NovelToon NovelToon
Suamiku (Bukan) Orang Gila

Suamiku (Bukan) Orang Gila

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta setelah menikah / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Fradella Gauta terpaksa menikah dengan Dayaksa Herlos, Tuan Muda keluarga Herlos yang dikenal sebagai orang gila setelah kematian ayah dan ibunya akibat kecelakaan. Ratu Mayesa, kakak tirinya yang merupakan tunangan Dayaksa (Aksa) merebut tunangannya Fradella, Adryan Juardi karena tidak mau berakhir menjadi mayat. Tak banyak yang tahu Fradella (Della) dirawat di rumah sakit jiwa selama lima tahun setelah ayahnya menikahi ibu Ratu. Kini Della harus tinggal dan bertahan di "Rumah Sakit Jiwa" yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

THIRTY TWO

"Siapa kamu... Hah?! Siapa kamu berani ikut campur dalam urusan keluarga Herlos?! Wanita sialan dari mana kamu?!"

​Della menegakkan punggungnya, menatap Emily dari atas dengan tatapan meremehkan yang mutlak. "Perkenalkan diri saya secara resmi kepadamu, Ibu Manager Emily. Nama saya Fradella Gauta. Saya adalah istri sah dari Tuan Muda Dayaksa Herlos. Dan setiap jengkal penderitaan yang kamu berikan kepada suamiku hari ini... akan aku pastikan dibayar lunas oleh kebebasan hidupmu di balik jeruji besi."

​Mendengar identitas Della yang sesungguhnya terungkap, Emily tertawa histeris, sebuah tawa frustrasi dari seorang pecundang yang telah kehilangan segalanya dalam satu hari. Ia memukul lantai marmer dengan tangannya. "Brengsek kalian semua! Sialan! Rencanaku gagal hanya karena wanita jalang seperti kamu?! Dengarkan aku, Della! Aku akan membalas dendam kepada kalian berdua! Aku tidak akan tinggal diam di dalam penjara! Aku akan menghancurkan pernikahan kalian! Aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku sejak awal!!!"

​Zacky yang sudah tidak tahan mendengar makian kotor yang ditujukan kepada Nyonya Mudanya langsung memalingkan wajah, memberikan kode mata yang sangat tegas kepada para petugas kepolisian preman di belakang mereka. "Petugas, tolong bawa wanita ini keluar dari gedung ini sekarang juga. Keberadaannya terlalu mengotori udara perusahaan."

​"Baik, Pak Zacky," jawab komandan tim kepolisian itu. Dua petugas langsung maju, mencengkeram kedua lengan Emily dengan kasar, menarik tubuh wanita itu bangkit berdiri dan menyeretnya keluar dari ruangan kerja secara paksa, mengabaikan setiap jeritan, kutukan, dan tendangan liar yang dilayangkan oleh Emily di sepanjang koridor.

​Proses penggiringan Emily keluar dari area gedung pusat tidak dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sesuai dengan instruksi implisit dari Della untuk memberikan efek jera yang mutlak, para petugas polisi membawa Emily melewati koridor utama dan lobi lift lantai bawah yang masih dipenuhi oleh para karyawan yang tertahan.

​Seketika itu juga, pemandangan tersebut memicu kegemparan masif yang tak tertahankan. Suara kasak-kusuk dan bisik-bisik histeris langsung pecah bagaikan lebah yang sarangnya diganggu.

​"Lihat itu! Bukankah itu Manajer Emily?! Kenapa dia diborgol oleh polisi?!"

"Astaga... rumor itu benar? Dia mencoba meracuni Direktur Utama?!"

"Siapa wanita anggun yang berjalan di samping Sekretaris Zacky itu? Auranya sangat luar biasa..."

​Della berjalan dengan langkah kaki yang tenang dan konstan di samping Zacky, melewati kerumunan karyawan yang menatapnya dengan pandangan penuh rasa ingin tahu dan hormat. Beberapa manajer senior yang tadi sempat mendukung Emily langsung membuang muka, ketakutan setengah mati jika nama mereka akan ikut terseret ke dalam daftar pembersihan internal yang akan dilakukan oleh kubu Aksa.

​Tanpa memedulikan distorsi sosial di sekitarnya, Della dan Zacky menaiki lift khusus kembali menuju lantai tiga puluh enam, melangkah masuk ke dalam ruang kerja pribadi Aksa yang kini telah berubah menjadi ruang perawatan medis darurat.

