NovelToon NovelToon
Air Mata Di Ujung Senja

Air Mata Di Ujung Senja

Status: tamat
Genre:Pelakor / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Selingkuh / Hamil di luar nikah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sarifah31

Di desa terpencil, Zifa hidup bersama Mama Auna dan Uti Yaya, dihantui kerinduan akan ayahnya yang hilang, hingga kebenaran pahit terungkap bahwa ayahnya telah menikah lagi, berbeda dengan cerita Mama Auna tentang ayahnya yang bekerja di luar negeri. Malam-malam misterius dengan hilangnya hewan ternak warga desa menambah teka-teki, sementara takdir mempertemukan Auna dengan cinta pertamanya, Zhafran, yang kini kaya raya. Rahasia masa lalu yang terkubur dalam-dalam muncul ke permukaan: Zifa ternyata bukan anak Fauzan, melainkan darah daging Zhafran! Kini, Auna harus memilih antara mengungkap kebenaran yang mengubah hidup Zifa atau terus memendamnya demi melindungi putrinya dari intrik dunia gemerlap. Mampukah Auna mempertahankan Zifa, ataukah takdir akan memisahkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarifah31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akar yang Terluka dan Panggilan yang Dinanti

Suasana di dalam kamar masih terasa berat. Isak tangis Zifa perlahan mulai mereda, namun napasnya masih tersengal. Auna masih setia mendekap putrinya, memberikan kehangatan yang selama bertahun-tahun ini menjadi satu-satunya tempat Zifa pulang.

Auna tahu, inilah saatnya ia harus jujur, sejujur-jujurnya, tanpa ada yang ditutupi lagi.

Auna melonggarkan pelukannya, lalu menangkup wajah Zifa dengan kedua tangannya. Ia menatap mata putrinya yang sembap.

"Zifa, dengerin Mama ya, Sayang," suara Auna terdengar tenang namun bergetar. "Mama tahu Zifa kecewa. Mama tahu Zifa marah sama Om Zhafran karena dia nggak ada saat kita susah dulu. Tapi ada satu hal yang Zifa harus tahu, dan ini mungkin bakal sulit buat Zifa denger."

Zifa terdiam, menyimak dengan tatapan yang masih nanar.

"Sejahat-jahatnya Om Zhafran dulu, sesalah apa pun dia di masa lalu, dia itu tetap ayah kandung kamu. Ada darah dia yang mengalir di tubuh Zifa. Dan Zifa harus tahu satu hal... kalau bukan karena kesalahan Mama dan Ayah Zhafran dulu, mungkin Zifa nggak akan pernah ada di dunia ini."

Zifa mengerutkan keningnya, tidak mengerti. "Maksud Mama?"

Auna mengembuskan napas panjang, mencoba mengumpulkan keberanian. "Dulu, waktu Mama masih muda, Mama sama Om Zhafran itu pacaran. Kami berdua sama-sama egois, cuma mikirin kesenangan sendiri, dan terlalu ngikutin hawa nafsu. Kami melakukan kesalahan besar yang nggak seharusnya dilakukan sebelum menikah. Dan dari kesalahan itulah, Allah titipin Zifa di rahim Mama."

Auna mengusap air mata yang jatuh ke pipinya sendiri. "Jadi, kalau Zifa benci sama Om Zhafran karena masa lalu itu, Zifa juga harus tahu kalau Mama punya andil yang sama. Mama nggak suci, Sayang. Mama juga salah. Tapi sejak Zifa lahir, Mama berjanji bakal ngelakuin apa pun supaya Zifa nggak ngerasa jadi 'kesalahan'. Karena buat Mama, meskipun caranya salah, kehadiran Zifa adalah anugerah paling indah."

Zifa tertegun. Ia melihat ibunya yang selama ini ia anggap sempurna, kini mengakui kerapuhannya. Ia melihat rasa bersalah yang amat dalam di mata Auna. Untuk pertama kalinya, Zifa menyadari bahwa beban yang dipikul mamanya selama ini jauh lebih berat daripada yang ia bayangkan. Mamanya tidak hanya berjuang sendirian, tapi juga membawa rasa malu dan penyesalan setiap harinya.

"Ma..." suara Zifa mencicit. "Maafin Zifa. Zifa nggak tahu kalau Mama sesakit itu selama ini. Zifa malah egois cuma mikirin perasaan Zifa sendiri."

Zifa langsung memeluk leher Auna dengan erat. "Maafin Zifa ya, Ma. Zifa nggak akan benci Mama. Zifa sayang banget sama Mama."

"Mama sudah maafin Zifa jauh sebelum Zifa minta maaf," bisik Auna sambil mencium puncak kepala anaknya. "Sekarang, Mama cuma minta satu hal. Kasih kesempatan buat Om Zhafran. Dia sudah jauh berubah. Dia lagi berusaha memperbaiki semua puing-puing yang dulu dia hancurin."

Zifa melepaskan pelukannya. Ia menghapus air matanya sendiri dengan tekad baru. Pikirannya tentang Ayah Fauzan tidak berubah, laki-laki itu tetap pahlawannya, tapi ia mulai membuka sedikit ruang di hatinya untuk laki-laki yang satu lagi.

