Seorang pekerja kantoran bernama Satoru Kamizawa yang kini berumur 32 tahunsudah menjalani hidupnya dalam pekerjaan nya selama 7 tahun lamanya,rasa bosan dan lelah mulai muncul dalam dirinya.
Akibat kekelahan karena sering lembur dalam bekerja,dirinya kemudian tertidur dalam lelapnya malam hari,namun sekaligus dia menutup hidupnya...
Kemudian saat dia membuka matanya lagi,dia terlahir di tubuh bayi yang baru saja lahir dari rahim seorang ibu,dan dirinya menjalani kehidupan keduanya sebagai seorang gadis.
Kehidupan keduanya terasa begitu indah ketika dia hidup di dunia lain dengan peradaban yang masih kuno,namun terdapat hal menakjubkan dalam dunia itu...
Benar..itu adalah sihir,keluarganya adalah keluarga miskin yang berkecukupan,dia hidup dengan dua saudara nya,yaitu seorang adik perempuan dan seorang kakak perempuan.
Hiudpnya berjalan dengan baik,hingga dirinya di berkati sihir yang membuatnya harus masuk ke dalam akademi sihir,dan memulai pengalaman hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panda Mentari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.32 Permintaan Maaf
karena kasus kemunculan Rozagor,dan monster raksasa yang menghancurkan beberapa kelas,pada akhirnya untuk menjaga keamanan para siswa di tengah kejadian tidak menentu ini,pihak sekolah memutuskan untuk membiarkan para siswa disini sekolah menengah untuk diam di asrama mereka masing masing dan mengalami masa libur seminggu untuk menunggu perbaikannya kelas mereka
"Ugh!...." Airi berbaring di kasurnya seperti mati bosan dengan wajah lesu
Sambil bermain dengan rambut nya yang panjang dia terus mengeluh kebosanan "kenapa ini bosenin banget sih!?" teriak nya kesal
"apa gara gara gak ada kerjaan ya?,dulu aku kerja siang malem jadi gak punya waktu luang,tapi sekarang malah gak ada kerjaan!?, gak bisa main HP, gak ada internet, bisa bisa aku mati nih" gerutu nya sambil menggeliat di kasur hingga berantakan
di sisi lain ada langkah kaki yang mendekat ke arah kamar Airi
...Tak tak tak...
"AAAAGGGGHHHHHH!?" tapi karena tidak fokus dan mulai stress, Airi tidak menyadari langkah kaki itu hingga
...klak...
Pintu Airi terbuka di saat Diane masuk,Airi mematung dengan pose aneh dengan kondisi ruangan seperti kapal karam
"D-Diane...." wajah Airi tampak ketakutan saat mata Diane kosong melihat kamar Airi yang berantakan
"i-ini ti-tidak seperti yang kamu pikirkan" gumam Airi dengan terbata bata ketika tubuhnya gemetar
tiba tiba mata Diane memancarkan kilauan cahaya merah yang mengerikan "HIIIII!?"
Karena adegan terlalu berbahaya untuk di jelaskan kita skip aja
"huu~maaf" Airi duduk dengan gaya Seiza (bisa search di google) dan mengangkat tangan nya lurus keatas sambil mencucurkan air mata
"huh~aku kepikiran kamu pasti kebosanan disini,jadi aku berniat mengajakmu jalan jalan,tapi tidak disangka sangka ternyata kondisi kamar mu separah ini" kata Diane yang sedikit mensarkas Airi
Sambil menangis menyesal Airi berkata "kan aku sudah bilang maaf,huuu~" Diane pun menghela nafas panjang melihat wajah Airi yang sudah menyesal
"baiklah,kelihatan nya kamu juga sudah cukup intropeksi diri,lain kali jaga kerapian ruanganmu,yaudah sana ganti baju,kita jalan jalan" kata Diane sambil tersenyum tulus
Airi langsung berdiri tegak sambil hormat "Yes Ma'am!?" katanya lalu balik kanan seperti pasukan
beberapa saat pun berlalu
"a-apa ini sudah bagus?" tanya Airi sambil mengecek pakaian yang sedang ia kenakan
"bagus kok" kata Diane sambil menepuk tangan nya beberapa kali
