NovelToon NovelToon
Love Sign

Love Sign

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:101.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurwahidah Bi

Teruntuk kau yang terlambat mengatakan cinta.

Aku di sini, di tempat tanda cinta berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurwahidah Bi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31: Mothercare (2)

Apa yang terjadi saat ini telah membuat sebuah kesedihan masa lalu telah terbuka kembali dan akan membuka kesedihan masa depan yang mungkin tak akan sanggup ditanggung oleh keluarga Min Joon.

Hanya sedikit penyelesaian yang dibutuhkan saat ini, sebuah pengakuan dan sedikit maaf dari orang-orang tercinta.

Apa yang disembunyikan tak akan pernah bisa tersimpan selamanya, semua akan terjadi pada waktu yang tepat.

“Jin Hee, ini yang coba kau katakan padaku?” batin Min Joon menjerit, “Ayah, apa yang sebenarnya terjadi?” lanjut batinnya melirik Ayah yang masih menangis pilu.

Min Joon mengangkat kepalanya, “Ibu, apa yang sebenarnya sudah kau lakukan? Apa semua yang kau katakan adalah kebenaran?” Hatinya meragu dan mulai takut.

Takut akan hal apa yang akan terjadi di masa depan, sebuah masalah yang datang dari masa lalu.

***

Malam yang sangat dingin, terasa begitu menusuk bahkan sangat membekukan bagi Jin Hee dan Min Joon, keduanya seakan-akan dapat merasakan pilu satu sama lain.

Jin Hee duduk merenung di tempat tidur dalam kesendirian yang menerpa, dengan lampu yang tak menyala semua, membuat kamar itu terlihat sedikit gelap dan terkesan suram.

Ditemani butiran salju yang kembali jatuh terlihat dari balik jendela kamar hotelnya, membuat siapapun yang tengah merenung akan dapat memikirkan semua hal yang dirasa menyakitkan.

Suara detikan jam yang terdengar menggema dalam ruangan mengikuti detakan nadinya yang melemah semua itu tak mengganggunya dalam khayal yang pedih.

***

28 November 2013, Pukul 01.10 KST

Min Joon duduk bersama ayah di balkon kamar. Sang ayah telah menceritakan semua yang terjadi. Semua ini hanya untuk melindungi wanita yang mengidap gangguan psikologis itu.

“Aku mendapatkan tanggung jawab dari mendiang Kakekmu. Dia meminta untuk menyayangi puterinya sepenuh hati …,” ungkapnya mengingat. “Saat itu, Ayahku jatuh bangkrut dan aku menikahi ibumu dengan semua keterbatasan. Tapi, dengan gigihnya aku berhasil bangkit dan menjalankan kembali bisnis keluarga,” lanjutnya terhenti sejenak menatap Min Joon.

“Lalu?”

Diceritakannya bahwa sebelum menikah, perusaahaan keluarga Ayah Min Joon mengalami krisis besar-besaran. Park Seung Joo menikahi gadis yang kehidupannya sangat makmur. Song Hye Sun memilih tetap di sisi suami yang sedang bangkrut itu. Dia lebih memilih bersama, menemani, dan menyemangatinya.

Sepuluh tahun kemudian. Saat usianya baru 29 tahun. Kakak perempuan Min Joon yang bernama Min Ah, sakit keras. Song Hye Sun tengah mengandung Min Joon dan sang kakak Min Ho baru berusia sembilan tahun. Min Ah sendiri baru berusia lima tahun. Perusahaan mereka kembali hancur dan masalah finansial mulai menghantui. Hingga pada akhirnya mereka kehilangan gadis lucu itu.

Merasa terpukul atas kepergian Min Ah, Ibunya menjadi begitu membenci Ayah Min Joon. Untuk pertama kali dalam hidupnya, berkata bahwa Park Seung Joo adalah suami terburuk. Song Hye Sun bukan hanya pengidap Bipolar, sikap tenangnya sangat meresahkan. Tertangkap hampir bunuh diri, dia malah hampir membunuh sang Suami.

Song Hye Sun pada akhrinya menjaga Min Joon dan kakaknya seperti barang berharga, bahkan belakangan dia mulai mencoba untuk menjaga sistem kerja Ayah Min Joon di perusahaan dengan alasan dia tak ingin miskin lagi. Karena menurutnya, jika dia miskin, putera-puteranya takkan bahagia.

“Aku bisa mengerti jika memang begitulah keadaannya,” sela Min Joon menghentikan cerita.

“Terima kasih, maaf sudah merahasiakan semua itu darimu!”

“Aku ingin bertanya satu hal, kenapa ibu membunuh orang tua Jin Hee?”

“Dia tidak pernah bermaksud untuk membunuh!”

Semua hanya kecelakaan. Itu yang coba diyakinkan Ayah Min Joon. Namun Min Joon, terlalu sulit memercayai hal-hal ringan seperti itu. Apalagi dirinyalah yang tertuduh sebagai pelaku. Ayah Min Joon pada akhirnya bicara.

