Tidak ada kisah Cinta di dunia ini yang seindah kisah novel..
Tidak ada yang tahu.. Seperti apa dan bagaimana proses masa depan kita terjadi..
Namun ada juga beberapa kisah yang serupa dengan kisah di novel..
Karena beberapa kisah novel memang pernah terjadi di dunia nyata..
"Kadang sesuatu yang kita lihat tidak sesuai dengan kenyataan.
Kebencian yang terlalu dalam ini membuatku terjatuh.
Tapi memang begitu kenyataannya laki-laki itu menyebalkan dan aku muak melihat tingkah gilanya itu, dasar laki-laki aneh dia!
Jika bisa saat itu juga aku mematahkan lehernya. Tapi, aku tidak bisa melakukannya. Karena aku...."
_Shica Mahali_
"Jangan dilihat dari luar. Maka kau akan semakin penasaran dengan apa yang ada didalamnya.
Aku menyesal telah menyakiti perasaannya.
Aku tidak mengira kalau ini buah dari kesalahanku.
Maafkan aku, boleh aku mengenalmu lebih jauh lagi?
Tapi aku......"
_Raihan Alfarizi_
PERINGATAN!!!
17+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
"...Aku ingin kau selalu mengingatku. Akankah kau ingat bahwa aku selalu ada dan berdiri di sampingmu seperti ini?"
_Ucu Irna Marhamah_
***
•••Raymond Harnojoyo•••
Mobil Papaku melaju membawa kami menuju mansion kami yang berada di Jakarta.
Didalam mobil ada Papa yang menyetir, Mama disampingnya kemudian aku dan Shica dibelakang mereka.
Namaku Raymond Heryawan Abikusno Harnojoyo. Ayahku keturunan bangsawan Jawa.
Sementara ibuku model Inggris. Aku memiliki darah barat dan Jawa.
Ciri fisikku tinggi dan tegap. Aku memiliki sepasang mata yang sayu dengan manik berwarna hijau gelap.
Rambutku berwarna hitam kecoklatan. Aku memiliki hidung mancung dan bibir yang tipis.
Kulitku tidak terlalu putih karena aku sering basket dan main sepak bola.
Aku kapten basket di Senior High school dulu di Inggris..
Sekarang aku baru pindah ke Indonesia setelah sekian lama. Jadi aku masih dalam proses pengenalan.
Tapi sepertinya aku tidak akan mengikuti terlalu banya ekstrakurikuler di SMA Parameswara karena aku sekarang kelas tiga harus memfokuskan diri untuk Ujian nanti.
Aku terkejut saat kepala Shica bersandar dibahuku.
Aku menoleh kearahnya. Ternyata dia tertidur.
Dia manis sekali saat tertidur seperti itu.
Dia gadis yang cantik dan baik..
Ya meskipun agak jutek..
Shica memiliki sepasang mata rusa yang lucu. Maniknya berwarna hazel apalagi jika dia berada di tempat terang maka hazelnya akan terlihat.
Hidungnya yang mungil dan bibirnya yang merah merekah membuat siapapun menginginkannya.
Rambutnya yang hitam panjang dan berombak. Serta tubuhnya yang tidak terlalu tinggi namun pas untuknya.
Tiba-tiba mobil kami terhenti. Shica terbangun dari tidurnya. Dia menoleh kearahku kemudian tersenyum.
"Maaf aku tertidur ya? " tanyanya.
Aku tersenyum mendengar pertanyaannya itu.
Kami pun keluar dari mobil dan memasuki mansion.
Kulihat Shica terperangah melihat mansion kami.
"Besar sekali" kata Shica.
"Kami jarang kemari.. Kadang 4 bulan sekali kalau ada acara kumpul keluarga.. Ini mansion milik kakeknya Ray" kata Papa sambil merangkul Shica.
"Ayo kita temui keluarga kami" kata Papa sambil merangkulku juga.
Kami memasuki ruang keluarga. Terlihat ada Om, Tante dan keluarga semuanya ada di mansion.
"Wah.. Retha.. Abi.. Kalian baru sampai? " sapa Tante Selina.
"Hai Ray.. Dan siapa yang manis ini? " goda Tante Mirna sambil menangkup wajahku dan wajah Shica.
"Kenalkan.. Namanya Rastani Mahali, Putri bungsu dari Ridan Mahali.. Dia akan menginap disini" kata Mama sambil merangkul Shica.
"Hai.. Kamu cantik sekali.. Perkenalkan namaku Brigitta Harnojoyo.. Aku sepupunya Ray " kata Gita sambil mengulurkan tangannya.
"Hai.. Namaku Rastani Mahali.. Kamu bisa manggil aku Shica saja" kata Shica sambil menerima uluran tangan Gita.
