NovelToon NovelToon
Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:134.4k
Nilai: 5
Nama Author: Raisya Putri 🕊

Raisya Putri jatuh cinta pada gurunya sendiri ketika masih menempuh pendidikan sekolah menengah atas, namun sang guru yang tampan rupawan ternyata mempunyai kekasih yang sangat dicintainya.

Ketika sang Ayah sakit keras Raisya diminta menikahi seorang Pria pilihan orang tuanya. Raisya ingin menolak tapi tidak memiliki keberanian, alhasil Ia pun menerima lamaran itu.

Ikuti kisah kelanjutannya dalam karya cinta setelah menikah, semoga terhibur

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raisya Putri 🕊, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulanglah Bersama ku

Sya mengelus perutnya yang sejak tadi rasanya tidak nyaman, tidak biasanya seperti ini. Malam ini Ia bahkan susah sekali untuk memejamkan mata.

" Sayang, ada apa Nak. "

Sya keluar mencari sesuatu yang bisa Ia makan agar membuat perasaannya nyaman namun tidak ada, Dia justru mual ketika melihat susu dan juga kulkas.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi, Sya meraih ponselnya dengan kening berkerut ketika melihat siapa yang muncul di layar ponselnya. Nomor tidak di kenal, karena pemiliknya tidak ada di riwayat pertemanannya.

" Siapa ya. " Gumam Sya. Karena tidak berani akhirnya Sya meletakkannya kembali di atas ranjang.

Ponselnya kembali berdering, hingga membuat Sya akhirnya menerimanya karena bosan mendengar ponselnya itu berdering.

" Iya halo Assalamu'alaikum, maaf dengan siapa. "

Sya mencoba bertanya namun tidak ada jawaban apapun disana.

" Halo.... halo, ini dengan siapa. "

Akhirnya kesabaran Sya habis juga, Ia bermaksud menutup sambungan telepon nya karena tidak ada sahutan apapun.

" Jangan iseng, kalau tidak ingin bicara aku tutup nih. "

" Tu.... tunggu sayang, maaf ini aku. Jangan tutup dulu. " Suara di seberang sana tentu saja sangat Sya kenali.

Ia memeriksa kembali ponselnya dan benar, nomornya tidak di kenal.

" Darimana Mas dapat nomor ku. " Tanya Sya kemudian.

" Sudahlah sayang, tidak perlu tau aku tau dimana nomor mu. Kenapa kamu menghindari ku, kamu bahkan mengganti nomor ponsel mu. "

Sya enggan untuk bicara, ingin mengakhiri panggilan namun berat Ia rasa.

" Sayang, apa kamu senang dengar Papa mu bicara. Baiklah, kita tidak perlu bicara, kamu bisa dengarkan Papamu bicara sepuasnya. "

Sya meletakkan ponselnya di atas perutnya, tanpa sadar Ia tertidur. Sementara di ujung telpon, Hasan memanggil- manggil namanya namun yang di panggil tidak ada jawaban juga karena sudah masuk ke alam mimpi.

Pagi- pagi sekali Hasan sudah ada di depan rumah Sya, semalaman Ia tidak bisa tidur. Hatinya gelisah karena Sya tidak menjawab panggilannya.

Sya yang baru akan keluar terkejut karena Hasan sudah berdiri di depan pintu. Dengan dahi berkerut Sya bertanya, perihal apa yang membuat suaminya sampai sepagi ini sudah ada di rumah orang.

" Mas, Mas ngapain pagi- pagi buta sudah ada disini. " Tanya Sya sembari memperhatikan sekelilingnya.

Beruntung pagi ini tidak ada orang disana jadi Ia tidak harus susah payah menjelaskan ketika nanti ada yang bertanya.

" Sayang, kamu baik- baik saja kan. Kamu tidak kenapa- kenapa kan. " Tanya Hasan.

Sya menatap heran dengan sikap Hasan yang menurutnya aneh.

" Mas kenapa, aku baik- baik saja kok. Maaf, kalau sudah tidak ada urusan aku harus segera berangkat bekerja sekarang. " Sya melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

" Syukur alhamdulillah. " Hasan mengelus dadanya pelan. "

Sya langsung meninggalkan Hasan namun Hasan menahannya.

