahaan milik Wira Aditama, seorang CEO berusia 30 tahun yang dikenal dingin, tegas, berwibawa, dan gila kerja.
Di balik sikapnya yang tampak sempurna, Wira menyimpan dunia yang penuh kontrol, aturan, dan jarak dari siapa pun. Namun Mona hadir seperti gangguan yang tidak bisa ia atur—berisik, ceroboh, tapi jujur dan hangat.
Awalnya hanya kesalahan kecil dan perdebatan sepele di kantor. Tapi semakin lama, batas profesional dan perasaan mulai kabur.
Hingga satu peristiwa mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti Topato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6- Cemburu yang tidak masuk akal

Cemburu yang Tidak Masuk Akal

Hari-hari Mona sebagai sekretaris pribadi CEO mulai terasa semakin melelahkan. Bukan karena pekerjaan, melainkan karena sifat Wira Aditama yang sulit ditebak.

Kadang pria itu sangat dingin sampai membuat suasana kantor membeku, namun di lain waktu, ia bisa tiba-tiba perhatian dengan cara aneh yang membuat Mona bingung sendiri.

Seperti pagi ini, “Mona.”

“Iya, Pak?” jawab Mona singkat.

“Sudah sarapan?” tanya Wira.

Mona yang sedang mengetik laporan langsung mengangkat kepala kaget.

“Hah?”

Wira tetap fokus membaca dokumen di tangannya.

“Aku bertanya. Kau sudah sarapan atau belum?”

“Udah sih…”

“Jangan bohong.”

Mona langsung menutup mulut.

'Astaga. Kok ketahuan?'

Wira menghela napas pelan lalu mengambil dompetnya.

“Beli makanan.”

“Saya masih ada uang kok, Pak.”

“Aku tidak bertanya.”

Pria itu menyodorkan beberapa lembar uang ke atas meja. Mona melongo, 'ini orang sebenarnya galak atau perhatian sih?'

Namun sebelum ia sempat menjawab, suara gaduh terdengar dari luar ruangan.

“Heh, Mona!”

Seorang pria muncul sambil melambaikan tangan ceria. Tubuh tinggi, wajah ramah, dan senyum lebar yang langsung membuat suasana terasa lebih hidup.

“Eh, Kevin?” balas Mona.

Kevin Pratama, salah satu manajer muda di Aditama Group sekaligus teman pertama Mona di kantor. Berbeda jauh dengan Wira yang dingin dan kaku, Kevin sangat mudah bergaul.

“Lo belum makan kan? Yuk ke kantin.”

Mata Mona langsung berbinar.

“AYO!”

Namun baru saja ia berdiri, suara berat Wira terdengar dari belakang.

“Tidak.”

Mona dan Kevin langsung menoleh bersamaan. Wira berjalan keluar dari ruangannya sambil memasukkan tangan ke saku celana.

“Jam kerja belum selesai.”

Kevin mengernyit.

“Kan masih jam istirahat, Bro.”

“Dia ada pekerjaan.”

Mona berkedip bingung.

“Pekerjaan apa, Pak?”

Wira diam beberapa detik, lalu dengan wajah datar ia menjawab, “Menemani saya makan.”

Hening

Kevin menatap Wira tidak percaya, Mona bahkan hampir tersedak ludah sendiri.

“Hah?!”

Namun Wira sudah berjalan lebih dulu menuju lift tanpa peduli reaksi mereka. Mona menoleh ke Kevin panik.

“Itu… gimana?”

Kevin tertawa kecil sambil mengangkat bahu.

“Pergi aja sana. Bos besar lagi aneh.”

“Aneh banget malah…”

Restoran hotel bintang lima itu membuat Mona gugup sejak pertama masuk. Lampu mewah, musik piano lembut, pelayan berpakaian rapi dan dirinya? Cuma cewek biasa yang masih sering makan bakso pinggir jalan.

“Pak…”

“Apa?”

