Anindita Chrisna Ferdinand namanya gadis cantik kelahiran Prancis yang dijodohkan oleh kakeknya diumurnya yang masih 20 tahun .Naas saat hari H pengantin prianya tidak datang terpaksa Anindita menikah dengan sahabatnya yang hanya seorang ojol .
Valentino Arga Darendra pria tampan keturunan Darendra yang menyamar menjadi seorang ojol demi mendapatkan seseorang yang tulus mencintainya .Takdir membawanya menikah dengan Anindita Chrisna Ferdinand.
Jalan takdir tidak ada yang tahu,akankah mereka berjodoh?
Follow Ig author @anisa_nurs334
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anis Nursanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 31
🍂Sebelum membaca tolong tinggalkan jejak berupa like komen vote agar author makin semangat untuk membuat novel ini 🍂
...•~•🍁🍁🍁•~•...
Sekarang ini Anin sedang merepotkan semua pelayan hanya karena ingin memakan buah kedondong .Entah apa yang masuki Anin pagi pagi begini .Anin kekeh ingin memakan buah itu hari ini juga .Bahkan pelayan Eni sudah memberi tahu kalau itu tidak baik bagi kesehatan Anin .Tetapi Anin malah memilih mengunci diri dikamar . Alasannya masih sama yaitu ingin makan buah kedondong.
Kenapa badan ku tidak enak begini?Buah kedondong aku menginginkan mu!!!...
Sementara dibalik pintu pelayan Eni mengetuk ngetuk pintu berharap Anin membukanya .Eni bahkan sudah menduga nduga yang tidak tidak "Nona nona kumohon buka pintunya!nona jangan melakukan yang aneh aneh yaa!nona nona!!!!"
Dibalik selimut Anin mendengus kesal .Dia pun menjawab pelayan Eni dengan bentakan .Baru kali ini Anin membentak pelayan Eni "cih... pergilah aku mau sendirian dikamar ini!!"usir Anin pada pelayan pelayan yang berteriak didepan pintu .
Sementara Anin masih setia dengan selimutnya .Hari ini dia sangatlah merindukan Arga .Tapi kenapa? Padahal baru beberapa jam Arga berpamitan untuk pergi ke luar negeri .Anin melampiaskan rasa rindunya dengan tangisan.
"Hiks hiks hiks, semuanya jahat kenapa tidak mencarikan aku buah kedondong aku kan sedang ingin makan itu ,Arga aku merindukanmu "Anin menagis terisak dibawah selimut . Dengan sumpah serapah yang diberikan pada pelayan pelayan rumah.
Pokoknya aku harus makan buah kedondong .aku sangatlah menginginkannya.Baiklah jika dengan cara baik baik tidak mempan untuk pelayan itu maka aku akan mengancam mereka batin Anin...
Anin bangun dari tidurnya dan menyibakkan selimut yang menutupi seluruh badannya.Anin lalu membuka pintu .Betapa terkejutnya Anin masih mendapati pelayan pelayan itu disana .
Yaampun nona kenapa mata Nona sembab sekali jika tuan Arga tahu apakah yang kami terima dari taun Arga nona ..Eni
Lihatlah kalian seperti prajurit yang menjaga sang raja saja .Kenapa kalian malah membentuk barisan seperti ini ..Anin
"Ehem"Anin berdehem untuk menghilangkan rasa takutnya .Dia ingin mengancam pelayan pelayan itu agar membelikannya buah kedondong .Tapi Anin tidak berani .Anin takut kalau pelayan itu malah menyerangnya . Padahal itu tidak mungkin jika pelayan itu menyentuh kulit Anin sedikit saja pasti Tuan Arga akan sangatlah marah.
"Hay kenapa kalian masih disini? cepat sana Carikan aku buah kedondong , pokonya jika tidak dapat tidak boleh pulang!"Anin bicara dengan suara keras agar pelayan itu mematuhi perintahnya.
"Tapi nona,buah kedondong tidak baik untuk kesehatan anda apalagi tadi anda mengeluh sakit kepala!"Seru salah satu pelayan yang merupakan bawahan Eni.
Anin menghentakkan kakinya ke lantai .Rasa kesal sudah memenuhi otaknya .Wanita itu binggung harus mengancam dengan cara apalagi.Anin tersenyum menemukan cara agar palayan itu menurut"Jika kalian tidak membawakan buah kedondong dalam waktu satu jam ,aku akan menyuruh Arga memecat kalian!apa kalian paham?"Anin mengancam para pelayan itu dengan nada membentak.
"Ba baik nona"jawab semua pelayan terbata takut keluar tanduk dari kepala Anin . pelayan tersebut baru kali ini mendengar bentakan dari Anin.
