rena seorang gadis cantik yang hidup sebatang kara dikota besar...trauma masa lalu membuat dia tidak mempunyai pasangan meskipun usianya sudah cukup dewasa untuk menikah..waktu liburan kantornya keluar kota sesuatu yang buruk terjadi padanya yang membuat hidupnya jadi berantakan
apakah yang terjadi sama rena..??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan hena
Pagi ini rena dikejutkan dengan suara hp yang berdering disamping tempat tidurnya.Setelah melihat siapa yang menelepon ,dengan bersemangat rena langsung menjawab.
"Oma sayang ,udah sampai disana ya? tanya rena dengan nada yang ceria.
"Sudah ,dari tadi malam sayang" sahut oma dari seberang telepon.
"Oma kok ga istirahat ? tanya rena yang tahu beda waktu disana dengan disini.
"Oma barusan bangun sayang ,kan disini waktunya masih subuh" ucap oma lagi
"Baiklah ,yang penting habis ini oma istirahat ya,rena akan jaga kesehatan ,jadi oma ga perlu khawatir disana" ucap rena berusaha tidak membuat omanya jadi khawatir akan dirinya.
Setelah percakapan panjang lebar dengan sang oma ,akhirnya rena mengakhiri panggilan teleponnya dan turun dari ranjang mencari dava yang tidak ada disampingnya.
Setelah mencari sampai ke dapur rena melihat dava yang lagi memasak didapur.
"Kak dava kok masak,pelayan yang biasa masak dimana? tanya rena heran melihat dava yang didapur.
"Minta cuti ,orang tuanya lagi sakit ,sementara yang lain kan udah ada tugasnya masing masing" sahut dava yang tidak ingin menambah pekerjaan baru buat pelayan yang lain
"Mang kak dava bisa masak? goda rena sambil tersenyum melihat ke arah dava.
"Bisa ,kamu pikir suamimu ini orang yang manja ,selama kakak kuliah diluar negeri ,beno yang sering mencicipi masakan yang kak dava bikin" ucap dava sambil melihat kearah rena.
"Kenapa bukan kak beno yang memasak buat kak dava? tanya rena yang bingung karena yang dia tahu sejak kecil beno sudah melayani dava dirumah itu ,jadi mana mungkin majikan yang masak buat anak buahnya sendiri.
Beno itu tidak bisa masak,dan dia sudah seperti saudara bagi kak dava" sahut dava yang mengerti apa yang dipikirkan rena.
Rena mengangguk mengerti akan ucapan dava ,didalam hati dia merasa bersyukur mempunyai suami yang tidak memandang rendah seseorang.
"Hmm ,wanginya rena jadi kepengen makan kak" ucap rena yang mencium wangi nasi goreng yang lagi dimasak dava.
"Baiklah ,bentar lagi masak ,sayang tunggu dimeja makan aja ,nanti kak dava bawa kesana" ucap dava menyuruh rena menunggu dimeja makan karena tidak ingin melihat rena kecapean berdiri.
"Biar rena bantuin kak dava bikin minum aja" sahut rena yang tidak ingin meninggalkan dapur ,malah sibuk membuat minuman hangat buat mereka berdua.
Dava yang melihat rena lagi membuat minuman hanya bisa geleng geleng kepala sambil tersenyum,dia tahu dibalik kelembutan rena sebenarnya dia gadis yang keras kepala ,jadi percuma menyuruh dia buat duduk diam.
Setelah mereka berdua sarapan pagi yang dipenuhi canda tawa ,dava kembali keruangan kerjanya setelah mengantarkan rena untuk istirahat dikamar.
Dava kemudian sibuk dengan berbagai pekerjaan yang menumpuk ,sambil menunggu dava yang datang kerumahnya hari ini mengantarkan laporan tentang perusahaan.
Tiba tiba pintu diketok dari luar ruang kerja dava.
"Masuk! teriak dava dari dalam
Beno langsung masuk ke dalam ,setelah sebelumnya sempat heran kok beberapa pelayan masih ada dirumah utama.
"Duduklah" perintah dava setelah melihat beno yang masuk kedalam
"Bos ,kok para pelayan tidak kembali ke paviliun mereka setelah mengerjakan tugasnya? tanya beno yang heran dengan perubahan yang terjadi dirumah ini.
Itu para pelayan kepercayaan bi inah ,aku sengaja suruh mereka menginap sementara dikamar belakang ,agar bisa melayani kebutuhan rena dan rena tidak merasa kesepian karena ditinggal oma dan bi inah" jawab dava menjelaskan
Beno yang mendengar penjelasan dava ,akhirnya mengerti kenapa dava melakukan hal itu ,memang jika oma dan bi inah tidak ada ,rumah ini seperti tidak ada orang karena rena dan dava lebih sering dilantai dua ,jadi sejak oma dan bi inah pergi beno merasakan kesunyian ketika masuk rumah ini.Tapi hari ini dia merasakan perbedaan ketika melihat para pelayan berkeliaran mengerjakan tugas mereka.
"Kamu sudah sarapan? tanya dava yang membuat beno akhirnya tersadar dari pikirannya sendiri
"Sudah dari tadi pagi bos" jawab beno
"Oh ya bos ,hampir lupa memberitahu berita penting nih" ucap beno yang baru ingat akan sesuatu yang dia lupakan tadi.
Dava mengernyitkan dahinya melihat tingkah beno yang seperti orang linglung.
