NovelToon NovelToon
Antara Benci Cinta & Dendam

Antara Benci Cinta & Dendam

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:370.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: pricill

Peringatan : Karya ini mengandung banyak Bombay.

Andini sudah menikah dengan Chandra selama sepuluh tahun. Akan tetapi Chandra tidak mencintainya dan sebelum mereka menikah Chandra sudah berpacaran dengan wanita yang dicintainya yaitu Bella, yang juga sahabat dari Andini..
Tapi siapa sangka hadirnya Bella hanya untuk membalaskan dendamnya kepada Andini yang selama ini selalu menjadi penghalang cintanya kepada Michell.

Inilah kisah cinta segi empat yang banyak menguras emosi. Akan dirangkum dalam sebuah novel Antara Benci Cinta & Dendam. ( ABCD )

Tentunya kisah ini tidak menceritakan tentang kisah mereka namun ada dendam lain yang belum terbalaskan oleh seseorang.

Cinta siapakah yang akan menang ?
Benci siapakah yang terluapkan ? dan
Dendam siapakah yang akan terbalaskan ?

karya ini hanya fiksi, kesamaan nama dan latar hanyalah faktor ketidak sengajaan.
Tolong untuk tidak mem-plagiat karyaku kaka kasihanilah adik kecil ini😥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pricill, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berpulang...

...كل نفس ذاءقة الموت...

...Tiap tiap yang bernyawa akan merasakan mati...

...QS. Ali-Imran : 185...

...Semua yang ada didunia ini pasti akan pergi baik itu benda, hewan, maupun manusia. Janganlah terlalu terikat pada apa yang ada didunia ini....

...***..**..**..**..**..***...

Biip biip biippp.

Ponsel Andini berdering nyaring tertera nama ayah mertua.

"Hallo dengan Nona Andini ?"

"Iya saya Anda siapa ?" tanya Andini heran.

"Ini dari pihak Kepolisian ingin memberitahukan bahwa pemilik ponsel ini mengalami kecelakan dan sudah di bawa ke rumah sakit Indah Bersama" ucap polisi disebrang sana.

"Apa... Innalillahi Ayah, bagaimana bisa Pak " tanya Andini khawatir.

"Kami pihak Polisi sedang menginvestigasi, mohon Nona segera ke rumah sakit kemungkinan korban mengalami banyak kekurangan darah."

"Baik Pak saya akan segera kesana, terimakasih Pak atas pertolongannya " ucap Andini sambil menutup sambungan teleponnya.

Dia segera masuk kedalam mobilnya menuju ke rumah sakit dimana ayah mertuanya dirujuk. Dia mengendarai mobilnya sedikit ngebut karena jarak rumah sakit dan rumahnya yang lumayan jauh. Beberapa kali dia menghubungi papanya, Chandra dan juga lainnya namun tidak ada satupun teleponnya yang diangkat.

"Ya Allahh.. Ayahh... Bagaimana ini ka Chandra, Papah kenapa mereka tidak mengangkat telponku semua" gumamnya. Kemudian dia memberhentikan mobilnya dan mengetik sesuatu di ponselnya untuk memberitahu bahwa ayah mertuanya masuk ke rumah sakit, tak lupa dia juga memberi tahu rumah sakit mana ayahnya dirujuk, agar nanti ketika pesannya terbuka mereka langsung bisa menyusulnya.

Akhirnya dia tiba dirumah sakit tersebut dan langsung menanyakan kepada resepsionis tentang dimana keberadaan ayah mertuanya sekarang.

"Mbak saya mau tanya ruangan atas nama Hermawan yang baru saja mengalami kecelakaan dimana mbak ?" tanya Andini dengan nada terburu-buru.

"Oh beliau sedang dirawat diruangan Melati nomor 4 lantai dua" jawabnya.

"Terimakasih mbak " ucap Andini. Dia pun segera mencari ruangan tersebut.

"Ayah " ucapnya ketika baru saja tiba. Dan melihat Hermawan sudah terbaring lemah dengan alat bantu menghirup oksigen yang sudah menempel menutupi hidungnya.

"Permisi, apakah Nona ini anaknya ?" tanya dokter muda bernama Rio.

"Ahh saya menantunya dok, bagaimana keadaan ayah mertua saya ?" tanya Andini.

"Keadaannya cukup kritis karena banyak sekali kehilangan darah, untung pihak Kepolisian dengan cepat membawanya kemari. Masih ada satu orang lagi yang dibawa kemari bersama mertua Nona, dia masih muda dan berada diruang sebelah " ucap dokter tersebut.

"Boleh saya lihat dok" ucap Andini.

"Ya silahkan. Mari..." ucap Dokter Rio kemudian mengajaknya keruangan sebelah.

"Apa Nona mengenal orang ini ?" tanya Rio.

