NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Arga Bimantara

Kelahiran Kembali Arga Bimantara

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Di kehidupan sebelumnya, Arga Bimantara adalah pria malang yang terjebak dalam jerat cinta buta kepada Tiara. Namun, pengabdiannya hanya dibalas pengkhianatan. Ia harus melihat kedua orang tuanya meninggal dalam kemiskinan dan kehinaan, sementara dirinya sendiri habis dikuras sebagai "sapi perah" oleh keluarga Tiara yang parasit. Arga mati dalam penyesalan mendalam, menyia-nyiakan hidup tanpa sisa.
​Tak disangka, takdir memberinya kesempatan kedua. Arga terlempar kembali ke tahun 2000—titik awal di mana segalanya masih bisa diperbaiki.
​Kali ini, Arga tidak akan lagi menjadi "si penjilat" yang lemah. Dengan ingatan masa depan dan modal miliaran rupiah dari keberuntungan yang ia rebut, ia memulai langkah pertamanya dengan satu tindakan tegas: Memutuskan hubungan dengan Tiara dan menghancurkan skema licik keluarga wanita itu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Dengan tenang, Arga kembali membuka tasnya, mengeluarkan selembar cek bank, lalu meletakkannya di tangan Sherly.

“Ini cek senilai empat miliar. Hadiah ulang tahunku yang kedua untukmu.”

Duar!

Kata-kata Arga bagaikan petir yang meledak bertubi-tubi di benak semua orang!

Empat miliar?! Cuma buat kado ulang tahun?! Ya Tuhan! Apakah keluarganya punya cetakan uang sendiri? Hadiah semacam ini benar-benar berada di luar nalar sehat!

Begitu cek itu terlihat, sudut mulut Kevin berkedut hebat. Wajahnya seketika pucat pasi. Tuan muda Arga… Apa kau harus sesombong ini?!

“E-empat miliar? U-untukku, Mas?” Sherly menatap Arga dengan mata membelalak, tak percaya. Bahkan bagi seorang putri keluarga kaya seperti dirinya, empat miliar tetaplah jumlah yang sangat besar untuk ukuran uang saku pribadi!

“Ya, untukmu.” Arga mengangguk sambil tersenyum.

“Tidak! Ini terlalu banyak, aku tidak bisa menerimanya!” Sherly segera ingin mengembalikan cek itu. “Kariermu baru saja dimulai. Gunakan uang ini untuk modal usahamu saja.”

“Di pameran kemarin, kau mempercayaiku tanpa ragu dan menginvestasikan empat miliar padaku,” kata Arga dengan suara mantap. “Kini, giliranku membalasnya. Empat miliar ini memang hakmu. Ambil.”

Dengan nada tegas namun lembut, Arga kembali menyerahkan cek itu. Sherly menatapnya lama, matanya berkaca-kaca. Akhirnya ia mengangguk kuat. “Baik. Aku akan menyimpannya.”

“Wah! Ini benar-benar romantis!”

“Kalau aku, mungkin sudah tidak tahan dan langsung minta dinikahi sekarang juga!”

“Sekarang Tuan Kevin jelas kalah telak.”

Namun—Arga belum selesai.

“Aku masih punya satu hadiah terakhir untukmu.” Ia kembali meraih tasnya.

Kevin: “……”

Sialan! Lagi?! Yang pertama dua puluh miliar, yang kedua empat miliar—seberapa gila hadiah berikutnya?! Apakah aku memang harus dipermalukan sampai tidak punya muka lagi? Dalam hatinya, Kevin menjerit histeris.

Di hadapan semua orang, Arga perlahan membuka sebuah kotak hadiah berbentuk persegi yang dilapisi kain sutra emas. Saat kotak itu terbuka, cahaya keemasan terang langsung memancar keluar, membuat mata semua orang silau!

“Hadiah terakhir ini,” ujar Arga tenang, “juga merupakan hadiah termahal yang kumiliki saat ini.”

“Genthong Penglaris peninggalan saudagar Kiai Kanigoro.”

“Aku harap benda ini bisa membawakanmu keberuntungan dan perlindungan selamanya.”

Tanpa ragu, Arga menyerahkannya kepada Sherly.

Wuuoooh!

Aula kembali meledak dalam kegemparan! Semua orang terengah-engah menahan napas.

“Itu… Genthong Penglaris legendaris yang tempo hari bikin geger?”

“Itu asli! Pakar benda antik sudah menilainya. Katanya, kalau dilelang, harga awalnya saja enam miliar! Tapi dengan nilai sejarah dan tuahnya, para konglomerat nasional pasti berani tawar sampai seratus miliar!”

“Seratus miliar?! Hiss—”

Begitu pusaka itu muncul, seluruh aula seakan sesak oleh keterkejutan. Semua tokoh ternama yang hadir benar-benar terpukul sampai ke dasar hati melihat kemurahan hati Arga.

“Mas Arga, pusaka ini terlalu berharga. Aku tidak bisa menerimanya!” Kali ini, Sherly menolak dengan sungguh-sungguh karena tahu nilai historisnya.

Arga mengusap pipi Sherly dengan lembut dan tersenyum hangat. “Bagiku, kaulah satu-satunya pusaka paling berharga di dunia ini.”

Seribu kata cinta tak sebanding dengan satu kalimat itu. Aliran hangat perlahan mengisi hati Sherly. Detik berikutnya, mata Sherly memerah. Ia memeluk Arga erat-erat dan menangis haru di bahunya.

Di satu sisi, Arga dan Sherly bermesraan tanpa peduli sekitar, menyebarkan suasana romantis ke seluruh aula. Namun di sisi lain, kepala Kevin terasa berputar, seolah dihantam palu godam.

