NovelToon NovelToon
After 41 Days Marriage

After 41 Days Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Komedi / Detektif / Trauma masa lalu / Keluarga & Kasih Sayang / Mata-mata/Agen / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:15.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tris rahmawati

(21+ Harap bijak dalam memilih bacaan)
Tidak pernah terbayangkan oleh Dilvina keputusan nya untuk pergi ke negara lain meninggalkan pernikahan yang di anggap nya telah gagal dan penuh rasa sakit malah menyambut masalah lain yang lebih parah.

Sebuah kisah kekelaman masa lalu keluarga nya hadir kembali, para pembunuh ayah nya penghancur masa depan keluarga nya saling melingkar berkesinambungan hadir Bersama masa lalu sang suami JULIAN ANDERSON yang merupakan seorang agen rahasia di sebuah organisasi dulu, kini Jullian hadir kembali berusaha untuk memperbaiki pernikahan mereka yang berawal dari keterpaksaan dan perjodohan itu, akankan semua masalah terselesaikan? apakah mereka akan kembali bersama?

“Aku menjadi tahu kenapa Mama memilih Jullian sebagai menantu nya, ya tidak lain mama pasti tahu semua ini akan terjadi!”



“Dan sekarang kau datang? untuk apa lagi Jullian!”


💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

Jullian sudah tidak peduli dengan waktu tidak peduli dengan lelah, bahkan sudah entah berapa kali dia turun untuk mendorong mobil milik nya yang terjerumus ke dalam kubangan, kini dia mulai mendapat asa dari jarak kurang dari 2 km di permukaan bukit tampak titik titik lampuan yang ia yakini adalah sebuah hunian.

 

Dingin malam menyapu permukaan kulit, masuk dari jendela mobil yang terbuka menulusup pori-pori terasa hingga ke tulang-tulang, berusaha selaju mungkin tapi kenyataan nya adalah tidak, mobil nya bisa berjalan saja sudah lebih dari cukup, seperti jalur ini tidak pernah di akses mobil hanya jalur pendakian, sial nya malah jalanan semakin mengecil hanya jalanan setapak yang tersedia.

 

Otak nya yang sudah terlalu bekerja keras di  perjalan ini, namun ia tidak menyerah, pilihan terakhir adalah berjalan kaki, Jullian segera menginformasikan kepada Gio untuk mengambil mobil yang di tinggal nya, dan menunggu intruksi dari nya untuk membawa dia kembali nanti.

 

Langit malam sudah tampak lebih cerah, rintik hujan sudah tidak lagi turun, kini ia keluar dari mobil, memasukan semua benda milik nya ke dalam jaket kulit yang cukup banyak muatan nya, mulai mengayunkan langkah menginjakkan kaki pada rerumputan basah dan tanah kuning yang terasa lembek.

 

Jullian berlari-lari kecil jalan di setapak yang bahkan sudah mulai membuat nya mendaki, , Jullian tetap memasang mode awas bisa jadi pengawasan Richard ada di sekitar sini, mata nya terus menyapu memperhatiakan sekitatr seperti nya tidak ada orang yang menjaga, tapi bisa jadi banyak jebakan di sini, bisa-bisa ada ranjau tanpa ia sadari.

 

Kini ia memperlambat langkah nya, berhari-hati atas apa yang akan di injak nya, Jullian mengumpat baru saja ia berfikir ternyata benar ada nya, di beberapa titik ada bom tertanam, “Bagaimana jika warga pribumi yang menginjak, dasar tolól!”

 

Setelah berjalan cukup lama dan sangat berhati-hati, akhirnya ia sampai di belakang mansion, tidak ada siapa pun di sana, tapi dia tahu mereka sedang memperhatikan nya tidak terlalu jelas namun Jullian tahu ada banyak kamera pengawas di sana, Jullian bersikap setenang mungkin, tujuan nya bukan berperang.

 

Satu ketukan oleh seorang bodyguard pada kamar yang di tempati Dilvina, Richard tampak terlelap, ia lengah berbaring di sofa menghadap Dilvi yang di buat nya tidak sadarkan diri, para bodyguard dan pengamanan sudah berhambur menghadang Jullian, hingga ketukan kedua Richard pun terjaga, ia mengerjab menatap ke pintu.

 “Masuk!”perintah nya.

