Roni seorang laki-laki dari sebuah desa pelosok,dia hanya lulusan sekolah dasar,walaupun dia anak satu-satunya tapi orang tuanya tidak mampu melanjutkan sekolah anaknya,karena keadaan ekonomi yang serba kekurangan,Bapaknya Roni bukanlah orang yang gigih dalam bekerja.
Risa adalah teman Roni sjeak kecil mereka berdua saling jatuh cinta,dan cintanya berlanjut sampai dewasa.Demi mendapatkan restu dari Bapaknya Risa,Roni di tuntut harus bisa menjadi orang kaya melebihi kekayaan Bapaknya Risa.
Demi memperjuangkan cintanya,Roni membulatkan tekadnya untuk merantau di kota Jakarta,yang dia ketahui Jakarta adalah kota yang banyak uangnya,banyak orang sukses dan menjadi kaya raya.
Ternyata tidak mudah hidup dikota itu,Roni mengalami banyak rintangan disana,hingga membuat nyawanya hampir melayang di tangan para preman.Beruntung ada seorang kakek yang hidup sebatang kara menolongnya,yang setiap hari kerjanya sebagai pengemis.Roni di rawat sampai sembuh .
Ronipun membalas kebaikan kakek itu,dengan selalu menemaninya saat mengemis.Roni di anggap seperti cucunya sendiri,tidak begitu lama kakek mengemis bersama Roni tibalah ajalnya.
Karena sudah tua tibalah ajalnya,dan ternyata sang kakek tua itu mempunyai simpanan banyak uang hasil dari mengemis selama bertahun-tahun.
Apakah Kakek tua itu akan mewariskan simpanan uangnya pada Roni?.
Apakah Roni bisa kaya melebihi Bapaknya Risa dalam satu tahun?
Simak kelanjutannya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon munasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Belajar Ikhlas
(Kakek Sabar)
****
Hari sudah sore, Kakek mengajak Roni untuk pulang. Mereka pulang tidak membawa sedikit pun uang, karena uang yang di dapat tadi sudah habis.
"Ayo Ron sudah sore kita pulang," Kata Kakek
"Iya Kek," Dengan muka nggak ceria Roni menjawab.
"Kenapa kamu, mukanya kayak nggak seneng gitu," Tanya Kakek Sabar.
"Nggak ada papa Kek, ayo kita pulang."
Roni mencoba menutupi keganjalan hatinya karena hari ini tidak bawa uang sedikitpun, tak terasa uangnya habis tadi di belanjakan. Roni berjalan tanpa sepatah katapun pada Kakek Sabar. Kakek Sabar coba bertanya pada Roni.
"Ron sebenarnya kenapa kok dari tadi diam saja."
"tmTadi kita dapat uang yang banyak dengan sangat mudah, tapi sekarang uangnya juga mudah sekali habisnya."
"Oh jadi kamu diam saja mikirin soal itu."
"Sudahlah Ron kamu ikhlasin saja, kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan, kita hanya bisa menjalani skenarionya saja. Sebenarnya kita di dunia ini tidak punya apa-apa, semua yang kita punya adalah miliknya, kita hanya di titipin saja. Sebaiknya kita tidak terlalu bangga dan cinta,atas apa yang ada pada kita, semua itu miliknya."
"Oh jadi begitu ya kek," Kata Roni yang sedikit lega hatinya mendengar ucapan Kakek, Ronipun tersenyum bangga pada Kakek Sabar.
"Baiklah Kek aku akan mengikhlaskannya, berarti Rezeki tadi itu bukan milik saya."
"Sudahlah kamu jangan khawatir, besok kalau kita masih di beri umur yang panjang, besok kita bisa ngemis lagi. Siapa tau dapat lebih banyak lagi uangnya," Ucap Kakek lagi menghibur Roni.
"Ya Kek, benar kata Kakek kita harus menjalani hidup ini dengan sabar dan ikhlas, nanti akan membuahkan hasil yang menyenangkan."
Setelah berjalan sampailah di rumah. Kakek Sabar dan Roni akan membersihkan diri. Hari sudah cukup gelap sudah mau magrib, seperti biasa Kakek Sabar dan Roni mandi di kali pada waktu hari sudah gelap dan sepi. Supaya tidak di ketahui orang.
Mereka berdua melakukan kewajibannya. Setelah itu mereka makan dan beristirahat. Mereka berdua merebahkan badanya diatas lantai kardus yang cukup hangat itu dan tertidur pulas.
*** Di rumah Gita...
Gita makan malam di rumah bersama keluarganya, yang terdiri dari Mamanya, Papanya, Kakak perempuannya. Gita bercerita pada Mamanya tentang tadi siang, kalau dia bertemu dengan seseorang yang mirip dengan pacarnya yang sudah tak bersamanya lagi saat ini.
"Ma, tadi aku pergi ke Taman bersama Nina, aku ingin menghilangkan kegalauanku karena di tinggal sama Toni pacarku.
Eeee..., malah aku bertemu dengan orang yang sangat mirip dengannya, namanya pun hampir sama yaitu Roni. Aku tadi bingung di buatnya."