​Di dalam kamar peristirahatan pribadi yang berada di balik pintu rahasia kayu jati, kondisi tampak sangat sunyi dan redup. Di atas ranjang besar, Dayaksa masih terbaring kaku, tidak sadarkan diri di bawah pengaruh obat bius total dan sedasi penstabil saraf yang disuntikkan oleh Dokter Leon. Kedua lengan kekarnya kini tidak lagi bebas, lengan kanannya terikat oleh jarum infus yang mengalirkan cairan elektrolit, sementara lengan kirinya yang terbebat perban tebal terhubung dengan selang transfusi darah yang mengalirkan kantong darah segar berwarna merah segar. Hasil pemeriksaan laboratorium tadi menunjukkan bahwa selain keracunan morfin, Aksa juga mengalami penurunan kadar hemoglobin drastis akibat pendarahan hebat dari luka sayatan panjang yang ia buat sendiri demi menjaga fokusnya selama rapat berlangsung.

​Della berjalan mendekati sisi ranjang, mendudukkan tubuhnya yang terasa sangat lelah di atas kursi kecil samping tempat tidur. Ia meraih telapak tangan kanan Aksa yang terasa dingin, menggenggamnya erat dengan kedua tangan sendiri, menempelkan punggung tangan suaminya ke pipinya yang hangat. Air mata Della kembali menetes tanpa suara, meratapi kondisi pria kokoh yang kini tampak begitu rapuh di atas ranjang medis.

​Sementara itu, di balik dinding luar pintu kayu ruang kerja pribadi Aksa yang tertutup rapat, suasana tidak kalah tegang. Sesosok pria paruh baya dengan setelan jas abu-abu mahal berdiri kaku di sana, Fabio Herlos.

​Fabio mengepalkan kedua tangannya yang berurat ke dalam saku celananya dengan sangat kuat hingga kuku-kukunya memutih. Sebagai seorang ayah sekaligus seorang paman, ia telah mengetahui seluruh detail kejadian yang menimpa putri kandungnya, Emily, dan keponakan kandungnya, Aksa. Ia tahu bahwa karir dan kebebasan Emily telah berakhir hari ini di tangan hukum akibat kecerobohan dan ambisi gelap putrinya sendiri. Namun, di balik rasa marahnya sebagai seorang ayah, ada rasa bersalah yang jauh lebih besar dan pekat yang menghantam dinding dadanya saat melihat ruang kerja Aksa yang kini dipenuhi oleh aroma obat-obatan.

​Fabio tahu benar bahwa kegilaan dan trauma yang diderita Aksa selama bertahun-tahun ini tidak luput dari peran konspirasi masa lalu yang ia lakukan bersama faksi-faksinya untuk merebut kekuasaan atas keluarga Herlos. Dan hari ini, melihat bagaimana keponakannya itu harus mengiris lengannya sendiri hingga kehabisan darah demi mempertahankan apa yang menjadi hak lahirnya... sesuatu di dalam hati nurani Fabio yang telah lama mati mendadak berdenyut perih.

​Tak banyak yang bisa dilakukan oleh Fabio saat ini. Kekuasaan politiknya di dalam Herlos Grup telah hancur total setelah hasil voting 75 persen mengarah pada Aksa. Ia telah kalah telak.

​Sebelum membalikkan tubuhnya yang tampak menua sepuluh tahun dalam satu malam itu dan memutuskan untuk melangkah pergi meninggalkan koridor lantai tertinggi untuk pulang, sebuah bisikan yang teramat lirih, nyaris menyerupai embusan angin malam keluar dari sela bibir tipis Fabio yang bergetar.

​"Maafkan... maafkan pamanmu yang penuh dosa ini, Dayaksa..."

​Kata maaf yang begitu terlambat itu menguap begitu saja di dalam sunyinya lorong koridor es, tanpa pernah bisa menghapus noda darah yang telah telanjur membasahi takhta emas keluarga Herlos.

​Waktu terus bergulir tanpa ampun, dan jarum jam dinding mewah di ruang kerja Aksa telah menunjukkan pukul sepuluh malam. Kegelapan malam yang pekat telah membungkus seluruh kota, namun ketegangan di dalam gedung Herlos Grup belum juga mereda sepenuhnya.

