Aku berusaha tegar , berusaha untuk tidak menangis saat dalam pelukan Agung . Meski sakit tapi aku tidak boleh lemah di hadapannya, agar tidak lebih membebani dia .
Perlahan tapi pasti Kereta yang saya tumpangi mulai berjalan meninggalkan Agung yang masih berdiri di tempat terakhir dita bersama . Dan meninggalkan semua kenangan yang kita ciptakan selama satu minggu saya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Ho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua penghianatan
Selama satu bulan inu gue tidak datang ke warung atau ke kosan Ayu. beberapa kali ayu mengirim gue pesan dan menelpon gue tapi tidak gue respon. untuk saat ini tidak ada perempuan yang ada di kepala gue kecuali Sindi. memikirkan hubungan gue dengan sindi yang kandas di tengah jalan membuat gue tidak berselera kepada perempuan manapun. entah akan sampai kapan gue akan terpuruk karena kehilangan Sindi.
Hari inu gue terkejut melihat ayu sudah ada di depan kosan gue. dia tersenyum manis tapi matanya seperti mengisyaratkan kalau dia butuh penjelasan kenapa selama satu bulan ini dia tidak datang menemuinya atau paling tidak memberi dia kabar.
Gue persilahkan sindi masuk ke kamar dan membiarkan dia duduk di kasur. setelah beberapa waktu kita diam akhirnya sindi membuka pembicaraan.
" Sekarang aku tau alasan kamu tidak menemui aku selama satu bulan ini. entah masalah apa yang sedang kamu hadapi sehingga kamu tiba tiba menghilang " kata Ayu
" maafkan aku aku Yu. aku memang sengaja tidak datang dan mengabaikan semua pesan dari kamu. karena aku tidak ingin kamu ikut terbebani dengan masalah yang sedang aku hadapi." jawab gue.
" Gung bukannya kamu sendiri yang bilang sama aku kalau ada apa apa harus ngomong. tapu kamu sendiri tidak melakukannya " kata sindi dengan nada sedikit tegas.
" Maafkan aku yu " jawab gue singkat.
Akhirnya gye menceritakan semuanya kepada Ayu kalau sebenarnya selama ini gue sudah punya pacar dan sekarang pacar gue akan di jodohkan oleh orang tuanya. gue bisa melihat dengan jelas ekspresi kaget dan marah dari wajah Ayu. karena setau dia gue tidak punya pacar.
Meskipun awalnya Ayu marah karena kebohongan gye tapi sekarang dia sudah bisa menerima kenyataan. mungkin karena dia sadar kalau dia bukan siapa siap gue dan dia juga tidak pernah bertanya kepada gue.
" Gung kalau kamu masih menanggap aku ada kamu harus jujur . meskipun aku tidak bisa bantu kamu tapi setidaknya aku akan selalu memberi kamu dukungan. " kata sindi sebelum akhirnya meninggalkanku kosan .
Malam ini gue , Haikal dan dua temen gua yang lain sedang melakukan panggilan vidio grup. seperti biasa ada banyak hal yang kita bicarakan. hanya dengan mereka gue bisa sedikit menghilangkan sedikit beban di pikiran gue.
" Guys gue pamit ya , ada sesuatu yang harus gue selesaikan " kata Haikal
" Iya deh yang mau nikah mah sibuk terus " kata teman gue yang lain.
Tiba tiba Haikal terlihat panik dan begitu juga dengan gue .seketika gue terkejut dengan jawaban teman gue yang mengatakan kalau Haikal akan segera menikah . karena sebelumnya Haikal tidak pernah ngasih tau gue kalau dia akan menikah. dan yang jadi pertanyaan gue adalah Haikal akan menikah bersamaan dengan berakhirnya hubungan gue dengan Sindi karena perjodohan yang di rencanakan oleh orang tua Sindi.
" apa apa gue tidak salah dengar kan? bener Kal lo mau nikah.? tanya gue pada Haikal.
. Gue bisa dengan jelas melihat perubahan ekspresi mereka dari yang awalnya senyum senyum jadi ketakutan.
" Kal atau kalia jawab gue" kata gue lagi .
tapu dari mereka bertiga tidak ada satupun yang mau menjawab pertanyaan gue.