" Sayang, tunggu. Aku ikut. " Hasan mengejar langkah kaki Istrinya, hari ini dirinya harus berjuang lebih keras lagi dari yang sebelumnya agar bisa mendapatkan maaf dari Istrinya.

Hasan menahan tubuh Sya ketika Ia hampir terjatuh karena menghindarinya.

" Astagfirullah sayang, hati-hati. Lagian kenapa harus tergesa-gesa, pelan juga sampai. "

Sya berdiri sembari mengatur nafasnya, Ia merasa menyesal karena hampir membuat calon bayinya celaka.

" Sudah tidak apa- apa, ayo jalan lagi. Perlahan saja, biar tidak kesandung lagi. " Hasan tidak tega melihat raut wajah Sya ketika Ia berbicara sedikit keras.

Sya mengangguk pelan dan mulai melanjutkan langkahnya, sampai di tempat kerjanya Sya langsung bertemu pemilik toko dan memperkenalkan Hasan.

" Hasan, suaminya Sya. Aku kemari ingin menemaninya bekerja, tidak apa- apakan. "

Yang empunya pekerjaan hanya mengangguk seraya tersenyum, itu disebabkan karena sesuatu hal yang tidak Sya ketahui.

Hasan membantu Sya menyulam namun karena tidak bisa, Ia berulang kali menusuk tangannya sendiri.

" Ish Mas, kenapa sih ikutan. Sudah tau nggak bisa malah maksain, sudah sini biar aku saja. "

Sya merebut jarum yang ada di tangan Hasan namun Hasan tidak mau memberikannya.

" Biar saja sayang, ini tidak apa- apa kok. Kadang memang kita harus merasakan sedikit rasa sakit dulu agar kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, sama seperti kita. Harus ada perpisahan agar kita tau bagaimana isi hati kita yang sebenarnya. "

Sya terdiam sesaat, Ia kembali merajut miliknya tanpa menoleh kesana kemari.

" Sayang, aku benar-benar mencintaimu. Aku baru tau bahwa hidupku sunyi tanpa kehadiran mu, aku baru tau kalau hatiku hampa tanpa kamu. Kembalilah sayang, aku membutuhkan mu. "

" Kamu tidak membutuhkan ku tapi membutuhkan anak ini kan, benar begitu kan Mas. "

Hasan dengan cepat menggeleng

" Tidak sayang, aku benar-benar mencintaimu, ada atau tanpa anak ini. "

" Bohong, bukankah kamu mencintai Lusi dan bukankah dia juga sedang hamil anak mu. "

Hasan terkejut, Ia heran dimana Istrinya itu tau kalau Lusi juga sedang hamil saat ini. Ia langsung meraih tangan Sya dan menggenggamnya dengan erat.

" Sayang, aku tidak tau apakah dulu aku mencintainya atau tidak, untuk saat ini aku tidak peduli. Bukankah ada yang pernah mengatakan padaku, tidak penting yang dulu. Yang penting saat ini, aku harus mencintai istriku. "

Sya hanya menunduk sembari memandang jari jemarinya yang di genggam Hasan, hatinya tidak menyangkal kalau rasa cinta itu masih ada untuk suaminya itu.

Tiba-tiba ponsel Hasan berdering, Hasan melepas salah satu tangannya untuk merogoh ponselnya sedangkan satu tangannya masih menggenggam tangan Sya

Hasan melihat siapa yang sudah menghubungi nya, Ia ijin menerima telponnya. Sya mengangguk dan Hasan melangkah menjauh.

" Iya Halo. "

".... .... "

" Apa kamu tidak bisa mengatasi nya dulu, urusan ku disini belum selesai. "

"...... "

Hasan menatap Sya yang masih duduk di tempatnya, Ia menghela nafas berat. Susah untuk memilih, keduanya sangatlah penting baginya.

" Baiklah, aku akan usahakan untuk pulang, tapi tidak sekarang. Paling lambat besok pagi karena aku harus pamit dulu padanya. "

Setelah mengakhiri panggilan telpon, Hasan kembali ke tempat duduknya tadi.

" Ada apa Mas. " Tanya Sya yang sebenarnya sudah kepo melihat bahasa tubuh Hasan ketika berbicara.