“Kenapa kita makan di sini?”

Wira membuka menu tanpa ekspresi.

“Karena aku lapar.”

“Iya tapi… ini mahal banget.”

“Itu bukan masalahmu.”

Mona menghela napas kecil. Kadang ia benar-benar tidak mengerti cara berpikir pria di depannya. Tak lama kemudian pelayan datang mencatat pesanan, namun saat Mona melihat daftar harga di menu, matanya langsung membelalak.

“Astaga…”

“Kenapa?”

“Air putihnya aja segini?”

Wira hampir tersenyum melihat ekspresi syok Mona.

“Kau lucu.”

Mona langsung melotot.

“Saya serius!”

“Aku juga.”

Deg

Jantung Mona mendadak berdetak aneh, ia buru-buru mengalihkan pandangan. Bahaya, bosnya mulai sering bicara aneh. Di tengah makan siang, tiba-tiba seorang wanita mendekati meja mereka.

“Wira?”

Suara lembut itu membuat Mona menoleh. Wanita cantik dengan dress elegan berdiri sambil tersenyum tipis. Wajahnya sangat cantik dan berkelas, berbeda jauh dengan Mona yang sederhana.

“Oh my God, benar kamu.”

Wira mengangkat kepala pelan.

“Clara.”

Mona menangkap perubahan kecil di wajah pria itu. Bukan senang, bukan juga marah, melainkan… tidak nyaman.

“Kamu makan siang di sini?” tanya wanita bernama Clara itu.

“Ya.”

Clara lalu melirik Mona, tatapannya tajam namun tetap tersenyum sopan.

“Dan ini?” tanya Clara.

“Sekretaris saya,” jawab Wira singkat.

“Oh…”

Entah kenapa, Mona merasa tidak suka cara wanita itu memandangnya. Seolah sedang menilai apakah Mona pantas duduk di sana atau tidak. Clara kembali menatap Wira.

“Kamu masih marah soal dulu?” tanya Clara ke Wira.

“Kita sudah selesai membahas itu.”

Suasana langsung berubah canggung. Mona hanya bisa duduk diam sambil pura-pura fokus makan, namun ia tetap mendengar percakapan mereka.

“Aku cuma ingin memperbaiki hubungan kita.”

“Tidak ada yang perlu diperbaiki.”

“Wira…”

“Aku sibuk.”

Jawaban dingin itu membuat senyum Clara memudar. Wanita itu akhirnya mengangguk pelan.

“Baiklah.”

Sebelum pergi, Clara kembali melirik Mona sebentar dan kali ini tatapannya jelas tidak ramah. Setelah wanita itu pergi, Mona memberanikan diri bertanya,

“Itu mantan pacar Bapak?” tanya Mona pelan.

Wira menatapnya datar. “Kenapa?”

“Cuma nanya.”

“Bukan urusanmu.”

“Yaudah.”

Mona langsung manyun sambil kembali makan, namun beberapa detik kemudian, suara Wira terdengar lagi.

“Kau cemburu?” Pertanyaan Wira ke Mona santai.

PUFFFT!

Mona langsung tersedak minumannya sendiri.

“HAH?!” kejut Mona.

Wira menyerahkan tisu dengan santai.

“Pelan-pelan.”

“S-siapa yang cemburu?!” jawab Mona gugup.

“Kau terlihat kesal sejak tadi.”

“Itu karena dia sombong!” jawab Mona lagi, terlihat kesal.

“Jadi kau memperhatikannya?”

“Ya iyalah!”

Wira menatap Mona beberapa detik, lalu untuk pertama kalinya sejak mereka kenal, pria itu tertawa kecil, bukan senyum tipis, benar-benar tertawa pelan dan sialnya, wajah dingin itu jadi jauh lebih tampan saat tertawa.

Mona langsung membuang muka cepat-cepat. Bahaya besar, ia mulai merasa jantungnya tidak aman berada dekat Wira Aditama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!