" oh jadi ini yang kalian bilang sahabat . kalian merencanakan sesuatu tapi tidak memberitahu gue. oh atau jangan jangan Lo mau nikah sama Sindi .? tanya gue lagi.
kali inu ekspresi mereka sangat terkejut dengan pertanyaan gue tapi mereka masih tidak mau menjawab pertanyaan gue.
gue mulai marah kepada mereka bertiga , jadi dengan kasar gue menutup sambungan vidio dengan mereka tanpa mengatakan apa apa.
Sebenarnya gue sudah sedikit bisa menerima kenyataan kalau hubungan gue harus berakhir. tapi sekarang ada pertanyaan besar lagi di kepala gue tentang siap yang akan di jodohkan dengan Sindi dan Dengan siapa Haikal akan menikah. waktunya sangat pas membuat kecurigaan gue semakin besar. setelah gue ingat ingat gue naru sadar kalau ternyata Ayahnya Haikal itu Salah satu guru di sekolah nya Pak Budi ayah Sindi. semua ini menjadi semakin berkesinambungan seolah memberikan gue jawaban untuk semua pertanyaan yanga ada di kepala gue..
Dua minggu ini gue tidak bisa berhenti memikirkan masalah ini. Semua usaha gue untuk mencari tahu siapa laki laki yang di jodohkan dengan Sindi selalu menemui jalan buntu. Gue tidak tahu sebenarnya memenang mereka yang gue tanya tidak mengetahuinya atau memang semua ini sudah di sudah di atur oleh Sindi.
° Ting ° Suara Notifikasi Hp berbunyi
Setelah Gue buka isinya situs Link dengan keterangan " Semoga ini jadi jawaban buat kamu " dari nomor tidak dikenal.
Gue tidak tahu link apa yang dia kirim. tapi tanpa membuang waktu gue langsung membuka Link dan betapa kagetnya ketika gue melihat Ada photo Sindi dan Haika di sana . ternyata link ini adalah link undangan digital pernikahan Haikal dan Sindi. Meskipun awalnya gue sudah menduga tapi gue masih tidak percaya dengan ini semua.
Bagaimana mungkin Haikal yang sejatinya sahabat gue dan sudah gue anggap sebagai keluarga gue sendiri bisa melakukan ini di belakang gue. Meskipun gue tahu kalau ini adalah perjodohan, tapi harusnya Haikal ngomong sama gue.
cobaan kali ini seperti bertubi tubi menghantam kehidupan gue . Hubungan gue dengan Sindi harus berakhir begitu saja dan Sekarang Haikal berkhianat.
saat ini gue bener bener dalam keadaan yang terpuruk bahkan sampai jatuh sakit.
Sudah satu hari satu malam gue berbaring di rumah sakit . Di samping gue hanya ada Ayu yang setia menunggu gue dan Kevin yang sesekali datang. karena gue tidak berani memberi kabar kepada emak dan bapak kalau gue sakit. Sudah terbayang bagaimana cemasnya mereka saat mendengar anaknya yang hidup seorang diri di perantauan harus sakit dan dirawat di rumah sakit.
" Gung ada panggilan telpon dari Haikal " kata Ayu sambil menunjukan layar Hp ke gue .
" biarkan saja Yu. Dia tidak lebih baik dari yang aku pikirkan " jawab gye dengan nada datar.
" Gung kamu jangan merasa sendirian, Ada aku di sini yang akan selalu menemani kamu " lanjut Ayu sambil memegang tangan gue.
" Terimakasih Yu . " jawab gue singkat.
Ayu gue suruh pulang dulu untu buka warkop karena kalau terus terusan disini kasihan dia tidak akan dapat penghasilan. Dengan berat hati ayu tidak bisa menolak perintah gue dan mulai berjalan meninggalkan gue sendiri di kamar rumah sakit.
Sebenarnya alasan gue menyuruh Ayu pulang karena saat ini gue butuh waktu untuk sendiri untuk menenangkan diri dari semua masalah yang menimpa gue akhir akhir ini .
demi ortu mu kamu tega sm kami, kmu nikah lagi, aq dan 2 anak mu trlantar Gung,, uuuhhg kalo inget masa" itu pingin tak.bejek" kamu Guuunggg... hadeeeuuuhh