"Saya kenal, dia adalah Rendi. Bagaimana keadaan dia dok" tanya Andini.

"Dia hanya cedera ringan saja, apa dia suami Nona" tanya Dokter Rio.

"Ahh.. bukan .." ucap Andini singkat.

"Ohh " jawab dokter itu tergurat sebuah senyum manis di bibirnya, entah apa yang sedang dipikirkan oleh dokter itu. Saat melihat Andini dia terus memandang wajahnya tanpa henti.

"Baiklah saya permisi dulu , yang sabar ya" pamitnya, kemudian Dokter Rio pun pergi meninggalkan Andini sendiri diruangan itu.

Setelah melihat Rendi yang juga sama-sama belum sadarkan diri, Andini kembali melihat ayah mertuanya. Jari telunjuk ayahnya mulai bergerak pertanda dia sudah sadar dari masa kritisnya dan itu disadari oleh Andini.

"Ayahh..." lirih Andini memanggil ayah mertuanya.

"Sa yang.. " ucap ayahnya lemah. Andini langsung memencet beberapa kali kontak yang berada di atas kepala ayahnya untuk memberitahu bahwa dia sedang membutuhkan dokter.

"Na ak" ucap ayahnya lemah.

"Ayah sebentar yah dokter akan segera datang" ucap Andini panik.

"Naak.. uhuukk.. "

"Ayah ing ngin men donor kan jan tung a yah un tuk pa pa mu, to long te rima jan tung a yah uhuukk.. A yah sudah men daftar kan diri se bagai pen donor un tuk pa pa mu."

"Ayahh... tidak ayah, ayah harus sembuh..." Andini terisak tangis mendengar ucapan ayah mertuanya.

Tak lama dokterpun datang dan langsung memeriksa keadaan Hermawan. Akan tetapi kali ini bukanlah Dokter Rio seorang melainkan ada dokter lain yang sudah berkepala empat ikut menemaninya.

"Mbak tolong mbak keluar dulu sebentar, kami akan berusaha semampu kami" ucap seorang suster seraya menggiring Andini untuk keluar dari ruangan tersebut.

"Ayaaah..." teriak Andini sambil menangis.

"Tolong tolong saya ingin bersama ayah saya" tambahnya lagi.

"Tidak bisa mbak, sebaiknya mbak diluar dulu ya" ucap suster tersebut kemudian menutupkan pintunya untuk segera mengambil tindakan pertolongan kepada pasien.

Beberapa saat yang lalu ditempat yang sama yaitu rumah sakit namun berbeda daerah. Chandra yang ketiduran menunggu Bella tidak mendengar adanya panggilan dari Andini, namun ketika sudah bangun dia dikagetkan dengan notifikasi beberapa panggilan telepon dari Andini dan sebuah pesan yang memberitahukan ayahnya sekarang sedang berada dirumah sakit karena kecelakaan mobil.

Chandra langsung berlari tergopoh-gopoh dari ruangan Bella tanpa sempat menitipkan Bella kepada suster yang biasa merawatnya. Dia begitu khawatir dengan keadaan ayahnya, dia menancapkan gasnya dan menambah kecepatan laju mobil agar dia sampai cepat ke tempat tujuannya.

Beberapa menit kemudian dia sudah tiba di rumah sakit dan melihat Andini yang sedang menangis dengan dirangkul oleh Agas papanya dan Rendi terkulai lemas dengan luka yang sudah di balut di bagian kepala dan juga ditangannya.

"Dimana ayah Ren" ucap Chandra dengan nada mengintimidasi. Karena yang dia tahu Rendi adalah orang terakhir yang bersamanya.

"Tu tu tuan sedang berada didalam" ucapnya takut melihat Chandra, bagaimanapun dia merasa bersalah karena tidak bisa melindungi tuannya dari kecelakaan yang terjadi padanya.

Ceklek ... Pintu ruangan itu dibuka oleh seorang suster yang menggiring Andini. Dan semuanya menghampiri suster tersebut.

" Ada yang bernama Andini " tanya suster tersebut. Dan mereka semua pun mengangguk menandakan ada.

"Pasien ingin bertemu dengan Anda , mari ikut saya." Andini langsung mengikuti suster tersebut.

"Ayahh...." ucap Andini dengan lirih.

"And dini .." ucap Ayahnya seraya memaksakan diri untuk tersenyum.

"A yah ti tip Chan dra, ja ga dia, ma af kan se gala ke sala han nya demi Ayah. Ayah a kan men donorkan jan tung a yah" ucapnya lemah dan terbata.

