NovelToon NovelToon
SCANDAL

SCANDAL

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:689.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Anna hanya seorang gadis biasa, ceria dan baik hati. Berubah menjadi gadis yang liar setelah seorang pria merenggut kesuciannya, peristiwa naas dari serangkaian peristiwa lainnya yang ia alami. Hingga suatu peristiwa membawanya ke dalam jerat cinta dua pria psikopat yang menginginkannya.

"Sesaknya beban hidup yang kujalani menghimpit jalan takdirku, membuatku harus berjuang keras tanpa hasil maksimal. Hanya karena aku kalah dalam segala hal."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah paham

Gagalnya pernikahan Anna terdengar oleh Rangga. Pria itu bahagia mendengar Anna kembali terjatuh dalam kelukaan yang semakin dalam. Namun jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam. Rasa cintanya terhadap Anna tidak berkurang.

Sementara Tasya, semakin di landa rasa takut dan cemburu yang sangat besar. Hari hari mereka selalu di warnai oleh pertengkaran, dan hanya Anna yang membuat Tasya cemburu.

"Anak pembawa sial itu memang bernasib naas. Di mana mana dia selalu membawa kesialan." Alan geram sekaligus senang. Setan apa yang sudah meracuni hati dan pikirannya. Darah dagingnya sendiri begitu ia benci. Mungkin Alan masih bisa menerima makanan basi di banding menerima Anna sebagai putrinya.

Elama sebagai Ibu, hatinya merasa ikut pedih dengan takdir yang di jalani Anna.

"Ya Rabb, apa salah putriku. Hingga Engkau tidak memberikan pilihan lain untuk putriku," ucap Elama dalam hati menjerit.

"Kau tidak pantas bicara seperti itu terhadap Anna. Walau bagaimanapun, dia darah daging kita." Elama angkat bicara, hatinya rasa di iris tiap kali suaminya berkata kotor tentang Anna.

"Dia anakmu, bukan putriku. Hanya Tasya saty satunya putriku. Ingat itu." Alan melirik tajam pada Elama, sekarang wanita itu sudah mulai membela Anna. Itu yang membuat Alan semakin tidak suka terhadap Elama. Ia lebih memilih menghabiskan waktu di club bersama perempuan lain dari pada harus tiap hari bersinggungan dengan Elama.

Tidak hanya Rangga yang merasa senang, Anna gagal menikah dengan Genzo. Di sisi lain ada Dominic yang ikut merayakan kegagalan Anna.

***

"Anna.."

Dika sahabat sekaligus kakak angkat Anna. Yang selalu ada memberikan dukungan moral untuk Anna. Kali ini tidak dapat bicara apa apa lagi. Kata kata bijak mana lagi yang harus Anna dengarkan, sementara kesabaran dan ketegaran hati Anna melebihi batas kesabaran itu.

"Kau tidak perlu khawatir, aku baik baik saja." Anna memeluk Dika sesaat.

"Aku tahu kau kuat," kata Dika.

"Jangan bicara seperti itu, aku tidak sekuat yang kau pikirkan. Menghadapi hidup, bukan masalah kuat atau tidak. Tapi untuk saat ini, aku masih sanggup walaupun hatiku terluka."

"Aku tahu.." Dika menundukkan kepala.

"Yang lalu, biarlah berlalu. Lebih baik, kita pikirkan bagaimana caranya mengembangkan cafe kita."

"Kau benar Anna, ayo kita berangkat ke cafe. Bukankah kau dapat menu baru? bagaimana kalau kita coba?" usul Dika.

"Tentu."

Dika meraih tangan Anna, tersenyum sesaat lalu mereka melangkahkan kaki bersama menuju cafe yang tak jauh dari rumah.

***

Hari berganti. Bulan pun berlalu. Cafe yang Anna kelola bersama Dika membuahkan hasil. Setiap hari ramai pengunjung, tidak sedikit yang memuji kopi buatan Anna cukup terkenal.

