NovelToon NovelToon
SURA Penahluk Siluman

SURA Penahluk Siluman

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Isekai
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

Berada di tengah laut jawa, Pulau Koriyaksa dihuni para siluman dalam segala bentuk, dipimpin oleh siluman tanpa nama berwujud menakutkan. Akhirnya setelah 50 tahun berperang, sebuah perjanjian damai ditandatangani.
Setiap malam satu suro, bangsa manusia wajib mengirim tumbal untuk dipersembahkan pada Sang Raja.
Namun Sura mahasiswa yang terlempar ke dalam buku harus menjadi tumbal ke-100, anehnya dia justru berhasil merebut hati Sang Penguasa. WARNING! HATI-HATI DALAM MEMILIH BACAAN!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyatuan dua arus

Keheningan malam di balkon istana terasa semakin pekat. Angin dingin berembus, memainkan helaian rambut Sura. Sang Raja melangkah menuju sebuah lingkaran rune kuno yang terukir di lantai batu, lalu memberi isyarat agar Sura mendekat.

"Duduklah di hadapanku," perintahnya. Suaranya penuh penekanan. "Sihir bangsa siluman bersumber dari emosi dan aliran energi alam. Bagimu yang seorang manusia, mencoba menarik energi ini sendirian sama saja dengan meminum racun."

Sura duduk bersila, berhadapan langsung dengannya. Jarak mereka begitu dekat hingga lutut mereka bersentuhan. Dalam remang cahaya obor, Sura bisa melihat garis wajah sang Raja yang selama ini tersembunyi di balik ketegasan semu.

"Ulurkan tanganmu," ucapnya lagi.

Sura mematuhi. Saat telapak tangan mereka bertemu, sebuah sengatan listrik yang hangat merambat naik ke lengan Sura. Tangan Raja terasa lembut namun kuat, kontras dengan udara malam yang menggigit.

"Tutup matamu. Jangan dilawan, cukup rasakan," bisik sang Raja.

Sura memejamkan mata. Seketika, dunianya yang gelap berubah menjadi pemandangan aliran cahaya. Ia merasakan sesuatu yang asing merangsek masuk ke dalam pembuluh darahnya, sebuah energi yang liar, panas, dan berwarna ungu gelap.

"Fokus, Sura," suara wanita itu terdengar tepat di telinganya, begitu dekat hingga napasnya terasa di kulit leher Sura. "Bayangkan darahmu adalah wadah, dan energi ini adalah airnya. Biarkan mereka mengalir bersama, jangan ditahan."

Sura mengerang pelan. Tubuhnya bergetar hebat saat energi siluman itu bergesekan di dalam darahnya. Itu adalah sensasi yang membakar sekaligus memabukkan. Tanpa sadar, genggaman tangan Sura mengerat pada jemari sang Raja.

Tiba-tiba, sebuah kilatan cahaya meledak di balik kelopak mata Sura. Ia bisa merasakan detak jantung sang Raja, bahkan emosi yang tersimpan jauh di dalam sana, kesepian, beban takhta, dan sedikit rasa penasaran terhadap sosok manusia di hadapannya.

"Kamu merasakannya?" bisik sang Raja. "Itulah titik di mana sihir dan nyawa menjadi satu."

Sura membuka mata. Di tengah kegelapan, matanya dan mata sang Raja bersinar dengan pendar ungu yang sama. Wajah sang Raja kini tampak sangat dekat, matanya menatap Sura dengan intensitas yang berbeda dari sebelumnya. Tidak ada lagi raja yang berwibawa, hanya ada seorang wanita yang sedang berbagi rahasia paling terlarang dengan seorang pria.

"Sihir ini sekarang ada di dalam dirimu," katanya pelan, tangannya masih belum terlepas dari genggaman Sura. "Tapi ingat, setiap kali kamu menggunakannya, kamu membawa sebagian dari jiwaku bersamamu."

Ada percikan aneh di antara mereka, sesuatu yang lebih panas dari sihir dan lebih berbahaya dari miasma. Sura menyadari bahwa belajar sihir hanyalah awal dari ikatan yang jauh lebih rumit dari sekadar guru dan murid.

Sura masih merasakan denyut hangat di telapak tangannya, bekas sentuhan sang Raja yang perlahan memudar. Ia menyandarkan punggungnya ke pilar batu, menatap tangannya sendiri yang kini seolah menyimpan rahasia besar.

"Sistem," panggil Sura dalam hati. "Apa sihir memang begini cara kerjanya? Harus ada penyatuan energi seperti tadi?"

"Benar, Sura. Setiap siluman terlahir dengan jenis sihir yang berbeda, tergantung pada garis keturunan klan mereka. Karena kamu belajar langsung dari Sang Raja, mau tidak mau dia harus membenamkan sedikit potongan jiwanya ke dalam tubuhmu sebagai jembatan aliran energi."

Sura terdiam, sedikit merinding membayangkan ada jiwa dari wanita itu yang kini menetap di dalam dirinya. "Lalu, apa aku tidak punya sihir khasku sendiri? Sesuatu yang benar-benar milikku?"

"Semua skill yang kamu miliki saat ini, Pembatas Ilahi, Darah Pemurni, hingga Mirroring Multitude adalah bentuk sihir unik kamu. Itu adalah manifestasi kekuatanmu di dunia ini."

Sura menghela napas, ia sedikit kecewa. "Bukan itu maksudku. Maksudku, sihir yang seperti... kamu tahu, menciptakan api dari jentikan jari, mengeluarkan air dari tangan untuk minum, atau setidaknya sihir praktis untuk mengeringkan pakaian saat kehujanan. Semacam itu."

Hening sejenak, sebelum suara Sistem kembali bergema dengan nada yang entah mengapa terasa sedikit mencemooh.

"Sihir seperti itu tidak ada di dunia ini, Sura. Itu hanyalah fantasi yang ada dalam buku dongeng di dunia asalmu."

Sura tersentak. Ia menegakkan punggungnya, matanya membelalak kaget. "Lho, bagaimana kamu bisa tahu tentang buku dongeng di duniaku? Kamu kan berasal dari dimensi ini!"

"Raja Pertama lah yang menceritakan semuanya. Saat dia berpindah dimensi ke dunia ini berabad-abad yang lalu, dia juga menanyakan hal yang sama persis sepertimu. Dia menghabiskan waktu berhari-hari mencoba merapal mantra api sebelum akhirnya menyadari bahwa hukum alam di sini bekerja dengan cara yang berbeda."

Jawaban itu membuat Sura terpaku. Sura menatap ke arah Sang Raja yang masih berdiri di tepi balkon. Ada rasa penasaran yang membuncah, jika Raja Pertama adalah manusia, mungkinkah rahasia tentang Sang Raja juga berkaitan dengan wasiat Raja pendahulu?

1
Elprasco
Silahkan tinggalkan jejak di sini😍
sutimh
biji yang mana nih🤣
Giska
jd gini asal usul nama kelelawar🤣
Giska
Cerita seru bikin ketagihan bacanya/Drool/
penulis hiatus
🤣biar ga nyangkut jd rambutnya dipotong
Lili
Seru thor😍
Lili
😍dapat rejeki banyak kalau gini
Ruby
💪Gacor banget si Sura😍🤣
Ruby
Cerita bertransmigrasi ke buku/Smile//Heart/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!