NovelToon NovelToon
Slaughtering The Heavens

Slaughtering The Heavens

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi Timur
Popularitas:88.6k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Seorang pemuda yang sejak lahir telah ditakdirkan menderita. Bakatnya dicuri, keluarganya dihancurkan, ia dijual sebagai budak. Namun dari abu kehancuran itu, ia bangkit sebagai api yang membakar segalanya.

Xu Hao bukan pahlawan biasa. Ia adalah pemberontak sejati, seseorang yang menolak takdir, menentang kehendak Langit, dan menempuh jalannya sendiri: Dao Pemberontakan. Dengan kekuatan ini, ia mampu melampaui batas-batas kultivasi konvensional, menghancurkan hukum alam, dan bahkan melukai makhluk yang dianggap dewa.

Namun di balik keganasannya, tersimpan luka yang tak pernah sembuh. Cintanya pada Lianxue, gadis yang setia menanti ribuan tahun, menjadi satu-satunya cahaya dalam kegelapan. Dan saat cahaya itu padam, Xu Hao kehilangan segalanya. Enam ribu tahun ia terpuruk dalam kegilaan, hanya mampu menyebut satu nama: Xue'er.

"Ayah ibuku dibunuh. Cintaku mati di pelukanku. Takdir telah mempermainkanku! Kini giliranku mempermainkan takdir."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perburuan Dimulai

Mereka terus berjalan melewati lorong-lorong sempit di daerah kumuh. Langkah kaki mereka nyaris tidak bersuara di atas tanah bebatuan. Di belakang, puluhan bayangan bergerak mengikuti, mengepung dari segala penjuru. Para pemburu itu sudah mengatur strategi, siap menyerang kapan saja.

Namun saat mereka memasuki lorong berikutnya, tiba-tiba keempat sosok itu menghilang.

Para pemburu yang mengejar berhenti. Mereka saling pandang dengan bingung. Yang paling depan berlari ke ujung lorong, memeriksa setiap sudut. Kosong. Tidak ada siapa pun.

"Mereka menghilang!"

"Cari! Mereka pasti belum jauh!"

Puluhan pemburu berpencar. Sebagian mencari di dalam kota, memasuki setiap gang, setiap toko, setiap rumah kosong. Sebagian lagi melesat keluar kota, menyisir area sekitar.

Di dalam kota, kekacauan mulai terjadi. Warga berlarian, para pedagang menutup kios mereka. Suara teriakan dan perintah perburuan bercampur menjadi satu.

Sementara itu, di luar kota, sekitar dua kilometer dari gerbang timur, Xu Hao, Mei Mei, Jin Bao, dan Jin Yuji muncul dari balik ilusi. Mereka menggunakan teknik sederhana untuk mengelabui para pengejar.

Xu Hao mengamati sekeliling. Mereka berada di padang rumput terbuka. Di kejauhan, pegunungan terlihat samar.

Namun sebelum mereka sempat bergerak, enam sosok turun dari langit. Mereka mendarat di sekeliling, membentuk lingkaran pengepungan. Enam Dewa Langit bintang sepuluh. Aura mereka sangat mengerikan, jauh lebih kuat daripada Dewa Langit di Alam Dua. Energi ilahi di Alam Tiga memang membuat kultivator di sini berkali-kali lipat lebih kuat.

Salah satu dari mereka, seorang pria dengan jubah hitam, tersenyum sinis. "Buronan satu juta kristal. Hari ini keberuntungan kami."

Yang lain tertawa. Mereka sudah membayangkan hadiah besar itu.

Xu Hao menatap mereka dengan dingin. Dalam kondisinya saat ini, enam Dewa Langit bintang sepuluh tidak lebih dari semut. Setelah setahun bermeditasi dan menyerap pil-pil dari jiwa musuh, kekuatannya telah melonjak drastis. Ia sekarang di puncak Dewa Langit, siap menerobos kapan saja.

Ia tidak membuang waktu.

Tubuhnya menghilang.

Detik berikutnya, ia muncul di depan pria berjubah hitam itu. Tangannya terulur, mencengkram kepala pria itu.

POOF!

Kepala itu hancur seketika. Tubuhnya roboh. Xu Hao meraih jiwa yang keluar, menekannya ke telapak tangan, menyimpannya di dimensi ruang.

Empat lainnya baru sempat bereaksi. Mereka mengumpulkan energi, siap menyerang. Tapi Xu Hao sudah bergerak lagi.

POOF! POOF! POOF! POOF!

Empat kepala hancur dalam hitungan detik. Empat jiwa lagi ia ambil. Total lima jiwa sekarang tersimpan di telapak tangannya.