Perlahan tapi pasti, Anna mulai melupakan kesedihannya. Rasa percaya diri yang sempat hilang kini tumbuh lagi. Harapan dan keyakinan yang hancur berkeping keping. Anna mulai merajut asa kembali. Dengan harapan esok akan lebih baik lagi. Segala sesuatu adalah batu loncatan dia untuk menjadi lebih baik lagi, mulai ia pupuk kembali.

Hingga di suatu malam, waktu itu sekitar pukul 22:00. Anna dan Dika baru saja selesai dengan pekerjaan, dan cafenya akan di tutup. Tiba tiba, Anna di kejutkan oleh kedatangan Tasya dan Elama. Wajahnya terlihat kusut dan matanya sembab. Sembari terisak, ia mendekati Anna yang berdiri terpaku di samping Dika.

"Tasya?" senyum Anna melebar, ia sangat senang bertemu Tasya dan Elama selama berbulan bulan mereka tidak bertemu. Semenjak kejadian di pesta pernikahan itu. Anna tidak pernah lagi menemui keluarganya.

Dengan terisak, jari Tasya menunjuk ke arah Anna. Dengan tatapan kebencian. "Puas kau menghancurkan hidupku, Anna!

Anna menautkan kedua alisnya melirik ke arah Dika sesaat, " apa maksudmu?"

"Tidak perlu kau berpura pura Anna, gara gara kau, suamiku menceraikanku!" tuduh Tasya tanpa perasaan.

"Apa? apa maksudmu? aku tidak mengerti Tasya." Anna berjalan lebih dekat ke arah Tasya dan Elama. "Ibu, katakan padaku ada apa?" tanya Anna menatap Elama.

"Rangga menceraikan Tasya dua hari yang lalu, karena dia tidak bisa memberikan anak. Selain itu, Rangga menceraikan adikmu, karena dia mau menikahimu Anna."

"Tapi? aku tidak tahu apa apa Bu, bahkan aku belum ketemu dengan Rangga. Kalau Ibu tidak percaya, tanya saja pada Dika." Anna melirik ke arah Dika sesaat.

"Itu benar Bu-?"

"Diam kau gendut, tidak perlu ikut campur!" hardik Tasya melotot. "Di mana mana, maling mana mau ngaku!"

"Tasya, aku berani bersumpah. Aku tidak tahu apa apa." Anna meraih tangan Tasya, namun wanita itu menepisnya.

"Plakkk!"

Tasya melayangkan sebuah tamparan di wajah Anna. Hingga gadis itu oleng kesamping. "Tasya, kau-?" Anna memegang pipinya yang terasa sangat panas dan kupingnya berdengung.

"Dasar munafik! pura pura tidak tahu!" pekik Tasya.

"Harus dengan cara apa supaya kau percaya," ucap Anna pelan.

Dika maju selangkah, merangkul bahu Anna. "Kalian benar benar tidak punya hati!" menatap benci Tasya dan Elama.

"Apa salahku padamu, apa?!" jerit Tasya, tangannya terulur menjambak rambut Anna.

"Tasya, hentikan!" seru Dika berusaha melepas cengkraman tangannya di rambut Anna, di bantu Elama.

"Tasya hentikan!"

Tasya menoleh, melihat Rangga tengah berjalan mendekatinya. "Anna tidak salah, tapi memang aku tidak mencintaimu."

Tasya menarik tangannya di rambut Anna, lalu berjalan mendekati Rangga. "Tidak, kau menceraikanku, demi Anna bukan?"

"Tasya, dengarkan aku. Kau salah paham." Rangga menarik tangan Tasya supaya menjauh dari Anna. Pria itu tidak tega melihat Anna menangis kesakitan. "Kita pulang, bicara di rumah dan tenangkan hati dan pikiranmu." Rangga menarik paksa tangan Tasya, lalu mereka melangkah keluar dari cafe di ikuti Elama.

Anna mengusap air matanya, kemudian Dika membenarkan rambut Anna dan mengikatnya kembali dengan penuh kasih sayang. Tidak terasa air matanya turun membasahi pipinya. "Anna.." Dika membalikkan tubuh Anna lalu memeluknya erat. "Sabar sayang.."