 

“Lapor tuan, Jullian Anderson ada di depan, dia melintasi jalur darat semenanjung utara ! “

 

“Apa!” Richard terkesiap ia menurunkan kaki nya ke lantai dan perlahan bangkit, “Pergilah, terus awasi dia aku akan kesana!”

 

Seorang pengamanan mengangguk hormat lalu berbalik pergi, Richard tersenyum miring, menyimpulkan sebuah senyuman celaan, “Kau datang menjemput milik ku, dan menjadi satu-satu nya yang pertama datang melewati jalur sulit! Baiklah akan aku sambut baik kehadiran mu”

 

Richard bangkit, berjalan ke arah sebuah lemari penyimpanan, sebuah tombol yang bahkan sangat samar di pengelihatan, Richard menyentuh nya, membuat pintu-pintu lemari terbuka, terpampang nyata dalam jumlah yang tidak terkira pelocok senjata berbagai macam bentuk dan ukuran tersedia, Richard mengambil satu dan sedetik kemudian pintu lemari tertutup lagi.

 

Richard menatap sekilas pada Dilvina, lalu bergegas keluar setelah menyimpan senjata yang di ambil nya di dalam saku.

 

Jullian berada di halaman depan mansion utama, “Katakan pada Bos kalian, aku datang tidak untuk berperang!” Jullian memberi tatapan tegas dengan nada yang menekan kan.

 

Para penjagaan dan bodyguard berjajar rapi mengarahkan pistol-pistol mereka membidik Jullian, tidak ada suara padahal mereka kermaian, semua klan dan bodyguard Richard mengunci Jullian membuat dia tidak bergerak, namun Jullian bersikap tenang sebisa mungkin mengendalikan kegusaran nya.

 

“Panggil Bos kalian! Jangan membuang-buang waktu ku!”ujar Jullian lagi menyiratkan tatapan elang nya.

 

Richard berjalan setenang mungkin, lelaki beroutfit kaus hitam polos dengan celana jeans di kaki jenjang nya itu merekahkan senyuman, menepuk-nepuk kedua tangan berjalan keluar dari pintu masuk utama.

 “Selamat datang Tn.Jullio yang terhormat, selamat datang di kediaman Smith bougta!”

 

“Smith bougta?” Jullian menyengir kuda, “Kau putra Smith bougta? Sudah ku duga, baiklah siapapun kau katakan dimana istri ku!”

 

Richard terkekeh, “Seberapa penting dia, bagaimana jika kita bertukaran dengan kaki ayah ku yang telah kau lenyapkan!”

 

“Omong kosong, dimana istriku! Dilvi terlalu berharga untuk di tukar dengan sepasang kaki kotor ayah mu!” Nada Jullian menukik tatapan nya berubah sengit.

 

Richard tidak gentar, ia melangkah lebih dekat tatapan mereka bersirobok, ketika Jullian menatap sengit namun lagi-lagi Richard melampirkan tatapan ejekan nya, “Kau tidak lihat ini pukul berapa, sudah pasti dia telah tidur setelah— Richard terkekeh, mengucapkan sesuatu tanpa di perjelas.

 

“Terserah apapun itu! Katakan dimana istri ku!” sesuatu denyutan sudah menjalari dada Jullian, sial apakah dugaan ku benar mereka bersenang-senang di atas kekhawatiran ku.

 

“Istri?” ejek Richard lagi.

 

Dorrr

Richard mengelak, satu tempakan ancaman dari Jullian mengarah ke arah lain, membuat para klan penjagaan dan bodyguard nya siap melepaskan tempakan sebelum di intruksi.

 

“Berhenti berbasa-basi!”sarkas Jullian

 

Richard yang tadi nya gentar akhirnya tertawa lagi, “Ancaman yang manis, semanis bibir kekasih ku!” Richard menyentuh bibir nya ia tahu Jullian akan melemah dengan senjata yang langsung menusuk ke hati.

 

“Persètan!” buughttt, tendang Jullian tubuh Richard, Richard lagi-lagi mengelak.

 

“Tenanglah, jangan buat keributan kau akan membangunkan nya!”

 

“Masuk lah, Dilvina sedang tidur kau bisa melihat nya, tapi jangan menyentuh nya!” seringai Richard, Jullian segera menerobos menatap sengit pada Richard yang akhirnya mempersilahkan nya masuk.