Zifa kemudian melirik ke arah pintu yang sedikit terbuka. Di sana, ia melihat bayangan seseorang yang berdiri diam sejak tadi. Zifa tahu itu siapa. Ia bisa merasakan kehadiran Zhafran yang penuh keraguan di luar sana.

Zifa menatap Auna sejenak, dan mamanya mengangguk kecil seolah memberi kekuatan. Zifa menarik napas panjang, lalu berseru dengan suara yang meski masih agak serak, terdengar sangat jelas.

"Ayah... sini masuk. Jangan di luar terus."

Hening sejenak. Zhafran yang berdiri di kegelapan koridor merasa jantungnya seakan berhenti berdetak. Ia tidak salah dengar, kan? Baru saja Zifa memanggilnya dengan sebutan itu?

Dengan tangan gemetar, Zhafran mendorong pintu kamar lebih lebar. Ia melangkah masuk dengan ragu, matanya berkaca-kaca menatap Zifa dan Auna yang duduk di atas ranjang.

"Zifa... kamu manggil apa tadi?" tanya Zhafran dengan suara yang nyaris hilang.

Zifa sedikit bergeser, memberikan ruang di atas tempat tidurnya yang luas. "Ayah. Sini masuk, tidur bareng Zifa sama Mama juga. Zifa capek nangis, Zifa mau tidur ditemenin Ayah sama Mama."

Zhafran tidak bisa lagi membendung air matanya. Ia melangkah cepat dan langsung berlutut di samping tempat tidur, menggenggam tangan kecil Zifa dan menciumnya berkali-kali. "Makasih, Zifa... makasih, Sayang. Ayah janji, Ayah nggak akan pernah pergi lagi. Ayah bakal tebus semuanya."

Malam itu, di rumah baru yang awalnya terasa asing, sebuah keajaiban kecil terjadi. Zhafran naik ke atas ranjang, berbaring di sisi kanan Zifa, sementara Auna di sisi kiri. Zifa berada di tengah-tengah, merasa terlindungi oleh dua orang yang memberinya kehidupan.

Untuk pertama kalinya, rasa "pulang" itu bukan lagi sekadar impian. Zifa memejamkan matanya dengan tenang, merasakan kehangatan dari kedua sisi tubuhnya. Ia tahu perjalanannya masih panjang, dan ia masih akan tetap menjenguk Ayah Fauzan, tapi malam ini, ia akhirnya memiliki apa yang selalu ia dambakan: sebuah keluarga yang utuh.

1
Lumpia The best
Lanjutkan dong, kok cuma sedikit babnya, gantung sekali ceritanya
Sarifah_Aini97: Udh capek kak, ceritanya berantakan
total 1 replies
Aquarius97 🕊️
Zhafran... otakmu luruskan ya
Aquarius97 🕊️
wooooohhhh Daniiiii kau ikut2an yaa😤😤😤
mamayot
kenapa harus selingjuh dengan teman ibunya zifa. sakit banget pastinya
Xlyzy
semakin bnyk waktu yang terbuang maka semakin bnyk juga kesempatan buat menancapkan fitnah tersebut
Xlyzy
orang orang pada keder nyariin Lo jaf pulang gih
Xlyzy
fitnah itu emang jahat bener padahal bilang nya tak setajam pisau tapi klk udah berhasil tertanam efek nya bakalan menyebar
Nuri_cha
Rafka bener nih... lebih baik kalian fokus sama yg bikin ulah dulu
Nuri_cha
hmmm... bagus juga sih pny tempat buat menenangkan diri. tapi orang2 khawatir zhaf
sjulerjn29
kenapa gk nina🤭
sjulerjn29
auna km masih punya perasaan gk sih sama dia? kalo iya gak usah tertekan yang penting kan zifa bisa merasakan peran ayahnya dan nanti hidupmu gk susah lagi..
Oksy_K
ayo lakukan tes dna. Zifa butuh sosok ayah yg bener2 menyanyanginya
Oksy_K
lah, si dokter ini gimna. anak kecil loh itu, di tempat asing. klo ilang gimna🤧
Alyanceyoumee
kecewa sih saiya... segitu doang usaha anda sebagai seorang suami yang bela2an nyuruh auna cere dari suami nya buat nikah sama anda. ah ck 🤕😡
Alyanceyoumee
lu dari pada diem sambil bertanya-tanya, sekidikin napa sih? kamu orang kaya cerdas kuliah di luar negeri kan? 🙄
Oma yeni*🦋
kamu Rafka,, kamu cowok lemah amat, mudah sekali masuk jebakan 🥴🤭
Oma yeni*🦋
kamu cari si Rina itu, lalu raih tengkuknya,, hajar sampai dia ngaku, seret ke kantor polisi 🥴🤦🤭
Oma yeni*🦋
jangan lama lama pikirnya Zhafran 🥴
𝓙𝑬𝓜𝑨📴
terimakasih rafka sudah mau membantu auna
𝓙𝑬𝓜𝑨📴
nyusahin zhafrah lu mah ngilang teh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!