Anna menganggukkan kepalanya. "Terima kasih, kau sahabat juga kakakku. Biarkan aku panggil kau kakak." Anna melepas pelukannya menatap wajah Dika.

"Tentu saja, kau memang adikku. Meski bukan satu kandung. Aku akan menjaga dan membelamu sampai aku tidak bernapas lagi." Dika mengusap air mata di pipi Anna.

"Jangan bicara seperti itu, kita akan tetap bersama sama sampai tua." Anna tertawa kecil.

"Kau ini, ada ada saja. Ya sudah, kita pulang." Anna menganggukkan kepalanya. Lalu mereka meninggalkan cafe.

Sementara di dalam mobil, Rangga menjelaskan pada Tasya kenapa pria itu menceraikannya. "Aku tidak menceraikanmu, apa yang kau dengar dua hari yang lalu, kau telah salah paham."

"Apa maksudmu?"

Rangga menghela napas panjang. Lalu menceritakan kejadian yang sebenarnya. Selama ini ada kesalahan tentang tes kesuburan itu, yang mandul bukanlah Tasya. Tetapi Rangga sendiri yang tidak subur. Awalnya dia mengutarakan maksudnya untuk bercerai dengan Tasya.

"Jadi? aku tidak mandul?" tanya Tasya untuk meyakinkan.

Rangga menggelengkan kepalanya, "justru aku khawatir, jika kau menginginkan anak. Maka aku siap kapan saja jika kau meminta cerai," jelas Rangga.

Tasya menundukkan kepala sesaat. "Jadi? aku sudah salah paham terhadap Anna?"

"Ya, kau sudah salah paham. Kenapa kau selalu menyakiti Anna. Dalam masalah ini, tidak ada hubungannya dengan Anna."

"Maaf, aku terlalu takut kehilanganmu." Tasya memegang lengan Rangga.

"Minta maaf pada Anna. Dia tidak salah apa apa.'

Tasya menganggukkan kepalanya, tetap saja rasa cemburu Tasya terhadap Anna tidak akan hilang. Walau bagaimanapun, semanis apapun sikap Rangga hanya untuk menjaga Anna.

1
Ran Aulia
👍👍👍👍👍👍👍👍
Ayu Dwi S
kok ad yg ide penulis membuat cerita semacam ini d mana peran utama nya teraniyaya, kalo d kategori yah mirip drama indosiar, yg karna bahagianya d penghujung cerita
Runa💖💓
Wah berabe jadinya jika Rangga suk Anna
Istilahnya pagar makan tanaman nih
HARTIN MARLIN
lebih baik kamu tolak perjodohan itu buat papa mu bungkam
HARTIN MARLIN
lebih baik gak usah kembali lagi ke orang tua mu Anna
Retno Isusiloningtyas
sama...
penasaran
siapa yg akan dijodohkan dengan Anna
Retno Isusiloningtyas
bagus ceritanya..
lanjutkan
HARTIN MARLIN
orang tua yang tidak punya perasaan, udah di buang setelah itu mau di nikahkan dengan cara bayar hutang
HARTIN MARLIN
itu lah hukuman untuk orang tua Anna tapi sayang yang kena Taysa
HARTIN MARLIN
yang sabar ya Anna,nanati orang tua mu akan ketemu dan akan mendapatkan karmanya
HARTIN MARLIN
Assalamualaikum hai 🖐🖐salam kenal dari ku
✨Mohammad Yusuf✨🐾🌀🎏
Lanjut Thor
Komalasari Hidayat Prasodjo
sumpah ya....kesel sama emak bapaknya, anna ga punya dosa apa2, udah dibuang, diambil buat jd tumbal....pada kagak ada otak
sahaqi
rumit
Alvaro Alfahri
nyesek aku bacanya
Alvaro Alfahri
ceritanya gni amat
Alvaro Alfahri
njiiiiiiiirrrr
Attuy
semoga kalian bahagia Anna Genzo😁
🌻Ruby Kejora
D sini ramai sekali.
Salam kenal kak💐💐
Aul Zhaeiu
bad story
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!