"ugh...memalukan kalau pakai baju cewek,dadaku juga sediki sakit entah kenapa" batin Airi sambil menyentuh dadanya beberapa kali untuk meredakan rasa sakit itu
di sisi lain "IIIMMMOOOOOEEEETTTTTTTT!?" itulah teriakan isi hati Diane yang dia sembunyikan
Kemudian Diane pun menyadari kalau Airi tampak kurang nyaman dengan dadanya "Airi dadamu kenapa?" tanya nya
Airi pun menjelaskan "ugh...aku kurang tau tapi rasanya agak sakit di bagian dada" keluh Airi dengan alis mengkerut
di saat itu terlintas satu kecurigaan di benak Diane "Airi boleh aku lihat sesuatu" tanya nya dengan wajah seperti sudah tau alasan nya "lihat apa?" tanya Airi polos
kemudian Diane segera mendekat,lalu membuka baju Airi dan melihat dalam nya "beneran kan" batin Diane dengan wajah datar "D-Diane,k-kamu ngapain?" tanya Airi dengan wajah memerah
Dengan kepala tertunduk,Diane memikirkan bagaimana Airi bisa terbiasa selama ini "Airi...kita belanja pakaian sekarang juga ya" kata Diane menutup mulut sambil menahan tangis "eh?" gumam Airi yang tidak mengerti alasan Diane menangis
"WOOOHHHOOOO!?" seru Airi terbang di atas sapu terbang berboncengan dengan Diane "apa ini seru?" tanya Diane,spontan Airi menjawab dengan ruang "ya!,sangat seru!?" jawab nya
Tak lama,mereka pun sampai di kota yang tidak berjarak jauh dari akademi "gila...jadi ini namanya kota fantasy" gumam Airi dengan mata yang terpukau melihat kota medieval
"keren..." Airi tampak sangat girang melihat kota medieval itu,Diane tersenyum melihat Airi yang tampak senang
"Diane Diane" Airi berputar kegirangan seperti anak kecil melihat kesana kemari hingga matanya teralihkan oleh...
"eh?" Rose dengan pakaian kasual sedang berbelanja sendiri sambil memakan camilan,berhenti ketika melihat Airi
Dan Airi berhenti berputar ketika melihat wajah Rose "eh?"
"Rose kamu juga belanja?" tanya Diane dengan wajah ramah
namun Rose dan Airi masih saja mematung sambil saling bertukar pandang
"a-ah,nona Diane" ucap Rose yang terkaku kaku dengan wajah tidak nyaman atau merasa bersalah
Diane hanya tersenyum karena mengetahui hubungan Diane dan Airi "semoga ini bisa jadi kesempatan mereka untuk berbaikan" batin Diane
"s-saya hanya sedang berganti suasana" jawab Rose
Saat itu munculah lampu ide di atas kepala Diane "gimana kalau kamu ikut kita belanja?,mau kan?" tanya Diane dengan wajah penuh berharap yang membuat Rose tidak enak untuk menolak
setelah beberapa saat berfikir,dan beberapa kali Hendra menolak,namun melihat wajah berharap Diane membuat Rose semakin merasa bersalah jika menolak,dan akhirnya
"baiklah..." jawabnya dengan lesu
Sambil tersenyum lebar,kemudian Diane menggandeng tangan Rose dan Diane "baiklah!,berangkat!?" katanya dengan semangat
beberapa saat berjalan,Diane mencoba berkali kali mencairkan suasana,tapi hubungan canggung antara Rose dan Airi membuat usaha Diane sia sia
Dan sesampainya di depan toko baju,Diane sedikit kebelet pipis "Airi,Rose maaf ya,tapi aku mau ke toilet sebentar,tunggu di sini ya" katanya sambil terburu buru pergi
"ah!" Airi sedikit enggan ketika Diane pergi tapi dia tidak bisa berbuat apa apa
Dan Rose melambai tangan dengan wajah canggung "h-hati hati di jalan nona Diane"
Dan akhirnya mereka berdua berdiri berdua saja di tempat itu
Selang beberapa waktu,masih tidak ada komunikasi,Airi hanya bermain main dengan sepatu yang dia kenakan,Dan Rose mengisi waktu kosong nya memakan camilan nya sedikit sedikit
Dan kemudian,entah memberikan camilan nya itu pada Airi "eh?..." Airi tampak bingung dengan apa yang di lakukan Rose