Tiga hadiah itu… merupakan skakmat baginya! Untuk pertama kalinya dalam hidup, Kevin si putra mahkota mulai meragukan dirinya sendiri.

Apakah selama ini… sebenarnya akulah orang miskin itu?

Saat Kevin masih dilanda krisis kepercayaan diri, Sherly Gunawan mengangsurkan kembali kotak beludru berisi cincin berlian itu kepadanya. Suaranya terdengar datar, namun tegas.

“Hadiah ini terlalu mewah, Vin. Tidak pantas bagiku untuk menerimanya. Sebaiknya kau simpan kembali.”

Wajah Kevin seketika berubah padam. Rasa malu menjalar hingga ke telinga, nyaris tak tertahankan di depan para tamu undangan.

Semua pemberian dari Arga kau terima tanpa kecuali, tapi hadiahku justru ditolak mentah-mentah? batin Kevin geram.

Jika memang ingin menolak, mengapa harus di depan begitu banyak orang? Di mana ia harus menaruh mukanya setelah ini?

“Sher, terimalah. Ini tulus dari hatiku,” ujar Kevin dengan nada sedikit memaksa, mencoba menyelamatkan harga dirinya.

“Tidak,” jawab Sherly mantap. “Cincin bukan kado yang cocok dari seorang teman. Jangan pernah memberikannya kepadaku lagi.”

Selesai berkata, ia meletakkan cincin itu tepat di telapak tangan Kevin. Pada saat itu juga, Kevin merasa seolah seluruh hadirin memandangnya dengan tatapan iba—sebuah penghinaan bagi pria sekaya dirinya.

Untuk pertama kalinya dalam hidup, ia dipermalukan sedemikian rupa oleh seorang perempuan di depan khalayak! Yang lebih membuatnya terpuruk adalah kenyataan bahwa ia tidak punya amunisi untuk membantah. Perhiasan giok dua miliar, cek empat miliar, dan pusaka mangkuk yang nilainya bisa menembus ratusan miliar... bagaimana mungkin Kevin masih bisa bersaing?

Arga menepuk pundak Kevin sambil tersenyum tipis, setengah bercanda. “Tidak perlu sujud padaku, Vin. Aku belum mau punya anak yang tidak sopan sepertimu.”

“Kau—!”

Amarah Kevin meledak. Ia menyipitkan mata, menatap Arga dengan sorot mengancam, lalu mencibir dingin. “Sudah lama tidak ada orang yang berani bicara selancang ini kepadaku!”

“Itu karena lingkunganmu terlalu manis,” balas Arga santai. “Tanpa nama besar ayahmu, siapa yang akan memujimu setinggi langit?”

Suasana seketika mencekam! Keluarga Kevin adalah penguasa bisnis otomotif. Jika Arga berani bersikap sekeras ini, bukankah itu sama saja dengan menggali liang lahat sendiri?

“Haha! Kau pikir aku cuma modal nama besar orang tua?” Kevin tertawa terbahak-bahak setelah sempat terdiam. “Sepertinya kau, sang Titisan Naga, memang sangat jemawa!”

“Kebenaran memang sering terasa pahit, tapi itulah obat,” jawab Arga tenang. “Aku hanya bicara fakta. Seharusnya kau berterima kasih karena masih ada orang yang mau jujur padamu.”

Alasannya sederhana. Dalam ingatan masa depan Arga, Sherly di paksa menikah dengan Kevin dan berakhir tragis dengan menggantung diri pada malam pertama mereka. Setengah dari dosa atas kematian Sherly jelas ada di tangan pria di hadapannya ini!

‎Selain itu, Arga bertekad menjadi penguasa ekonomi. Jika menghadapi seorang putra mahkota lokal saja ia sudah gentar, bagaimana ia akan menghadapi raksasa finansial global nantinya?

“Baik, Arga,” kata Kevin dingin. “Ada rumor kalau setiap saham yang kau sentuh pasti jadi emas. Secara pribadi, aku tidak percaya. Pasar saham sesi kedua akan segera dibuka. Bagaimana kalau kita bertaruh? Berani?”

“Bagaimana aturannya?” tanya Arga.

1
Jujun Adnin
lagi
Dewiendahsetiowati
senjata makan tuan,pingin Arga bangkrut ternyata malah untung
Fajar Fathur rizky
cepat bongkar kebusukan kevin bikin bangkrut thor
LING: gbklan langsung di bongkar biar muter2 dlu karna belum nyampe target dpt uang
total 1 replies
Fauziah Daud
Keren.. trusemangattt
Jujun Adnin
lanjutkan
Dewiendahsetiowati
ternyata yang dihina adalah orang terkaya yang ditunggu banyak orang🤣🤣
sitanggang
gak bisa yaa kok masalahnya di mantan/kluarganya terus siih, JD nampak monoton jln ceritanya...membosankan 🤣🤣🤦
Fauziah Daud
hahaha.. tercengang 🤣🤣
Dewiendahsetiowati
Shelina makanya jangan meremehkan orang lain,malu kan ternyata yang diremehkan membela kamu
Dewiendahsetiowati
kalau Rendra dan Kevin tahu Arga yang terkaya langsung stroke 🤣🤣
Fauziah Daud
Keren.. trusemangattt
Jujun Adnin
lanjut
Fauziah Daud
hahaha rasakan.. trusemangattt
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Sastra Aksara: Terimakasih kak😍
support terus yaa
total 1 replies
Fauziah Daud
sudah terlambat Lahan udah di borang.... trusemangattt
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
Jack Strom
Lanjuuut!!! 😁
Jack Strom: Eh jangan, entar leduk... 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!