Hasan kembali menghela nafas, Ia tidak punya pilihan.

" Aku akan pulang besok, kalau kamu masih mencintai aku maka pulanglah dengan ku besok. Kalau tidak, kemungkinan besar aku tidak akan kemari lagi. "

Hasan akhirnya berpamitan karena Ia harus mengurus sesuatu sebelum Ia kembali lagi ke Jakarta. Sya menunduk, Ia merasa ada yang aneh dengan hatinya. Serasa ada sesuatu yang hilang ketika Hasan semakin menjauh darinya.

" Aku mencintaimu, gadis kepang dia. " Ucap Hasan sebelum akhirnya pergi meninggalkan Sya seorang diri.

Sya duduk sambil melamun, Ia merasakan kembali perutnya yang mulai tidak nyaman namun Ia mencoba menahannya.

1
Melodi_@samira
Aamiin ya Alloh 🤲
Melodi_@samira
bagus ceritanya, kayaknya sudah tamat 🤗
⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔 ³⁸
dah tamat
🦋⃟‌Fly🍾⃝Kͩᴀᷞᴛͧɪᷡᴇͣ
udah mulai ada bau bau suka nih hasan sama istrinya, panik saat tidak melihat istrinya
🦋⃟‌Fly🍾⃝Kͩᴀᷞᴛͧɪᷡᴇͣ
sebagai istri yang baik sya menutupi kesalahan suaminya
🦋⃟‌Fly🍾⃝Kͩᴀᷞᴛͧɪᷡᴇͣ
bagaimana tidak di masukan ke hati , Raisya tuh istrimu loh san
🦋⃟‌Fly🍾⃝Kͩᴀᷞᴛͧɪᷡᴇͣ
dasar laki laki egois pengen pindah rumah cuma demi kekasihnya, kasihan Raisya.
🦋⃟‌Fly🍾⃝Kͩᴀᷞᴛͧɪᷡᴇͣ
huff tega bener tuh suamimu sya, masa di turunin di tengah perjalanan sih mana nyuruh naik taksi lagi😤
🏘⃝Aⁿᵘ𝐀⃝🥀му𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜ˢ⍣⃟ₛ
caakkkeeppp.... 👍👍
bener Sya kamu harus tegas terhadap ulet keket macam Lusi biar kamu nggak selalu diremehkan
🏘⃝Aⁿᵘ𝐀⃝🥀му𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜ˢ⍣⃟ₛ
sebagai istri yang baik Raisya izin sama kamu karena dia menghargai kamu sebagai suaminya
🏘⃝Aⁿᵘ𝐀⃝🥀му𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜ˢ⍣⃟ₛ
awas ya kalo sampai kamu bucin duluan... 😏😏
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
Duh baby twins nama nya bagus banget sih, semoga kalian menjadi anak sholeh ya jd kebanggaan orang tuA
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
turut berdukacita ya bu lisa . sayang banget lusi meninggal blm mnt maaf sama sekali sma raisya dan hasan, congratulations baby twins 😍
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
salut banget sama sya meskipun s lusi udah jahat ttep aj mau nolongin lusi
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
kenapa harus makin membenci sya, kamu sengsara itu ulah kamu sendiri, dasar wnita ga tau malu
ᴀɲɳɪʋᴇᴙᴤᴀʀƴ1ᵴᵼ💜⃞⃟𝓛 sha
sya hamil
ᴀɲɳɪʋᴇᴙᴤᴀʀƴ1ᵴᵼ💜⃞⃟𝓛 sha
astagaaa mulut apa comberan pak
ᴀɲɳɪʋᴇᴙᴤᴀʀƴ1ᵴᵼ💜⃞⃟𝓛 sha
akhirnya aib yg selama ini susah payah sya tutupi harus terbongkar juga
ᴀɲɳɪʋᴇᴙᴤᴀʀƴ1ᵴᵼ💜⃞⃟𝓛 sha
sabar sya,semoga mata dan hati hasan segera terbuka,akan ada keajaiban,km harus kuat
ᴀɲɳɪʋᴇᴙᴤᴀʀƴ1ᵴᵼ💜⃞⃟𝓛 sha
demi keingininan mertua segera menimang cucu sya sampe senekad ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!