Kakaknya Gita tertawa geli mendengar cerita Gita. Sebut saja namanya Kak Rima. Kak Rima hingga saat ini belum punya pacar, sedangkan Gita adiknya baru snak SMA sudah gonta-ganti pacar.
"Git, Git, kamu tu lucu ya, baru krmaren kamu pacaran sama Toni udah putus lagi, udah berapa kali kamu putus sama cowok," Kata Kak Rima yang belum pernah pacaran sama cowok.
"Terserah aku dong Kak, aku happy aja. Aku sering di putusin sama cowok, tapi aku juga cepet dapet gantinya," Gita berangan-angan Kalau Roni si cowok pengemis yang ganteng itu bisa jadi pacarnya.
"Emangnya Kakak, nggak pernah punya cowok," bales Gita.
"Kakak happy-happy aja nggak punya cowok, nggak begitu penting cowok, punya cowok itu ribet."
"Hus, jangan bilang gitu, kamu sekarang sudah dewasa Rim, seharusnya kamu sudah punya pacar," Kata Mamanya yang pingin anaknya cepet punya pacar dan menikah.
"Iya Rim, lihat tu temen-temen kamu sudah pada nikah," kata papanya juga.
"Gimana ya Pa aku ini orangnya susah jatuh cinta, aku belum menemukan pria yang cocok di hatiku, aku masih mau menikmati karirku yang lagi bagus-bagusnya."
"Ya terserah kamu Rim, Mama doakan semoga kamu cepat punya cowok ya, dan bisa menikah dengannya. Mama lihat teman-teman kamu sudah pada punya anak, Mama pingin deh kamu seperti mereka."
Gita masuk kedalam kamar ingin tidur karena sudah malam. Baru saja berbaring di kasurnya yang empuk, dia teringat wajah Roni yang mirip dengan Toni, Gita berbicara sendiri.
"Iih.., tadi itu emang benar Toni apa Roni sih, aku jadi penasaran lagi. Mereka berdua sama gantengnya. Kalau dia bukan Toni, Roni pun boleh jadi pengganti Toni," Gita tersenyum sendiri karena perkataannya,rasa-rasanya dia jatuh cinta sama cowok yang ganteng itu alias Roni.
Gita berencana besok akan ke Taman lagi, untuk memastikan lagi kalau itu Toni atau bukan dia masih nggak percaya.
Hari sudah pagi, Gita cepet-cepet mandi dan berdandan rapi, karena akan pergi ke Taman.
Gita berlari dari kamarnya,Ibu melihat dan meneriakinya. Gita pun berhenti mendengar teriaakan Ibunya.
"Hei Gita kamu mau kemana pagi-pagi sekali,: tanya Mamanya.
"Aku mau pergi ke Taman Ma."
"Buru-buru sekali, ini kan masih pagi."
"Iya Ma ada urusan penting."
"Urusan apa."
"Pokoknya penting bangeeet."
"Kamu harus sarapan dulu, tu udah ibu siapin."
Gita tak bisa mengelak lagi permintaan Mamanya. Gita sarapan bareng dengan keluarganya. Gita makan dengan cepat hingga mulutnya penuh dengan makanan.
"Hai Gita, pelan-pelan dong makannya, kayak orang rakus aja kamu."
"Gita mau buru-buru Kak pergi ke Taman, tapi masih aja di suruh Mama sarapan dulu."
"Emangnya kamu mau kemana sih pagi-pagi gini ke Taman. Kamu mau nyapu di sana."
"Pasti ada yang menyenangkan Kak di sana."
"Kakak tau, pasti kamu mau cari cowok buat nggatiin si Toni itu kan."
"Ya bisa di bilang begitu."
"Udah ya aku pergi dulu Ma, Pa, Kak."
Gita salim dengan Mama dan Papanya,t ak lupa juga dengan Kakaknya, dan berlari keluar sambil mengucapkan salam.
Gita menghampiri Nina,karena sudah janjian kemarin.
Gita sudah buru-buru ingin cepat sampai ke Taman namun seperti biasa Nina masih ngorok di rumah.
Gita langsung masuk ke kamarnya Nina dan membangunkannya, karena sedari tadi di panggilin dari luar nggak menjawab, Gita berpikir paling Nina masih tidur.
"Nina bangun," dengan berteriak Gita membangunkan sahabatnya itu, yang masih keenakan tidur.
Nina sontak langsung bangun, karena teriakannya Gita.
"Ya, ya aku lupa mau nemenin kamu ke Taman."
Nina langsung bergegas mandi dengan kilatnya seperti biasa. Nina hanya memakai kaos oblong khas dandanannya yang tomboi itu.
"Ayo, kita berangkat," ajak Nina yang tak sempat sarapan pagi, karena sudah di tungguin Gita.
Akhirnya mereka berdua pergi ke Taman seperti biasa dengan berjalan Kaki.
***bersambung....
tapi uang tak cukup
Haiii kak..aku udah hadirrr
jngn lupa like back yhh di karyaku
klik akun ku!
hadiirrr
smngatt br karyaa ka
goodluck .,🤗
#ketika takdir menyatukan aku dan mereka.
#Mencintai mu dalam gelap