NovelToon NovelToon
MIE AYAM BECEK (PESUGIHAN)

MIE AYAM BECEK (PESUGIHAN)

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Mata Batin / Iblis
Popularitas:150.7k
Nilai: 5
Nama Author: Pitriyani Calam

Karya ini dibuat dari hasil pemikiran Author dan hanya Rilis di Noveltoon.
Mohon maaf apabila ada kesamaan tempat dan nama karakter dalam cerita.

Pernah melihat tempat makan yang selalu ramai pengunjung?

Apa yang ada dalam benak kalian?

👉🏻 Rasa yang enak?
👉🏻 Viral?
👉🏻 Murah?
👉🏻 Instagrammable?
👉🏻 Pesugihan?

Jaman sekarang jarang sekali orang akan berpikir bahwa warung atau tempat makan tersebut memakai ilmu pesugihan khususnya untuk anak-anak muda yang kekinian.

Tempat ramai akan dengan cepat menjadi viral jadi mereka hanya beranggapan bahwa makanan ditempat tersebut lagi tren.

Apa masih ada yang menggunakan pesugihan?
Ada!!! mungkin hanya segelintir orang saja dan niat nya hanya untuk menarik pelanggan agar makan ditempat tersebut.

Ingat!!!
Saya tidak mengajak kalian untuk mempercayai hal seperti ini dan bagi yang tidak percaya mohon hormati orang yang memiliki kelebihan untuk hal spritual baik di dunia online maupun real.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pitriyani Calam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tragis

Disaat Agus dan Fahmi berdebat terdengar suara teriakan dari dalam kamar pribadi bu Intan.

Pak Min dan anak-anak lain ikut panik dengan keadaan bu Intan di dalam kamar.

Tok... Tok...

"Bu, buka pintunya" teriak pak Min panik

"Dobrak aja pintu itu" saran Fatimah

Agus dan Fahmi mencoba mendobrak bersamaan, pintu itu sulit dibuka dan bu Intan terus saja berteriak.

"Ini keras sekali pintunya di buka" ucap Fahmi mencari cara lain

"Linggis, cari linggis cepat" Agus masih terus membuka pintu secara paksa

TOLONG!!!

Suara bu Intan semakin keras dan terdengar mengenaskan.

"Ibu, tolong buka pintunya. Maafkan bapak, bu" pak Min

"Ini akibat ulah kalian berdua, harusnya bapak dan ibu bisa memberikan contoh yang baik untuk kami anak-anak bukan mengambil jalan sesat bersekutu dengan iblis, seumur hidup nggak akan ada ujung nya" tutur Fahmi kesal

"Fahmi, bantu Imah cari linggis. sekarang bukan saat nya berdebat, ibu masih dalam bahaya" tegur Agus

"Bapak tau bapak salah, bapak keliru dengan apa yang sudah bapak lakukan bersama ibu. Itu semua semata-mata hanya ingin melihat kalian bahagia hidup berkecukupan dan usaha yang sukses" ucap pak Min

"Tapi caranya salah dan hidup kita sudah jauh lebih dari kata cukup hanya saja bapak dan ibu terlalu serakah dan angkuh" Fahmi

"FAHMI!!" bentak Agus meminta Fahmi agar segera mencari alat apapun agar bisa membuka pintu kamar

Ceklek...

Disaat sedang beradu argumen pintu kamar bu Intan terbuka dengan sendirinya, tidak ada tanda-tanda bu Intan keluar dari kamar.

Agus, Fahmi dan Fatimah hanya saling menatap.

"Bu" panggil pak Min masuk ke kamar mencari sang istri

Ketiga anaknya hanya mengikuti langkah pak Min.

"Ibu" pak Min memanggil kembali istrinya

TIDAK!!! Pak Min berteriak saat melihat istrinya tanpa busana tergeletak dengan darah segar mengalir dari kemaluannya.

