NovelToon NovelToon
Bukan, Pengantin Yang Tak Dirindukan

Bukan, Pengantin Yang Tak Dirindukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda
Popularitas:762.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Fakrullah

Bebas promosi!
Bukan, Pengantin yang tak Dirindukan.


Dicintai, atau mencintai. Mana yang akan kamu pilih? Jika Winda memilih untuk mencintai, berharap sosok yang dicintai balik mencintai. Namun, sayang. Harapan tidak sesuai kenyataan.


Kepahitan harus diterima. Kala orang yg terlihat benar berjuang. Nyatanya, hanya tipu muslihat semata.

Lantas, apa yang akan terjadi? Penasaran, yuk kita simak kisah selengkapnya!


Happy reading!

IG: @fakhiral2013

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fakrullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Disebuah bangunan pusat kuliner tempatnya orang-orang kalangan atas. Terlihat seorang pria tengah duduk di sebuah kursi sambil memandang kearah luar. Dari tempatnya duduk, pria itu dapat menikmati pemandangan kota sore itu.

Lalu-lalang kendaraan terlihat begitu padat. Sepeda motor, terlihat berhamburan memenuhi hingga ke bibir jalan. Hal itu, dikarenakan saat ini memang sudah waktunya jam pulang kerja. Sehingga, wajar saja jika disaat itu jalanan ramai akan pengguna.

Setelah memikirkan dengan sangat matang. Dedy, lantas bangkit dari duduknya. ia, kemudian melangkah kearah pintu keluar dan pergi meninggalkan restoran.

Di dalam mobil. Dedy, meraih ponselnya. Ditekannya, sebuah nomor kontak yang bertuliskan ‘Rafka’, lalu kemudian memanggilnya. Terdengar, sebuah lagu nada sambung yang dinyanyikan oleh band local yang begitu pas

dengan suasana hatinya. Dedy, lantas menjauhkan ponsel itu dari telinganya, lalu menatapnya.

“Rafka, sejak kapan dia memasang nada sambung di ponselnya?” wajahnya mengerut heran.

“Hallo, hallo!” sementara itu, orang yang sedang dihubung sudah menjawab panggilannya.

Dedy, tersenyum sambil menggeleng. Baru kemudian, ia kembali mendekatkan ponselnya ke telinganya.

“Hallo, hallo!!” suara Rafka terdengar dua kali lebih besar.

“Hallo, Raf. Bisakah, kau pelankan sedikit suaramu!?” Dedy berseru.

“Siapa suruh kau tak jawab! Sudah menelpon, tapi tak tanggung jawab!” ketus Rafka. “Ada apa kau menelponku? Katakan cepat!” hatinya sudah jengkel duluan karena tadi, Dedy, yang mengabaikannya.

“Jangan mudah marah, Raf! Nanti, kau cepat tua.”

“Ya, aku sebentar lagi memang akan segera menjadi orangtua. Tidak sepertimu, yang melajang sampai tua.” cibir Rafka. Jujur, saat ini ia sendiri tergelak saat mengucapkan kalimatnya. Lajang, tua. Hahahah!

“Sialan kau Raf! Lihat saja, tunggu sampai aku benar-benar sudah mendapatkan calonku. Maka, aku akan dengan cepat mengenalkannya kepadamu!” sungut Dedy, yang seolah tak terima dikatakan sebagai lajang tua.

“Ya, yaya… aku ingin segera mendengar kabar baik itu.” Rafka masih tergelak di tempatnya.

“Oya, Ded! Katakan, apa tujuanmu menelponku? Bukankah biasanya jam segini kau masih di ruanganmu. Terus, kenapa kau tak langsung datang kesini saja ke ruanganku.”

“Justru itu. Sekarang ini, aku sedang berada di luar resto. Dan sekarang, aku ingin mengabarimu jika aku akan pulang lebih awal.” Jelas Dedy.

“Tumben sekali? Ada acara apa?” tanya Rafka penasaran.

“Dasar orangtua kepo!” seru Dedy sambil terkekah kecil. “Orangtua, dilarang terlalu banyak mengetahui kehidupan orang muda. Hahahah!” akhirnya, Dedy melepaskan tawanya.

“Dedy, kau—“ Rafka, tak cukup waktu untuk menyelasaikan kalimatnya.

“Ah, sudahlah Raf! Aku ingin segera pergi sekarang, simpan untuk besok rasajengkelmu itu, hahah!” tanpa menunggu jawaban, Dedy, lantas menutup sambungan teleponnya.