"Kamu tidur di kamar yangku tempati ya.. Aku tidak ada teman seumuran.. Ada Ray dia kan cuek" kata Gita dengan nada menggerutu sambil melirik kesal padaku.
Aku hanya tersenyum geli menanggapinya.
"Baiklah " kata Shica.
Gita menarik tangan Shica dan mengajaknya ke lantai atas.
Aku tersenyum melihat tingkah mereka..
Semoga Shica senang menginap disini..
Aku bergabung dengan kerabatku yang lain.
"Apakah Nona Mahali muda itu akan kalian jadikan menantu? " tanya Om Rama.
Mama dan Papa tertawa.
"Itu akan terjadi jika Putri Mahali itu tertarik pada Raymond " kata Papa sambil melirikku.
Aku hanya menghela napas pelan.
"Sepertinya Ray menyukai gadis itu " goda Om Rama.
"Ah.. Aku permisi " kataku sambil berlalu untuk tidur.
"Dia malu " bisik Mama pada Papa namun aku masih bisa mendengarnya.
Aku pun menaiki tangga menuju kamarku.
Aku merebahkan tubuhku ke ranjang.
Aku menatap langit-langit kamarku.
Aku jadi ingat pertemuan pertamaku dengan Shica..
Regar mengehentikan mobilnya didepan restoran yang cukup Bagus. Aku dan Regar pun memasuki restoran.
Kulihat seorang perempuan cantik duduk disalah satu meja. Kami menghampirinya.
Dia mendongkak.
Sungguh dia sangat cantik..
"Kakak.. Kenapa lama.. Aku bosan menunggu" kata gadis manis itu pada Regar.
Jadi dia adiknya Regar.
Kami pun duduk.
"Maafkan aku, Shica.. Tadi macet" kata Regar sambil tertawa.
Kulihat gadis bernama Shica itu cemberut.
"Oh ya.. Kenalkan.. Ini temanku, namanya Raymond" kata Regar memperkenalkanku.
Aku mengulurkan tanganku. Gadis itu menatapku kemudian dia menerima uluran tanganku.
"Rastani " kata Shica.
"Rastani saja? " tanyaku.
"Rastani Primantari Sukma Riandhini Dharma Wijaya Kusuma Mahali" kata Shica.
Aku tersenyum kemudian melirik Regar. Regar memiringkan kepalanya.
Namanya panjang sekali.. Aku membutuhkan bolpoin untuk menuliskan namanya..
"Kakak bisa memanggilku Shica" kata Shica.
Aku tersenyum. "Panggil aku Ray" kataku.
Shica tersenyum kemudian mengangguk.
Aku masih ingat saat dia mengobatiku selama aku sakit karena kecelakaan mobil.
Shica mengompres luka di wajahku. Dia tersenyum geli.
"Kenapa tersenyum? " tanyaku menggerutu.
"Kasihan wajah tampanmu" jawab Shica.
Seketika kedua pipiku memanas. Aku yakin sekarang sudah merah.
"Kenapa dengan wajahku? " tanyaku.
"Terdapat luka.. Sepertinya butuh waktu lama untuk menyembuhkannya.. " jawab Shica.
"Apa kau bersedia menjengukku dan mengobatiku setiap hari? " tanyaku.
"Baiklah.. Karena ini hari libur, aku bersedia.. " jawab Shica.
Selama 6 hari, Shica dengan telaten merawatku.. Hingga aku pun jatuh hati padanya..
Aku bahkan ingat saat pertama kali menyatakan perasaanku padanya.
Aku memberikan sebuket bunga Mawar merah pada Shica didepan semua siswa SMP Primagama.
Shica sangat terkejut.
"Aku sudah lama ingin mengatakan ini.. Apakah kau mau menjadi kekasihku.. Rastani Primantari Sukma Riandhini Dharma Wijaya Kusuma Mahali? " tanyaku..
Sungguh aku menghabiskan waktu dua hari untuk menghafal namanya.
Shica terlihat gugup.
Semua siswa bersorak "Terima.. Terima.. Terima.. "
"Ray.. Aku.. Aku belum bisa.. Maaf.. Aku harus pergi" kata Shica kemudian meninggalkanku begitu saja.
Sungguh aku sangat kecewa.
Tapi aku bertekad dari sekarang.. Aku harus mendapatkan Cinta Shica.
Aku mencintai dia.. Dia Cintaku..
By
_Ucu Irna Marhamah_
Sicha sebenar tidak pernah mencintai reynaldi, dengan jelas dia menunjukkan dia masih mencintai pria lain didepan suaminya, hak reynaldi tidak dia berikan tapi saat reynaldi mengambil paksa sicha berkoar sebagai korban, tapi pada satu jadi istri raihan dia senang hati beri hak raihan selalu bermeraan dengan raihan
Sicha tidak layan untuk reynaldi seharusnya reynaldi bisa dapat wanita yang lebih menghargainya