NovelToon NovelToon
OHH, No!!!

OHH, No!!!

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Keluarga / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Dokter Genius / Cintapertama / Tamat
Popularitas:26.2k
Nilai: 5
Nama Author: Videlfi

29 tahun…

Apa yang ada dibenak kalian tentang seorang wanita yang hampir menginjak kepala tiga namun belum menikah, bahkan dirinya tidak pernah menjalin hubungan dengan seorang pria?

Karir, harta dan impian sudah ada pada genggaman tangan, lalu apa lagi yang dia cari?

Kesalahan fatal malam itu membawa bencana besar dalam hidup Kana, hingga Kana harus mengandung benih dari sang dokter.

Bagaimana bisa dia yang belum siap menikah tiba-tiba harus menjadi seorang ibu, sedangkan alasan dia belum membentuk bahtera rumah tangga karena dirinya belum siap mendidik calon generasi penerusnya. Dengan gangguan mental yang ia alami dan emosi negatif yang masih bersarang dalam diri. Sanggupkah dia mengendalikan diri sendiri, sebelum anak yang terkandung didalam perutnya itu lahir?

‘’BUKAN MENIKAH YANG AKU TAKUTKAN, NAMUN ANAK YANG AKU KHAWATIRKAN’’

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Videlfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Sosweet

Perlahan Kana membuka mata dan nampak Kari sudah tidak ada di depan matanya. Suara air kran yang mengalir mengalihkan pandangan mata Kana dan tak lama dari itu Kari keluar dengan telanjang dada yang hanya terbalut handuk di rambutnya yang basah.

"Udah bangun?" Sapa Kari kala melihat Kana bersandar pada tambok belakang kasur.

"Hmm."

Kari berjalan menghampiri Kana lalu melihat cairan infus yang hampir habis dan dengan santai Kari menekan tombol yang ada di samping bed Kana, tak berselang lama dari itu seorang perawat datang masuk dalam ruangan.

"Apa ada yang bisa saya bantu bu?" Tanya sang Perawat.

"Itu cairan infus istri saya habis," Bukan Kana yang menjawab tapi Kari yang duduk di atas bed pasien.

Seng perawat tersenyum malu kala melihat roti sobek yang tercetak jelas di perut Kari."Baik dok. Saya izin megambil gantinya dulu."

"Huek... "

"Hai kamu kenapa, sebentar jangan muntah dulu." Perintah Kari dengan berlari kecil masuk dalam kamar mandi untuk mengambil baskom kosong yang memang disediakan. "Keluarkan, jagan ditahan."

"Huek... Huek... Hu.. Huekkk... " Seperti biasa hanya cairan yang keluar dari mulut Kana.

"Keluarkan semuanya," Kari memegang baskom dengan tangan Kiri dan tangan kanan dia gunakan untuk memijat dan mengusap punggung Kana.

"Sudah?" Tanya Kari dengan nada lembut tepat di samping telinga Kana dan di jawab anggukan kepala oleh Kana.

"Saya izin buang muntahan kamu dulu ya, nanti saya balur perut sama punggungnya dengan minyak kayu putih." Kari berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci baskom itu hingga bersih lagi, agar tidak menimbulkan bau yang akan menyebabkan mual Kana bertambah parah saat muntah karena mencium bau baskom ini.

Tak lama dari itu Kari kembali menghampiri Kana dengan membawa minyak kayu putih ditangannya, ia membalur punggung Kana dengan di iringi sedikit pijatan di sana. "Adek rewel di dalam perut karena bunda lagi sakit, yaa!"

"Sini baring," Pinta Kari dengan membantu Kana berbaring di atas kasur lalu mengoleskan minyak kayu putih dengan perlahan di atas permukaan perut Kana.

Tak berselang lama setelah Kana berbaring, segerombolan perawat perempuan empat orang dan satu perawat laki-laki masuk kedalam kamar rawat Kana yang di pimpin oleh dokter Zino di depan mereka.

"Ternyata ini yang menjadi topik perbincangan pagi hari di ruang jaga poli," Celetuk Zino secara tiba-tiba. "Padahal punya saya nggak kalah sixpack dengan perut dia."

Kana yang awalannya bingung dengan mereka kian paham setelah dokter Zino menjelaskan maksudnya. "Mas ihh pakai bajunya dulu sana,"

"Bentar loh saya lagi jadi pusat tontonan ini." Jawab Kari dengan cengengesan. "Adek mau makan apa pagi ini?"

Kari mengangkat kepalanya, menatap Kana dengan teduh tanpa mempedulikan para perawat yang menatap kagum dirinya. Pasalnya Kari tak pernah bertelanjang dada ataupun menggunakan pakaian pendek dan Kari selalu menggunakan pakaian lengan panjang saat bekerja. "Bundanya mau makan apa pagi ini?"

