Bagaimana perasaanmu kalau kau harus menikah diusia muda?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patriciya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Karena terlalu lelah Abelia kembali memejamkan kedua matanya.
" Sayang apakah kau begitu lelah sekali sehingga mengabaikan ku?." tanya Jonathan lirih sambil menatap lekat wajah Abelia yang sedang memejamkan matanya mencoba untuk tertidur.
" Sayang maaf aku lelah sekali hari ini habis latihan basket karena sebentar lagi akan ada pertandingan antar sekolah" Abelia menyautinya dengan mata terpejam.
" Baiklah,aku juga ingin istirahat saut Jonathan sambil melingkarkan tangannya memeluk Abelia dan ikut terlelap.
Jonathan menggeliak dari tidurnya nyamannya dan menatap jam diatas nakas dan bergumang.
" Ya ampun jam enam sore,kami lama juga yah tidurnya"
Ia menatap wajah Abelia lekat sambil meraba dan mengecup pelan wajah polos tersebut mesra dan sedikit berhati hati.😁😁😁 (takut ketahuan)
Tetapi tak sesuai dengan dugaannya karena sang empunya sadar dengan tingkahnya tersebut.
" Sayang kamu kenapa sih?." tanya sang empunya yang mencoba mengumpulkan nyawa
" Hehehe kamu udah bangun sayang?." cengingiran dan salah tingkah.
" Sekarang jam berapa sih yank?." tanyanya dengan suara khas bangun tidur.
" sudah jam enam sore sayang memangnya kenapa?."
" Lama juga yah kita tidurnya!" gumam Abelia seraya meregangkan otot otot tubuhnya dan beranjak dari tempat tidurnya.
" Sayang mau kemana.? Tanya Jonathan menahan punggungnya.
" Mau kekamar mandilah sayang emang mau kemana lagi." Abelia menyautinya malas dan mencoba melepaskan tangan Jonathan dipunggungnya.
" Sayang apakah kau tidak mengerti kenapa aku menahanmu?."
" Em baiklah.." Abelia menyautinya dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Jonathan hingga hanya berjarak beberapa senti saja.
Abelia memejamkan matanya ketika bibirnya dan dan bibir Jonathan kini saling menyentuh.
Jonathan pun tak hanya tersenyum melihat tingkah Abelia tapi menahan tengkuknya mencoba memperdalam ciuman itu.
Abelia melepaskan pungutannya untuk menghirup udara yg yang hendak habis dari tenggorokannya.
Jonathan yang masih enggan melepaskan pungutan tersebut kembali menahan tengkuk Abelia dan kembali ********** dan memperdalamnya.
Jangan lupakan tangannya yang sudah meraba kemana mana.
Abelia yang merasa tangan tersebut sudah akan menyusup kedalam kaos yang ia kenakan langsung menghentikan pergulatan bibir tersebut dan berlari ke dalam kamar mandi dan meninggalkan Jonathan yang merasa agak sedikit kecewa karena Abelia lagi lagi melarikan diri darinya..😂
* * * *
Kini keduanya sama-sama sedang berada di meja makan dan menikmati makan malam yang telah di siapkan oleh para pelayan.
Mereka sama sama bungkam Abelia yang masih merasa malu dengan tingkahnya tadi dan Jonathan yang masih saja kecewa karena Abelia menghentikan pergulatan bibir yang kini menjadi sesuatu candu baginya.
Disaat kedua menikmati makan malam dengan bungkam,ada seseorang yang memeluk tengkuk Jonathan membuat Jonathan langsung terkesiap dan terkejut.
Begitupun dengan Abelia tak kalah terkejutnya dengan Jonathan.
" Kejutan..." Ucap seseorang itu dengan senyuman manisnya yang menampakkan kedua lesung pipinya.
Jonathan melepaskan tangan seseorang tersebut dari tengkuknya dan memasang wajah dinginnya.
" Tolong jaga sopan santunmu Nadia." Ucap Jonathan dingin tapi tak membuat Nadia takut dan malah semakin melebarkan senyumnya.
" Nadia?. Siapa dia kenapa aku tidak pernah melihatnya sebelumnya?" Batin Abelia bertanya tanya.
" Ya ampun kak Jo aku sangat merindukanmu bahkan kau tidak memberi tahukan aku tentang pernikahan mu." Saut Nadia memasang wajah so imutnya dan akan memeluk Jonathan kembali, akan tetapi sebelum tangannya melingkar di pinggang Jonathan, Jonathan terlebih dahulu menahannya.
" Berhentilah bersikap seperti anak kecil seperti ini Nadia kau sudah dewasa jadi jagalah sikapmu." Ucap Jonathan dingin sambil menatap Abelia mencoba menjelaskan lewat isyarat mata.
Tapi Good luck yaakk 👍🏻