"Dok ter Su ba te man ku, aku min ta to long untuk seg gera meng am bil jan tung ku dan beri kan ke pada ayahnya" ucapnya sambil memegang erat tangan Dokter Suba, seperti perkataannya Dokter Suba adalah temannya sekaligus dokter yang sangat dia percayai. Kebetulan Dokter Suba sedang berkunjung kerumah sakit tersebut, mendengar bahwa pasien itu bernama Hermawan beliaupun langsung bergegas ikut memeriksa.

"Re kam medis nya di Asis ten sa ya, tolong..." ucapnya terhenti seiring dengan matanya yang memejam, hilangnya denyut nadi dan berhenti pula nafasnya.

"Pak Hermawan... Pak Hermawan Innalillahi waninna ilaihi rooojiuun" ucap Dokter Suba.

Dreeeeettt.. Bunyi alat yang dipasang yang terhubung dari tubuhnya.

"Ayaaaah..." teriak Andini dia menangis tersedu sedu melihat kepergian ayah mertuanya.

Huhuhuhuhu.

Semua orang yang berada didepan ruangan tersebut kaget mendengar teriakan Andini pun langsung masuk ke ruangan tersebut. Dan semuanya terlambat mereka tidak dapat melihat detik-detik kepulangan Hermawan.

"Wan wan... " ucap Agas sambil menepuk kaki Hermawan.

"Ayahhh...." teriak Chandra, begitupun dengan Asisten Pribadinya, Rendi diapun berteriak " Tuan, tuan bangun tuan.."

Air mata mereka terus berjatuhan seperti hujan yang deras tak terhitung bulir tetesannya, siapa yang tidak bersedih atas kepulangan seseorang yang disayanginya. Pergi begitu saja tanpa pamit, membuat semua orang begitu terkejut. Pada dasarnya memanglah ajal tidak akan pernah bisa ditebak, ajal akan datang menghampiri setiap insan yang bernyawa dengan waktu yang telah ditentukan tanpa menyiapkan kesiapan hati terlebih dulu.

Bersambung...

1
honey
,😭😭😭😭
honey
ceritanya mengandung bawang . ikut sediihhh
SyaSyi
hai k aku hadir membawa like
salam dari aku dan mantan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya
RN
like favorite untuk mu
intip playboy mengejar cinta❤😘 y
👸🏻🌹🎆Nana ConLey💫
baguslah
👸🏻🌹🎆Nana ConLey💫
q malas ngsh maaf
biar aj hdp msng2
biar dia menderita krn penyesalannya sndri

ky mantan pcr q wkwkwkkkkk
dia yg pergi dia yg ggl move on
hahhaiii
Anwar Sinurat
dasar rendi gak taudiri banget nih
Anwar Sinurat
kenapa iya.....penyesalan itu sll datangnya terlambat*??
cintah_jeno: karena kalo diawal itu percobaan
total 1 replies
Anwar Sinurat
michelllll
Anwar Sinurat
lucu....tapi enak juga keknya iya thor
zien
aku hadir disini 👍😘 semangat terus 💪😊 semoga sukses selalu 😀😘
zien
aku hadir disini 😊😀 semangat terus 💪😊 semoga sukses selalu 😀😘
zien
aku hadir disini 👍😘 semangat terus 💪😊 semoga sukses selalu 😀😘
zien
semangat terus ya 💪😘
semoga sukses selalu 😀😘

mampir juga di novelku JODOHKU YANG LUAR BIASA 🙏😘

mari kita saling mendukung karya kita 👍😘
Puan Harahap
hadir, air mataku menetes sebab haru, berkesan banget kisahmu thor
⚘⚘SALAM DAN MAMPIR YA KK KE
PRIA IDOLA DAN
MENIKAHI PRIA URAKAN⚘⚘
yuk saling dukung
Puan Harahap
hancur hatiku thor kayak Andini
hadir kk
⚘⚘SALAM DAN MAMPIR YA KK KE
PRIA IDOLA DAN
MENIKAHI PRIA URAKAN⚘⚘
yuk saling dukung
Puan Harahap
hadir kk
⚘⚘SALAM DAN MAMPIR YA KK KE
PRIA IDOLA DAN
MENIKAHI PRIA URAKAN⚘⚘
yuk saling dukung
Puan Harahap
hadir
⚘⚘SALAM DAN MAMPIR YA KK KE
PRIA IDOLA DAN
MENIKAHI PRIA URAKAN⚘⚘
yuk saling dukung
Puan Harahap
hadir kk, Bella kenapa jadi serakah dan jahat ya ke Andini
⚘⚘SALAM DAN MAMPIR YA KK KE
PRIA IDOLA DAN
MENIKAHI PRIA URAKAN⚘⚘
yuk saling dukung
Puan Harahap
hadir, kecewanya chandra tetap tak suka andini hiks
⚘⚘SALAM DAN MAMPIR YA KK KE
PRIA IDOLA DAN
MENIKAHI PRIA URAKAN⚘⚘
yuk saling dukung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!