"aku kasih,makan aja" karya Rose dengan wajah yang sedikit merah,walaupun Airi masih belum paham maksud dari tindakan nya,tapi Airi mengiyakan pemberian Rose
"...terimakasih" kata Airi sambil tersenyum kecil
hati Rose tergerak saat melihat senyuman Airi
Senyuman tulus yang terasa begitu menenangkan,tapi di saat yang sama ada alunan kesedihan yang menyelimuti nya
"uhm! enak juga" gumam Airi dengan wajah riang,penasaran dengan nama camilan itu,Airi pun menoleh Hendra bertanya
Namun dirinya malah melihat wajah Rose yang menitihkan air mata "eh?,t-tunggu kau kenapa?" tanya Airi yang tampak panik melihat Rose yang tiba tiba menangis
"eh?,a-ah ini,bukan apa apa" kata Rose sambil mengusap air matanya dengan terburu buru
"apa aku berbuat salah,aku minta maaf jika aku membuatmu menangis" seketika Airi menjadi begitu lembut dan perhatian ketika dirinya mebgira kalau dirinyalah yang membuat Rose menangis
Rose pun tertawa kecil melihat reaksi Airi "hihihi"
"kenapa kamu malah tertawa?" tanya Airi yang menyadari tawa kecil Rose
Rose kemudian tersenyum "tidak...aku hanya heran,kenapa kamu begitu perhatian padaku" tanya Rose sambil menatap Airi dengan tatapan rasa bersalah
Airi memiringkan kepala nya seakan tidak mengerti apa yang di ucapkan Rose "aku tidak paham,tapi menurut ku,kalau kau menangis karena aku,maka aku harus menghibur mu" jawab Airi polos
senyuman Rose pun semakin lebar "kenapa kamu tidak memikirkan hal sebelumnya?,bukan nya aku sudah membuat mu di bully seluruh kelas...bukan nya aku sudah memperlakukan mu dengan buruk?,kenapa kamu masih memperlakukan ku dengan baik?" tanya Rose heran
Airi pun baru sadar dengan hal itu "aku tidak terlalu memikirkan itu..." Airi mencoba tetap tersenyum walaupun ada sedikit luka di hatinya
Rose pun memutuskan,kemudian dia membungkuk pada Airi "Airi...aku minta maaf atas segalanya,dan juga terimakasih sudah menyelamatkan ku dari Rozagor,kumohon...biarkan aku membalas budi" ucap Rose dengan hati yang teguh
Airi pun tampak kebingungan melihat Rose membungkukkan tubuh nya "t-tidak perlu seperti itu,aku sudah memaafkan mu" ucap Airi sambil menepuk Rose beberapa kali untuk segera berdiri kembali
"kalau begitu setidaknya biarkan aku membalas kebaikan mu" gumam Rose sambil mengenggam erat kedua tangan Airi
wajah Airi pun seketika memerah ketika tangan nya di sentuh oleh gadis cantik "tu-tunggu!,aakkhh!?,baiklah baiklah,jadilah temanku!?" kata Airi yang terburu buru karena merasa pusing ketika memikirkan tangan nya di genggam Rose
"eh?" seketika Rose melepaskan tangan Airi merasa tidak pantas untuk memberikan balas budi kepada Airi
"apa aku...benar benar tidak layak meminta maaf?" tanya Rose dengan wajah sedih
melihat wajah sedih Rose membuat Airi tidak enak dan mencari alasan untuk membuat Rose senang kembali
"bukan bukan,bukan itu maksudku,maksudku itu..uhm, ah! kamu jadi teman pertama ku di Akademi ini,jadi mohon bantuan nya" kata Airi sambil mengajak bersalaman
Rose yang masih enggan karena merasa tidak cukup mendapat maaf hanya dari menjadi teman,perlahan percaya ketika melihat wajah tulus Airi yang hanya ingin berteman
Rose pun membalas salaman tangan Airi dan mereka saling tersenyum
beberapa saat kemudian
"ugh! maaf aku terlalu lam-" saat Diane kembali,dia hendak memanggil Airi dan Rose,namun dia terhenti ketika melihat Airi dan Rose berbincang ria dengan wajah gembira
Diane tersenyum melihat dari kejauhan "sepertinya aku tidak perlu ikut campur ya" batin Diane
Bersambung
gw ada ide cerita si,males nulis aja. mau denger gak?👍