***

08 Februari 1995.

Min Joon baru berusia 12 tahun, mengikuti perintah orang tua adalah hal yang utama. Patuh dan menurut adalah teman dekatnya selain Sun Woo. Min Joon juga begitu dimanja oleh Kakaknya yang berbeda 10 tahun, Kakak yang jarang dia temui. Perbedaan besar yang terlanjur membentang antara dirinya dan sang Kakak, membuatnya harus terus bersikap.

Hari itu Min Joon masuk ke ruangan Ayahnya, menyentuh beberapa barang karena merasa bosan. Tampak sang Ayah yang memperhatikan titik merah di layar komputer. Komputer tabung besar itu, sangatlah berteknologi tinggi pada masanya.

Satu jam telah berlalu, Min Joon, Sun Woo dan Jin Hee duduk di depan rumah mereka yang hampir kosong, mereka tertawa bersama. Jin Hee, balita Lucu itu telah menjelma menjadi anak perempuan yang cantik. 

***

Sementara itu, dari balik pintu ruangan seorang wanita terus memerhatikan gerak-gerik Ayah Min Joon. Dia tampak menghubungi seseorang, juga serius mewartakan apa yang dilihat.

“Mereka ada di depan kami!” suara di balik telepon terdengar jelas.

“Kau tahu apa yang harus kaulakukan?” ucap Ibu Min Joon tersenyum, “Ingat jangan sampai ada yang terluka, cukup buat mereka tahu jika aku tidak akan tinggal diam. Kau mengerti?” lanjutnya meyakinkan.

***

Ayah Min Joon tiba-tiba merasa ada yang aneh, dia mulai kebingungan. Sudah hampir lima belas menit yang lalu jejak orang tua Jin Hee dan Sun Woo tak terekam di alat pelacaknya dan titik merahnya berhenti di sudut jalan. Ibu Min Joon masuk ke ruang kerja Ayahnya.

“Kau kenapa?” tanya ibunya memegangi pundak suaminya itu.

“Alat yang kupasangkan tidak terlacak lagi!” jawabnya begitu saja.

“Kau memasangnya di mobil Moon Ha Na? Benda mahal seperti itu kau letakkan di sana, nyalimu besar sekali,” tanya ibu Min Joon lagi.

“Sebentar, apa yang kau lakukan di sini?”

“Kenapa? Aku sedang membantumu!” kilahnya santai.

“Apa maksudmu?” kata ayah Min Joon bingung.

“Aku sudah memberinya pelajaran, kau tenanglah,” ujarnya tersenyum.

“Istriku, apa maksud perkataanmu?”  lanjutnya menatap sang istri.

“Aku mengirim beberapa orang untuk melakukan sesuatu untukku, jadi—”

“Sesuatu?” Ayah Min Joon terkejut mendengar hal itu. Hingga beberapa menit dalam kebingungan mereka menyadari sesuatu. Senyuma wanita itu tampak mengerikan, dia tersenyum polos seolah tak melakukan kesalahan apapun.

***

Tak lama kemudian, beberapa orang berpakaian preman datang menghampiri rumah Jin Hee dan Sun Woo. Panik setelah mendengar apa yang terjadi dari orang-orang itu, Min Joon pulang ke rumah dengan kekhawatiran.

Min Joon pun mengabari Ayahnya jika di rumah Sun Woo ada polisi dan beberapa orang, mereka membawa kabar jika kedua orang tua Sun Woo mengalami kecelakaan dan mereka datang untuk menjemput kakak-beradik itu.

Mengetahui hal ini sang Ayah menjadi sangat ketakutan, dia menatap wanita di seberangnya. Yang sedang berdiri menatap tanpa rasa takut sedikit pun.

***

Bersambung

*Hai, semuanya. Assalamualaikum.

Kak Bi mau mengucapkan terima kasih kepada pembaca setia Love Sign ya. Terima kasih atas like, komentar, vote dan dukungnannya. Terima kasih sudah membantu Love Sign untuk tumbuh perlahan-lahan.

Tokoh dalam cerita ini hanyalah fiksi, visualisasi karakter yang ada hanyalah pemanis bagi orang-orang yang kesulitan membayangkan tokoh dalam cerita dan juga hasil reqeust-an beberapa pembaca.

Jangan lupa untuk tinggalkan Like, Komentar, Voting poin biar bisa masuk ranking, Voting Koin biar bisa nambah penghasilan Author, biar bisa lebih semangat berkarya. Daaan, share cerita Love Sign ke teman-teman Kpopers dan K-drama Lovers-mu ya.

Oh iya, selamat datang untuk pembaca yang baru bergabung usai mendapati Love Sign di Daftar Cewek Impian.

Terima kasih*.

1
Eka Suryati
Wanita yang tetap memiliki sisi lembut dan feminim
Eka Suryati
Sepeetinya seru
cerita yg menarik karena kekuatannya ada pada kata2 yg indah
Eka Suryati
Kata2nya puitis
Oshin
cerita yg unik
Nada Cika Cika
.......
Jalanyang Luruss
Masih berharap ada extra partnya sayang author sibuk banget yak kayanya
Kak Mira Diki
ceritanya bagus ya, rapi banget
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Sukma Wati
Kak bi.......
Dewi Suci
Next
Dewi Suci
Helo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!