Disepanjang perjalanan. Dedy, terus memikirkan tentang apa yang akan dikatakannyaa nanti. Ungkapan seperti apa yang akan dikatakannya saat sudah bertemu dengan, Winda. Entahlah, yang pasti saat ini pergi saja dulu menemui dia Toko kakaknya. Karena, biasanya di jam segini, Winda, ada di sana.

Tak butuh waktu yang lama. Hanya sekitar lima belas menit lamanya, Dedy, sekarang sudah tiba di depan sebuah Toko ternama di kotanya. Pria itu, tampak menatap lurus kedepan, memperhatikan rentetan seperda motor yang

berjejer di sana.

“Itu, ada motornya, Winda.” wajah Dedy, terlihat begitu bahagia bahkan hanya setelah melihat sepeda motornya saja.

Ya, sebelumnya sepeda motornya Winda memang berada di kampusnya. Namun, tadi Winda telah menyuruh salah satu karyawan Toko untuk mengambilnya kesana. Dengan beKal kunci yang diberikannya.

Tak ingin menunggu lama. Dedy, pun lantas segera pergi kesana, berniat masuk kedalam Toko kue itu.

Ciiit!

Pintu terbuka. Saat Dedy hendak masuk kedalam sana. Tiba-tiba saja sosok, Winda, gadis yang ingin ditemuinya berjalan, hendak keluar darisana.

“Kebetulan sekali,” gumam Dedy pelan.

Winda, berdiri mematung. Ia seolah terkejut, matanya terlihat membelalak saat langkahnya terhadang oleh, Dedy, yang berdiri tepat di hadapannya. Insiden tadi pagi yang masih membekas dibenaknya. Membuat jantung, Winda, yang saat ini berdiri di sana, tiba-tiba saja berdegup kencang.

Perlahan, ia menengadahkan kepalanya keatas. Berusaha melihat, sosok siapa yang berdiri di depannya. Pergerakan sederhana, tapi mampu membuat, Dedy, menyunggingkan senyum darinya.

“Kak Dedy,” lirih Winda. Raut wajahnya yang tadinya terlihat tegang, perlahan jadi lepas sekarang.

“Ya, Tuhan… ternyata ini Kak Dedi,” seulas senyuman terukir manis di bibir, Winda.

“Kenapa, tadi itu wajahmu kok tegang gitu?” tatapan Dedy, terlihat sedang menelisik.

“Hahaha, mana ada.” Winda, menggaruk-garukkan kepalanya.

Di tengah perbicangan mereka. Tiba-tiba saja, segerombolan anak mudah terlihat datang. Dengan cepat mereka berjalan, ingin masuk kedalam, Toko. Namun, terhalang dengan tubuh, Dedy, yang masih berdiri di sana.

“Kak Dedy, menyingkir sedikit. Orang-orang itu mau lewat.” menunjuk dengan isyarat mata.

Dedy, mengerti akan hal itu. Sehingga kini, ia memilih mundur seraya menarik tangan, Winda, untuk ikut dengannya.

“Kak Dedy, kita mau kemana!” Winda menyerukan suaranya.

“Kesana!” tunjuk Dedy kearah sepeda motor Winda yang terparkir di sana.

Tanpa menjawab. Winda, mengikuti Dedy, bagitu saja. Pergi ke halaman parkir, tempat motornya berada.

“Kak, ada apa? Tumben begini,” kening Winda tampak mengerut.

“Win, maukah kamu ikut denganku ke salah satu Caffe yang tak jauh darisini?” tanya Dedy penuh harap.

“Ke Caffe?” lagi, Winda mengernyitkan dahinya. Lalu, sejenak ia menoleh kearah tangan yang masih tergenggam. "Kak, ini... bisakah Kak Dedy melepas dulu tangan, Winda." lirihnya sembari menggigit kecil bibirnya. Sebenarnya, ia merasa tak enak mengatakannya. Tapi, hal itu harus diutarakan. Mengingat, posisi berdiri mereka saat ini berada di tempat umum.

 

 

"Eh, ma-maaf!" dengan cepat, Dedy, melepaskan genggaman tangannya.

 

Winda sedikit tersenyum. Lalu kini, ia kembali menanyakan inti dari kenapa ia dan Dedy berada di sana sekarang.

 

“Oya, Kak. Tadi, Kak Dedy bilang, mau ngajak Winda, ke Caffe. Itu, untuk apa ya Kak?” tanya Winda dengan kepala yang menengadah keatas, menatap heran wajah pria yang berdiri di depannya.

