NovelToon NovelToon
Buronan Cinta 'Pak Komisaris'

Buronan Cinta 'Pak Komisaris'

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance / Cinta Terlarang / Enemy to Lovers
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

Kehidupan Rafan sebagai komisaris polisi menjadi kacau balau setelah bertemu dengan gadis cantik bernama Myra.

Kriminal kejam yang selama ini ia cari, tak sengaja datang ke hadapannya menjelma bagai malaikat.

Bagaimana Rafan menahan diri agar tidak terseret pada kegilaan semata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan maaf

Sambil bersandar pada pembatas lorong, Rafan merutuki nasibnya. "Rafan, kamu benar-benar dalam masalah besar. Padahal ingin mengungkapkan cinta, tapi yang keluar malah kalimat penuh nafsu."

Ia memijat pelipisnya. "Hhh, Myra... tolong lupakan kejadian tadi."

"Eugh! Mau sekeras apa pun kucoba, aku tetap tidak bisa melupakannya! Telingaku masih panas mendengar kalimat kotor itu," desis Myra sambil menggertakkan gigi.

Tangannya sibuk merobek plastik pelindung tumpukan buku di atas meja. Setelah membersihkan baju di toilet tadi, ia kembali ke aula dan mendapati semua orang sudah sibuk. Entah kenapa, para penulis di acara ini sangat ramah dan ringan tangan, bahkan bersedia membantu pekerjaan teknis staf. Akhirnya, Myra pun ikut turun demi mengalihkan pikirannya.

Srak! Srak!

Dengan sisa kekesalan, tangan Myra bergerak lincah menyobek lapisan plastik. Ia membayangkan plastik-plastik itu adalah wajah pria mesum yang baru saja melecehkannya.

"Dasar polisi tak beradab! Bajingan! Awas saja kalau dia berani muncul lagi..."

Baru saja umpatan itu keluar, sorot matanya yang penuh kebencian menangkap sosok familiar. Di ujung koridor, terlihat seorang pria berjalan dengan langkah pincang dan ragu-ragu. Pria itu menoleh ke kanan dan ke kiri, jelas sekali sedang mencarinya.

"Baru saja diomongin, sudah muncul!" Myra menatap sinis kedua kaki Rafan yang tampak gemetar saat melangkah. Ia segera membuang muka, merasa muak.

Bukannya menjauh, Rafan justru melangkah mendekat ke arah meja panjang tempat Myra berdiri bersama seorang staf pria.

Tap.

Langkah itu berhenti tepat di depan meja. Meski Myra pura-pura sibuk menatap buku, ia tahu pria itu sedang memperhatikannya dengan intens.

"Bedebah, sialan!" batin Myra, berusaha mempertahankan raut datar.

Rafan memaksakan sebuah senyuman. Baginya, kemarahan Myra jauh lebih baik daripada diabaikan sepenuhnya. Ia pun mencari cara untuk menyingkirkan staf pria di samping Myra agar bisa bicara berdua.

"Ng, Penulis Pedro memanggilmu," dusta Rafan pada staf tersebut.

"Penulis Pedro? Apa dia tidak bisa menunggu sebentar? Aku hampir selesai," sahut sang staf sambil mengangkat alis.

"Tidak bisa, katanya sangat mendesak. Masalah penting terkait acara," bujuk Rafan.

Melihat keraguan di mata staf itu, Rafan segera menyambar buku yang sedang dipegang si staf. "Biar aku yang lanjutkan sisanya. Kamu pergilah."

"Benarkah? Terima kasih kalau begitu!" Staf itu tersenyum lega dan segera melangkah pergi.

Kini, tersisa Rafan dan Myra yang berdiri berdampingan. Keheningan yang canggung menyergap.

"Ayo, Rafan. Katakan sesuatu!" perintahnya pada diri sendiri. Ia mulai menyobek plastik buku dengan kecepatan tinggi agar tidak terlihat menganggur.

"Myra..." panggilnya pelan. Ia melirik sekitar, memastikan tidak ada telinga yang menguping.

Myra tetap bergeming. Ia mengatur napas, mencoba mengontrol emosi agar tidak berteriak di tengah keramaian. "Tahan, bersikaplah sewajarnya. Anggap dia tidak ada," batin Myra.

Namun, karena terlalu fokus pada pekerjaannya, Myra tidak sadar Rafan telah menggeser posisinya hingga lengan dan kaki mereka bersentuhan.

"Hah?" Myra tersentak. Ia mengerang lirih dengan gigi mengerat. "Sabar, jangan bereaksi."

Saat tumpukan buku di depannya habis, Myra secara refleks melirik ke arah tumpukan milik Rafan. Pria itu dengan sigap menangkap kode tersebut.

"Ini, biar kuambilkan." Rafan menggeser tumpukan buku ke arah Myra.

Myra menerimanya tanpa suara, semata-mata karena ingin menyelesaikan tugasnya dengan cepat.

"Myra, soal tadi... aku tidak sengaja berbicara seperti---"

"Aku tidak ingin mendengar apa pun," potong Myra dingin tanpa menoleh.

"Tapi tolong dengarkan dulu penjelasanku. Itu salah paham..."

"Cukup! Semakin banyak kamu bicara, semakin kuat label pria mesum itu melekat padamu!" tutur Myra angkuh. Ia mendorong kembali buku yang diberikan Rafan dan bersiap pergi.

"Myra, kumohon!" Rafan berusaha menahan langkahnya.

"Sudah kubilang, aku tidak mau dengar!" Myra menekan setiap kata. "Dan ingat, mulai detik ini, menjauhlah dariku!"

Myra berbalik dengan langkah cepat. Ia memanggil staf lain yang kebetulan lewat. "Permisi, tolong bantu lanjutkan ini."

Rafan hanya bisa terdiam lesu. "Dia benar-benar sulit dibujuk."

Mau tidak mau, Rafan menyelesaikan sisa tugasnya bersama staf pria yang tidak ia kenal itu. Mereka mulai meletakkan buku di setiap kursi kosong sesuai instruksi.

"Kamu menyukai Penulis Rada?" bisik staf itu tiba-tiba, menyadari tatapan Rafan yang tidak lepas dari Myra di kejauhan.

"Penulis... Rada?" Rafan mengernyit bingung.

"Kamu tidak tahu siapa dia tapi sudah jatuh cinta? Gokil!" staf itu terkekeh sambil menunjuk Myra yang mengenakan jas abu-abu. "Dia itu salah satu penulis paling cantik di komunitas ini. Nanti kalau ada waktu luang, aku juga mau minta foto."

Staf itu menyenggol lengan Rafan. "Kenapa diam saja? Cemburu? Kalau suka wanita populer, kamu harus siap melihatnya didekati banyak pria."

Dunia Rafan seolah berputar. Ia bertanya-tanya mengapa Myra merahasiakan identitas aslinya.

"Myra... jadi dia di sini bukan sebagai staf?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!