"Bu, maafin bapak bu" isak pak Min memangku bu Intan

"Astaghfirullah" ucap Agus, Fahmi dan Fatimah

"Apa yang terjadi dengan ibu" Fatimah menangis

Agus mengecek kondisi ibu nya.

"Alhamdulillah, ibu masih hidup. Fahmi tolong ke apotek tanya solusi mengatasi orang pingsan dan obatnya apa" ucap Agus

"Kasih aja minyak angin atau sejenis nya" sahut Fahmi

"Imah saja yang ke apotek" timpal Fatimah yang memahami kondisi Fahmi juga

"Fahmi temani teteh mu" tegas Agus, dengan terpaksa Fahmi mengikuti Fatimah

Pak Min dan Agus membawa bu Intan ke tempat tidur dan memakaikan pakaian yang bersih.

"Bagaimana ini, Gus?" tanya pak Min

"Bertobat pak, minta tolong sama Allah nanti Agus juga akan minta bantuan ke ustad yang paham dengan ini" jawab Agus

"Bapak menyesal" pak Min terisak

"Sudah pak, percuma menyesali yang sudah terjadi. Lebih baik bapak fokus memperbaiki diri dan lepaskan semua ajaran iblis itu" Agus tegas

"Semenjak bapak sakit, bapak sudah nggak melakukan ritual apapun. Bapak mulai kembali mengingat Allah tetapi semakin bapak berjalan yang benar hati dan pikiran bapak gelisan. Mimpi buruk terjadi bahkan terakhir bapak pernah bermimpi ibu mu tak bisa bersama lagi dengan kita" tutur pak Min sedih

"Bapak harus kuat untuk kembali ke jalan yang benar apapun itu rintangannya. Sudah cukup bermain-main dengan iblis" ucap Agus

"Aa, ini obat kalau ibu sudah sadar. Supaya ibu bangun cukup kasih minyak angin aja kata orang apotek" ucap Fatimah memberikan obat yang dibeli kepada Agus

"Sudah Fahmi katakan cukup kasih minyak angin, untuk apa repot-repot beli obat dan bertanya ke apotek" sinis Fahmi

"Cukup Fahmi, saat ini fokus kita ke ibu dan keselamatan semua. Jangan ngajak aa berdebat lagi, apa kamu nggak lihat bagaimana tragisnya ibu menghadapi nya sendirian. Hargai bapak disini yang masih menjadi kepala keluarga" tutur Agus

Bu Intan kejang-kejang dengan mata terpejam, semuanya menjadi panik dan mencari cara agar bu Intan berhenti kejang-kejang.

"Astaghfirullah, ibu" lirih Fatimah tidak tega melihat ibunya

"Tolong panggilkan pak ustadz atau siapapun untuk membantu ibu" ucap Agus membacakan doa-doa yang dia bisa

Fatimah melihat ke arah adiknya yang tidak bergerak sama sekali. Fahmi hanya menyaksikan ibu nya yang sedang tidak baik-baik saja.

"Bapak akan panggil ustadz Zharman" pak Min berlari keluar untuk kerumah salah satu ustadz

"Fatimah ambilkan air hangat dan handuk kecil, tiba-tiba aja ibu demam ini" perintah Agus

"Fahmi, bantu ibu" ucap Agus lagi menatap adik bungsu

Fahmi mengambil air wudhu lalu membaca Al Qur'an di samping bu Intan begitu juga dengan Agus ikut membaca doa sambil memegang sang ibu.

"A, lebih baik aa minta doa sama teteh Namira dan keluarga nya, lalu meminta maaf atas apa yang telah ibu lakukan terhadap keluarga teteh Namira" saran Fatimah mengingat bahwa ibunya selama ini sering sekali berbuat jahat dengan besan sendiri

"Bantu tahan mulut ibu, agar lidahnya nggak tergigit dan terus baca doa" ucap Agus

Agus menghubungi istrinya, setelah tersambung pertama-tama Agus meminta maaf pada keluarga sang istri dan meminta doa.

