NovelToon NovelToon
Love In Tanjung Priuk

Love In Tanjung Priuk

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir / Cinta Murni / Romansa / Tamat
Popularitas:151.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Isma Wati

Akibat menolak menjadi istri kedua dari atasanya yang merupakan kakak kelasnya dulu. Adifa, gadis berusia 25 tahun. Yang bekerja di perusahaan transportasi di pelabuhan Tanjung Priuk, harus menerima jika ia di mutasi, dari sebagai staff administrasi, menjadi seorang Korlap, atau Koordinator Lapangan. Jabatan yang sembilan puluh sembilan persen di lakukan oleh seorang pria.

Akankah Adifa bertahan dari pekerjaanya karena begitu banyak cobaan ketika ia menghadapi para supir? Atau justru menerima tawaran menjadi istri kedua dari mantan kakak kelasnya? Namun, keputusan Adifa itu justru mempertemukanya dengan cinta sejatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemui Mantan Istri

Adifa duduk merenung di kamar milik Jonas. Ucapan Mahawira barusan yang mengatakan jika perjalanan mereka sedikit terganggu dan lebih lama dari waktu yang ditentukan sangat mengejutkan baginya. Pertemuan mereka yang tidak disangka-sangka kemarin saja sudah membuat Adifa syok, ditambah sekarang dia harus terjebak lebih lama lagi dengan pria yang mati-matian ia hindari karena Adifa tidak mau terjebak lagi dengan pesona laki-laki berparas blasteran itu. Jujur saja, Adifa memuji jika Mahawira dua kali lipat sangat tampan dengan seragam nahkodanya.

"Ya Allah, tolong jaga hati hamba mu ini. Jangan sampai jatuh cinta lagi sama dia." Adifa berdoa. Kemarin padahal sudah mulai lupa, sekarang jadi ingat lagi.

Adifa menghela nafas, menatap keluar jendela melihat riak air laut yang dibelah oleh lambung kapal (Hull). "Pak Dani lagi ngapain ya?" Dari pada gabut, Adifa memutuskan keluar untuk bergabung bersama Dani. Tapi dia kelupaan jika sedang menjemur pakaianya di loundry room, Adifa memutuskan untuk mengambil bajunya dulu.

"Semua aman kan? Tidak ada yang menanyakan masalah mesin?" Ujar seseorang bertanya.

"Aman, Kapten. Kalaupun mereka bertanya saya memiliki alasan untuk menjawabnya."

"Hm bagus. Jangan sampai rahasia ini diketahui orang lain."

Setelah mengatakan itu, laki-laki yang berbicara tadi keluar dari persembunyianya. Tapi begitu dia keluar, dia dikejutkan dengan keberadaan Adifa.

"Jadi semua ini cuma akal-akalan Anda?" Adifa menatap sinis Mahawira. "Apa sebenarnya yang Anda rencanakan?"

"Adifa." Mahawira tidak bisa memberikan alasan apa-apalagi. "Ayo ikut aku, akan aku jelaskan." Mahawira ingin meraih tangan Adifa.

"Jangan sentuh-sentuh saya." Adifa menjauhkan tanganya. "Licik sekali Anda ini ternyata, jelaskan pada semua orang apa sebenarnya rencana Anda? Kenapa malah membuat perjalanan ini semakin lama? Kenapa Anda membuat sesuatu sesuka hati Anda tanpa memikirkan orang lain? Apa seperti ini ajaran orang-orang kaya?"

Suara keras Adifa mengundang para abk lain mendatangi asal keributan. Mereka terkejut Adifa yang seorang pengunjung marah-marah pada Kapten mereka, mereka sendiri saja tidak berani meski Mahawira salah sekalipun.

Mahawira tahu atas kemarahan Adifa.

"Bukan itu maksud ku."

"Jelaskan sejelas-jelasnya sekarang. Apa kepentingan Anda membuat perjalanan ini semakin lama? Hah?" Adifa semakin murka dan berani, dia enggan berlama-lama terkurung disini. "Kalau Anda mau tahu, saya muak jika harus berlama-lama bersama Anda disini, jadi jangan membuat saya semakin membenci Anda."

Karena bingung harus menjelaskan apa maksudnya sendiri, Mahawira mendekat beberapa langkah, tanpa aba-aba dia menarik pinggang Adifa, dan meemagutt bibir gadis itu tanpa permisi.

Para abk yang melihat adegan itu memalingkan wajah mereka dan bersorak riuh. Dani sendiri membungkam mulutnya menggunakan telapak tangannya karena terkejut, jika Dirga tahu, habislah dia tidak bisa menjaga wanita pujaan atasanya itu.

* * *

Singapura ...

Di sebuah hotel berbintang.

"Dengan siapa dia datang kesini?" tanya Diana yang duduk di hadapan meja riasnya pada asistennya, Ruby.

"Sendiri, Nona. Asistenya dia tugaskan bersama gadis itu untuk mengawal barang yang Anda sabotase. Papanya tiba-tiba mengalami sesak nafas." Dirga memang datang dengan papa-nya. Namun tiba-tiba kesehatan papanya terganggu karena memikirkan masalah ini. Untuk menebus barang-barang yang sudah dikirim, ia harus mengeluarkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit.

Diana tersenyum licik, rencananya berhasil. "Dasar laki-laki bodoh." Ia bangkit dari duduknya untuk menemui Dirga di resto di hotel tempat dia menginap.

Dengan dress putih tulang yang belahanya sampai ke paha, juga memperlihatkan belahan dadanya. Diana terlihat sangat cantik dan anggun keluar dari lift.