Kenapa sedari tadi aku tidak mengancam menggunakan nama Arga!apa Arga semenakutkan itu sampai semua pelayan disini takut dengan namanya ..
Anin kembali masuk ke kamarnya . Wanita itu ingin sekali menelepon suaminya Arga.Tetapi takut jika Arga terganggu apalagi ini masih jam kerja . Seharusnya Arga sudah sampai kan disana .Pasti Arga sedang sibuk itu lah yang dipikirkan Anin.
"Apa aku mengirim pesan pada asisten Erik saja ya .Pasti asisten Erik tahu Arga sedang sibuk atau tidak"Pikir Anin kemudian mengetikkan pesan pada asisten Erik untuk menanyakan apa Arga sibuk atau tidak.
Isi pesan:Asisten Erik apakah Arga sedang sibuk ?
Anin mendengus kesal karena asisten Erik hanya membaca pesan tersebut dan tidak membalasnya . Tetapi mata Anin berbinar karena teleponnya berbunyi .Dan yang menelepon adalah Arga suaminya.
"Hallo mas "Anin mengangkat telepon itu dengan semangat .
"Sayang kenapa kamu mengirim pesan pada asisten Erik ,kan bisa menelepon aku "seperti Arga kesal karena Anin mengirim pesan pada asisten Erik.
"Aku kira kamu sibuk yaudah aku kirim pesan aja pada asisten Erik "
"Apakah kamu merindukanku?"tanya Arga
"Aku sangatlah merindukanmu"ucap Anin dia memang merindukan Arga .
"Nanti aku telepon lagi ya"Arga mengakhiri telepon tersebut .
Baiklah tidak apa apa aku tahu kamu sibuk .Tapi nanti aku akan meneleponmu lagi .oh iya ini sudah lebih dari satu jam aku akan meminta buah kedondong itu...
Anin keluar dari kamar menuju meja makan.Dan pas sekali Pak Ngadiman masuk membawa bungkusan yang sudah Anin duga itu adalah buah kedondong.
Mata Anin berbinar dia tidak sabar ingin memakan buah itu .Anin menyuruh pelayan mengupas buah itu"Eni tolong kupasan buah itu "
Selesai pelayan Eni mengupas buah kedondong Anin langsung mencicipinya seakan akan buah itu sangatlah manis .Pelayan pun dibuat terkejut karena Anin memakan buah itu dengan lahapnya.
Eh buset nona mau apa doyan yak Pak Ngadiman
Ya ampun apa buah itu sangatlah manis sehingga nona memakannya begitu lahap...Eni
Anin menghentikan makannya karena melihat pelayan pelayan itu melihatnya dirinya sedang memakan buah kedondong.Anin pikir pelayan juga mau oleh sebab itu Anin menawarkan para pelayan agar mencicipi buah kedondong"Apa kalian mau?kalau mau ambillah ini masih banyak!!"Perintah Anin .
Pelayan pelayan itu penasaran rasa buah kedondong yang dimakan Anin.Satu persatu pelayan maju untuk mengambil buah kedondong yang berada di piring dan mulai mencicipinya.
"Bagaimana enak?"Tanya Anin dengan senyuman .
Semua pelayan itu mengangguk mengiyakan perkataan Anin . Tapi Sebenarnya rasa buah itu sangatlah asam apalagi buah kedondong itu sangatlah muda.
Yaampun nona ini sangatlah asam . Ingin rasanya aku memuntahkan dari mulutku . Seharusnya aku tidak mencoba memakan'nya ...Eni
Astagfirullah mulutku rasanya asam sekali . seharusnya aku tidak mencicipi bauh yang dimakan nyonya ..Pak Ngadiman
Kenapa buahnya sangatlah asam apalagi ini lebih asam dari mangga muda ...semua pelayan
"Pak nanti jemput Sam ya! sebaiknya Pak Ngadiman menjemputnya sekarang kasihan kalau Sam menunggu"Ucap Anin pada pak Ngadiman.
"Baiklah nona"Pak Ngadiman bergegas untuk menjemput tuan mudanya yang merupakan Samuel .
Sesudah Anin memakan buah kedondong dirinya masuk kekamar untuk istirahat .Tapi disela sela tidurnya Anin bermimpi aneh .Dan itu membuat Anin tersenyum bahagia .Dan tak lama kemudian mimpi'Anin terganggu dengan suara kecil Samuel .
"Mamah"Samuel yang baru pulang dari sekolahnya mencari keberadaan sang mamah .
Baca novel ini juga ya!!!
Follow Ig author@anisa_nurs334