"Hena telah kembali bos" terdengar suara beno yang menyebutkan nama hena membuat dava merasakan keanehan dengan tujuan wanita itu datang ke indonesia kembali.
"Ada apa dia datang ke indonesia? bukankah dia sudah sukses dikorea dan bahkan sudah memiliki tunangan ,apakah dia akan menikah disini? tanya dava bingung dengan kepulangan wanita serakah itu.
"Sepertinya bukan untuk menikah bos ,karena jika dia akan menikah ,tidak mungkin bora tidak mengabari aku" sahut beno lagi kepada dava.
"Tapi darimana bos tahu jika hena sudah punya tunangan? tanya balik beno kepada dava karena dia tidak pernah memberitahukan hal ini kepada bosnya.
"Aku ketemu dia diseoul waktu itu, dan juga berkenalan dengan steven ,tunangannya" sahut dava sambil memperhatikan beberapa file yang baru diserahkan beno.
Beno yang mendengar ucapan dava hanya heran melihat sikap dava yang santai ketika mengucapkan kata bertemu hena ,secara dulu hena adalah wanita yang paling dicintai bosnya itu.
"Kamu udah melihat para karyawan yang ada dirumah sakit ? tanya dava mengalihkan pembicaraan mengenai hena ,karena menurut dava wanita itu sudah tidak penting lagi.
"Sudah bos ,hanya tinggal 2 security itu saja lagi yang masih dirawat ,yang lain sudah diperbolehkan dokter untuk pulang" ucap beno menjelaskan.
"Tolong kamu pergi kerumah 2 security itu atas nama perusahaan ,memberikan beberapa bingkisan dan uang sebagai permohonan maaf karena telah lalai dalam menjaga keselamatan karyawannya" perintah dava kepada beno sebagai wujud peduli dava kepada karyawan yang telah bertahun-tahun bekerja dengannya.
"Baiklah bos" sahut beno hormat dengan dava karena bosnya itu sangat peduli ,bahkan dengan karyawan rendah sekalipun ,beno merasakan dava seperti kedua orang tuanya yang baik hati ,dan tidak memandang orang lain berdasarkan statusnya.
Akhirnya beno keluar dari ruangan dava setelah beberapa jam membahas masalah pekerjaan dengan dava.
Sementara rena yang sedang asyik menonton tv dikamar ,merasakan perutnya yang keroncongan.
Baru saja dia berdiri ingin mencari dava keruang kerjanya,tiba tiba pintu kamarnya terbuka dan muncullah dava dengan membawa beberapa bungkus makanan.
"Lho kakak darimana,kok ga ngajak rena beli makanan" sungut rena yang melihat dava sudah kembali dari beli makanan.
"Bukan kak dava yang beli ,tadi kak dava suruh pak tono yang beliin ,kasihan dia sudah lama nganggur ,karena kantor kak dava pindah kesini" sahut dava sambil meletakkan makanan diatas meja ruang tv.
"Emang pak tono ga digaji kalau ga menjadi sopir kak dava ke kantor? tanya rena penasaran karena mendengar ucapan dava barusan.
"Di gajilah sayang ,kan pak tono udah puluhan tahun bekerja dengan kak dava ,malah sebelum kak dava lahir" sahut dava lagi sambil mengajak rena duduk kembali.
"Maksud kak dava?tanya rena mengernyitkan dahinya.
"Kok kamu malah jadi telmi( telat mikir) sih sayang" ucap dava lembut sambil membelai rambut rena
Pak tono itu dulu bekerja dengan orang tua kak dava ,bahkan sebelum kak dava lahir ,jadi dia itu sudah seperti keluarga ,jika dia sudah tua dan tidak bisa menjadi supir lagi ,gajinya pun tetap ada ,cuma tadi kak dava sengaja menyuruh pak tono belikan makanan ,agar semua pelayan disini ,juga bisa menikmati makanan ini sayang" sahut dava lagi menjelaskan panjang lebar dengan sabar.
Rena hanya menganggukkan kepalanya ,tanda bahwa dia sudah mengerti dengan perkataan dava ,dan dia senang mendengar dava yang peduli dengan pekerja dirumah ini.
Tok..tok.tok" terdengar bunyi pintu kamar mereka diketok
Dava segera berjalan membukakan pintu
Ini piringnya tuan" ucap novi pelayan yang direkomendasikan bi inah kepada dava.
Baiklah ,kamu beritahu para pelayan yang lain ,agar makan bersama dimeja makan yang dibawah saja ,ga usah dibawa ke paviliun belakang ,pak tono sudah beli banyak makanan" perintah beno kepada novi.
Baiklah tuan" sahut novi sambil meninggalkan dava
Siapa itu kak dava ,kok baru pertama kali lihat? tanya rena melihat pelayan baru yang masih muda bekerja dirumah ini.
Ganti bi inah sementara untuk melayani mu , kemaren sore dia baru datang ,dia yang dipercaya sama bi inah? ucap dava lagi menjelaskan agar rena tidak salah paham.
Baiklah " ucap rena lega setelah mendengarkan penjelasan dava
Akhirnya mereka berdua makan siang dengan nikmat dan rena sangat senang karena dava menemaninya dengan penuh perhatian.
Sesuai permintaan readers yang ingin visual dava dan rena ,maka author memberikannya ,dan maaf🙏 jika tidak sesuai keinginan para readers ya
Dava Sudrajat
Rena himawan