"Wah ... wah ... Tidak disangka Bapak Dirga yang terhormat ini mau datang jauh-jauh hanya untuk menemui ku, aku merasa sangat tersanjung." Wanita itu duduk di hadapan Dirga sambil menyilangkan kakinya hingga mengekpos pahanya yang mulus.

Dirga hanya menyunggingkan bibirnya ... MURAHAN.

"Hentikan rencana kotor mu ini, Diana." Dirga bicara penuh penekanan dengan ekpresi dinginnya. "Aku sudah membayar uang cerai yang kamu minta. Kenapa masih mengacaukan bisnis ku?" Dalam perceraian yang disetujui, Dirga membayar uang iddah sebanyak satu miliar pada Diana, angka yang terbilang kecil untuk anak tunggal seperti Diana.

"Kenapa marah-marah? Memang aku melakukan apa? Hati-hati bicara, kalau tidak ada bukti, ini bisa jadi fitnah." Diana ngeles. Menguji kesabaran Dirga.

Dirga melempar amplop yang ia bawa. "Semua bukti sudah jelas kalau kamu menyuap pegawai ku. Meski sekarang kamu menyembunyikanya, aku pastikan akan segera menangkapnya dan kamu siap-siap saja harus membayar semua dendanya," ujar Dirga. Dia sudah mengerahkan orang untuk mencari korlap pengganti Adifa itu.

Diana hanya melirik sekilas amplop itu dengan alis yang terangkat, tidak gentar dengan ancaman Dirga. "Kamu cerai-in aku karena wanita itu, Dirga. Aku tidak terima."

"Jangan mencari-cari alasan, dari awal kita menikah karena di jodoh kan, bukan karena cinta."

"Bullshittt apa itu cinta, banyak pasangan yang menikah karena cinta berpisah juga," tandas wanita itu mengutarakan ideologinya.

Tiba-tiba tiga orang pelayan datang membawakan makanan dan menyajikan hidangan itu diatas meja.

"Aku belum makan siang, jadi aku memesanya," jelas Diana pada Dirga yang menatapnya menuntut penjelasan. Tanpa menawari Dirga, wanita itu langsung menyantap makan siangnya.

"Kamu nggak mau mesan kopi dulu gitu buat temani aku makan? Kopi disini enak-enak." Saran Diana malah merekomendasikan. "Aku tertarik banget bahas cewek yang kamu suka itu. Apa sih kelebihan dia dibanding aku?"

"Dia tidak pernah mengganggu orang," jawab Dirga menatap sinis Diana, tak ada manis-manisnya, lalu lelaki itu pergi.

"Dia punya adek yang masih sekolah, ibu yang sakit-sakitan, juga papa-."

"Diam kamu Diana. Jangan coba menyentuh keluarga Adifa."

"Woww, kamu khawatir banget terjadi apa-apa sama dia. Aku semakin tertarik sama gadis itu. Eh kira-kira dia masih gadis nggak ya? Soalnya waktu dia ambil cuti ternyata dia jalan sama anak konglomerat tanah air." Wanita itu memutar video ciuman antara Mahawira dan Adifa. "Mereka liburan ke kapal pesiar. Yakin nggak ngapa-ngapain?" Diana menaikkan sebelah alisnya.

Dirga menelan ludah, sungguh dia tidak tahu ini. Dadanya terasa panas. Dirga hendak menyambar ipad milik Diana, tapi tangan Diana lebih cepat mengamankanya.

"Pesankan dia es kopi untuk mendinginkan kepalanya." Bisik Diana pada Ruby.

Terpaksa Dirga menahan dirinya untuk tidak pergi, dia ingin wanita itu mengklarifikasi jika dialah dalang dibalik import kayu rotan itu, juga memastikan agar Diana tidak macam-macam pada Adifa.

Tapi maksud hati menemui mantan istrinya untuk menyelesaikan masalah, yang terjadi justru Dirga harus menghadapi masalah yang lebih parah lagi. Setelah minum kopi pesanan Diana, Dirga merasakan kepalanya pusing, suhu tubuhnya meningkat. Tatapan Dirga berpindah pada Diana yang duduk dihadapanya, bibir seksi yang sedang mengunyah itu terlihat begitu menggoda imannya.

1
Sri Ariyanti
masih ada bonchap nya kan thor?
Isma Wati: iya, tapi belum waktu dekat. maaf ya
total 1 replies
Faa
kak kok Umat ,,, seharusnya hamba loh🤦
Jessica
Luar biasa
Taty Hartaty
enakkan ,rasanya cemburu /Proud/
Taty Hartaty
rasain
Taty Hartaty
klu gt sm pak Dirga aja hahahah
Taty Hartaty
wahh mahawira nih cari gara2
Evy
Harusnya Dirga sudah curiga bila dikasih makan atau minuman...
Ran Aulia
Luar biasa
Yuliana Purnomo
wooow lega,, akhir nya saaaah
Yuliana Purnomo
wooow pegang rahasia apa nihh,,Wira ?? dgn Dirga
Yuliana Purnomo
pasti ulah mantan istri dirga
Yuliana Purnomo
mantan licik,,,knp Dirga GK antisipasi siih
Yuliana Purnomo
gak ada dewa penolong kh ini???
Yuliana Purnomo
hahahhaha Afida gak ngerti kebiasaan sopir
Yuliana Purnomo
hahahaha kepergok bini tua,, Dirga
Yuliana Purnomo
ooh adek Marsha yg kembar ini kan??
EmbunCahaya
lah....😅
EmbunCahaya
Kasihan sih sama dirga....
EmbunCahaya
eh . ada apa dg dirga?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!