"Burger sama Pizza,"

"Nggak ada pizza ataupun burger, sebagai makanan siang ini. Bubur aja ya nanti saya buatkan," Tawar Kari pada Kana.

"Iyaa."

"Kita disini mah apa, cuma nyamuk yang nggak di anggap kehadirannya." Protes Zino tak terima di cueki oleh Kari sadari tadi.

"Lagian lo masih siang gini udah datang, ganggu aja." Jawab Kari dengan pandangan mata tajam menatap Zino dan Zino yang ditatap begitupun oleh Kari tidak peduli dengan memutar bola matanya.

"Ckkk... dasar mie kari goreng. Lo itu harusnya sadar diri pagi-pagi udah izin tidur enak-enakan mesra-mesraan, lah gue bergadang handle semua pasien dari pagi buta sampai tengah hari siang ini. Jadi sekarang gue visit jam segini, mau segera pulang istirahat sama istri gue soalnya. Mumpung dia libur kerja."

"Sejak kapan mie kari jadi goreng?" Tanya Kari tak kalah nyolotnya pada Zino.

"Sejak lo lahir mie kari berubah jadi goreng."

"Enak bener lo mau pulang, yang bantu gue nanti siapa. Dokter Ilham lagi dinas,"

"Ya gue nggak perduli. Setelah ini gue bebas menikmati waktu santai dan tenang, entar malam gue berangkat kalau ada yang urgent kalau aman semua ya, gua nggak ke RS." Jawab Zino dengan memasang stetoskop pada kedua telinga. "Apa ada keluhan?"

"Lo mah nggak setia kawan. Keluhan Kana semalam demamnya naik dan pagi ini masih mual setelah bangun tidur."

"Hmm... Saya periksa dulu ya," Zino menempelkan stetoskop pada dada kiri kana dan beralih ke berapa sisi pada bagian atas Kana. "Kalau nafas susah nggak, mau pakai bantuan oksigen?"

"Nggak usah dok,"

"Baiklah, ini sepertinya cowok si ini, terlihat banget dari ciri-cirinya." Ungkap Zino.

"Sok banget lo jadi dokter, pakai ramal-ramal segala belum kelihatan itu jenis kelaminnya, lagian dia juga nggak mau memperlihatkan kalau Lo USG dia." Sosor Kari tak terima anaknya di ramal oleh Zino, memang agak lain Kari ini karena yang meramal anak dia itu dokter senior di atas Kari, tapi bisa-bisanya dia.

"Mau taruhan?" Tantang Zino mengulurkan tangan kanannya.

"Seratus juta." Putus Kari dengan yakin menerima jabatan tangan Zino yang di iringi suara riuh tepuk tangan para perawat.

"Deal," Dengan senyum lebar Zino kembali melanjutkan pemeriksaan pada Kana dengan menekan beberapa sisi perut Kana.

"Lo kalau nekan jagan keras-keras lah, kasihan istri gue anjir." Protes Kari tak terima, namun Zino seakan menulikan telinga tanpa mempedulikan perkataannya.

"Ini dedeknya sehat, cuma aseupan gizinya harus lebih di pedulikan dan di tingkatkan lagi. Kalau mual saat makan ganti dengan ngemil roti, buah ataupun yang lain. BB adeknya kemarin itu masih rendah nggak sesuai." Jelas Zino pada Kana tanpa mempedulikan Kari. "Apa ada pertanyaan lain?"

"Nggak ada si dok,"

Zino menuliskan sesuatu pada kertas yang dibawa oleh salah satu perawat, "Baik kalau begitu saya pamit, jika ada pertanyaan silahkan bertanya pada suami kamu. Selamat siang dan saya pamit untuk pulang." Jelas Zino diiringi tawa jahatnya.

"Kurang ajar," Kini tinggallah Kana dan Kari dalam kamar ini, hening mulai tercipta sebelum Kari beranjak dari kasur melihat tetesan infus yang sudah di atur oleh perawat tadi setelah diganti.

"Kamu mau mandi sekarang atau nanti?"

"Nanti aja."

"Yasudah saya masak bubur dulu buat makan kita bertiga." Kari mencium puncak kepala Kana sebelum bergulat dengan alat dapur yang tersedia.

Dengan telaten dan tenang tanpa keributan seperti Kana saat bergulat dengan alat dapur sampai bisa membangunkan para burung yang sedang tertidur. Dari kejauhan Kana mengamati Kari dan dengan diam-diam ia mengambil Foto Kari yang senang memasak.

Ayah itu nganteng dek, batin Kana dengan gerakan tangan mengusap perutnya.

"Makanan sudah siap untuk mendarat pada tempat tujuan, aaaa buku mulutnya. Good," Kari berjalan membawa satu mangkok bubur dengan sendok yang berisi bubur dia gerakan layaknya sebuah pesawat menuju mulut Kana. "Ini harus habis ya dek."