Satu yang tersisa, seorang pria kurus dengan wajah penuh ketakutan, langsung berbalik dan melesat kabur. Ia terbang secepat mungkin, tidak berani menoleh ke belakang.

Xu Hao menatap kepergiannya. Ia bisa mengejar, tapi untuk apa? Lima jiwa sudah cukup. Yang kabur itu akan menyebarkan berita, dan itu bagus. Biar para pemburu tahu siapa yang mereka kejar.

Jin Bao bergerak cepat. Ia mengumpulkan semua cincin penyimpanan dari enam mayat itu. Lalu mendekati Xu Hao, menyerahkan lima cincin.

"Ini senior" kata Jin Bao.

Xu Hao mengangguk. Ia menyimpan cincin-cincin itu. "Ayo lanjutkan perjalanan. Jangan tinggal terlalu lama di dekat kota ini."

Ketiganya mengangguk. Mereka segera melesat, meninggalkan area itu. Mayat-mayat bergelimpangan di padang rumput, perlahan mulai membusuk.

Di udara, Xu Hao terbang sambil mengeluarkan satu jiwa dari dimensi telapak tangannya. Jiwa itu meringkuk ketakutan, tidak bisa melawan. Xu Hao memasukkan kesadarannya ke dalam jiwa itu, menelusuri ingatannya.

Informasi mengalir masuk. Gambar-gambar, suara-suara, kenangan-kenangan.

Yang ia cari muncul. Sebuah peta. Peta menuju Rawa Kematian, dengan jalur merah dari Kota Xinjian. Dan di ujung jalur itu, sebuah titik bertanda "Lumo".

Xu Hao juga menemukan informasi lain. Penjaga Kota Xinjian, seorang Raja Dewa, sedang bersiap untuk menangkap Lumo. Tapi rencana itu tertunda karena laporan dari penjaga gerbang tentang kedatangan Xu Hao. Kini mereka mengalihkan fokus, berburu di dalam kota.

Xu Hao menarik kesadarannya. Ia tersenyum tipis. Informasi berharga.

Ia menyimpan jiwa itu kembali. Lalu menoleh pada Mei Mei, Jin Bao, dan Jin Yuji yang terbang di sampingnya.

"Ayo ikuti aku."

Ia melesat lebih cepat, mengikuti arah yang ia dapatkan dari ingatan jiwa itu.

---

Di Kota Xinjian, di markas penjaga kota, seorang pria berbaju perang berdiri di depan meja batu. Di atas meja itu, sebuah kristal bulat besar memancarkan cahaya redup. Kristal Komunikasi, alat untuk transmisi jarak jauh.

Pria itu, Komandan Penjaga Kota Xinjian, Raja Dewa bintang sepuluh, berbicara dengan suara tegas ke arah kristal itu.

"Buronan Xu Hao terdeteksi di dekat kota Xinjian. Berdasarkan informasi, ia mungkin menuju Rawa Kematian. Kerahkan seluruh kekuatan pemburu di Alam Tiga untuk misi penangkapan atau pembunuhan. Hadiah satu juta kristal menanti."

Cahaya di kristal itu berkedip, menandakan pesan terkirim ke seluruh penjuru.

Di Kota Youdu, kota terbesar di wilayah timur Alam Tiga, Komandan Penjaga menerima pesan itu. Ia tersenyum lebar.

"Akhirnya muncul juga."

Ia memanggil ajudannya. "Sebarkan berita ke seluruh kota. Buronan Xu Hao muncul di dekat Xinjian, menuju Rawa Kematian. Semua pemburu yang ingin mendapat hadiah satu juta kristal, bersiaplah."

Ajudan itu mengangguk, lalu berlari keluar.

Setengah jam kemudian, seluruh Kota Youdu heboh. Di jalan-jalan, di restoran, di penginapan, di toko-toko, orang-orang hanya membicarakan satu hal.

"Kau dengar? Xu Hao muncul!"

"Ya, yang hadiahnya satu juta itu!"

"Ayo kita buru! Jangan sampai kehabisan!"

Para pemburu mulai berkumpul. Mereka memeriksa senjata, menyiapkan pil, mengumpulkan tim. Yang terendah di antara mereka adalah Dewa Langit bintang lima. Yang tertinggi, tidak ada yang tahu pasti. Tapi setidaknya, puluhan Raja Dewa ikut bergerak.

Kerumunan besar mulai meninggalkan kota. Mereka terbang ke arah barat, menuju Rawa Kematian.