​Della berdiri di dekat jendela besar, menatap ke arah pelataran luar lobi lantai dasar di bawah sana. Dari ketinggian ini, ia masih bisa melihat beberapa kilatan lampu kilat kamera dari puluhan jurnalis dan paparazzi yang bersembunyi di balik semak-semak taman luar atau di dalam mobil-mobil sewaan, berkerumun bak burung hering yang mencari bangkai kabar burung mengenai skandal penangkapan Emily dan kondisi kesehatan sang Direktur Utama.

​Melihat situasi luar yang tidak kondusif itu, Della membalikkan tubuhnya dan menatap Zacky serta Anastasya yang masih setia berdiri di ruang tengah. "Malam ini, aku memutuskan untuk menginap di sini, di dalam ruangan ini bersama Aksa," ujar Della, suaranya terdengar sangat tenang namun tidak menerima bantahan. "Kondisi fisik dan mental Aksa saat ini sama sekali tidak memungkinkan untuk dipindahkan ke rumah sakit umum atau dibawa pulang ke mansion. Paparazzi di bawah akan langsung menyerbunya seperti serigala kelaparan, dan aku tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun bagi keselamatannya."

​Anastasya melangkah maju, mengangguk penuh pengertian. "Saya sangat setuju dengan keputusan Anda, Nyonya Muda. Sebelum jam sembilan tadi, sesuai dengan instruksi yang Anda berikan lewat pesan singkat, saya sudah meminta pelayan pribadi untuk membelikan dan mengirimkan beberapa set pakaian ganti, perlengkapan mandi, serta kebutuhan lainnya untuk Anda dan Tuan Muda untuk semalam ini. Semuanya sudah saya tata di dalam lemari bilik peristirahatan pribadi."

​"Terima kasih banyak, Anastasya. Kamu bekerja dengan sangat luar biasa hari ini," ucap Della tulus, memberikan sedikit senyuman apresiasi di tengah kelelahannya.

​Della kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Zacky yang wajahnya tampak dipenuhi kelelahan fisik setelah mengurus kepolisian sejak sore. "Zacky, sekarang sebaiknya kamu untuk segera pulang ke mansion utama."

​Zacky tertegun, buru-buru membungkuk. "Tapi Nyonya Muda, tugas saya adalah tetap berada di sini untuk menjaga—"

​"Dengarkan aku dulu, Zacky," potong Della lembut namun sarat akan otoritas seorang nyonya rumah yang sah. "Kakek Jerry berada di mansion sendirian. Kejadian penangkapan Emily dan berita kondisi Aksa di kantor pasti sudah mulai tercium oleh beliau. Aku sangat khawatir jika kecemasan yang berlebihan dan kesimpangsiuran informasi di luar sana akan memengaruhi kondisi kesehatan jantung Tuan Besar yang sudah tidak lagi muda. Kamu adalah orang yang paling dipercaya oleh Kakek. Pulanglah, jelaskan seluruh situasi konkrit yang terjadi di sini secara detail dan jujur kepadanya. Katakan pada Kakek bahwa Aksa sudah aman di bawah penanganan Dokter Leon, dan aku ada di sini menjaga suamiku dengan baik. Pastikan Kakek Jerry bisa tidur dengan tenang malam ini."

​Zacky menatap mata Della selama beberapa detik, mencari keraguan di sana, namun ia hanya menemukan keteguhan seorang wanita yang telah sepenuhnya bertransformasi menjadi pelindung keluarga Herlos. Rasa kagum dan hormat yang teramat dalam kembali membuncah di dalam dada Zacky terhadap pilihan Tuan Mudanya dalam memilih pasangan hidup.

​Zacky menundukkan kepalanya dalam-dalam, memberikan penghormatan tertinggi yang ia miliki. "Baik, Nyonya Muda Fradella. Saya akan segera melaksanakan perintah Anda detik ini juga. Tolong jaga Tuan Muda dengan baik. Jika ada hal darurat apa pun, jangan ragu untuk menghubungi saya segera."

​Setelah mendapat anggukan dari Della, Zacky berbalik dan melangkah keluar bersama Anastasya, meninggalkan ruangan kerja luas itu kembali ke dalam keheningan malam yang sunyi.