"Aa baik-baik ya dirumah ibu" Namira khawatir

"Inshaallah, bantu doa ya neng. Jaga diri dirumah kalau ada apa-apa langsung hubungi aa" ucap Agus

"Neng disini baik-baik aja, aa fokus sama yang disana, segera pulang ya" Namira

"Iya neng, inshaallah" ucap Agus memutuskan sambungan telepon dengan istrinya

"Assalamualaikum" ustadz Zharman dan pak Min

"Wa'alaikumussalam" jawab Agus mencium tangan pak ustadz

"Dimana ibu mu" tanya pak Ustadz

"Masih di dalam kamar" jawab Agus

Saat ustadz Zharman masuk ke dalam kamar bu Intan, tubuhnya keringat dingin.

"Astaghfirullah, kenapa bisa ada disini" ucap ustadz Zharman

"Apanya pak Ustadz?" tanya Fahmi penasaran

"Lanjutkan bacaan mu, nak" jawab ustadz Zharman

Fahmi kembali melanjutkan membaca, ustadz Zharman mengelilingi kamar tersebut.

"Bismillahirrahmanirrahim" ustadz Zharman membaca bismillah sebanyak 21 kali

Allahumma inna nastahfidhuka wa nastaudi‘uka dinana wa anfusana wa ahlana wa auladana wa amwalana wa kulla syai’in a‘thaitana. Allahummaj ‘alna fi kanfika wa amanika wa jiwarika wa ‘iyadzika min kulli syaithanim marid wa jabbarin ‘anid wa dzi ‘ainin wa dzi baghyin wa min syarri kulli dzi syarrin innaka ‘ala kulli syai’in qadir.

Ya Allah, kami memohon penjagaan kepada-Mu dan kami menitipkan kepada-Mu agama kami, diri kami, keluarga kami, anak-anak kami, harta kami, dan segala sesuatu yang Engkau berikan kepada kami. Ya Allah, jadikanlah kami dalam penjagaan-Mu, tanggungan-Mu, kedekatan-Mu, dan perlindungan-Mu dari gangguan setan yang menggoda, dari orang yang kejam, dari mata orang yang berniat jahat, dari orang yang bermaksud zalim, dan dari keburukan apa pun yang membawa keburukan. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang maha kuasa atas segala sesuatu.

Bersambung...

...🍞Happy Reading🍞...

1
Ayuk Witanto
betul
kagome
tau tu bu intan. otaknya udah gk geser lagi tapi kebaliik😮‍💨🙏
kagome
tau tu bu intan. otaknya udah gk geser lagi tapi kebaliik😮‍💨🙏
Syaila Rifka
kok GK dilanjut lagi kk
Nur Bahagia
jangan2 nanti agam yg di jadiin tumbal oleh bu intan
Nur Bahagia
licik 🤨
Nur Bahagia
😅🤣
Nur Bahagia
nah kannn benerr tebakan ku
Nur Bahagia
ritual plus2 kayaknya.. makanya lama 🤭
neng ade
mungkin saat Pak Min pingsan sampai sekarang belum ada yang menolong.. wajarlah kalau Fatimah dan Agus gelisah
neng ade
semoga Yuslan dan Meisya berjodoh..
neng ade
semoga Meisha cepat sembuh dan cepat pulih kembali seperti semula
neng ade
hebat Yuslan ternyata tau banyak tentang sekte yang di ketuai Yoseph
neng ade
pak Min lagi ditemani sama Bu Intan maka nya jadi senyum-senyum..
neng ade
semoga cepat ketahuan kalau pak Min itu ikut perkumpulan sesat
neng ade
syukurlah istrinya Anwar mau terima Abdi dengan tulus
neng ade
ternyata sekarang pak Min udah tergabung dalam perkumpulan sesat itu
neng ade
semoga aja anak-anak nya pak RW ga kenapa kenapa
neng ade
lama-lama Ki Idam akan jadi korban juga
neng ade
ini novel nya udah lama juga ya thor saat mau puasa tapi aku baru Nemu dan langsung baca novelnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!