Hal yang sama terjadi di kota-kota lain. Baik kota besar maupun desa terpencil, semua mendapat berita itu. Komandan penjaga di setiap wilayah menyebarkan informasi. Para pemburu di seluruh Alam Tiga mulai bergerak.

Di sebuah desa kecil di kaki gunung, seorang pria tua membaca pesan di kristal komunikasinya. Ia tersenyum, lalu bangkit dari kursinya. Meskipun tua, auranya sangat dalam. Raja Dewa bintang delapan.

"Sudah lama aku tidak berburu," gumamnya. "Mungkin ini saatnya."

Di sebuah penginapan di kota pelabuhan, sekelompok pemburu bayaran bersorak. Mereka langsung bergegas, meninggalkan makanan yang baru setengah dimakan.

Di puncak gunung es, seorang wanita berpakaian putih membuka matanya. Ia menerima pesan itu, lalu melesat turun dari puncak, meninggalkan jejak es di belakangnya.

Di seluruh Alam Tiga, ribuan pemburu bergerak. Mereka semua menuju satu tujuan. Rawa Kematian.

Dan di udara, Xu Hao terus melesat, tidak tahu bahwa di belakangnya, lautan pemburu sedang mendekat. Tapi mungkin ia sudah tahu. Mungkin itu yang ia inginkan.

Biarkan mereka datang. Biarkan mereka mencoba. Di Rawa Kematian, ia akan menyambut mereka.

1
Nanik S
Naga kenapa mengikuti Hao
Nanik S
Xu Hao apakah akan tetap lewat Jurang
Nanik S
Apakah Dua Sosok itu mencari Xu Hao
Nanik S
mereka Anak anakmu Hao
Nanik S
Xu Hao... kekejamanya tidak berubah
Bagas Jionju
👍👍👍👍
Fajar Fathur rizky
bikin xuemo mempunyai semua kekuatan primordial yin
Fajar Fathur rizky
cepat sentuh primordial yin thor bikin xuemo melakukan hal kejam dan sadis kepadanya
Fajar Fathur rizky
bikin xuemo kalau perlu sentuh primordial yin thor sebelum di bantai
Fajar Fathur rizky
cepat bantai primordial yin thor bikin lagi 3 bab bikin xuemo tunjukkan tubuh primordial yin yang sudah tidak bernyawa bikin alam dewa kaget dan ketakutan bikin dewi yueling dan 4 anak xuhao kaget bikin xuhao tertawa puas
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor 3 bab lagi thor ceritanya seru
Sarip Hidayat
waaah
Fajar Fathur rizky
apakah siniang akan jatuh cinta kepada Haoran
Duan Iwan
mataaaaaap lanjoooootken ceritamu Thor
YAKARO: Okey... Terimakasih bro🙏/Determined//Determined/
total 1 replies
Duan Iwan
Lanjoooooooooot
Wadi Pribadi
tulisan yang sempurna
Dragon🐉 gate🐉
sayang bngt sebenernya sm keluarga Xu Hao di dunia Tianxu, Tianxi, tp bagus sih biar gak bercabang terlalu banyak,plotnya jg biar ringkas, kl keluarga Xu Hao di alam fana masih ada,nanti kl di ceritain bakal gak nyambung, udah beda jalurnya... gw cm ngerasa sakit hati keinget sm ayang Minlie, Ratu Duan ,Ratu Huan Jie,trs Anak mereka bertiga yg lahir dr Batu (gak inget namany) 😁
Dragon🐉 gate🐉
emang pantas si Primordial Yin di hina, dilecehkan & di musnahkan, gila aja dia ngelahap dunia, gw dukung Lo Xue Mo, kasih faham sm dia (walau dia ras terkuat) dia gak bisa seenak jidat ngelahap dunia kyk kacang telur /Determined//Cleaver//Bomb//Skull/
Dragon🐉 gate🐉: Xue Mo dah tau kl dia itu bagai ngengat menuju api, alias cari mati, tp dia kan dah gak peduli ..moga aja ada keajaiban 'kehendak Author' 😁
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
Thor .. kenapa Xu Hao gak pake tehnik dimensi & ruangnya buat ketemu sm Haoran, secara kan dah tau titik koordinat nya🤔
YAKARO: Dia gak ngerasain secara pasti. Soalnya Haoran di dalam dimensi yang kacau. Bahkan jika Haoran manggil Xu Hao, transmisi jiwa gak akan sampai. Xu Hao bisa merasakan karena efek akar primordial, membuat dia lebih peka dan sensitif.
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor itu penegak itu kapan di bantai oleh xuhao thor dan juga xiogu beserta klanya kapan di bantai
YAKARO: nanti ada scene nya. sabar🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!