​Della mengunci pintu ruang kerja dari dalam, lalu melangkah kembali masuk ke dalam bilik rahasia tempat Aksa terbaring. Ia mengganti pakaiannya dengan gaun tidur sederhana yang telah disiapkan oleh Anastasya, membersihkan wajahnya, lalu perlahan naik ke atas ranjang besar tersebut. Dengan sangat hati-hati agar tidak mengganggu selang infus dan transfusi darah di kedua lengan Aksa, Della memposisikan tubuhnya tidur meringkuk di sisi kanan suaminya.

​Della melingkarkan tangan kirinya secara lembut di atas dada bidang Aksa, merasakan detak jantung suaminya yang kini mulai berdenyut dengan ritme yang lebih stabil dan kuat, tidak lagi berpacu liar seperti siang tadi.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🏫⃟SᵐᵖSENJA
waddduuh
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🏫⃟SᵐᵖSENJA
sukur lu 🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
punya suami kek Aksa sungguh menggemaskan dan bikin hati menghangat berarti Aksa tak akan tergoda lagi dengan mantannya si Helena itu walaupun dia supermodel cantik internasional 🤔good lah Aksa so proud👍🏻
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Duhh haii gemess dahh ma km bayii gedeee Aksa 🤣
tetap seperti itu kalau dengan istri mu.. Kudu patuhh n nurutt..
butuhh tutorr banyak hal dell dia.. dan km harus kasih paham.. jgn sampai yg lain yg meracuni pikiran suami poloss muu🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Wkwkwk astagaaaaa Aksa istrimu sedang datang bulan itu ya ampun hanya kram perutnya dan emang sakit kalo lagi bulanan sebagian wanita seperti itu tuan muda Aksa 😭🤣🤣🤣🤭
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
alhamdulilah donk jika tuan muda mu sudah pulihh.. kan ada Della yg setia merawat dan mengawasi tiap harinya...
laahh jelasin aja dell
dr pada yg lain menjeleskan bisa salahh arahh nanti🤭
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Lebihh baik km pergi teraturr dr pada nanti km akan nyesal seumur hidup.. atau km pilihh mati🙁
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🏫⃟SᵐᵖSENJA
kasih paham jalang itu opa jerry 😤
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🏫⃟SᵐᵖSENJA
lu licik sekaligus jalang 🥴
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🏫⃟SᵐᵖSENJA
iyaaa si ratu jalang bunting elu yg ngidamnya 🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🏫⃟SᵐᵖSENJA
laaaah lu nikmatin sana jalang itu 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wihhh kakeknya Aksa langsung beri ultimatum buat Helena supaya jangan mendekati cucunya lagi apalagi sampai menganggu kehidupan rumah tangga Aksa dan Della
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Camm kann tuhh kata" dr kakek Jerry
kau harusnya sudah paham akibatnya jika berani menyentuh cucu kesayangannya🙁
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Wahh km mau bermain Main yahh Helena..
tp jgn sentuhh Della.. atau km akan nyeselll
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Kasihan baget km Adryan...
tuhh lahh akibat salahh dalam memilihh orang...
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah Ratu pasti sedang mengandung dan Adryan Juardi ketiban bagian ngidamnya meskipun kau tak mau punya anak dengan Ratu tetap saja Ratu itu hamil benihmu bung😏😌
chataleya
siapa yang tidak tersenyum bahagia, kalau dikasih kartu belanja seperti itu. 🤭
kalau aku ya sudah tentu tertawa bahagia... silahkan suamiku kerja saja terus. lama tidak apa-apa. 🤣🤣🤣
🏘⃝Aⁿᵘ𝐇⃟⃝ᵧꕥᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: sayangnya laki macam itu hanya 1: 1.000.000 😭😭
othor hanya bisa berkhayal lewat tukisan😭
total 1 replies
chataleya
owalah ternyata cuma nyaring dari luar aja ini mbak Emily 🙈
chataleya
sebenarnya siapa disini yang gila? menurutku Fabio dan Emily 🤭
chataleya
mau komen dasar gila.. tapi pada kenyataannya WNI memang rata2 sudah mendekati kegilaan.. hanya saja masih bisa jaga outfit 🤣
🏘⃝Aⁿᵘ𝐇⃟⃝ᵧꕥᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: suuutttt🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!