 

Richard mengarahkan pada bodyguard nya, “Biarkan dia melihat dari jauh, jangan mendekat!” para barisan bodyguard beraturan masuk ke dalam mengikuti langkah Jullian.

Langkah Jullian berhenti di sebuah kamar besar dengan beberapa orang penjagaan, “Biarkan aku masuk!”

 

“Nona sedang tidur! Anda hanya boleh melihat nya dari sini!” buka seorang penjaga separuh pintu kamar itu.

 

“Menyingkir, jangan buat aku lepas kendali!”ujar nya menegas.

 

“Maaf tuan, tidak bisa!”

 

Dari arah koridor beralaskan karpet bebulu lembut dengan pilar-pilat berwarna gold penyempurna kemewahan mansion, Richard melangkah perlahan, berdiri bermeter-meter jauh pada jullian yang memaksa masuk.

 

“Lihat lah dia baik-baik saja, dia masih kelelahan, jangan rusak kebahagiaan nya, kalian bukan pasangan yang baik-baik saja, jadi biarkan dia baik-baik saja dengan ku!”

 

Nafas Jullian berat, lagi-lagi setruman menyakitkan menjalar di titik terkecil di dada nya, “Apakah dia masih demam?” Jullian melemah, tidak peduli lagi hubungan mereka, dari hati kecil nya mengeluarkan rasa menyerah, benarkan mereka bahagia, seperti dengan apa yang dia lihat Dilvina tidur dengan lelap seperti kelelahan.

 

“Tidak Lagi! Dia baik-baik saja! Dia baru tidur satu jam lalu, aku tidak perlu menjelasakan!” tatap Richard yang sudah mendekat pada pintu yang terbuka separuh Dilvi di buat meringkuk berbalutkan selimut.

 

“Biarkan aku membawa nya pulang!”

 

Richard menyeringai, “Dia pergi bersama ku, biarkan dia memilih akan ikut dengan siapa dia kembali!”

 

“Berikan dia pada ku, aku tidak ingin membuat paksaan, dia masih istri sah ku, di luar apapun hubungan kalian kembalikan dia kepada ku sebelum perceraian memutuskan kami!”

 

Richard memasukan tangan nya ke dalam saku, “Kau fikir aku dan Dilvina peduli itu, jika dia mau bukan kah dia sudah meminta kembali sedari tadi sore, kau lihat sudah selama ini bahkan dia masih ingin terus bersama ku!”

 

Jullian mendidih, dada nya sesak dengan tusukan yang begitu menyakitkan ia rasakan, tapi kenyataan yang kini ia lihat Dilvina baik-baik saja, jika sudah seperti ini bagaimana walau sangat berat mau tidak mau ia harus merelakan, “Aku akan melepaskan nya, tapi aku punya satu permitaan untuk mu!”

 

Akal sehat Jullian benar-benar sudah di bodohi dengan pemandangan Dilvina yang meringkuk kelelahan di ranjang, Richard benar-benar tertawa dalam hati, mengutuki kebodohan lawan nya yang telah ia genggam kelemahan nya.

 

Bagaikan mendapatkan oase di padang tandus, dengan senang hati Richard mengarahkan Jullian ketempat lain, “Pergi dari sini jangan membangunkan nya!”

 

Tubuh Jullian yang setegar karang rasa nya kali ini sudah luruh, jika dia bisa melawan dengan mudah para lawan nya namun kali ini dia melemah, di baluti rasa bersalah nya pada Dilvina dulu dan melihat kini Dilvi sudah mendapatkan kebagiaannya, Jullian merasa mungkin dia sangat egois jika memaksakan Dilvi bersama nya.

 

Kedua nya sampai di ruangan terbuka, di halaman belakang rumah, tanpa penjagaan dan Bodyguard lain. “Duduk lah!” seru Richard mempersilahkan.

 

Jullian pun menduduki kursi-kursi besi beraksen emas itu, manik Jullian melemah, Richard menatap nanar kepada nya, dia benar-benar memenangkan pertarungan tanpa berperang kali ini.

 

“Aku tidak akan berlama-lama!”

 

Richard menyeringai, “Aku tidak peduli itu, katakan saja apa permintaan mu!”

 

Tatapan Jullian serius, ia menghela nafas nya,” Kau tahu Caviaritz?”

“Surga dunia di perbatasan teritorial itu!”

