~Adult Romance
~Tidak cocok untuk yang masih unyu-unyu, akan berefek samping dewasa sebelum waktunya
Bagaimana rasanya setelah empat tahun berpacaran, tanpa sepengetahuanmu kekasihmu berselingkuh dengan sahabatmu sendiri, lalu meninggalkanmu dan menikahi sahabatmu? Sakit? Marah? Kecewa? Pasti! Itulah yang dirasakan Aster.
Namun, ketika Aster sudah dijodohkan oleh orang tuanya. Tiba-tiba mantannya hadir kembali sebagai pelamar kerja di perusahaannya. Akankah cinta lama bersemi kembali atau Aster memilih dengan lelaki pilihan orang tuanya? Bagaimana Aster menghadapi mantannya diperusahaannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.Kang Chi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Antara Gaishan dan Erhan
Ibunya Erhan dengan telaten menyuapi Aster yang masih terbaring. Aster merasa senang setidaknya walaupun dia terpaksa menerima perjodohan, calon mertuanya bukan seperti di film dan drama.
Aster hanya berpikir mungkin karena dia punya kedudukan dan pekerjaan yang bagus, sehingga mertua tidak akan jahat padanya. Karena di film-film mertua jahat karena si menantu miskin. Aster pun tersenyum sendiri.
"Hey sedang memikirkan apa?" tegur ibunya Erhan.
"Eh, enggak kok tante," Aster malu karena tersenyum sendiri.
"Lagi mikirin malam pertama sama Erhan kayaknya bu!" celetuk Erhan.
Aster langsung memberikan tatapan tajam pada Erhan, yang sudah mengangkat kedua tanggannya mengisyaratkan 'siapa tahu', ibunya Erhan pun tersenyum diiringi ibunya Aster yang juga berada disana. Ayah Aster sudah lebih dulu berangkat ke kantor tadi.
"Ya sudah nak Aster calon mantu ibu, ibu tidak bisa lama-lama disini, biar Erhan yang jagain ya! ibu pamit dulu ya," ujar ibunya Erhan sambil mengecup kening Aster.
"Makasih tante," ucap Aster sambil melemparkan senyuman.
"Tante tante, kaka ini panggil ibu, ini calon mertua kaka loh!" gerutu bundanya.
Aster hanya tersenyum, ibunya Erhan juga hanya membalasnya dengan senyuman.
"Tidak apa jeng! nanti nak Aster sering-sering main ke rumah ya," pinta ibunya Erhan.
Aster hanya menganggukan kepalanya, ibunya Erhan mengambil tas kecilnya di nakas, kemudian bangkit dan mengecup pipi puteranya.
"Awas jangan nakal! bikin malu ibu saja tadi!" celetuk ibunya membuat Erhan wajahnya memerah.
Ibunya Erhan dengan suaminya pun pamitan pada bundanya Aster. Setengah jam kemudian bundanya juga ikut pamit karena akan mengurus butiknya. Aster ditinggalkan berdua bersama Erhan.
Erhan sibuk menatap layar laptopnya sambil mengetik. Aster menghela nafas beratnya karena merasa bosan. Erhan pun menoleh melihat wajah bedmood Aster.
"Kamu kenapa menerima menikah denganku?"
"Menikah denganmu menguntungkan juga Erhan, dan nanti juga kita bisa bercerai!"
"Kamu bahkan sudah memikirkan untuk bercerai denganku?"
"Iya! lagi pula kita tidak saling mencintai! Buat apa kita bertahan dalam rumah tangga tanpa cinta, "
"Apa kamu berpikir seperti itu! Bagaimana jika aku menyukaimu?"
Deg
Jantung Aster langsung berdebar hebat mendengar pertanyaan Erhan. Baginya tidak mungkin Erhan menyukainya. Wajah Aster mulai memerah, Erhan menangkap perubahan wajah Aster langsung tersunging senyuman dan kembali fokus mengetik di laptopnya.
Ceklek
Pintu kamar dibuka menampilkan wajah lelaki yang merupakan cinta pertamanya. Erhan dan Aster terkesiap melihat kehadirannya.
"Gaishan" sapa Aster.
"Iya, aku mendengarmu masuk rumah sakit, aku berniat menjengukmu kemarin," tutur Gaishan sambil melangkah mendekati Aster.
"Terima kasih Gaishan," Aster sambil tersenyum padanya.
Erhan kembali fokus ke laptopnya, Gaishan menyimpan buah-buahan dalam jingjingannya dinakas, lalu duduk disamping ranjang Aster, menatap wajah yang sudah lama tidak dilihatnya bahkan dia tidak tidur tenang setelah mendengar kecelakaan pesawat itu.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Gaishan lembut membuat Aster tersentuh.
"Aku sudah baikan, hanya belum bisa kemana-mana, kakiku digips," jelas Aster sambil menunjukan kakinya.
"Hmm... Kau mau makan buah-buahan?" tawar Gaishan membuat Erhan langsung menoleh.
Aster nampak tersenyum dan mengangguk, Gaishan pun langsung mengambil buah apel dan mengupasnya. Erhan bangkit dari duduknya karena jantungnya sudah bergemuruh, dia langsung mengambil buah pisang dan mengupasnya.
Gaishan menyuapi Aster potongan buah Apel. Erhan tidak mau kalah menyodorkan pisang pada Aster yang membuat Aster melonggo tidak mengerti.
"Kamu mau aku memasukannya dari mulut ke mulut!" ujar Erhan dengan nada tinggi kesal.
Aster langsung melotot begitu pun Gaishan, keduanya mengerjapkan matanya mendengar ucapan Erhan. Melihat Aster diam saja, Erhan pun mengigit pisangnya dan mengunyahnya membuat Aster mulai waspada karena Erhan mendekatkan wajahnya pada Aster dan meraih tengkuk Aster.
Aster dengan sigap langsung mengambil pisang yang berada ditangan Erhan dan memakannya. Erhan pun tersenyum.
"Bagus!" ujar Erhan lalu mendaratkan kecupan singkat dikening Aster.
Aster mendengus kesal, Gaishan terdiam tangannya mengepal melihat Erhan senaknya berbuat pada Aster. Lebih parahnya Erhan merebut piring berisi buah-buahan dari Gaishan dan memakannya. Aster melonggo melihat sikap Erhan yang aneh. Erhan melirik mendapat tatapan dari Aster.
"Kamu mau?" tawar Erhan pada Aster yang langsung dijawab dengan gelengan kepala.
"Kalau kamu mau, aku akan menyuapimu dari mulutku," goda Erhan sambil melanjutkan aktivitasnya.
Aster langsung memicingkan matanya, Erhan terus membuatnya berpikir macam-macam. Aster bahkan sudah memerah wajahnya, Gaishan menatap wajah Aster sambil tersenyum.
Asterku masih polos seperti dulu, kamu mengemaskan Aster! aku rasanya ingin menerkammu! Tidak-Tidak sadar Gaisahan kamu tidak boleh berpikir begitu! batin Gaishan.
_
_
_
_
Bersambung....
wkwkwk...🤣😆
jdi please ya jngan gampang dipinterin sama model2 yg begituan
itu cwok mng gak tahu diri bgd yak...udah penghianat,pengecut,pecundang...wes lah hempaskan ke laut aja tuh mereka berdua😡
🤣
mgkin setelah ini km baru mkir gimana sakitnya aster wktu dlu kalian khianatin😁