"Aku tau kau membenciku Quen... tapi apa kau tahu jika perkataanmu menyakitiku?" tanya Anna dengan tangisan nya
" Rasa sakit yang kau rasakan sekarang hari ini tidak sebanding dengan rasa sakit yang aku rasakan sejak dulu... sebelum kau merasa dirimu tersakiti fikiran dulu apa yang sudah kau lakukan padahal kau sama sama wanita... apa kau tidak punya hati atau kau memang tidak tau malu? " tanya Quen tajam
dan membuat Sean menatap Quen dengan tak kalah tajam nya Sean dan Quen menikah karna perjodohan yang di lakukan ayah Sean,Sean menerima perjodohan itu karna saat itu kekasih Sean berselingkuh di belakang Sean yang membuat Sean menerima perjodohan itu tapi tak lama Sean malah menjalin hubungan kembali dengan kekasihnya setelah menikah dengan Quen malah perselingkuhan itu di lakukan secara terak terangan di hadapan Quen dan di dukung oleh teman teman Sean dan kekasihnya. Quen yang mengetahui perselingkuhan yang dilakukan Sean hanya bisa diam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quenn9597, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Ledakan yang terjadi membuat orang-orang berlari ketakutan dari rumah sakit begitu juga dengan Quen.
Quen juga ikut lari keluar gedung dan ia tampak khawatir dengan keadaan Sean dan Tim Althena lantaran ia tidak melihat mereka disana.
“Ada ledakan dibawah.. ada yang tertembak disana" teriak seseorang membuat Quen kaget.
Quen khawatir semoga itu bukan Sean Setelah beberapa menit, Quen melihat ada sebuah helikopter dan ia tahu itu Althena dan terlihat ada Arya dan Rio yang keluar dari helikopter dan setelahnya seorang pria muncul telah di borgol dan ada Kai dan Nino, yang memegangi mereka lalu Sean yang terlihat berjalan didepan mereka.
"Salam Kapten"
“Angkat dia!"
"baik"
Mereka membawa Pria itu ke Helikopter dan semuanya naik kesana hingga hanya Sean yang masih disana setelah semuanya terbang dengan helikopternya Sean menuju kearah Quen dan membawa Quen pergi dari sana memasuki mobil yang tadi mereka bawa.
"Apa yang terjadi?" tanya Quen pada Sean.
"hanya masalah sedikit" kata Sean singkat lalu pergi dari rumah sakit itu hingga hanya ada Quen dan Sean disana dalam perjalanan pulang Hening tidak ada yang bicara dan Sean sibuk dengan kemudinya.
"Quen" panggil Sean Quen melihat Sean.
"Aku serius.. aku serius dengan apa yang aku katakan padamu" kata Sean membuat Quen diam ia benci ditanyakan hal itu lagi.
"Kau tahu aku tidak bisa"
“Apa yang harus aku lakukan supaya kau mau kembali padaku?" tanya Sean dan Quen diam hatinya perih mendengar itu semua.
"ini semua tidak mudah.. aku tidak tahu kau tulus atau tidak.. aku butuh waktu untuk itu semua.. tidak bisa secepat yang kau mau.." kata Quen.
"Berarti kau memberiku kesempatan?"
"Tidak tahu" jawab Quen asal.
"baiklah aku akan menunggu" kata Sean dan Quen diam Katakan ia plinplan tapi ia tidak bisa membohongi perasaannya jika ia juga menginginkan pria ini sangat menginginkannya.
Mereka sampai di marakas dan Quen terlihat sangat kelelahan.
"Kau istirahatlah" kata Sean mengelus rambut Quen membuat hati Quen berdebar mendapat perlakukan seperti ini dari Sean.
"Heemmm"
Quen pergi meninggalkan Sean dan Sean tersenyum.
“pelan tapi pasti aku akan membuatmu kembali mencintaiku"
2 bulan berjalan dan selama itu, Quen tidak memberikan perlakukan apapun pada Sean disaat Sean yang terus memperlakukannya dengan sangat romantis membuat perasaan Quen tidak baik-baik saja.. jantungnya dibuat naik turun karena ulah Sean dan ia harus menahan semua gejolak dalam hatinya.
Selama itu juga, Anna juga sudah mulai memiliki hubungan yang baik dengan Elvian bahkan mereka kini sudah tinggal dalam satu kamar dan setiap harinya Anna terlihat nyaman dengan perlakukan Elvian padanya.
"Jika kau tidak sakit untuk apa kau datang kemari?" tanya Quen kesal lantaran sejak tadi Sean berada didalam ruangan Quen dan menatap Quen yang tengah sangat sibuk dengan layar laptopnya.
“Kau tidak makan siang dan aku kesini memaksamu makan siang" '
"Aku tidak lapar dan aku bukan anak kecil lagi"
"Sikapmu masih seperti anak kecil. Jika kau belum makan aku juga tidak akan makan"
“Apa kau tidak punya pekerjaan Kapten?"
"Ada"
"Ya sudah kerjakan sana" kata Quen emosi.
“Masalahnya pekerjaanku adalah memastikan istriku makan siang" jawab Sean dan Quen sangat kesal dengan Sean dan dia menutup laptopnya.
“Aku makan sekarang! Puas" kata Quen dia bangkit dan meninggalkan Sean dan Sean terkekeh dengan sikap Quen Ayolah Sean sangat menyebalkan.
Dia harus terjebak makan berdua dengan Sean dan itu dibalkon kamar Sean ternyata Sean menyiapkan makan siang bersama disana membuat Quen kesal Selesai makan siang, Quen langsung pergi tanpa berkata apapun pada Sean dan Sean menarik nafasnya.
"Sabar kau harus sabar" kata Sean menyemangati dirinya sendiri walau semua perhatiannya selama ini ditanggapi dingin oleh Quen.
Jangan lupa tinggalkan jejak
like
komen
vote
ulasan
And subcribe