 

Jullian mulai menjelaskan panjang lebar titik permasalahan di sana, ia menatap serius meminta Richard membantu melepaskan Dilvi dari Del Rigaz bersaudara, menceritakan sedikit tentang kepemilikan di sana.

 

Richard terkesiap, dia benar-benar baru tahu semua nya, pulau yang sangat tersohor itu adalah bagian dari Dilvina, Richard mengetuk-ngetuk permukaan meja, serumit dan sangat menyedihkan sekali perjalanan hidup wanita yang begitu di cintai, nya.

 

Jullian menarik nafas nya lalu menghembuskan, “Aku akan melepaskan Dilvi, jika kau bisa membuat nya terlepas dari iblis-iblis yang mengincar nya saat ini”

 

Richard berfikir lama, tanpa harus melakukan itu saat ini saja ia sudah mendapatkan posisi terdepan, namun kali ini bukan tentang itu sesuatu hal menggoyahkan diri nya adalah sekeji itu yang orang-orang itu pernah buat kepada Dilvina, mungkin jika di tahu lebih awal dia juga akan melakukan hal yang sama seperti Jullian lakukan.

 

 

Hampir satu jam pembicaraan Tentang masa lalu Dilvi dan Dil Rigaz bersaudara mereka Bahas, hingga terciptalah sebuah keputusan, Dilvi akan kembali bersama Jullian hingga Richard berhasil memutuskan hubungan Dilvi dengan kepulauan itu.

Richard akan memerintahkan Klan terberbesar nya di negara itu turun tangan menangani Del Rigaz yang sampai hari ini masih menjadikan Sophia sandraan dan pancingan atas adu Domba yang Damian buat.

 

.

 

.

 

 

 

.

 

To be continue

 

 

 

 

 

.

Like vote dan comment dulu, baru next lagi

Aku paksa loh ya !!!!!!!!! Chapter 33 jam 18:00

😍😀😀😀😀🤣

1
Nayy
lihat peta...lihat peta...🤣🤣
Nayy
beg*
Nayy
ku baca lagi dan lagi
"fase paling tinggi mencintai adalah mengikhlaskan" tapi aq ora isok thor 😭😭
dian rahma
udh kelewat bgt ya Allah.. ini udh 2026 dan aku baru tau ada karya Ka Tris yg baru. pdhal lagi maraton reread kisah dr NadilaDimas ampek Jullian Dilvi eh ada yg baru kisah Auriga ternyata. pdhal masih pengen reread Sophie Felix abis ini,,
habis gas Auriga setelah reread semua karya Ka Tris disini... meni kangen sangaatt
dian rahma
reread ini tetap terharu tp bisa senyum juga dgn panggilan Mommy Coco untuk Sophia dr Felix..
dian rahma
ini udh 2026 dah kisah mereka masih seseru ini aku bacanya. lagi reread novel Ka Tris disini satu persatu... sekangen itu sama mereka
siska nirmala
aku baru mampir thor..baca julian setelah baca auriga, jadi penasaran kisah mama papa auriga
Nofta Putri111
semangat thoor/Applaud//Applaud/
Lila Susanti
nancyyyy /Joyful//Joyful//Joyful/
Lia Yulia
astagaaaa😂😂😂
Lia Yulia
Frans pakai jurus seribu alasan🤣🤣🤣
Nurhasanatul Laela
Luar biasa
Merri Dawati
sudah berulang klie mbaca nya saya tidak pernah bosan...benar benar bagus cerita nya
DIAN Riskawati
aku baca lagi kak,,,,kangen di tahun 2021 baca novel ini
Isnay Dewi73
Luar biasa
Herlinawati Ana
🤣🤣🤣 polos nian dikau Dilvina😂😂😂
Titin Suprihatini
ka tris akhirnya balik ke si biru
Bengkalis- Eva Okktafia
Luar biasa
Herlinawati Ana
balik lg ksni smbil nugguin On Going Anaknya biar gak gabut ya bc ksah Mommy n Daddynya aja dlu... star On 29012025 😍
Icha Okta
karyanya kak Tris gak pernah ngebosenin malah bikin kangen😘😘😘👍👍👍
Herlinawati Ana: aq juga bc ulang ni kak🤭
biar gak gabut nugguin On Going anaknya Jullian n Dilvi...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!