Suap demi suap telah masuk ke dalam mulut Kana dengan senyum merekah tercetak pada wajah manisny. Pada dasarnya perempuan hanya ingin di perhatikan dengan di beri canda gurauan oleh sang pasangan. Suasana rumah akan terasa nyaman saat pasangan yang menempati itu saling mengerti dan memahami.

"Hore... sudah habis, tepuk tangan, adek hebat ayah acungi dua jempol." ujar Kari dengan mengelus perut Kana. "Sekarang ayah harus bekerja, nanti kita main lagi yaa."

"Saya kerja dulu ya, maaf harus meninggalkan kamu sendiri lagi dalam ruangan. Nanti mandinya dibantu sama suster nggak apa-apa?" tanya kari dengan memakai baju dan celana formal seperti sedia kala yang di gunakan untuk bekerja. Celana panjang, baju panjang, dan tak lupa dengan kecamata yang dia kenakan.

"Nggak papa,"

"Terimakasih, aku sayang kamu." ungkap Kari tepat di samping telinga, setelah dia mencium dahi dan pipi Kana. Hal itu juga sempat membuat Kana shok hingga warna merah muncul pada kedua pipinya.

1
Defi
Thor aku belum rela tamat ☹️.. ditambah dong thor kisah Kana yang momong dua bayi
Defi: oke 👍
total 2 replies
Defi
si baby girl tahu ada Onty Kana yang mau menjadi ibu susunya.. semoga Kana mau ya
Defi
wajahnya mirip Reza, loh ini typo maksudnya mirip Kari atau memang beneran thor wajahnya mirip Reza 🤭
Vilaa: Typo maaf, nanti saya perbaiki dari awal secara perlahan 🙏
total 1 replies
Defi
Selamat Kana dan Kari, si baby lahir dengan sehat 💃🌹
Defi
semangat othor lanjut up
Defi
masak nama hujungnya si baby nama Aris 🤣
Defi
Aris suka sekali ganggu bumil, gak tahu rasanya Kana udah bertanduk dan pengen bolak balik si Aris di atas oven biar diam dan pas kembali fikirannya 😄
Defi
sedari tadi Kana menahan diri tapi akhirnya jebol juga pertahanan Kana.. Thor jangan buat Kana kenapa-kenapa, pokoknya gak boleh 😭
Defi
ya ampun, serasa Kana jadi bahan praktek mereka 😱
Defi
Aamiin, semoga nurun dari kakak-kakaknya ya dek
Defi
komunikasi itu sangat diperlukan apalagi Kana lagi mode sensitif yang bisa menyimpulkan sendiri apa yang dia alami
Defi: kamu keren thor 👍
total 2 replies
Defi
mood ibu hamil yang sensitif ya
Defi
gak semua orang juga sanggup hidup dalam koridor yang lurus-lurus saja Kari.. ada saatnya bosan dan ingin hal-hal baru seperti Kana yang bosan makan masakan yang diatur ahli gizi, rindu dengan makanan pinggir jalan yang menggiurkan walau jauh dari kata sehat.
Defi: meluncur thor
total 2 replies
Defi
takut Kana melipir kemana-mana
Defi
setuju dengan Kana, karena ada sebagian orang yang menjual kesedihannya padahal dia mampu sehingga saat orang yang memang patut ditolong malah tidak ditolong karena berfikir sama dengan orang yang menjual kesedihannya..
hayo loh bisa marah dokter Kari sama kalian, padahal kalian ditugaskan untuk menjaga istrinya yaitu Kana 😂
Defi
kejutanmya berhasil ya untuk ultah Vina, sampai-sampai dedek bayi mau ikutan juga
Vilaa: Terimakasih buat kamu yang udah setia nungguin cerita ini 🫶
total 1 replies
Vilaa
Akhirnya bisa up juga setelah sekian lama pengajuan akhirnya akun ini kembali lagi pada saya 🫶🙏
delya
Hai.... semuanya 🤗
sebelumnya saya selalu author pemilik akun Ini, ingin menyampaikan jika karya ini sudah tidak bisa di lanjut lagi untuk bab selanjutnya karena saya lupa sandi gmail dan handphone saya rusak tidak bisa menyala sama sekali. Jadi dengan berat saya harus melepaskan karya ini. Jujur sedih banget mana udah banyak banget lagi pembacanya, namun mau bagaimana lagi. Mungkin saya akan membuat cerita baru lagi, jadi buat teman-teman sekalian bisa nantikan karya saya selanjutnya dengan penuh kejutan di dalamnya. Cerita ini sebenarnya sudah tamat hingga bab akhir dan itu ada di catatan handphone saya dulu. Tapi... 🥹
Defi
lanjut up thor 💪🌹
Defi: semangat othor
total 2 replies
Defi
Kari kamu memang egois, teganya meninggalkan Kana sendiri di tempat parkir yang sepi.. Kana berjumpa dengan siapa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!