Kebetulan, tubuh Winda tidak terbilang cukup tinggi. Sehingga kini, saat berbicara dengan Dedy saja ia harus menoleh keatas.

“Ada sesuatu yang ingin aku katakan, penting.”

“Hmm, baiklah. Winda akan pergi dengan Kakak. Tapi, Winda bawa motor sendiri ya. Kak Dedy, pimpin jalannya di depan. Nanti, Winda akan ikuti dari belakang.” ujar Winda.

“Hmm, ya.” Dedy mengangguk setuju.

Kini, mereka pun pergi darisana dengan kendaraan masing-masing. Dedy dengan mobilnya, sementara Winda, mengikuti mobil Dedy menggunakan motornya.

TBC.

 

Assalamu'alaikum kakak-kakak semua... Maaf ya jika dalam satu bulan terakhir ini, Author tidak pernah update. Baru bisa up hari ini, itupun cuma satu. Insya Allah, jika semuanya berjalan dengan lancar. Author akan sering-sering up agar cerita ini cepat kelar, dan juga tidak menggantungkan rasa penasaran kalian, hehehe. Doakan saja, Author sehat selalu agas semuanya berjalan dengan lancar ya, Amin...

1
Rintik Hujan
kak apa kabar???kok hilang tanpa jejak😔 perlu sayembara 250juta kah buat nemuin kakak??😩😩aku kangen ceritanya kak
Fakrullah (@fakhiral2013): Hei... lucu amai kamu😆 Aku di sini nggak ke mana-mana kok. Wait aku lanjutin sampek selesai, dan rencananya perjalanan pernikahan Winda bakalan aku terbitin ke buku baru, biar lebih fresh

hahahha
total 1 replies
Rintik Hujan
kok belum kelihatan hilalnya ini kak🥺🥺
👩 [ nia ]
kukira bakal nikah sma si Ardish
Rintik Hujan
Tolong Rajin² up kak🙏🙏
Yayoek Rahayu
Dedy ternyata seorang pengecut,tp bagus sebelum terjadi pernikahan yg akan membuat Winda merana.
Rintik Hujan
Terimakasih sudah up kak🤗 sehat selalu🤍🤍
Fakrullah (@fakhiral2013): Sama-sama... terima kasih juga untukmu karena sudah setia mengikuti cerita ini yang sudah beberapa tahun tapi masih belum rampung🥰/Rose//Pray/
total 1 replies
Yayoek Rahayu
Reno orang baik,semoga bisa memberikan kebahagiaan buat Winda.
Fakrullah (@fakhiral2013): Makasih, Kak... aku udah update untuk dua hari ke depan, dan mungkin akan memasuki bab-bab terakhir. Selamat berlibur juga buat Kakak sekeluarga ya, stay safe selalu mengingat belakangan banyak banget musibah yang sedang melanda negeri kita tercinta ini
total 3 replies
Rintik Hujan
kak,, updatenya berapa bulan sekali??😩😩sedih, nunggunya lama bgt🥺
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
3 Afanty
thor please jangan kelamaan ya episode selanjutnya..🙏🥰🥰
3 Afanty
alhamdulillah..
sudah sekian lamanya, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun.. akhirnya bisa lanjut lgi alur ceritanya.
aq suka banget ceritanya .
please thor.. episode berikutnya jangan kelamaan..🙏❤️❤️
Atun Atun
semoga Winda bisa menerima dengan lapang dada ya jangan membenci kakamu atau mantan suaminya, semoga aja Dedy menyesal telah mempermain kan hubungan dan buktikan jika kamu bisa bahagia meskipun dengan duda,kirain bakalan sama ardish
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
duuuhh c winda jgn sampe jadi benci sama nissay thor
Yayoek Rahayu
oallah, kirain Adish yg jadi juru selamatnya.
ternyata Reno.mantan suami Maya, kalo gak salah.
Yayoek Rahayu: tetap semangat berkarya kak...
total 2 replies
Fakrullah (@fakhiral2013)
Maybe🤔
Fakrullah (@fakhiral2013)
😂😂😂 Maafkeun, Kak🙏
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡: ga enak atuh🤭
total 4 replies
Yayoek Rahayu
dedy bulan pria yg baik.
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
mesti baca dari awal lagi, dah lupa alurnya 🤭
Desember
lanjut dong kk
Fastabiqul Khairat
Haris Vrizha
Winda sari
Mana lanjutannya thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!