Mohon bijak untuk menanggapai sebuah karya
jangan lakukan boomlike ya jika tidak dibaca🙏🏼😁
Bantu dukung dengan cara Like, Komen, Hadiah dan Vote ya Readers.
Ini kisah dibuat dari pikirin saya sendiri, no plagiat apapun 🙏.
Kisah Keluarga yang pindah kewarganegaraan, karena sebuah pekerjaan yang berada di Indonesia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pitriyani Calam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Acara
"Papa tau semua, pada saat kita camping di taman belakang rumah, Rudy menyatakan perasaan pada Maudy, benarkan" ucap papa senyum
Mama cukup terkejut dengan ucapan suami nya.
"Papa tau dari mana?" tanya Deenra
"Rudy meminta maaf pada papa karena telah lancang mengutarakan rasa cintanya pada Maudy, dan papa tidak mempermasalahkan itu semua, dan papa juga tau kamu selisih paham padanya" jawab papa mengelus punggung anaknya
"Lalu apa Maudy menjawab perasaannya pada Rudy" tanya mama penasaran
"Maudy menolak, papa juga tidak tau karena apa, apa mungkin memang tidak ada perasaan apapun pada Rudy, atau takut dengan kakak nya ini" jawab papa
"Kok takut sama aku" ucap Deenra tidak mau disalahkan
"Dia takut jika kamu marah dan berakhir persahabatan mu dengan Rudy, terbukti bukan, kamu marah pada Rudy, padahal mereka tidak menjalin hubungan, hanya mengungkapkan" jawab papa
"Sedikit beri adikmu ruang untuk mengenal dan merasakan cinta, papa juga akan tetap memantau dari jauh" ucap papa lagi
...*****☟☟☟*****...
Deenra berpikir sejenak, bukannya tidak suka adiknya berpacaran, hanya saja dia takut adiknya merasakan sakit hati, lebih parahnya dia takut adiknya terjerat pergaulan bebas.
Jaman sekarang siapa yang tidak tau pergaulan anak muda di kota Jakarta, memang tidak semua orang Jakarta melakukan pergaulan bebas, tapi apa salah jika kita lebih waspada diawal.
"Jujur saja pah, Deenra takut jika nanti Maudy disakiti atau sampe dilecehkan oleh laki-laki" ucap Deenra serius
"Papa sangat terima kasih sekali pada mu, kamu selalu menjaga dan memberikan kasih sayang pada Maudy, tapi sedikit saja kasih dia ruang untuk merasakan kebebasan" jawab papa
"Mama juga sangat bersyukur memiliki anak laki-laki, seperti kamu dan Zayn, yang selalu melindungi keluarganya dari hal apapun, mama jadi terharu" timpal mama memeluk suaminya
"Papa pernah bilang sama Deenra dan kak Zayn, bahwa laki-laki harus siap menghadapi apapun untuk membela keluarga nya, terutama membela perempuan selain keluarga sekalipun jika dia membutuhkan perlindungan, untuk Maudy itu juga tugas aku dan Kak Zayn" jawab Deenra
"Kamu kan sudah tau jika adikmu setelah lulus akan papa kirim ke rumah nenek yang ada di Uzbekistan, papa berharap dia menemukan jodohnya disana" ucap papa mengelus bahu Deenra
"Deenra akan terus memantau perkembangan Maudy, walau jarak nanti memisahkan kita" jawab Deenra yakin
"Lebih baik kamu kembali ke kamar dan mempersiapkan diri untuk pernikahan mu" sahut mama
Deenra memeluk dan mencium orangtua nya, setelah itu dia masuk ke dalam kamar untuk merebahkan tubuhnya yang terasa lelah.
Beberapa hari kemudian.
Pernikahan Deenra dan Aergul akan dilaksanakan hari ini, sesuai kesepakatan kedua belah pihak, acara akan mengikuti tradisi orang-orang Indonesia.
Para tamu sudah berkumpul di salah satu ballroom yang sudah didekor secantik dan se elegan mungkin oleh pihak tertentu.
Tamu yang datang tidak lah banyak, sebab kedua keluarga tidak memiliki banyak teman selain teman kantor, selebihnya tamu yang ada adalah keluarga.
Sekitar beberapa menit lagi acara akan dimulai.
"Permisi pak" sapa penghulu pada papa Deenra dan papa Aergul
"Iya pak, ada apa?" tanya papa Deenra
"Kira-kira nanti ijab nya mau pakai bahasa apa?" jawab penghulu bertanya
"Bapak bisa bahasa lain selain Indonesia?" tanya balik papa Deenra
"Hanya Indonesia dan arab saja" jawab penghulu
Papa Deenra langsung berdiskusi dengan papa nya Aergul tentang ijab Kobul.
"Pak penghulu, kalau pakai bahasa Indonesia, tetapi kita memberikan teks pada tamu yanga da bagaimana?" tanya papa Deenra
"Teks? Untuk apa?" tanya balik penghulu tidak paham
"Tamu disini rata-rata tidak paham bahasa Indonesia" jawab papa Deenra
"Tapi nanti calon pengantin dan keluarganya paham?" tanya penghulu
"Inshaallah mereka paham, karena sudah mempelajarinya dan paham arti saat ijab kobul nanti, tapi diluar acara ijab mereka tidak terlalu paham" jawab papa Deenra
"Jika calon pengantin dan pihak keluarga paham dan tau artinya saat ijab nanti tidak masalah jika bapak-bapak ingin memberikan teks pada tamu" ucap penghulu
"Terima kasih pak penghulu, acaranya masih menunggu beberapa menit lagi" jawab papa Deenra senyum
Penghulu kembali ketempat duduknya yang sudah disiapkan dengan para saksi lainnya.
"Nasıl?" tanya papa Aergul
(Jadi bagaimana?)
"Plana göre, anlaşmayı imzalarken dün çalışılanla aynı Endonezceyi kullanın ve anlamı aynıdır, eminim anlıyorsunuzdur." jawab papa Deenra
(Sesuai rencana, saat mengikrarkan ijab, menggunakan bahasa Indonesia, sama seperti yang dipelajari kemarin, serta artinya pun sama, aku yakin kalian mengerti)
"Neyse ki, bu bizim ailemizde bir tarih, Endonezya'da evlenmek ve Endonezya dilinin yanı sıra Endonezya kültürünü kullanmak" ucap papa Aergul senang
(Syukurlah, ini sejarah dalam keluarga kami, menikah di Indonesia dan memakai bahasa Indonesia, serta budaya Indonesia)
"İnşallah bir engel olmaz da iki çocuğumuzu da karı koca yaparız" harapan papa Deenra
(Semoga tidak ada halangan apapun, dan menjadikan kedua anak kita sepasang suami istri)
Semuanya sedang bersiap, waktu terus berjalan hingga acara akan segera dimulai.
Entah kenapa Rudy dan Maudy dari tadi selalu duduk bersampingan, apakah Rudy mencari kesempatan atau memang mereka sudah dekat kembali?
"Ganteng dan cantiknya sahabat kita" ucap Ali menggoda Rudy serta Maudy
"Setidaknya yang ganteng aku bukan Maudy" jawab Rudy tertawa bersama Maudy
"Kalau dirimu yang cantik, bisa heboh ini acara si bule" ucap Ali
"Kak Ali dan kak Gunawan juga ganteng, tuh disana ada pagar Ayu yang cantik-cantik, tidak mau mencoba mendekati" sahut Maudy senyum
"Alamak dek, abang bisa pingsan kalau dekat mereka" jawab Ali menepuk dahinya
Rudy, Maudy dan Gunawan tertawa melihat tingkah Ali yang selalu konyol bagi mereka.
"Tapi kak Ali harus selalu dekat mereka, karena kalian menjadi pagar bagus" ucap Maudy
"Yang jomblo disini aku doang masalahnya, si Gunawan udah punya calon, Rudy juga seperti sebentar lagi punya calon" jawab Ali melirik Rudy dan Maudy bersamaan
"Kenapa liriknya ke aku" jawab Maudy cemberut
"Iya kali aja beneran jodoh" ucap Ali nyengir
"Ya sudah kan kamu beranggapan dirimu jomblo, sekarang cari pasangan sana" usir Rudy pada Ali
"Tunggu dulu, jangan asal cari, itu pagar ayu datangnya dari mana Mod" ucap Ali yang senang memangggil Maudy jadi Mod
"Dijamin itu pagar ayu orang yang memiliki pendidikan dan adab yang baik, karena mereka lahir dari seorang ibu yang baik-baik" jawab Maudy senyum
"Ada yang calon guru tidak?" tanya Ali
Maudy mengerutkan alisnya. "Kak Ali mau cari guru atau jodoh?" tanya Maudy menggoda
"Aku tuh mau punya istri seorang guru atau dosen gitu" jawab Ali yakin
"Kenapa?" tanya Gunawan dan Rudy baru tau keinginan Ali
...*****☛☛☛*****...
...Bersambung🙏😊...
bs memainkan berbagai macam akat musik
mang olang kaya gk kaleng2an , buat les main alat musik sekali pertemuan aja 500rb, begitu mudah y buang uang